Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MEWUJUDKAN SLB EDU-AGRO: INTEGRASI PENDIDIKAN INKLUSIF DAN KEMANDIRIAN MELALUI AGROEDUKASI Fadhila Kartika Sari; Fitria Dewi Navisa; Lia Rohmatul Maula; Maria Ulfa; Nurul Alifah Fardianti; Elis Dwi Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34882

Abstract

Abstrak: Keterampilan vokasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kesadaran terhadap hukum masih menjadi tantangan mitra yang ditunjukkan dengan rendahnya kemandirian dan belum optimalnya kualitas pembelajaran di sekolah. Pengabdian ini mengintegrasikan pendidikan inklusif melalui agroedukasi, digitalisasi pembelajaran, dan literasi hukum sebagai upaya perwujudan SLB Edu-agro. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan hidroponik, workshop digitalisasi pembelajaran, dan penyuluhan hukum. Sebanyak 70 peserta terdiri dari guru, siswa, dan orang tua dilibatkan sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui refleksi, observasi, dan angket, serta wawancara di akhir kegiatan sebagai evaluasi sumatif untuk tindak lanjut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan, baik softskill ataupun hardskill. Peningkatan softskill berupa kemandirian dan kesadaran hukum berturut-turut adalah 81% dan 90%, sedangkan keterampilan hidroponik dan keterampilan IT meningkat sebesar 85% dan 78%. Hasil ini menunjukkan program pengabdian berhasil memberikan dampak positif secara signifikan terhadap peningkatan softskill dan hardskill sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tim pengabdian.Abstract: Vocational skills, utilization of digital technology, and legal awareness remain challenges for partners, as evidenced by low independence and suboptimal learning quality in schools. This community service integrates inclusive education through agro-education, learning digitization, and legal literacy as an effort to realize SLB Edu-agro. The community service activities were carried out through socialization, hydroponics training, learning digitization workshops, and legal counseling. A total of 70 participants consisting of teachers, students, and parents were involved as partners in the activities. Evaluation was carried out formatively through reflection, observation, and questionnaires, as well as interviews at the end of the activity as a summative evaluation for follow-up. The results showed an increase in skills, both soft skills and hard skills. The improvement in soft skills in the form of independence and legal awareness was 81% and 90%, respectively, while hydroponics and IT skills increased by 85% and 78%. These results indicate that the community service program has succeeded in providing a significant positive impact on the improvement of soft skills and hard skills while strengthening collaboration between schools, families, and the community service team. Meta Analysis: The Accuracy Level of the Radial Basis Function Method in Time Series Prediction.
WHEN THINKING FAILS: MISCONCEPTIONS AND THE ROLE OF COGNITIVE DISSONANCE IN MATHEMATICS TEACHER EDUCATION Faradiba, Surya Sari; Alifiani, Alifiani; Sari, Fadhila Kartika; Nursit, Isbadar; Deramea, Ruhaisa
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Number 1 (January 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i1.5810

Abstract

Misconceptions in mathematics persist as a problem in teacher education, often rooted in unresolved cognitive conflicts. This study aims to explore how cognitive dissonance contributes to the formation and persistence of mathematical misconceptions in a prospective mathematics teacher. Conducted at a private university in Malang, Indonesia, this research employs a qualitative case study design with one participant, purposefully selected based on prior conceptual errors. Data were collected through task-based assessments and semi-structured interviews, and were then analyzed thematically. The findings show that the participant exhibited stable misconceptions in key mathematical areas, particularly when encountering information that challenged prior beliefs. Rather than adjusting or restructuring incorrect knowledge, the participant displayed psychological resistance through justification, minimization, and selective attention to confirming evidence. These mechanisms serve to reduce internal discomfort (dissonance) without engaging in conceptual change. As a result, the erroneous mental model is maintained despite exposure to correct information. This highlights the critical role of cognitive dissonance in reinforcing misconceptions through defensive cognitive strategies.
OPTIMALISASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PERENCANAAN STUDI LANJUT SISWA MADRASAH ALIYAH Alifiani, Alifiani; Sari, Fadhila Kartika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32232

