Claim Missing Document
Check
Articles

PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER NAUR PENEMPUH DENGAN PENDEKATAN GAYA EKSPOSITORI Widhi Asih, Made; Payuyasa, I Nyoman; Denny Chrisna Putra, I Made
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film dokumenter memiliki potensi besar untuk menyampaikan warisan budaya, sejarah, dan nilai-nilai melalui visualisasi gambar dan suara, sehingga lebih banyak menjangkau masyarakat. Film dokumenter juga memiliki beberapa gaya pengimplementasiannya, salah satunya adalah pendekatan gaya ekspository, penerapannya pada film dokumenter yaitu berisi sebuah narasi sebagai pengantar penonton menuju materi pada film dokumenter yang ingin di sampaikan atau dengan kata lain sebagai benang merah pada cerita. Materi film yang di sampaikan melalui film dokumenter ini adalah tradisi yang berasal dari sebuah daerah, tepatnya di Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Tradisi yang diangkat bernama tradisi Naur Penempuh, merupakan tradisi pembayaran hutang yang hanya dilakukan apabila seorang perempuan asli Desa Suwug melakukan pernikahan dengan laki laki dari luar dari Desa. Tradisi Naur Penempuh, merupakan salah satu tradisi yang belum mempunyai publikasi mengenai pemaknaannya secara lengkap dan jelas, maka dari itu penulis akan memvisualisasikan sejarah, pemaknaan serta bagaimana pelaksanaan dari tradisi Naur Penempuh ini melalui sebuah film dokumenter dengan metode observasional dan wawancara untuk penggalian sumber informasinya, serta melakuakn pengkonsepan film baik secara materi, narasi, serta visualisasinya.
KOMPOSISI GAMBAR DALAM PENCIPTAAN IKLAN LAYANAN MASYARAKAT LINGKUNGAN HIDUP Two Yonci, Kevin; Payuyasa, I Nyoman; Lawranta, Gangga
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat lingkungan hidup bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya visual yang menarik dan dapat memberikan informasi bagi masyarakat luas. Iklan layanan masyarakat bertujuan untuk mengevaluasi stigma masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai pelestarian lingkungan kepada khalayak luas. Karya ini didasari oleh riset dan observasi pada keadaan lingkungan sekitar yang terkadang perlu diperhatikan dan dijaga kelestariannya. Dengan penerapan teknik cinematography pada iklan layanan masyarakat dapat membantu penulis dalam membangun cerita dan menciptakan visual yang menarik dan informatif sehingga tercipta karya yang tak hanya memiliki visual yang apik, tetapi juga memiliki makna didalamnya. Karya ini akan menjadi sangat berdampak secara luas bagi lapisan masyarakat yang bermacam-macam dalam menikmati dan menilai hasil karya yang diciptakan dengan harapan pesan alam dalam iklan layanan masyarakat memiliki karakter yang kuat sehingga tercapai sebuah makna yang ingin disampaikan.
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER RUPA JIWA TOPENG SINGAPADU DENGAN GAYA EKSPOSITORI Dewi, Ida Ayu Diah Indrani Camuni; Puriartha, I Kadek; Payuyasa, I Nyoman
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Calaccitra November 2025
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rupa Jiwa Mask Singapadu is a documentary film exploring the beauty of mask art of Singapadu as one of Bali's cultural heritages rich in aesthetic value, philosophy, and spirituality. The film uses an exposure approach to describe the process of making masks, ranging from material selection to completion, and features in-depth interviews with local artists such as Cokorda Alit Artawan. This documentary also highlights the role of mask art in the traditional and spiritual traditions of Balinese people, while uncovering the challenges of preserving this art in the midst of modernization.
Model Media Keranjang Majas melalui Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Mendorong Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas VI SD Suciartini, Ni Nyoman Ayu; Payuyasa, I Nyoman Payuyasa
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 10 No 2 (2025): Vol 10 No 2 (2025): Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v10i2.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam implementasi Media Keranjang Majas dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia untuk mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Bebalang Bangli. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi kelas, wawancara mendalam, serta analisis artefak pembelajaran untuk menggali dinamika penggunaan media dan pengalaman kognitif serta afektif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Keranjang Majas mampu memfasilitasi proses konstruksi makna secara bertahap melalui aktivitas eksploratif, kolaboratif, dan reflektif. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi, menafsirkan, dan menciptakan majas secara kontekstual serta mampu berargumentasi dan mengelaborasi hubungan antar gagasan secara lebih kritis. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa media ini mendorong keterlibatan belajar yang lebih aktif, memunculkan interaksi dialogis antar siswa, serta memperkuat literasi interpretatif dan kemampuan metakognitif. Secara keseluruhan, implementasi Keranjang Majas terbukti menjadi strategi pedagogis yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam pengembangan literasi dan HOTS berbasis pembelajaran mendalam. Kata kunci: keranjang majas, pembelajaran mendalam, HOTS, literasi, pembelajaran Bahasa Indonesia SD.
CULTURAL LITERACY THROUGH DOCUMENTARY FILM: THE BRAHMAN CEREMONY AS A MEDIUM FOR CULTURAL INHERITANCE I Nyoman Payuyasa; I Made Denny Chrisna Putra; Ida Bagus Hari Kayana Putra
INTERNATIONAL JOURNAL ON HINDU CULTURE Vol. 2 No. 01 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film can reflect the civilization of a country or nation. Through film works, one can clearly see the series of history, culture, philosophy, phenomena, and even social upheavals that have occurred from one era to another. Films, especially documentary films, also serve as powerful media for preserving cultural existence. The role of film in this era of globalization becomes an interesting study to present entertainment that can also serve as guidance for society. Especially considering the current situation of society living amidst the currents of global culture, which undoubtedly threatens the cultural heritage. The purpose of this research is to analyze the values of cultural literacy and the usefulness of the documentary film "Brahman Ceremony" as a medium for inheriting traditions. This research is qualitative descriptive research using observation and interview data collection methods. The results obtained through the documentary film titled "Brahman Ceremony" can serve as a means of socialization and education related to cultural literacy for the younger generation and the general public. The narrative in this documentary film provides an understanding of the process or ceremony of death packaged in a funeral ceremony for those who have become sulinggih, holy people, or priests in the Hindu belief. This process is interpreted as a tribute to the holy and unites them with Brahman. Cultural literacy can be seen from the explanations of religious and cultural anthropologists, sociologists of religion, and academics who provide an understanding of the organization of the ngaben ceremony or funeral rites. This film also contains cultural literacy in recorded history narrated well, especially related to the history of Sanur, the journey of Sanur's development into a famous tourist village known internationally. This journey is inseparable from the role of a figure named Ida Bagus Tjethana Putra or known as Ida Pedanda Gede Dwija Ngenjung.
PERANCANGAN BAHASA VISUAL DALAM PENCIPTAAN KARYA FILM PENDEK DARA DALAM BELENGGU Thoriq Sihabudin; I Made Denny Chrisna Putra; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Calaccitra Juli 2026
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film is an audio-visual medium that possesses the power to convey meaning through moving images; however, strictly relying on verbal dialogue or verbalism remains a common issue in practice. The creation of the short fiction film Dara dalam Belenggu addresses the psychological issue of body anxiety in adolescents, demanding a specific visual approach to depict internal conflict without explicit verbal explanation. This article discusses the application of Cinematic Language by the cinematographer as a narrative solution to visualize the isolation and mental pressure experienced by the protagonist, Anari. The creation method focuses on Shot Design utilizing Negative Space and the application of lighting with a Progressive Contrast Ratio. The results demonstrate that the use of tight, restrictive framing (claustrophobic) and the shift in light contrast ratio from flat to high contrast successfully represent the emotional escalation and the character's feeling of being "shackled" symbolically. Through this approach, visual elements effectively function as the primary storyteller, building the atmosphere and character emotion..
EXTRA-MUSICAL ELEMENTS OF THE MUSIC FILM KAWYAGITA MANDALA Nyoman Lia Susanthi; I Nyoman Payuyasa; Ida Bagus Hari Kayana Putra; Ketut Hery Budiyana
ARTISTIC : International Journal of Creation and Innovation Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/artistic.v7i1.7697

Abstract

This study examines the extra-musical elements of the music film Kawyagita Mandala, which highlights gong luang as a sacred and increasingly rare Balinese gamelan. The novelty of this research lies in conceptualizing extra-musical elements not merely as cultural background, but as structuring principles that shape cinematic form. Data were collected using a qualitative descriptive method through interviews with karawitan experts and the production team, supported by a literature review and observation. The findings identify four interrelated dimensions: tattwa (philosophy), susila (ethics), lango (aesthetics), and gegebug (technique), which guide the film’s mise-en-scène, cinematography, montage, and sound. Tattwa dictates ritual-based visual construction; susila regulates ethical production practices; lango shapes visual and sonic harmony; and gegebug reflects reconstructed performance techniques at Apuan Singapadu Studio. By framing these elements as cinematic structures, the study offers a novel perspective on translating sacred musical ontology into contemporary audiovisual practice while supporting cultural preservation.
Co-Authors Arba Wirawan, I Komang Armandio, Michelly Dante Budiyana, Ketut Hery Darmini Darmini Desak Putu Yogi Antari Tirta Yasa Dewi, Ida Ayu Diah Indrani Camuni Diputra, Komang Purna GANGGA LAWRANTA Gede Basuyoga Prabhawita Gusti Ngurah Agung Aditya Putra I B. Hari Kayana Putra I B. Hari Kayana Putra I Dewa Made Darmawan I Gede Adi Surya I Kadek Galang Chandra Deva I Kadek Puriartha I Ketut Agus Cahaya Sentana I Ketut Buda I Ketut Buda I Ketut Buda I Komang Frederich Blessy I Made Denny Chrisna P I Made Denny Chrisna Putra I Nyoman, suardina I Putu Andika Arya Pratama I Wayan Diana Putra . I Wayan Sauca Widyantara Putra IB. Hari Kayana Putra Ida Bagus Hari Kayana Putra Ida Bagus Hari Kayana Putra Ida Bagus Hari Kayana Putra Ida Bagus Harikayana Putra Ida Bagus Putrayasa Kadek Dwiyani Kadek Hengki Primayana . Kadek Yooka Desy Damayu Kadek, Angga Dwiranata Ketut Hery Budiyana Ketut Hery Budiyana Made Rai Budaya Bumiarta Ni Kadek Sruja Pegiyanti Nyoman Lia Susanthi Nyoman Lia Susanthi Pande Ayur Sawitar Kumari Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Putra, IB Hari Kayana Putra, Ida Bagus Hari Kayana Putri, A.A Puspa Dewi Trisna Putu Kenta Menggala Ruspa Raden Mohamad Herdian Bhakti Raditya Pandet, Putu Rizky Achmad Fadil Suciartini, Ni Nyoman Ayu Sugiarta, I Kadek Sukartika, I Wayan Pradnya Sukron Madani Dwi Prasetyo Sukron Madani Dwi Prasetyo Susanthi, Nyoman Lia Thoriq Sihabudin Two Yonci, Kevin Wardana, Ali Widhi Asih, Made Widi Putra, Ida Bagus Gede Yasa, Desak Putu Yogi Antari Tirta