Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SD SE-KECAMATAN BULELENG ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5817

Abstract

Penerapan Kurikulum 2013 membawa dampak positif dan negatif dalam pembelajaran di Sekolah Dasar khususnya. Perlunya adaptasi siswa pada perubahan kurikulum ini, menimbulkan berbagai hambatan dan kesulitan yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu, guru hendaknya mengetahui letak kesulitan belajar siswa untuk dapat membantu siswa dalam belajar sehingga siswa dapat mengatasi kesulitan belajar yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar konsep, keterampilan, serta pemecahan masalah matematika siswa kelas II dalam Implementasi Kurikulum 2013 di SD Se-Kecamatan Buleleng. Subjek dalam penelitian adalah seluruh siswa SD kelas II se-Kecamatan Buleleng yang berjumlah 170 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif dengan penyajian data secara statistika. Hasil penelitian ini adalah rata-rata siswa yang melakukan kesalahan dalam pengerjaan soal sebesar 40,59 persen, dengan jenis kesulitan tertinggi adalah kesulitan dalam keterampilan berhitung sebesar (15,29%), kesulitan dalam aspek konsep rata-rata (6,28%), kesulitan dalam aspek pemecahan masalah rata-rata (6,26%), kesulitan dalam 2 aspek sekaligus yakni konsep dan keterampilan berhitung rata-rata 4,26 persen, kesulitan dalam aspek konsep dan pemecahan masalah sekaligus rata-rata 0,84 persen, kesulitan dalam aspek keterampilan berhitung dan pemecahan masalah rata-rata 5,54 persen, dan kesulitan kompleks 10,06 persen. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas II di SD se-Kecamatan Buleleng dalam pengimplementasian Kurikulum 2013 meliputi pengetahuan awal siswa mengenai konsep matematika, faktor guru, dan faktor kurikulumKata Kunci : kesulitan belajar, kurikulum 2013, faktor penyebab kesulitan The Implementation of curriculum 2013 had negative and positive impact of the learning process in elementary school especially. The adaptation needed of students in this new curriculum had some problems and difficulties that could influence students’ learning achievement. So, the teacher had to know the students’ difficulties to help the students in the learning process so the students could overcome the learning difficulties that faced. This study aimed to describe the difficulty of learning concept, skill, and match problem solving of class II in implemented of curriculum 2013 in the elementary schools of Buleleng district. The subject in this study was all of the students of class II in Buleleng district that the number of the students is 170 students. The method of collecting data that used in this study was test and interview method. The analysis technique that used in this study were descriptive quantitative and descriptive qualitative with showed the data as statistically. The result of this study was the average of students who had mistakes in the answering questions process was 40.59%, with the some mistakes in account skill was 15.29%, in the aspect of concept was 6.28%, in the aspect of the problem solving was 6.26%, and the difficulties in the twice aspect was in the aspect of concept and account skill was 4.26%, in the aspects of concept and problem solving directly was 0.84%, in the aspects of account skill and problem solving was 5.54%, and also in the complex aspect was 10.06%. the factors of students’ learning difficulties of class II in Buleleng district in implementation of curriculum 2013 such as the students understanding about match concept, teacher factor, and curriculum factor.keyword : learning difficulty, curriculum 2013, cause of difficulty factor
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GRAFIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Ni Wayan Januk Parwati; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 148 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV SD Negeri 2 Culik dan siswa kelas IV SD Negeri 3 Culik. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 23,81 berada pada kategori sangat tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 16,65 berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 6,31 > ttabel 2,021) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media grafis dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar This research aims to (1) describe the science learning outcomes group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media, (2) describe the science learning outcomes group of students that learned with conventional learning model, (3) determine differences in science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the academic year 2015/2016. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster IV Abang district Karangasem regency in the school year 2015/2016, amounting to 148 students. Sample that taken by sampling random technique. The research sample that fourth grade students of SD Negeri 2 Culik and fourth grade students of SD Negeri 3 Culik. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that (1) the average score of science learning outcomes experimental group was 23.81 are at very high category, (2) the average score of science learning outcomes control group was 16.65 in middle category, (3) results of t-test analysis, obtained tcount is bigger than ttable (tcount=6,31>ttable=2,021) this means that there are significant differences between the science learning outcomes of students that learned with cooperative learning model make a match-aided graphic media and groups of students that learned with conventional learning model.keyword : model make a match, learning outcomes
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Rediarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus 13 Kecamatan Buleleng pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 13 Kecamatan Buleleng yang berjumlah 190 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VA SD Mutiara yang masing-masing berjumlah 36 dan 37 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan VA sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar IPA yang berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan berupa skor hasil belajar IPA kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa dengan model TSTS tergolong kualifikasi sangat baik (X ̅=28,11), 2) hasil belajar siswa dengan model konvensional tergolong kualifikasi baik (X ̅=24,08), dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perhitungan dengan menggunakan uji-t yang memperoleh hasil thitung=53,22>ttabel (α=0,05) =2,00. Melalui perbedaan tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif TSTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model Kooperatif, TSTS, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was: 1) to describe the results of science learning after using TSTS cooperative learning model, 2) to describe the results of science learning after using conventional learning models , and 3) to know the differences