Claim Missing Document
Check
Articles

Mewarisi Tradisi Dari Film Dokumeter “Sang Hyang Jaran : Teja Darmaning Kauripan” I Nyoman Payuyasa; I Made Denny Chrisna Putra
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni dan budaya adalah bentuk identitas yang menjadikan Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia. Sekilas, seni dan budaya Bali bertahan dengan baik. Faktanya berbagai media memberitakan beberapa bentuk seni sudah punah seperti tari Sang Hyang, baris kraras, wayang wong, dan lain sebagainya. Bahkan di Karangasem terdapat sepuluh seni adat yang sudah punah. Di Kabupaten Badung terdapat lima belas jenis kebudayaan yang hampir punah, begitu juga seperti Buleleng dan Denpasar. Penting kiranya digiatkan sebuah usaha untuk menyelamatkan bentuk kesenian dan tradisi yang terancam punah. Salah satu bentuk penyelamatan untuk mewarisikan segala bentuk budaya yang rentan adalah mencatatkan dalam dokumentasi audio dan visual seperti film. Terdapat sebuah film dokumenter yang sangat menarik untuk dikaji, yaitu film dokumenter yang berjudul “Sang Hyang Jaran : Teja Darmaning Kauripan”. Film ini merekam perwujudan kembali seni tari Sang Hyang Jaran di Desa Sanur Kaja yang sempat punah. Masalah menarik yang dikaji dalam penelitian ini adalah unsur pembentuk film dokumenter “Sang Hyang Jaran : Teja Darmaning Kauripan” sebagai bentuk media untuk mewariskan sebuah tradisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur model interaktif Milles dengan tahapan tiga analisis data, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan simpulan. hasil penelitian ini adalah film ini dokumenter ini dapat dimanfaatkan sebagai media mewariskan seni tradisi yang dapat dilihat dari dua unsur pembentuk film : yaitu unsur visual meliputi observasionalisme proaktif dan observasional reaktif dan unsur verbal kesaksian.
Destilasi Arak Bali Sebuah Alternatif Pencegahan Covid-19 Dalam Film Dokumenter Ida Bagus Hari Kayana Putra; Nyoman Lia Susanthi; I Nyoman Payuyasa
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Destilasi adalah kunci utama dalam pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Teknik destilasi pada minyak-minyak ini sekiranya dapat menumbuhkan ide pengembangan proses destilasi pada arak sebagai salah satu media kearifan lokal masyarakat Bali. Teknik pengobatan destilasi arak bali telah dimiliki oleh kearifan lokal masyarakat Bali sejak lama, sehingga metode pengobatan tradisional kini mulai dijamah kembali untuk menanggulangi kasus penyakit pernafasan yang marak beredar saat ini. Ditengah pendemi Covid-19 beberapa tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa, secara Pharmatology pengobatan ini diformulasikan secara khusus oleh beliau dilakukan untuk membantu memudahkan oksigen masuk ke dalam tubuh penderita penyakit pernafasan. Masalah yang dirumuskan dalam artikel ini adalah bagaimanakah memvisualisasikan arak Bali sebagai alternatif pengobatan covid-19 Secara lebih khusus masalah yang diangkat adalah mengungkap rahasia dibalik arak sebagai obat tradisional hingga uji klinis arak yang dijadikan obat alternativ covid-19. film dokumenter berdurasi 30 menit metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Tahap penciptaan dalam pembuatan film dokumenter ini meliputi tiga poin utama, yaitu tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Ketiga tahapan ini akan menjadi poin penting dalam penciptaan film Destilasi Arak Bali Sebuah Alternatif Pencegahan Covid-19 Dalam Film Dokumenter.
