Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN KOMPOSISI DAN SUBJECT STAJING DALAM FILM “SURUH AYU” I Wayan Sauca Widyantara Putra; I Made Denny Chrisna Putra; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Calaccitra Maret 2022
Publisher : CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sangat digemari oleh banyak kalangan anak muda pada masa ini. Film saat ini merupakan media yang digunakan sebagai hiburan di masyarakat, dalam perkembangannya kini dunia perfilman telah menghasilkan beberapa sineas atau pembuat film yang cukup banyak di dunia. Film juga memiliki beberapa tahap produksi untuk menghasilkan film yang memuaskan. Tahap produksi yaitu dari penciptaan ide, praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Dari tahapan produksi barulah film akan di distribusikan ke kalangan masyarakat. Dengan menciptakan ide baru dari sebuah film dengan langsung melaksanakan kegiatan produksi hingga hasil dari ide film menjadi sebuah film layar lebar. Adapun pengumpulan data yang harus digunakan dalam pembuatan film. Pengumpulan data mencari tahu tentang kebenaran yang ada dengan apa yang digunakan nantinya pada saat pembuatan film, disini ada dua contoh seperti pengumpulan data melalui wawancara dan melakukan observasi. Dengan melakukan pengumpulan data, maka film yang produksi semakin akurat. Penggunaan komposisi dan subject stajing mempengaruhi keseimbangan karakter yang muncul di dalam gambar. Komposisi melakukan penempatan sebuah objek maupun karakter yang sesuai dengan cerita, dengan memperlihatkan maupun menggunakan rules of third menyampaikan sesuatu yang terlihat di dalam gambar akan menjadi sangat special dan bermakna dalam setiap shot. Komposisi juga menyangkut dengan pergerakan kamera yang membuat kesan lebih dramatis dilihat oleh penonton dan menambahkan ukuran shot akan jauh lebih memunculkan kesan emosional karakter. Oleh karena itu film yang diproduksi penulis menggunakan penerapan komposisi dan subject stajing dalam film “Suruh Ayu”
PENERAPAN KOMPOSISI SIMETRIS DAN ASIMETRIS PADA DOKUMENTASI ACARA MISS TEEN INTERNASIONAL INDONESIA 2021 Gusti Ngurah Agung Aditya Putra; I Ketut Buda; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Calaccitra September 2022
Publisher : CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sinematografi, komposisi adalah seni pembingkaian gambar.Pencahayaan, tata warna dan ruang sangat penting dalam komposisisebuah gambar dan dapat meninggalkan kesan mendalam terhadapkhalayak. Pada dokumentasi acara Miss Teen Internasional – Indonesia2021, penulis menerapkan komposisi simetris dan asimetris dalampengambilan gambar untuk membuat kesan keseimbangan sertakebebasan berekspresi. Komposisi simetris adalah suatu objek ataumodel yang ditempatkan pada posisi seimbang antara kiri dan kanan,serta memiliki keseimbangan bentuk dan ukuran objek yang sama.Sedangkan komposisi asimetris adalah penempatan objek gambar yangtidak seimbang antara posisi kanan dan kiri serta ukuran dan bentuk objekjuga berbeda. Meski demikian pada komposisi asimetris ini tetapmemperhatikan proporsi, kesatuan dan keseimbangan diantara bendayang menjadi objek gambar. Pada tahapan proses pelaksanaandokumentasi acara Miss Teen Internasional – Indonesia 2021, pertama -tama yaitu membentuk team (crew) seperti director, cameraman,switcher, vmix operator, runner, serta menyiapkan seluruh peralatan yangakan digunakan pada saat dokumentasi acara tersebut. Kemudian setelahcrew terbentuk, dilanjutkan dengan melakukan rehearsal H-1 sebelumacara tersebut diselenggarakan. Pada tahapan berikutnya yaitudimulainya acara Miss Teen Internasional tersebut seluruh crew yangterlibat wajib menjalankan tugas – tugasnya sesuai arahan yang telahdisepakati diawal. Setelah seluruh rangkaian acara tersebut selesai,kemudian masuk pada tahap editing, menyusun dan menggambungkanseluruh file gambar yang telah direkam sebelumnya untuk kemudiandijadikan sebuah video utuh. Penerapan komposisi Simetris dan Asimetrisuntuk membuat kesan keseimbangan dan kebebasan berekspresi padadokumentasi Miss Teen Internasional - Indonesia 2021, disimpulkan untukdapat memvisualisasikan suatu keadaan formal dan informal.
MEMBANGUN NUANSA DRAMATIS MELALUI RHYTHMIC EDITING DALAM FILM “BUKAN KUPU-KUPU MALAM” Rizky Achmad Fadil; I Nyoman Payuyasa; I Made Denny Chrisna Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Calaccitra September 2022
Publisher : CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film ”Bukan Kupu-Kupu Malam” merupakan film yang menceritakanseorang perempuan yang bekerja di sebuah karaoke dan stigma pekerjakaraoke yang buruk membuat perempuan tersebut mengalami tindakpelecehan seksual dan pemerkosaan. Penulis menerapkan aspek editingritmis pada film “Bukan Kupu-Kupu Malam” agar menimbulkan nuansadramatis kepada penonton. Proses penciptaan film ini melalui berbagaimetode, yang pertama adalah metode pencarian data dengan observasifilm karya dengan penerapan teknik ritmis yang kedua adalah bersumberdari jurnal, skripsi. Praproduksi, produksi dan pascaproduksi dilakukanuntuk menerapkan atau mengimplementasikan teknik ritmis. Dalampelaksanaannya penulis sudah melakukan banyak tahap untuk penerapanaspek editing ritmis, dari proses riset observasi dan wawancara mengenaiaspek ritmis editing dalam pasca produksi, melakukan cut scene yangmemakan waktu lama, memperhatikan dimensi shot agar menyesuaikanpada editing ritmis yang diterapkan pada film “Bukan Kupu-Kupu Malam”.Hasil dari penerapan teknik ritmis dan spasial adalah, kedua tekniktersebut memiliki cara penerapan yang berbeda – beda, aspek ritmisadalah aspek yang mampu mengontrol panjang durasi sebuah shotdengan kata lain menekankan suatu momen, sedangkan spasial adalahmemanipulasi dimensi shot, ketika dua teknik tersebut dipadupadankanpada scene 13 dan scene 20 akan menghasilkan atau mewujudkan suatuemosi yaitu membangun emosi karakter pemeran seperti ketenangan,keraguan dan ketakutan.
PENERAPAN SETTING PROPERTI DENGAN KONSEP REALIS PADA FILM FIKSI “KAMBING HITAM” Ni Kadek Sruja Pegiyanti; I Dewa Made Darmawan; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Calaccitra September 2022
Publisher : CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus pencemaran nama baik, atau tuduhan sebagai topik penciptaandikemas ke dalam film fiksi “Kambing Hitam”, karena belakangan inimarak terjadi kasus pencemaran nama baik, tuduhan, ujaran kebencian.70 Jurnal CalaccitraMelalui film fiksi ini penulis mencoba merepresentasikan tata artistiktentang tekanan seseorang yang mengalami konflik tersebut. Penerapansetting properti film fiksi “Kambing Hitam” bertujuan untuk dapatmenjelaskan konsep ruang dan waktu, status sosial, mood adegan, motifdan simbol serta pendukung adegan. Dalam proses pembuatan film,tahap pencarian data melalui riset dengan metode observasi, yaknimengamati langsung ke lapangan, studi kepustakaan didapat dari skripsidan buku, wawancara dengan penata artistik film. Penggunaan propertididukung dengan teori semiotika yang memfokuskan pada simbol, indexdan ikon, teori semiotika dari Charles Sander Peirce dan Ferdinand DeSaussure sebagai teori utama dan teori mise-en-scene untukmemperkuatnya, kedua teori tersebut merupakan satu kesatuan yangsaling melengkapi untuk membangun cita rasa artistik atau keindahan.Rancangan tata artistik dimulai dari mengkonsep properti sepertipemilihan gubuk, hutan, rumah kosong, sarana ritual sesembahan yangditerapkan pada film Kambing Hitam. Properti yang digunakan pada film"Kambing Hitam" dimaksudkan untuk pembentukan kesan tegang,misteri dan seram . Luaran dari karya ini berupa film fiksi yang bergenrehoror, action berdurasi 20 menit yang memiliki pesan untukmenyelesaikan masalah tidak harus mengorbankan kebahagian dengankeluarga hanya karena keegoisan diri sendiri.
Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter Melalui Film “Sokola Rimba” I Nyoman Payuyasa; Kadek Hengki Primayana
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 6 No 02 (2020)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.477 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v6i2.1718

Abstract

Education serves to improve intellectual intelligence and human character. Character education must go through a learning process. The education process in the Covid-19 pandemic situation was forced to be carried out online. This situation will hamper the student's character learning process. Aside from being an entertainment, film becomes an educational media for the community. The film "Sokola Rimba" is a film that has educational and humanitarian values. Therefore it is important to conduct research on the character value of the film "Sokola Rimba". To improve the quality of character education for students who learn from home. This research will analyze the character values in the film "Sokola Rimba", to improve the quality of character education. This research is a descriptive qualitative research with an observation method. The results of this study are in the film "Sokola Rimba" there are ten character values. The character values are social care, hard work, responsibility, tolerance, religious, care for the environment, love for peace, curiosity, creative, and friendly. The values in the "Sokola Rimba" film can be used as a medium to improve the quality of character education when students learn from home.
Tumpek Uduh, Kearifan Lokal Bali untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Karakter I Nyoman Payuyasa
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 3 No 02 (2017)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.468 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v3i2.201

Abstract

Local wisdom is the values that will be strongly attached to society because of this value through a long travel time, as long as the existence of that society. Local wisdom is a way of life for the people. Trust and respect for the meaning of local wisdom is a seriousness. One of them tumpek uduh / pengatag, as the media is also a reminder that people can understand that character education should be given early on. Seeing the culture of society that is very respectful of local wisdom values, then this local wisdom is a facility and a bridge both to realize the value of character education in learners and the wider community. Synchronization between local wisdom and character education values is required. So that the quality of character education is good with the media of local wisdom.
PERDAMAIAN DARI FILM “DI TIMUR MATAHARI”: ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER I Nyoman Payuyasa
Stilistika : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni Vol. 8 No. 2 (2020): Stilitika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.784 KB)

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia. Pendidikan memiliki peran penting untuk mengangkat martabat manusia. Pemerintah merealisasikan kebijakan tentang pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan sekolah di tengah permasalahan yang terjadi. Pendidikan karakter dapat diimplementasikan ke dalam berbagai media. Salah satunya melalui media karya seni film. Film “Di Timur Matahari” adalah sebuah film yang sangat kaya akan nilai-nilai pendidikan karakter. Oleh karena itu penting untuk dilakukan analisis nilai-nilai karakter terhadap film ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film “Di Timur Matahari” karya Ari Sihasale. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil analisis dalam kajian ini menyimpulkan nilai-nilai karakter yang terdapat dalam film “Di Timur Matahari” adalah nilai kerja keras dan semangat belajar, religius, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab, cinta tanah air, bersahabat, dan toleransi.
PENERAPAN EDITING CUT TO CUT DALAM FILM PERSETERUAN I Kadek Galang Chandra Deva; I Dewa Made Darmawan; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Calaccitra Maret 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i1.2256

Abstract

Feud, is a short film in the action drama genre that tells the story of an older brother who tries to save his younger sibling from criminals who are after their parents' land certificate. The author has a duty as an editor or image arranger. In its application, the writer tries to use standard cutting techniques (cut to cut) in presenting storytelling in the film Feud. Cut to cut itself is a simple cutting technique and is most used by other editors. By using the cut to cut technique, the mood development in the film becomes more interesting and gives a meaningful feel to the story. In writing, the author uses several theories from various sources such as Rosenberg which explains the cut theory, Thomson and Bowen which explains the responsibilities of an editor. And J.M Peters who explained about editing theory. In the application of the cut to cut editing technique, the author first conducts a preview of each shot which will later be included in the editing application, and when all the shots are deemed perfect, the author as the editor then arranges each of these shots so that they become an arrangement of images that tell a story.
PENERAPAN SETTING PROPERTI DENGAN KONSEP REALIS PADA FILM FIKSI “KAMBING HITAM” I Ketut Agus Cahaya Sentana; I Dewa Made Darmawan; I Nyoman Payuyasa
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Calaccitra Maret 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i1.2257

Abstract

Directing is one of the important aspects of film production which is responsible for making creative and technical decisions from start to finish. In the context of comedy films, directing plays an important role in creating the right atmosphere and setting the right timing to produce laughter from the audience. A good director in a comedy film must also be able to manage chemistry between players and direct actors to maintain the comicality of the script that has been written. The director is also responsible for choosing the right location and set according to the concept and theme to be conveyed in the film. In the production process of this short film with the Comedy Not My Fault genre, the method of stages and procedures that have been implemented, namely SOP (Standard Operational Procedure) which includes the stages of pre-production, production, to post-production, is applied. With SOP, it makes it easier for the production team to carry out 3 aspects of production properly and correctly. In this production, the writer becomes the director who plays a very important role in the three aspects of production so that the writer and the assistant director do in-depth research at the pre-production stage to get ideas that suit production needs. To produce a successful comedy film, directors must be able to balance comedy elements and solid stories, and pay attention to what the audience wants and the right market. Thus, good directing can help create comedy films that are entertaining and captivating for the audience. In this production, the writer applies 27 scenes in this comedy short film in order to get maximum results.
PENERAPAN AUDIO DESCRIPTION PADA KARYA DOKUMENTER PENDEK SEJAUH MATA MEMANDANG Sukron Madani Dwi Prasetyo; I Nyoman Payuyasa; I Nyoman Suardina
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Calaccitra Maret 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i1.2260

Abstract

The production of the short documentary film “Sejauh Mata Memandang” was created to be able to motivate people with disabilities, especially the blind and deaf people to be able to provide space and access so they can enjoy films in general. This production will also be equipped with an audio description as a feature that helps people with disabilities to enjoy the film along with the message contained in it. The production of this work is based on the results of research and the issue of disability discrimination in Bali. The blind are equal and have the right to live side by side with the general public. Blinds have the right to love one another without discrimination. The research was carried out using an observational approach to blind persons with disabilities. The method used is in the form of quantitative and qualitative with blended learning to be able to create optional issues that can be used for the creation of documentary short films. The results of the research conducted show that the blind do not have access to the convenience of watching movies. People with disabilities need help from other parties or use audio descriptions in enjoying film. This work endeavored to have a broad impact on blind and deaf friends and to be able to raise awareness for every filmmaker to start taking into account the audio description feature facility in every film work creates.
Co-Authors Arba Wirawan, I Komang Armandio, Michelly Dante Budiyana, Ketut Hery Darmini Darmini Deny Chrisna Putra, I Made Desak Putu Yogi Antari Tirta Yasa Dewi, Ida Ayu Diah Indrani Camuni Diputra, Komang Purna Gangga Lawranta Gede Basuyoga Prabhawita Gusti Ngurah Agung Aditya Putra I B. Hari Kayana Putra I B. Hari Kayana Putra I Dewa Made Darmawan I Gede Adi Surya I Kadek Galang Chandra Deva I Ketut Agus Cahaya Sentana I Ketut Buda I Ketut Buda I Ketut Buda I Komang Frederich Blessy I Made Denny Chrisna P I Made Denny Chrisna Putra I Made Deny Chrisna Putra I Nyoman, suardina I Putu Andika Arya Pratama I Wayan Diana Putra . I Wayan Sauca Widyantara Putra IB. Hari Kayana Putra Ida Bagus Hari Kayana Putra Ida Bagus Harikayana Putra Ida Bagus Putrayasa Kadek Dwiyani Kadek Hengki Primayana . Kadek Yooka Desy Damayu Kadek, Angga Dwiranata Ketut Hery Budiyana Lawranta, Gangga Made Rai Budaya Bumiarta Maemunah Maemunah Ni Kadek Sruja Pegiyanti Nyoman Lia Susanthi Nyoman Lia Susanthi Pande Ayur Sawitar Kumari Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Puriartha, I Kadek Puriartha, Kadek Putra, IB Hari Kayana Putra, Ida Bagus Hari Kayana Putri, A.A Puspa Dewi Trisna Putu Kenta Menggala Ruspa Raden Mohamad Herdian Bhakti Raditya Pandet, Putu Rizky Achmad Fadil Suciartini, Ni Nyoman Ayu Sugiarta, I Kadek Sukartika, I Wayan Pradnya Sukron Madani Dwi Prasetyo Sukron Madani Dwi Prasetyo Susanthi, Nyoman Lia Two Yonci, Kevin Wardana, Ali Widhi Asih, Made Widi Putra, Ida Bagus Gede Yasa, Desak Putu Yogi Antari Tirta