Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Adsorben Natural Teraktivasi H2SO4 dengan Operasi Shaker Fithry, Dwi Annisa; Haryanto, Bode; Siregar, Durain P; Albanna, Fikry
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 4 (2025): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i4.49413

Abstract

Indonesia is recognized as the world's leading producer of palm oil (Elaeis guineensis Jacq.), which contributes to a substantial accumulation of oil palm biomass waste. Among these, oil palm fronds present a promising potential as low-cost and eco-friendly adsorbent materials. Concurrently, the repeated use of cooking oil generates used cooking oil, a waste product that poses significant health risks due to the accumulation of harmful compounds. This study explores the application of oil palm frond-based adsorbents for the purification of used cooking oil through an adsorption mechanism. Experimental results revealed that the optimal adsorbent performance was achieved using 4.5 grams of adsorbent with a particle size of 100 mesh, which successfully reduced the turbidity of used cooking oil to 28.5 NTU, with a total adsorbed turbidity value of 95.5 NTU. Kinetic modeling indicated that the adsorption process followed a pseudo-second-order model, supported by a high correlation coefficient (R² = 0.9983), suggesting that the adsorption mechanism is dominated by chemisorption involving chemical interactions between the adsorbent surface and the contaminants in the oil.
Pemberdayaan Ekonomi Desa Pagaruyung Dalam Upaya Optimalisasi Produksi Produk Olahan Nanas Serta Manajemen Limbah Pasca Produksi Fithry, Dwi Annisa; Vitriana, Nidya; M Nurdin
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 5 No. 2 (2021): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v5i2.2941

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Salah satu daerah di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan penghasil buah nanas yang banyak adalah Desa Pagaruyung. Petani nanas lansung menjualkan hasil panen mereka tanpa pengolahan, namun semenjak masa pandemi covid 19 memasarkan hasil panen nanas mulai sulit dipasarkan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara analisis dan survey lokasi mitra. Dengan pengabdian ini diharapkan para petani nanas Desa Pagaruyung dapat mengatasi cara pemasaran hasil panen nanas, sehingga dapat membangkitkan kembali perekonomian Desa Pagaruyung.
Optimasi Proses Penyulingan Minyak Sereh Desa Sungai Jalau, Kampar, untuk Meningkatkan Mutu Produk dan Proses Meka, Wahyu; Sunaryo, Sunaryo; Israyandi, Israyandi; Lubis, Dwi Annisa Fithry; Derisman, Aken; Meirizha, Siti Nova
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 6 No. 2 (2022): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v6i2.4048

Abstract

Tanaman sereh merupakan salah satu komoditas agraris yang berpotensi di dalam meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia, khususnya melalui produksi minyak atsiri. Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri terbesar di skala internasional. Sebagai salah satu desa yang memiliki banyak perkebunan tanaman sereh, Desa Sungai Jalau memiliki potensi di dalam berkontribusi bagi Indonesia untuk menghasilkan minyak sereh. Desa Sungai Jalau memiliki satu unit proses penyulingan minyak atsiri yang beroperasi secara berkala yang terdiri dari beberapa perangkat yang tersusun secara terintegrasi: ruang pembakaran, tungku penyulingan, kolom penukar panas, dan pemisah gravitasi. Saat analisa awal dilakukan, proses penyulingan tersebut masih belum optimal. Efisiensi energi masih dipandang rendah akibat kebocoran uap dari tungku. Di samping itu, ampas hasil ekstraksi masih menumpuk dan tidak dikelola dengan baik. Optimasi proses dilakukan dengan mendesain ulang tungku dan meneliti kandungan organik dan inorganik di dalam ampas guna menentukan manfaat ampas tersebut. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah kebocoran aliran uap berkurang dan kuantitas rendeman minyak atsiri meningkat. Di samping itu, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kelompok usaha lain di Desa Sungai Jalau untuk turut berkontribusi di dalam memproduksi minyak atsiri dari tanaman sereh.
Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi dari Ekstrak Tanaman Jahe Untuk Meminimalisir Limbah Rumah Tangga Bagi Masyarakat Desa Merbau, Kec. Bunut, Pelalawan. Fithry, Dwi Annisa; Juneid, Widuri; Yuniarti , Yuniarti; Mahona , Olvyna; Denita, Vyrna Risky; Ramadhan, Gilang
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.5826