ALIR AIR DALAM PERWUJUDAN FILM “MAHAKRYA LANGO” I Nyoman Payuyasa; Nyoman Lia Susanthi; I B. Hari Kayana Putra
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 2 (2022): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Institut Seni Indonesia Denpasar merupakan perguruan tinggi seni di Bali yang berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal dan berwawasan kebangsaan demi memperkaya nilai-nilai kemanusiaan. ISI Denpasar berupaya menguatkan media literasi untuk mengampayekan warisan nilai seni budaya melalui media audio visual kepada masyarakat. Guna menunjang hadirnya media audio visual ini, penulis melakukan riset dan penciptaan film pendek dengan judul film ”Mahakrya Lango”. Film ”Mahakrya Lango”adalah film pendek dengan pendekatan fim tari yang dikuatkan dengan narasi puitik. Secara ringkas film ini akan bermaterikan perjalanan seni budaya Bali, tentang hingar bingar Bali, keterlenaan akan kelupaan tentang warisan, hingga hadirnya ISI Denpasar sebagai lembaga pengajeg seni budaya. Dalam perwujudannya, film ini mengambil beberapa visual utama dengan set latar air sebagai simbol sumber kehidupan, kelenturan, dinamis, teguh, hingga rapuh. Metode penciptaan film menggunakan tiga tahapan yaitu praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Dalam perwujudan alir air dalam film “”Mahakrya Lango, set lokasi yang dipilih adalah Danau Tamblingan untuk memvisualkan air sebagai sumber kehidupan, air terjun untuk memaknai kelenturan dan kedinamisan, serta lokasi Pantai untuk menggambarkan perayaan.
The Embodiment of Mahakrya Lango Film I Nyoman Payuyasa; Nyoman Lia Susanthi; I B. Hari Kayana Putra
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v5i2.2157

Abstract

The Indonesian Institute of the Arts Denpasar (ISI Denpasar) is an arts college in Bali that is established based on the values of local wisdom and national insight in order to enrich human values. ISI Denpasar seeks to strengthen media literacy to campaign for the heritage of cultural arts values through audio-visual media to the public. In order to support the presence of this audio-visual media, the author conducted research and created a short film with the title Mahakrya Lango. Mahakrya Lango is a short film that is strengthened by a poetic narrative. In short, this film covers the journey of Balinese art and culture, the hustle and bustle of Bali, the oblivion of heritage, to the presence of ISI Denpasar as an art and cultural advisory institution. In its embodiment, this film takes several main visuals with a water background set as a symbol of the source of life, flexibility, dynamism, firmness, to fragility. The film creation method uses three stages, namely pre-production, production, and post-production. In the embodiment of the Mahakrya Lango film, the location set is Tamblingan Lake to visualize water as a source of life, waterfalls to symbolize flexibility and dynamism, and beach locations to depict celebrations.
Electronic News Gathering (Eng) Style in The Production of Dabdap Putih Village’s Profile Video I Made Denny Chrisna Putra; Nyoman Lia Susanthi; I Nyoman Payuyasa; Made Rai Budaya Bumiarta; Ida Bagus Hari Kayana Putra; Gangga Lawranta; Ketut Hery Budiyana
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on analyzing the process of creating a profile video of Dabdap Putih Village with the application of the Electronic News Gathering (ENG style) concept as part of village branding efforts. The background of the study illustrates the change of village name from Dapdap Putih to Tista, which is considered to have a negative impact on the community's economy. In response, on January 1, 2023, the name of the village was re-inaugurated as Dapdap Putih, requiring an effective information medium to disseminate this change. The research method used is qualitative with data collection through literature studies, in-depth interviews with related parties, direct observation at profile video production sites, and electronic and non-electronic media documentation. The research analysis refers to the concept of ENG style by utilizing film production management theory and process management. The results of the analysis show that the use of ENG mode in making profile videos provides speed, flexibility in editing, and effective mobility. The production process of the Dabdap Putih Village profile video consists of three stages, namely pre-production, production, and post-production. In production management, five management process frameworks are applied: planning, organizing, staffing, leading, and controlling. In conclusion, the use of modern media technology such as village profile videos with an ENG style approach can be an effective village branding tool. With the involvement of a skilled production team, the use of this technique can increase efficiency in disseminating information and promoting village name changes, as well as showing the best characteristics of the village to the wider community.