Abstract

Abstrak: Siswa Madrasah Aliyah (MA) NU Karangploso menghadapi tantangan dalam menentukan jurusan studi lanjut yang sesuai minat dan bakat, sehingga keputusan yang diambil sering tidak matang. Pengabdian ini bertujuan mendampingi siswa memilih jurusan berdasarkan minat dan bakat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, workshop, dan tes minat bakat berbasis Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini diikuti oleh 70 siswa MA NU Karangploso, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan melalui angket yang berisi 10 pernyataan dalam skala Likert, observasi, dan catatan lapangan sebelum dan sesudah kegiatan. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah 95,7% siswa menyatakan lebih mengenal potensi dirinya, 92,85% percaya diri memilih jurusan, dan 90% siswa dapat menyebutkan 2–3 pilihan jurusan yang sesuai minat dan bakat masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Artificial Intelligence dapat membantu siswa membuat keputusan studi yang matang dan sesuai potensi. Abstract: Students at Madrasah Aliyah (MA) NU Karangploso often struggle to choose a major for further studies that aligns with their interests and talents, leading to immature decision-making. This community service aims to help students select majors based on their interests and talents using Artificial Intelligence (AI) technology. The program includes socialization, workshops, and AI-based talent interest test sessions. Seventy students from MA NU Karangploso in Malang Regency participated in the activity. Evaluations were conducted through questionnaires which contains 10 statements in Likert Scale, observation, and field note both before and after the program. The results indicated that 95.7% of students felt they had a better understanding of their potential, 92.85% felt confident in choosing a major, and 90% could identify 2-3 majors that matched their interests and talents. These findings demonstrate that AI technology can effectively assist students in making informed decisions about their studies based on their abilities.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BLOG UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN KREATIVITAS SISWA SMK DALAM MENGELOLA KONTEN ONLINE Walida, Sikky El; Sari, Fadhila Kartika; Halisna, M. Iqbal Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24394

Abstract

Abstrak: Pendampingan pembuatan blog untuk siswa SMK An-Nur Al Munir dilaksanakan dalam rangka meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam mengelola konten online yang mencakup keterampilan desain, penulisan konten, dan komunikasi online. Kegiatan ini melibatkan 20 siswa dan dilakukan melalui demonstrasi dan praktik langsung membuat blog. Hasil kegiatan ini tercatat keterampilan siswa meningkat secara signifikan dengan persentase peningkatan skill mencapai 40%. Persentase ini diperoleh melalui angket harian yang terdiri dari 15 pernyataan dan wawancara yang terdiri dari 10 pertanyaan.. Langkah-langkah pendampingan yang dilakukan meliputi: (1) analisis kebutuhan; (2) perencanaan pelatihan; dan (3) implementasi penggunaan platform blog yang memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi digital dan kreativitas siswa dalam mengelola konten online. Evaluasi berupa umpan balik dari siswa dan pembaca blog menjadi indikator penting dalam kesuksesan kegiatan ini yang menunjukkan dampak positif terhadap penguatan literasi digital, pemberdayaan kreativitas, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, pendampingan pembuatan blog ini memberikan landasan yang kuat bagi kemajuan siswa dalam menghadapi tantangan di era digital.Abstract: The mentoring program for blog creation for students at SMK An-Nur Al Munir was conducted to enhance digital literacy and creativity in managing online content, encompassing skills in design, content writing, and online communication. This activity involved 20 students and was executed through demonstrations and hands-on practice in blog creation. The results indicate a significant improvement in student skills, with a skill enhancement percentage reaching 40%. This percentage was derived from daily questionnaires consisting of 15 statements and interviews containing 10 questions. The mentoring process included the following steps: (1) needs analysis; (2) training planning; and (3) implementation of blog platform usage. These steps contributed to increasing digital literacy and creativity in managing online content. Evaluation, including feedback from students and blog readers, served as a crucial indicator of the success of the program, showing a positive impact on strengthening digital literacy, empowering creativity, and developing students' critical thinking skills. Thus, the blog creation mentoring provided a solid foundation for student advancement in facing challenges in the digital age.