of science learning outcome between the group of students who are learning with TSTS cooperative learning model and a group of students who are learning with conventional learning models in class V at cluster 13 sub district Buleleng the Academic Year 2013 / 2014. Kind of this research is a quasi experimental study. The population in this study are 190 students of fifth grade elementary school students at Cluster 13 sub district Buleleng. The samples in this study were students of class VB and VA at Mutiara elementary school each of which accounted by 36 and 37 students. Samples were taken using techniques random sampling in order to obtain the VB class as experimental group and VA as a control group. Data collected by the test method that tests science learning outcomes in the form objective test. Data collected in the form scores of science learning outcomes were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed: 1) learning outcomes of students with TSTS model classified as excellent qualifications (X ̅= 28.11), 2) student learning outcomes with conventional models classified as good qualifications (X ̅ = 24.08), and 3) there are significant differences of science learning outcomes between the groups of students who are learning TSTS cooperative learning model and groups of students who are learning with conventional learning models. The difference can be seen from the calculations using the t-test results gained tcount = 53.22 >ttable (α = 0.05) = 2.00. Through these results, it can be said that the TSTS cooperative learning model give positive effects on science learning outcomes.keyword : Cooperative Model, TSTS, Science Learning Outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbasis Keterampilan Proses Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V ., Ni Putu Eka Restiti Aniati; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran snowball throwing berbasis keterampilan proses dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD semester II di Gugus I Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016. Sebanyak 54 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA ranah kognitif yang dikumpulkan melalui tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran snowball throwing berbasis keterampilan proses dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional. Hal ini dapat dilihat dari perolehan hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thit = 5,536> ttab = 2,006). Dengan demikian, model pembelajaran snowball throwing berbasis keterampilan proses berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD semester II di Gugus I Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar IPA, keterampilan proses, snowball throwing This study was aimed to know the differences learning result of science course learning result between student who learn learning snowball throwing learning model based on process skill and students who learnt using conventional learning model. This research is a quasi experimental research with a post-test only control group design. Population of this research was grade fourth students in the second semester of Cluster I District of Sukasada, Sukasada regency in academic year 2015/2016 . A total of 54 students have been selected as the sample is determined by random sampling technique. Data analyzed from this research is the result of studying science course learning cognitive collected used objective tests. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results showed that, there are significant differences in the results of studying science course learning result between student who learn learning snowball throwing learning model based on process skill and students who learnt using conventional learning model. It can be seen from the mean acquisition of the experimental group was higher than the average gain control group (experimental = 18,03> control = 14,64) and hipothesis test results using t-test, with tarithmetic greater than ttable (tarithmetic = 5,536 > ttable = 2.006). so, snowball throwing learning model based on process skill is positive influential with the result of studen science studies in grade five students in the second semester of Cluster I District of Sukasada, Sukasada regency in academic year 2015/2016.keyword : science course learning result, process skill, snowball throwing
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif dengan Setting Kelompok Belajar Kompetitif terhadap Keterampilan Proses IPA Kelas V ., Ni Made Rini Anggraeni; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses IPA yang signifikan antara kelompok siswa di Gugus 3 Kecamatan Buleleng yang mengikuti pembelajaran model generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif terhadap kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post-test only control group design. Populasi penelitian adalah kelas V SD di Gugus 3 Kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No. 5 Jinengdalem dan SD No. 1 Poh Bergong. Data keterampilan proses sains diperoleh melalui tes keterampilan proses sains. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 6,583 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel. Dan dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 42,19 dan kelompok kontrol berada pada kategori sedang dengan M = 31,92. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran generatif dengan setting kelompok belajar kompetitif berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus 3 Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : generatif, kelompok belajar kompetitif, keterampilan proses sains. The purpose of this research is to recognize the difference significant science process skills among groups of students in Gugus 3 Buleleng which follows generative learning model with a competitive group settings and the students who followed the conventional model learning 2013/2014 period. This research is a Quasi Experimental Research and using the post - test only control group design. The study population is a fifth grade elementary school in Gugus 3 Buleleng in 2013/2014 period. The sample is a fifth grade students of SD No. 5 Jinengdalem and SD No. 1 Poh Bergong . The data of science process skills acquired through science process skills test. The data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and t-test . The results showed that tarithmetic is 6.583 and the ttable is 2.000 (5% significance level). This means tarithmetic more than ttable. And the average post-test results of science process skills, note that the experimental group is at extremely high category with M = 42.19 and control groups in middle category with M = 31.92. So, it can be concluded that the generative learning model with a competitive group settings affect learning science process skills of fifth grade students of elementary schools in the Gugus 3 Buleleng 2013/2014 period.keyword : generative, competitive learning groups, science process skills.