PILIHAN DIKSI DALAM KONTESTASI PILPRES 2024 DALAM PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS SEBAGAI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN LITERASI Ni nyoman ayu suciartini; Payuyasa, I Nyoman
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 10 No 01 (2024)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v10i01.3575

Abstract

The diction or terms used in the 2024 presidential election battle are some deliberately coined, while others emerge inadvertently, which can lead to multiple interpretations and meanings. Candidate pairs and, on the other hand, can also decrease electability in the political atmosphere. This study aims to analyze popular diction in the 2024 presidential election, both from social media and the bustling reality in society. This research employs a qualitative descriptive research design with the assistance of data collection methods such as observation, documentation, and literature review. The analytical tool used is Discourse Analysis. The results of this study indicate that the most popular diction often contains meanings that, when dissected using critical discourse analysis, reveal several perspectives related to the significance of the diction. Terms such as "slepet", "samsul", "cawe-cawe", are the most popular diction that influences both social media and the real world. Many posts are inspired by the diction of the 2024 presidential election, which certainly contains certain political meanings. The choice of diction or language by a leader figure greatly determines the process of garnering votes. Recorded in the diction that emerges in the presidential election, this diction can become an advertisement in another form that contributes to increasing electability
POSITIONING SINEMA SENI LAUT DAN GUNUNG DALAM REKA CIPTA FILM MUSIK “KAWYAGITA MANDALA” Susanthi, Nyoman Lia; Payuyasa, I Nyoman; Putra, IB Hari Kayana; Budiyana, Ketut Hery
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan positioning sinema seni laut dan gunung dalam reka cipta film musik pengantar roh yang berjudul “Kawyagitan Mandala”. Film ini mengangkat objek penciptaan gong luang sebagai gamelan sakral dan keramat dalam tradisi Bali yang biasanya untuk mengiringi upacara kematian pitra yadnya. Visual film menawarkan posisi laut dan gunung sebagai gambar penting dalam film. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dari studi lapangan yaitu mewawancarai produser, sutradara dan penulis naskah film, serta studi pustaka terkait buku dan jurnal yang relevan. Dengan menggunakan teori Geoff King menemukan hasil bahwa positioning sinema seni sebagai upaya berani untuk menilai seni film secara objektif. Hasil analisis sinema seni laut dan gunung dari sudut pandang ilmiah dan tidak bias, yaitu simbul dari upacara Nyegara Gunung dalam rangkaian Ngaben. Nyegara Gunung adalah upacara pitra yadnya untuk proses penciptaan dari dewa pitara menjadi Dewa. Upacara ini sebagai harmonisasi secara spiritual yang berorientasi pada gunung dan lautan, yang juga dimaknai luan-teben, sekala-niskala, rwa bhineda dan sebagainya. Segara atau laut sebagai lambang predhana (perempuan) dan gunung sebagai lambing purusa (laki-laki). Upacaranya sendiri divisualkan di tepi pantai atau segara (laut), karena laut memiliki makna filosofis sebagai sumber kehidupan. Implikasi penelitian ini adalah untuk memberi ruang sineas dalam menciptakan film dengan tetap memegang teguh tradisi dan filosofi yang diwariskan.
PENERAPAN EDITING DIMENSI RITMIS PADA FILM PENDEK SATU PERTEMUAN Sugiarta, I Kadek; Payuyasa, I Nyoman; Prabhawita, Gede Basuyoga
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film pendek Satu Pertemuan menceritakan tentang mahasiswa semester akhiryang ingin fokus menyelesaikan skripsinya namun bertemu dengan seorang wanita di aplikasi video call online. Penulis sebagai editor menggunakan penerapan editing ritmis dalam film yang merujuk pada pengaturan dan manipulasi waktu melalui proses penyuntingan untuk menciptakan ritme yang memengaruhi pengalaman penonton. Konsep editing ritmis menggunakan teknik cut to cut yang membantu mengatur alur cerita, menciptakan ketegangan, dan menentukan seberapa cepat atau lambat penonton mengalami perkembangan cerita. Menggunakan metode penciptaan yang telah melalui beberapa tahap SOP dari sebuah produksi, meliputi tahap pra produksi,produksi, dan pasca produksi.