Abstract

Desa Merbau merupakan desa yang memiliki potensi lingkungan. Potensi lingkungan yang terkenal di desa Merbau yaitu perkebunan sawit, jahe dan serai.Metode yang digunakan: 1. Komprehensif, program ini mengintervensi seluruh aspek untuk melakukan pelatihan pada kelompok Ibu-ibu PKK guna meningkatkan keahlian, keterampilan, dan pengetahuan (teknik membuat lilin aromaterapi dengan ekstrak jahe). 2. Berbasis pemanfaatan potensi alam lokal, karena memanfaatkan bahan alami yang berasal dari minyak jelantah, jahe, madu dan jeruk nipis.ada ketertarikan yang tinggi dari peserta untuk tahu lebih lanjut mengenai pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi dengan ekstrak jahe.Program pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan pelatihan , pendampingan dan penyuluhan inovasi minyak jelantah kepada Ibu PKK di Desa Merbau Kecamatan Bunut diharapkan meningkatkan perekonomian, kesadaran kebersihan, pemanfaatan limbah rumah tangga dan bahayanya penggunaan minyak goreng secara berulang.
Sosialisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket Arang Sebagai Sumber Energi Ermal, Dini Aulia Sari; Lisa Legawati; Dwi Annisa Fithry; Rozar Rayendra; Jusnita; D.d Zulfa; Ardian Pratama
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.8962

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif. Kegiatan ini dilakukan karena adanya potensi limbah bonggol jagung yang melimpah di kawasan Kayu Manis, Payung Sekaki, Pekanbaru sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya energy yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan teknis kepada ibu-ibu rumah tangga tentang proses pengolahan bonggol jagung yang terdiri dari beberapa proses yaitu pengeringan limbah bonggol jagung, pencacahan, pembakaran, pencampuran dengan perekat dan pencetakan briket arang dari limbah bonggol jagung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran lingkungan yang terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi, serta adanya motivasi untuk mengembangkan usaha melalui pemanfaatan limbah. Namun, program ini masih memerlukan dukungan dan implementasi praktek secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga diharapkan dapatmenjadi langkah awal dalam pemanfaatan limbah organic menjadi sumber energy alternative yang ramah lingkungan, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Mengenal Lebih Dalam Mengenai Minyak Atsiri pada SMKN 5 Dumai Rahmi, Viona Aulia; Dini Aulia Sari Ermal; Dwi Annisa Fithry; Israyandi; Cici Maarasyid
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9280

Abstract

Minyak atsiri merupakan campuran senyawa organik yang dihasilkan dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, batang, akar, dan biji. Minyak ini memiliki sifat khas, seperti mudah menguap, beraroma kuat, dan tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik. Proses ekstraksi minyak atsiri dilakukan melalui berbagai metode, di antaranya distilasi uap, ekstraksi pelarut organik, dan cold pressing. Distilasi uap merupakan metode yang paling umum digunakan, di mana uap panas diarahkan melalui bahan tumbuhan untuk menguapkan minyak, yang kemudian dikondensasikan dan dipisahkan dari air. Pemilihan metode bergantung pada karakteristik bahan baku dan produk akhir yang diinginkan. Pengabdian masyarakat dengan tema "Mengenal Lebih Dalam Tentang Minyak Atsiri" dilaksanakan di SMKN 5 Dumai untuk memberikan edukasi dan pelatihan teknis kepada siswa terkait proses produksi minyak atsiri, mulai dari persiapan bahan baku, teknik distilasi, hingga analisis kualitas produk. Siswa diperkenalkan pada alat-alat produksi seperti alat distilasi uap sederhana, prinsip kerja kondensor, serta metode pemisahan minyak dari distilat. Selain itu, dijelaskan pula aspek penting dalam pengendalian proses, seperti suhu, tekanan, dan waktu distilasi, untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan standar industri.
Review dalam Pembuatan Arang Aktif Berbasis Limbah Pertanian Dengan Microwave Fithry, Dwi Annisa; Jusnita, Jusnita; Legawati, Lisa; Ermal, Dini Aulia Sari; Prayogo, Hidayat
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i1.15632

