Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA KELAS VII SEMESTER GENAP DI MTSN PATAS KECAMATAN GEROGAK TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Desak Putu Parmiti, Khumaira, I Komang Sudarma,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.478 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini memiliki dua rumusan masalah yaitu: 1) bagaimana rancang bangun MediaPresentasi Pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) bagaimana kualitas hasil pengembangan MediaPresentasi Pembelajaran. Berdasarkan rumusan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk: 1)mengetahui hasil rancang bangun Media Presentasi Pembelajaran yang dikembangkan, 2) mengetahuikualitas hasil pengembangan Media Presentasi Pembelajaran yang dikembangkan. Model penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Rancang bangun pengembangan produk iniberupa flow chart dan story board yang bersifat konseptual dan mendasari pembuatan Media PresentasiPembelajaran. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angketyang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptifkualitatif. Subyek coba terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satuahli desain pembelajaran, enam siswa untuk uji perorangan, dua belas siswa untuk uji kelompok kecil.Hasil penelitian ini adalah Media Presentasi Pembelajaran yang layak pakai sesuai dengan karakteristiksiswa. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini adalah (1) uji ahli isi/materi bidangstudi berapa pada kualifikasi sangat baik (persentase = 92,3%), (2) uji ahli media pembelajaran beradapada kualifikasi baik (persentase = 84 %), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik(persentase = 88 %), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi baik (persentase = 87,67%), dan(5) uji kelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase = 85%). Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan kualitas Media Presentasi Pembelajaran baik dan dapat digunakan di MTsN Patas kelas VIIsemester II.Kata kunci : pengembangan, media presentasi pembelajaran, seni budaya
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Putu Agus Dikantara Putra; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.205 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah rendahnya perolehan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, siswa tidak aktif dalam pembelajaran, pembelajaran yang tidak melibatkan siswa, kurangnya media dalam proses pembelajaran dan siswa cepat mengalami kebosanan. Penelitian ini membahas tentang (1) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional tanpa berbantuan multimedia interaktif, (2) Bagaimanakah hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif, (3) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvesional tanpa berbantuan multimedia interaktif di kelas VII SMPN 3 Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttes-control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 3 Sawan tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 208 siswa terdiri dari 8 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling, yang terpilih menjadi kelas eksperimen adalah kelas VII A3 sebanyak 27 siswa dan yang terpilih menjadi kelas kontrol adalah kelas VIIA5 sebanyak 25 siswa. Data dikumpulkan dengan metode tes dengan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil belajar IPA kelas eksperimen adalah 25,00 sedangkan kelas kontrol 20,60. Di dalam analisis data hasil uji-t menunjukkan thitung = 6,141 sedangkan ttabel = 2,021. Jadi thitung > ttabel sehingga hasil penelitian ini adalah signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) berbantuan multimedia interaktif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran, Group Investigation, dan hasil belajar The problems that faced in this research was decreasing of students’ learning result in Science subject matter, the students were not active in learning process, lack of method that involved the students learning process, lack of media and lack of motivation that made students feel bored. This research discussed about the differences which was valuable toward the result of students’ learning in science subject by using GI (Group Investigation) cooperative learning method which was combined with interactive multimedia. This method was used for students who used conventional learning method in 7th grade students in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015 which had some problems as follow: (1) how is the result of students’ learning that uses conventional method without interactive multimedia in science subject. (2) How is the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia. (3) Is there any significant and differences between the result of students’ science learning that use conventional method without interactive multimedia and the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia in 7th grade students in SMP N 3 Sawan academic year 2014/2015. This research was experiment research which designed by using posttest-control group design. The population of this research was all of 7th grade students in SMP N 3 Sawan which contained 208 students and 8 classes. Sample was obtained by using random sampling which was selected as follow: VII A3 was selected as an experiment group which was contained 27 students and VII A5 was selected as control group which was contained 25 students. The data was collected by using test and test result method. The data collections were analyzed by using descriptive-quantitative statistical analysis technique. Based on the result of data description, the average of students’ score in experiment class was 25.00 meanwhile control group class was 20.60. In data analysis, the result of T-experiment showed T-hitung = 6.141 while T-tabel = 2.021. So, T-hitung> T- table, T- hitung was bigger than T-table, it means there is a significant difference in this study. In conclusion, there is a significant difference between the result of students’ learning that uses GI (Group Investigation) cooperative learning method with interactive multimedia and the result of students’ learning that use conventional method without interactive multimedia in science subject.keyword : learning method, Group Investigation, and the result of students’ learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 PUPUAN ., Putu Priska Putra Pratama; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.256 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia pembelajaran, mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C SMPN 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil uji ahli isi yaitu 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli desain 86% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji ahli media 85% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 88,6% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 24,7. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan multimedia pembelajaran (81,17) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia pembelajaran (61,17).Kata Kunci : multimedia pembelajaran, IPS, dan hasil belajar This research aims to produce multimedia learning in social studies. Operationally these objectives elaborated into three phases, namely describing multimedia learning design learning, describes the quality of the learning outcomes of multimedia development and describes the effective use of multimedia learning in social studies for students of class VIII. Type of research is the development of research. Development model used is ADDIE models. The study involved students of class VIII C SMPN1 Pupuan. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained by using a questionnaire, and the data collected with the test results to learn. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. Design is developed through the development of multimedia learning needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The result of the expert content of 95% at a very good qualification. The result of 86% of design experts are at a good qualification. The result of 85% of media experts are on good qualification. 90.7% of individual test results were very good in qualifying. The result of a small group of 90.7% at a very good qualification. The results of the field test were 88.6% in both qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes 24.7 t. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using the multimedia learning (81.17) is higher than before the use of multimedia learning (61.17).keyword : Instructional multimedia, IPS terpadu, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Sang Putu Supradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini berupa pengembangan multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA dengan materi kalor. metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket untuk ahli materi, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, dan kelompok kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu digunakan untuk mengolah data hasil review yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada kuesioner, dan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk mengolah data berupa angka-angka atau persentasi yang diperoleh melalui kuesioner dalam penilaian media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA yang dikemas dalam sebuah CD (compact disc), sedangkan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dilakukan yaitu: (1) Konsep; (2) Design; (3) Materials collecting; (4) Assembly; (5) Testing; dan (6) Distribution. Multimedia dinyatakan layak dilihat dari hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 92,5% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90,47% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 84,44% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 86% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 84% berada pada kualifikasi baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran The purpose of this development study are 1) to know the draft of building of the developed multimedia learning, and 2) to know the quality of the result of developed multimedia learning development.This evaluation uses research and depelopment study approach wich was done at SMP N 1 Banjar. The object of this study is the contextual model of development of learning multimedia for individual learning in Natural Science with warmth material. Luther model method which is started by concept, design, materials collecting, assembly, testing, and distribution. The data collection instrument in form of worksheet for the material expert, designer, media expert, individual tryout and small group. The data analysis uses descriptive qualitative analysis which is used for data procession as the result in the review in form of suggestions, responds, critics, and correction advice which was stated in questioner. And the data analysis of descriptive quantitative was used the process the data in form of numbers ar presentation which was collected from questioner in the assessment of learning media which is developed. The result of this study is the contextual model of learning multimedia for individual learning in Natural Sciences which is covered in form of CD, mean while the procedure of learning media development is done by: concept, materials collection, assembly, testing, and distribution. Multimedia may be appropriate, it is seen from the results of the try out of the material expert which is shown a value 92,5%, and the qualification is very good, the tryout of the learning media expert evaluate the media with the result is 90,47% with very good qualification, and the evaluation from the designer show 84,44% as the value with good qualification. The result of personal try out shows 86% as the value with good qualification, and small group try out show the value is 84% reaches good qualification. keyword : development, luther model, multimedia learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII ., Ni Putu Ayu Samiasih; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.653 KB)

Abstract

Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara masih tergolong rendah, untuk itu dipandang perlu diadakan penelitian tentang pengaruh model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII semester II SMP N 4 Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP N 4 Negara dengan jumlah populasi 257 orang siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 2 kelas yang terdiri dari 64 siswa. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk teks objektif, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan (1) deskripsi data dengan model pembelajaran talking stick berbantuan video pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi, (2) deskripsi data dengan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 18,60 > ttabel = 2,000.Kata Kunci : model talking stick, hasil belajar Results of Indonesian students studying in class VIII SMP N 4 Negara are still relatively low, it is deemed necessary for the research conducted on the effect of talking stick-assisted learning model instructional video on learning outcomes Indonesian. This study aims to determine significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model talking stick video-assisted learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of eighth grade students of SMP N 4. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VIII in SMP N 4 Negara with a population of 257 students. Samples were taken at random sampling technique. The number of samples in the study were 2 class consisting of 64 students. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments, then analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results show (1) a description of the data with the talking stick-assisted learning model instructional videos are at very high category, (2) description of the data with conventional learning models that are in the high category, and (3) there are significant differences between the Indonesian learning outcomes of students who take the learning with talking stick model of learning and the learning of students who take conventional learning models with tarithmetic = 18.60 > ttable = 2.000.keyword : talking stick model, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS ., Ratu Ayu Astri Desiani; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.349 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara Siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan multimedia interaktif dengan Siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional di kelas VII SMP Negeri 7 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Singaraja kelas VII.A yang berjumlah 22 orang dan kelas VII.D yang berjumlah 23 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes objektif yang berjumlah 37 soal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Perhitungan hasil belajar secara manual diperoleh rata-rata skor hasil belajar IPS siswa yang mengikuti model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif sebesar 29.26 lebih tinggi dari rata-rata skor siswa siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional sebesar 22.45. Hasil thitung = 4.419 > ttabel =2,000 pada taraf signifikasi 5%. Jadi harga t hitung lebih besar dari pada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) berbantuan multimedia pembelajaran interaktif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensionalKata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament), multimedia interaktif, hasil belajar IPS Research is aimed at describing difference social studies lesson that significantly between students attending cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT) receive aid multimedia interactive with the students learning model that follow conventional class VII junior high school 7 Singaraja. Subject in this research is that the students are junior high school 7 Singaraja class, which VII-22 people and the class VII .D, which 23 people. The method data collection that was used in this research is what amount objective testing method 37 questions. Data analyzed by using analysis of descriptive terms of quantity. The count learning manually, average scores learning social studies students attending model of teaching TGT (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning of 29.26 the average scores students learning model students who follow conventional of 22.45 . Thitung= 4,419 > ttabel =2,000 at any level 5 percent. So rates t count higher than the price t table so H0 was rejected and H1 received. There are differences that significantly to show that learning cooperative learning that follow model type PRECARIOUS (Teams Games Tournament) receive aid multimedia interactive learning learning outcomes have an effect on to social studies students compared with groups of students who follow conventional teaching.keyword : cooperative learning model TGT (Teams Games Tournament), multimedia interactive learning, learning outcomes IPS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 TEGALLALANG ., I Wayan Yudiarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.298 KB)

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi permasalahan keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran; mendeskripsikan kualitas multimedia pembelajaran; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 2 Tegallalang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model ASSURE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIIB di SMP Negeri 2 Tegallalang. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Rancang bangun multimedia pembelajaran ini telah dikembangkan terdiri dari melakukan analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil evaluasi ahli isi 75,6% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media 89% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 96,667% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 96,25% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 92,833% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 35,489. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,33) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,83).Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, hasil belajar. The research is motivated development issues interesting learning media limitations and in accordance with the teaching materials. This study aims to describe the design of multimedia learning; describe the quality of multimedia learning; and describe the use of multimedia learning effectiveness in improving student learning outcomes in science subjects integrated in the second semester of eighth grade students at SMP Negeri 2 Tegallalang. Type of research is the development of research, the model ASSURE. The study involved students in Junior High School class VIIIB at SMP Negeri 2 Tegallalang. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. Data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. The design of multimedia learning has been developed consisting of a needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The results of the expert evaluation of the content of 75.6% at a good qualification. The results of the expert evaluation of the media 89% at a good qualification. The results of expert evaluation of design 92% are at a very good qualification. 96.667% of individual test results are in very good qualification. The result of a small group of 96.25% at a very good qualification. 92.833% field test results are very good in qualifying. Calculation t results obtained manually learning outcomes 35,489. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after using the multimedia learning. The average value after using the media (82.33) was higher than before using the media (59,83).keyword : development, multimedia learning, learning outcomes.
PENGEMBANGAN COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) DALAM PROSES EVALUASI HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA. ., Komang Damayasa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.333 KB)

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas/validasi hasil pengembangan dan mengetahui efektivitas penggunaan Computer Assisted Test (CAT) dalam proses evaluasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan atau Research and Development yang menggunakan rancang bangun tipe ADDIE. Terdapat lima tahapan dalam rancang bangun tipe ADDIE yaitu meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa program yang dikembangkan telah melalui langkah-langkah validasi yang sesuai dengan rancang bangun ADDIE sehingga diperoleh program yang memiliki kualitas yang baik. Validasi dilakukan baik melalui uji validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran soal serta dilakukan uji dan review dari para ahli (uji jugdes) baik ahli materi maupun ahli media. Disamping itu juga pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuisioner tentang pendapat pengguna terhadap program CAT tersebut. Selanjutnya angket tersebut dikonversi dengan skala Linkert untuk selanjutnya dilakukan analisis inferensial. Dari hasil analisis terhadap uji ahli materi maupun uji media diketahui bahwa program layak digunakan dan berada pada kategori baik dimana dari ahli materi dicapai persentase sebesar 85 % dan dari uji ahli media mencapai 89 % pada kategori baik dan sangat layak. Hasil analisis terhadap instrumen penelitian juga menunjukkan bahwa program yang dikembangkan juga cukup efektif terutama dari segi penghematan waktu. Disamping itu hasil penyebaran angket kepada siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju dengan penerapan model evaluasi pembelajaran berbantuan computer dan sebagian menyatakan sangat setuju dengan berbagai item penilaian positif terhadap program. Dilihat dari persentase yang mencapai 89.70 % yang artinya media sangat efektif. Terhadap tanggapan positif pada program. Pada kolom saran didapatkan beberapa alasan dan saran siswa antara lain: 1) siswa merasa bebas untuk mengerjakan tes, tanpa ada rasa khawatir terhadap pengawasan; 2) Siswa merasa tertantang untuk menelusuri lebih jauh jawaban yang diberikan, 3) siswa dapat mengakses kembali evaluasi yang pernah dikerjakan; 4) kegiatan siswa bersifat individu sehingga mengurangi kecemasan, 5) Siswa dengan cepat bisa mendapatkan umpan balik dan hasil; dan 6) siswa banyak ingin tahu karena menggunakan teknologi baru.Kata Kunci : pengembangan, computer assisted test, hasil belajar This research aims to describe the design of the development,quality / validation results of development and determine the effectiveness of the use of Computer Assisted Test (CAT) in evaluation process of students learning outcomes in science subjects in the second semester of class VIII SMP Negeri 1 Singaraja. This research is a Research and Development research that use ADDIE design type. There are five stages in the design ADDIE types which include analysis, design, development, implementation and evaluation. This research shows that the program has been developed through the steps of validation in accordance with the design ADDIE order to obtain a program that has a good quality. Validation was done either through the validity, reliability, distinguishing features and level of difficulty of questions as well as test and review of the experts (test Judges) both matter experts and media experts. Besides, the data collection was done by distributing questionnaires / questionnaire on user opinion against the CAT program. The questionnaire subsequently converted by Linkert scale for further inferential analysis. From the analysis of the material test and experts test noted that the program deserves as "well used" and either in the good category of expert material which was achieved by 85% and the percentage of test media experts reached 89% in both categories and very decent. Analysis of the research instruments also showed that the developed program was also quite effective, especially in terms of time savings. Besides, the results of questionnaire to the students showed that most of the students agreed with the application of computer assisted learning evaluation model and some states strongly disagree with various items of a positive assessment of the program. Judging from the percentage reached 89.70%, which means a very effective media. Against the positive response to the program. On the advice column obtained several reasons and suggestions of students, among others: 1) students felt free to take tests, without any anxiety to supervision; 2) Students were challenged to explore further the answers given, 3) students could access the back of evaluation ever undertaken; 4) The student activities were an individual, thereby reducing anxiety, 5) Students could quickly got feedback and results; and 6) students wanted to know because it uses many new technologies.keyword : development, computer assisted test, learning result