TOKOH DAN PENOKOHAN PADA PENCIPTAAN NASKAH FILM PERCEPTION Armandio, Michelly Dante; Payuyasa, I Nyoman; Putra, I Made Denny Chrisna
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Perception" adalah judul naskah film yang dicaptakan dengan memasuki dunia secara psikis melalui narasi sinematik, menyatukan teori-teori Sigmund Freud dengan kedalaman naratif. Karakter-karakter menggambarkan konsep-konsep Freud, menjelajahi dorongan id, konflik ego, dan bayang-bayang bawah sadar. Saat cerita terbuka, penonton dihadapkan pada diri mereka sendiri, menjelajahi tema-tema penindasan, hasrat, dan penebusan. Melalui perpaduan seni dan psikologi ini, "Perception" mengundang penonton untuk mengungkap misteri di dalam diri mereka sendiri.
PENERAPAN MISE EN SCENE DALAM FILM DOKUMENTER PENDEK NARI – Gandrung Portrait Wardana, Ali; Puriartha, Kadek; Payuyasa, I Nyoman
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan Iklan Layanan Masyarakat lingkungan hidup bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya visual yang menarik dan dapat memberikan informasi bagi masyarakat luas. Iklan layanan masyarakat bertujuan untuk mengevaluasi stigma masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat terhadap isu-isu lingkungan hidup. Iklan layanan masyarakat merupakan salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan penting mengenai pelestarian lingkungan kepada khalayak luas. Karya ini didasari oleh riset dan observasi pada keadaan lingkungan sekitar yang terkadang perlu diperhatikan dan dijaga kelestariannya. Dengan penerapan teknik cinematography pada iklan layanan masyarakat dapat membantu penulis dalam membangun cerita dan menciptakan visual yang menarik dan informatif sehingga tercipta karya yang tak hanya memiliki visual yang apik, tetapi juga memiliki makna didalamnya. Karya ini akan menjadi sangat berdampak secara luas bagi lapisan masyarakat yang bermacam-macam dalam menikmati dan menilai hasil karya yang diciptakan dengan harapan pesan alam dalam iklan layanan masyarakat memiliki karakter yang kuat sehingga tercapai sebuah makna yang ingin disampaikan.
Co-Authors Arba Wirawan, I Komang Armandio, Michelly Dante Budiyana, Ketut Hery Darmini Darmini Deny Chrisna Putra, I Made Desak Putu Yogi Antari Tirta Yasa Dewi, Ida Ayu Diah Indrani Camuni Diputra, Komang Purna Gangga Lawranta Gede Basuyoga Prabhawita Gusti Ngurah Agung Aditya Putra I B. Hari Kayana Putra I B. Hari Kayana Putra I Dewa Made Darmawan I Gede Adi Surya I Kadek Galang Chandra Deva I Ketut Agus Cahaya Sentana I Ketut Buda I Ketut Buda I Ketut Buda I Komang Frederich Blessy I Made Denny Chrisna P I Made Denny Chrisna Putra I Made Deny Chrisna Putra I Nyoman, suardina I Putu Andika Arya Pratama I Wayan Diana Putra . I Wayan Sauca Widyantara Putra IB. Hari Kayana Putra Ida Bagus Hari Kayana Putra Ida Bagus Harikayana Putra Ida Bagus Putrayasa Kadek Dwiyani Kadek Hengki Primayana . Kadek Yooka Desy Damayu Kadek, Angga Dwiranata Ketut Hery Budiyana Lawranta, Gangga Made Rai Budaya Bumiarta Maemunah Maemunah Ni Kadek Sruja Pegiyanti Nyoman Lia Susanthi Nyoman Lia Susanthi Pande Ayur Sawitar Kumari Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Puriartha, I Kadek Puriartha, Kadek Putra, IB Hari Kayana Putra, Ida Bagus Hari Kayana Putri, A.A Puspa Dewi Trisna Putu Kenta Menggala Ruspa Raden Mohamad Herdian Bhakti Raditya Pandet, Putu Rizky Achmad Fadil Suciartini, Ni Nyoman Ayu Sugiarta, I Kadek Sukartika, I Wayan Pradnya Sukron Madani Dwi Prasetyo Sukron Madani Dwi Prasetyo Susanthi, Nyoman Lia Two Yonci, Kevin Wardana, Ali Widhi Asih, Made Widi Putra, Ida Bagus Gede Yasa, Desak Putu Yogi Antari Tirta