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERBANTUAN CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V ., Ketut Ayu Purnami; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara penerapan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dengan penerapan metode konvensional terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 236 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang yang terdiri dari 29 siswa di kelas eksperimen dan 29 siswa di kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah teknik ProbabilitySampling dengan tehnik random berkelompok. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berbicara berupa tes tindakan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode konvensional (thitung = 16,22 dan ttab = 2,003). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa. Dilihat dari rata-rata keterampilan berbicara, diketahui rata-rata keterampilan berbicara kelompok eksperimen adalah 21,78 dan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol adalah17,10. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional.Kata Kunci : sosiodrma, konvensional, keterampilan berbicara The purpose of this study was to determine the difference between the application of the method sociodramas folklore aided by the application of conventional methods to the speaking skills of fifth grade students of the school year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research design and use of post-test only control group design. Populasi this study were all fifth grade students in elementary Cluster I Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 236 people. The sample used in this study amounted to 58 people consisting of 29 students in the experimental class and 29 students in the control class. The sampling technique is a technique by technique ProbabilitySampling random groups. Data collected by the instrument test speaking skills in the form of test action. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics ( t-test ). The analysis showed a significant difference between groups speaking skills of students who are taught using the method sociodramas aided folklore and groups of students who are taught using conventional methods ( of t = 16.22 and ttab = 2.003 ). Based on this analysis it can be concluded that the method assisted sociodramas folklore positive effect on students' speaking skills. Judging from the average speaking skills, known to the average speaking skills experimental group was 21.78 and the average speaking skills is 17.10 the control group. Based on this average, it can be concluded that the group of students who learned with folklore aided sociodramas method is better than the group of students who learned with the conventional method.keyword : sociodramas, conventional, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., I Nengah Mariana; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran learning cycle 5E Berbantuan LKS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus X Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 143 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang siswa kelas V SD Negeri Sekardadi yang digunakan sebagai kelompok eksperimen dan 29 orang siswa SD Negeri Kedisan yang digunakan sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 23,85 dengan kategori sangat tinggi dan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 20,01 dengan kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (5,33 > 2,001). Dengan demikian terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan LKS dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V di SD Gugus X Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : learning cycle 5E, hasil belajar This study aims to determine the difference between Science learning results of students group whose study by using learning cycle 5E learning model which is aided by LKS and the group of students whose study by using the instructional learning model This study is a quasi-experimental research. The population of the research is the five grade students of elementary school in Cluster X Kintamani sub-district academic year 2014/2015, with the amount of the students are 143 people. The samples of this research are the five grade students in SD Negeri Sekardadi with the total of the students are 31 as the experimental class and the five grade students of SD Negeri Kedisan with the total of the students are 29 as the control class. The data is collected by using test instrument in form of objective test. The collection of data is analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis (t-test). The result of the study find that the mean score of the experimental class is 23,85 which is categorized ar very high category and the control class is 20,01 which is categorized at hight category. The result of hypothese test using t-test find that . tthat is more than ttable (5,33 > 2.001). Based on the findings of this study, it can be concluded that the learning cycle 5E learning model which is aided by LKS is giving positive effect on the learning outcomes of five grade science students in Cluster X Kintamani sub-district Academic Year 2014 / 2015.keyword : learning cycle 5E, learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Problem-Bassed Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas IV Semester 1 SD Gugus Belantih Kecamatan Kintamani ., I Komang Brata; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem-Bassed Learning dan model pembelajaran Konvensional di kelas IV Semester I Sekolah Dasar Gugus Belantih Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas iv di sd gugus belantih tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 4 sekolah dengan jumlah siswa 134 orang. Sampel penelitian terdiri atas 2 kelas dengan jumlah siswa 56 orang yang ditentukan dengan cara simple random sampling. Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian hasil belajar menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran problem bassed learning dengan rata-rata skor hasil belajar sebesar 46 dan model pembelajaran konvensional dengan rata-rata skor hasil belajar sebesar 25. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas IV SD No. 1 Belantih yang diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem bassed learning lebih baik daripada hasil belajar matematika siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru matematika di SD No. 2 Belantih agar melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem bassed learning.Kata Kunci : model pembelajaran problem bassed learning, hasil belajar This study aimed to examine differences in learning outcomes between students who are learning mathematics by using a model of learning problem-bassed Conventional Learning and teaching model in class IV Semester Primary School Cluster Belantih Kintamani District Academic Year 2013/2014. This research was a quasi-experimental design with Post -test Only Control Group Design. The study population was all students in the class iv sd Belantih cluster school year 2013/2014 which is comprised of 4 schools with 134 students . The study sample consisted of 2 classes with 56 students the number of which is determined by simple random sampling. Student learning outcomes data in this study were collected with the achievement test. Data analysis techniques used are descriptive statistics and inferential analysis. The results indicate that the learning outcomes are significant differences in learning outcomes between students who are taught using learning bassed Learning Model problem with the average score was 46 and the learning outcomes of conventional learning model with an average score of 25 learning outcomes. Based on these results it can be concluded that the results of learning mathematics No. fourth grade student 1 Belantih given learning problem by using a model of learning is better than learning bassed mathematics learning outcomes of students who received conventional learning. Therefore, the authors suggest to teachers of mathematics in elementary school No. 2 Belantih order to implement learning by using learning models bassed learning problem.keyword : learning models bassed problem learning , learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR ., Ni Luh Hery Hapryantini; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan dengan menerapkan model pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan, yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket dan tes. Data dianalisis untuk menentukan mean dan persentase mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase skor rata-rata motivasi dan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kubutambahan. Pada siklus I, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 73,31% (kategori sedang) dan persentase hasil belajar siswa sebesar 68,8% (kategori sedang). Pada siklus II, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat sebesar 7,04% menjadi 80,35% (kategori tinggi). Persentase skor rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat sebesar 14,88% menjadi 83,68% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Kubutambahan. Kata Kunci : model make a match, motivasi belajar, hasil belajar matematika This research aims to increase the motivation and the results of learning mathematics students of class IV year lesson 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan with applying models of learning make a match This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of four sessions. The subjects were fourth grade students in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan, which amounted to 32 people. The object of this study is to increase motivation and learning outcomes in mathematics. Collecting data in this research was done by the method angket and test. Data analyzed to determine the mean and the percentage mean. The results showed that an increase in the average percentage score of motivation and learning outcomes of mathematics at the fourth grade students at SD Negeri 1 Kubutambahan. In the first cycle, the percentage of the average score of students motivation by 73,31% (medium category) and the percentage of student learning outcomes of 68,8% (medium category). In the second cycle, the percentage of the average score of students motivation increased by 7,04% to 80,35% (high category) and the percentage of the average score of student learning outcomes increased by 14,88% to 83,68% (high category). Based on these results it can be concluded that the application of learning models make a match can increase motivation and learning outcomes fourth grade mathematics SD Negeri 1 Kubutambahan.keyword : model make a match, motivation, results of learning mathematics
PENGARUH STRATEGI SQ4R BERBANTUAN SATUA BALI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V ., I Made Deni Gunarsa; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i1.12920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali pada siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain Non Equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V di SD Gugus V Kintamani. Sampel penelitian adalah kelas V SDN 3 Belantih sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN Catur sebagai kelompok kontrol yang diperoleh dengan teknik random sampling melalui cara undian kelas. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial yang menggunakan uji t (polled varians). Hasil penelitian menunjukan bahwa, rata-rata skor kemampuan membaca pemahaman siswa pada kelompok eksperimen (41,80) lebih besar dari kelompok kontrol (34,27). Berdasarkan hal tersebut, terdapat perbedaan kemampuan membaca pemahaman siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan strategi SQ4R berbantuan Satua Bali pada siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Pelajaran 2017/2018. Dengan demikian, strategi SQ4R berbantuan Satua Bali berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V di SD Gugus V Kintamani Tahun Ajaran 2017/2018. Kata Kunci : strategi SQ4R, satua Bali, kemampuan membaca pemahaman. This study aims to determine the difference in students' reading comprehension skills between groups of students who were taught by the SQ4R-supported strategy of the Satua Bali and the group of students who were not taught by the SQ4R-supported strategy of Satua Bali in grade V students at SD Gugus V Kintamani Lesson Year 2017/2018. This research type is quasi experiment, with Non Equivalent design post test only control group design. The population in this study is the entire class V in SD Gugus V Kintamani. The research sample is class V SDN 3 Belantih as experimental group and class V SDN Catur as control group obtained by random sampling technique by way of class lottery. The analytical methods used in this study include descriptive analysis and inferential analysis using the t test (polled variance). The results showed that the mean score of students' reading comprehension ability in the experimental group (41.80) was greater than the control group (34,27). Based on this, there is a difference in the students' reading comprehension ability between the groups of students who were taught by the SQ4R-supported strategy of the Satua Bali and the group of students who were taught not with the SQ4R-supported strategy of Satua Bali in grade V students at SD Gugus V Kintamani Lesson Year 2017/2018. Thus, the Satya Bali-based SQ4R strategy has an effect on reading comprehension of grade V students in SD Gugus V Kintamani of the academic year 2017/2018.keyword : SQ4R strategy, satua Bali, reading comprehension ability.
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah