Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HISTOPATOLOGI LESI NEOPLASTIK DAN NON-NEOPLASTIK KISTA OVARIUM DI RS SILOAM JAKARTA BARAT TAHUN 2019-2023 Tomas, Salsabilla Fitria; Ruslim, Welly Hartono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30531

Abstract

Kista ovarium yaitu kantong berisi cairan atau jaringan yang terbentuk pada ovarium. Kista ovarium dapat terjadi selama masa reproduksi atau setelah menopause. Kista ovarium memiliki dua tipe lesi yaitu neoplastik dan non- neoplastik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jelas gambaran histopatologi dan berbagai tipe kista ovarium. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua kasus biopsi dan reseksi yang didiagnosis sebagai kista ovarium selama periode 2019 – 2023 di RS Siloam Jakarta Barat, sedangkan sampel penelitian meliputi seluruh kasus kista ovarium yang tercatat selama periode 2019 – 2023. Metode sampling yang dipakai adalah total sampling. Data dikumpulkan dari arsip hasil ekspertis histopatologi dan evaluasi preparat yang sesuai dengan kriteria sampel. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan aplikasi SPSS versi 25 untuk menganalisa temuan yang relevan dari seluruh sampel yang diperoleh. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini rerata usia yang mengalami kista ovarium yaitu usia 39,48 tahun dengan mayoritas pasien berusia antara 40-49 tahun. Kista ovarium yang paling umum yaitu kista endometriosis dengan jumlah kasusnya sebanyak 89 orang (44,5%) dari semua non-neoplastik dan kista serosa jinak sebanyak 30 orang (35,7%) dari semua kista neoplastik. Terdapat kista ovarium dengan kriteria jinak 189 orang (94%), borderline 4 orang (2%), dan ganas 8 orang (4%). Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa dengan keragaman lesi kista ovarium mengharuskan untuk mengklasifikasikan kista secara akurat berdasarkan ciri-ciri histopatologi mengikuti klasifikasi yang diterima secara universal
Korelasi Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Di Sma Budi Mulia Jakarta Pusat Pada Kejadian Keputihan TAY, JOCELYN; RUSLIM, WELLY HARTONO
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 1 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i1.832

Abstract

The issue of vaginal discharge among adolescent girls is a significant concern in tropical dan humid countries like Indonesia. Approximately 45% of women in Indonesia experience reccurent vaginal discharge yet, several adolescents still perceive it as a normal condition. This research intends to investigate the connection between hygiene practices and occurrences of vaginal discharge among female students at Budi Mulia Senior High School in Central Jakarta. This analysis adopted a cross-sectional design use an observational approach, involving 146 female respondents, and was conducted from January to February 2025. Data collection utilized a questionnaire and chi-square analysis, revealing that 58,2% maintained excellent personal hygiene, while 50% experienced pathological vaginal discharge. The research indicated a strong link between hygiene practices and vaginal discharge incidence, with a p-value of 0,016.
Studi Retrospektif Karakteristik Pasien Kista Ovarium di RSUD Kota Bogor Periode 2020-2024 ANDRIANSYAH, NADIA FAZILA; RUSLIM, WELLY HARTONO
Hang Tuah Medical Journal Vol 23 No 1 (2025): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v23i1.836

Abstract

An ovarian cyst is a fluid-filled sac that develops in the ovary. There are two types of lesions which are neoplastic and non neoplastic. The formation of ovarian cysts is affected by hormonal imbalances during puberty and menopause. The purpose of this study is to know the characteristics of ovarian cyst patients at RSUD Kota Bogor for the 2020-2024 period. This study used a total sampling method. The subjects of the study were patients with the diagnosis of ovarian cysts based on biopsy and resection and histopathological examinations listed in the medical records of Bogor City Hospital. In this study, 122 medical records of patients with the majority of patients were between the ages of 40-49 (30,3%) and dominated by married women (82,8%). The characteristics of ovarian cysts are found to be benign histopathological criteria (86,9%). The most common non neoplastic (53,3%) ovarian cyst found is endometriosis (50,8%). The most common neoplastic (46,7%) ovarian cyst found is benign teratoma (28,1%). The most common characteristics were found in 40–49 years of age, with marital status, benign histopathological criteria where endometriosis cyst and mature teratoma as the dominant non-neoplastic and neoplastic cyst.
Skrining Fungsi Hati melalui Pemeriksaan SGOT dan SGPT pada Karyawan Perkantoran di Sudirman Ruslim, Welly Hartono; Gracienne, Gracienne; Hartono, Eric; Soeltanong, Dianova; Santoso, Alexander Halim
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i12.2926

Abstract

Gangguan fungsi hati dapat tidak terdeteksi sejak dini, padahal deteksi awal penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Kegiatan PKM ini bertujuan melakukan skrining fungsi hati pada karyawan perkantoran di daerah Sudirman melalui pemeriksaan SGOT dan SGPT sebagai upaya preventif. Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) welly@fk.untar.ac.id dilakukan pada 57 karyawan. Tahapan kegiatan meliputi edukasi kesehatan mengenai fungsi hati, faktor risiko, pola makan seimbang, hidrasi, dan aktivitas fisik, diikuti pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan SGOT dan SGPT menggunakan metode laboratorium standar. Hasil dicatat, dikonsultasikan secara individual, dan diklasifikasikan ke dalam kategori normal atau meningkat untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai kesehatan hati. Mayoritas peserta memiliki kadar SGOT dan SGPT dalam batas normal, menunjukkan fungsi hati yang relatif baik. Variasi individu yang masih terdapat pada nilai enzim hati menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan berkala. Partisipasi aktif peserta juga menunjukkan tingginya kesadaran terhadap edukasi kesehatan yang diberikan. Pemeriksaan SGOT dan SGPT di tempat kerja efektif sebagai deteksi dini gangguan fungsi hati sekaligus sarana edukasi kesehatan. Disarankan pelaksanaan skrining rutin, program edukasi berkelanjutan, dan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas untuk memahami risiko gangguan fungsi hati pada pekerja perkantoran di daerah Sudirman.