Abstract

Conventional handling of biomass waste, such as burning biomass, can cause other problems, and is not effective. Another common handling method is utilizing biomass waste. Second, conventional handling does not significantly reduce the amount of biomass waste. Microwave heating uses several power parameters and activation time to determine the effect of power and activation time on iodine number and surface area [25]. Activated charcoal is used as a raw material because it is hard charcoal and has good quality, and microwaves are used because it saves energy and time. Microwave treatment to study the effect of concentration and time of microwave irradiation separately on iodine number and adsorption capacity. The results of the FTIR spectra show that activated carbon has an –OH group. The results of the adsorption test showed that the activated carbon that had been prepared was able to absorb ions at the optimum concentration. Adsorption isotherm studies were carried out using the Langmuir equation. Microwave irradiation time also has a significant effect on the quality of activated carbon in the microwave irradiation time range
Pemurnian Minyak Jelantah Menggunakan Adsorben Natural Dari Pelepah Sawit dengan Perbedaan Ukuran Mesh dan Massa Fithry , Dwi Annisa; Haryanto, Bode; Affandi, Rizki; Hutabarat, Asrina; Febrisma, Anggun
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 2 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i2.25105

Abstract

Indonesia is the second largest producer of palm oil in the world today after Malaysia. Since 2003, the amount of palm oil production in Indonesia has reached approximately 9.9 million tons per year. According to (BPS 2021), the area of oil palm land in North Sumatra reached 442 072.76 hectares. This research will purify used cooking oil using natural adsorbents by utilizing palm frond waste. Palm fronds are chopped into powder, then sifted with sizes of 50, 70 and 100 mesh after which they are weighed with weights of 1.5, 3 and 4.5 grams. Oil palm frond adsorbents with mass variations of 4.5 grams have the greatest adsorption power in reducing used cooking oil and the best adsorption kinetics based on the correlation coefficient is the pseudo second order equation.
Perbedaan Massa dan RPM Terhadap Adsorben Karbon Pelepah Sawit pada Pemurnian Minyak Jelantah Fithry , Dwi Annisa; Haryanto, Bode; Febrisma, Anggun; Hutabarat, Astrina; Affandi, Rizki
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 2 (2024): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i2.25106

Abstract

The statistics center in 2021 stated that North Sumatra is the second largest palm oil-producing province in Indonesia with a plantation area of 1,373.30 Ha. The use of cooking oil in Indonesia in 2021 was 18.4 million tons and increased by 6% from the previous year. This research utilizes palm fronds for the manufacture of adsorbents in cooking oil refining. The method used is carbonization with the help of pyrolysis. The carbon is chopped into powder and divided by variations of 1.5, 3, and 4.5 grams. Each gram is stirred using a shaker with speed variations of 50, 70, and 100 rpm. Turbidity is tested using a turbidimeter once every 20 minutes for 180 minutes. The results of the analysis showed that the best adsorbent weight in reducing used cooking oil was 4.5 grams with a turbidity level of 15.5 NTU and stirring of 100 rpm.
Pengaruh acid wash cell elektrolyzer terhadap kenaikan nilai k faktor pada unit chemical making 13 PT. Indah Kiat Pulp and Paper tbk. Perawang – Riau Fithry , Dwi Annisa; Rawadi, MHD Raihan; Yusri, Muhammad; Azhar, Helmi; Siburian, Sutoyo
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.32909

Abstract

Sodium chlorate (NaClO3) is used to produce clorine dioxide (ClO2), which is used in the bleaching process in the pulp and paper industry. Sodium chlorate is produced in the industry by electrolysis process. This electrolysis process produces 2 main products, namely hydrogen and sodium chlorate. hydrogen is used in the process of making hydroclorid acid (HCl) and sodium chlorate is used in the process of making ClO2. In the process of making chlorate there are several things that must be considered, including: pH, oxygen levels in the degasifier, conditions of the hypo tower system, salt and chlorate concentration, and K cell factor. Based on the results of the above analysis, it can be seen that the acid wash cell is able to reduce the K factor of the cell. Do not run the electrolyzer if the cell voltage is above 3.5 volts. This is because at a voltage above 3.5 volts oxygen formation occurs, if oxygen meets hydrogen gas from electrolysis can cause an explosion.