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER PADA MATERI FENOMENA ANGIN UNTUK SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 8 PENYARINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Ketut Pudjawan, I Gede Eka Rai Bawa, I Komang Sudarma,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.741 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran IPA kelas IV di SD Negeri 8 Penyaringanmasih belum memuaskan, pembelajaran bersifat konvensional, dan media yang mendukung pada matapelajaran Bahasa Indonesia belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui rancangbangun multimedia interaktif yang dikembangkan, 2) mengetahui kualitas hasil pengembanganmultimedia interaktif yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalahmodel pengembangan produk Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK), yang dikembangkan olehLuther. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yangselanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif.Subyek coba terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satu ahli desainpembelajaran, delapan siswa untuk uji perorangan, enam belas siswa untuk uji kelompok kecil. Hasilpenelitian ini adalah Multimedia Interaktif yang layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa. Hasilvalidasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini adalah (1) uji ahli isi mata pelajaran IPA beradapada kualifikasi sangat baik (persentase = 96%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasibaik (persentase = 83%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik(persentase = 92%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 94%), ujikelompok kecil berada pada kualifikasi baik (persentase = 87%). Berdasarkan hasil tersebut dapatdisimpulkan kualitas Multimedia Interaktif baik dan dapat digunakan di kelas IV SD Negeri 8Penyaringan.Kata kunci : Kata kunci : pengembangan, model PBK, multimedia pembelajaran
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Yogi Santosa; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.166 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 4 Singaraja. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instumen pengumpulan data berupa kuesioner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan produk pengembangan berupa CD multimedia pembelajaran yang layak pakai pada Mata Pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 4 Singaraja. Hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 80% dan berada pada kualifikasi baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 85% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 88,21% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 85,9% berada pada kualifikasi baik.Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in following the process of learning, especially in science lessons is the monotonous implementation of the learning process, and the lack of media used on any learning process. The purposes of this research are 1) to determine the design of multimedia instructional developed, and 2) to determine the quality of learning outcomes in developing multimedia development. This research methods of development use Luther’s model thatconcerned in the development of a model of the stages of concept, design, collecting materials, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 4 Singaraja. Methods for analyzing are interviews and data collection instrument in the form of a questionnaire. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, an instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques, they are qualitative and quantitative descriptive analysis. This research resulted in the development of products such as multimedia CD worthy life lessons on science Subject class VII semester in SMP Negeri 4 Singaraja. The test results demonstrate the value of expert content and 80% are in good qualifications, test media experts assess the learning outcomes of media with 90% at the excellent qualifications, and assessment of design experts demonstrates the value of 85% in wellqualification. Individual trial results demonstrate the value of 88.21% at good qualifications, and a small group trial demonstrates the value of 85.9% was well qualified.keyword : development, luther models, multimedia learning
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah