Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF TEACHERS' NON-VERBAL COMMUNICATION IN EFL CLASSROOM AT SMP NEGERI 3 BANJAR ., I Putu Indrawan; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12051

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk, (1) menganalisa jenis-jenis komunikasi non-verbal yang digunakan oleh guru bahasa inggris ketika proses belajar dan mengajar, (2) mengungkapkan tentang jenis – jenis komunikasi non-verbal yang mempengaruhi motivasi siswa ketika proses pembelajaran di kelas berlangsung, (3) mengungkapkan tentang kontribusi komunikasi non-verbal dalam pembelajaran bahasa inggris. Peneleitian berikut ini merupakan penelitian deskritif kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 3 Banjar. Data pada penelitian berikut dengan cara rekaman video, penyebaran kuisioner, dan interview. Terdapat 2 guru bahasa Inggris yang diikutsertakan dalam penelitian ini, dan 40 siswa kelas delapan dari kelas yang berbeda diikutsertakan dalam penelitian berikut ini. Sebelum analisis data, hasil dari penelitian berikut dianalisa secara deskriptip dengan cara mencari phenomena komunikasi non-verbal guru yang terlihat pada rekaman video, menganalisis hasil interview dan mencari perentasi dari hasil kuisioner. Hasil dari analisis data yaitu komunikasi non-verbal guru di SMPN 3 Banjar sudah memenuhi kriteria komunikasi non-verbal yang diusulkan oleh ahli, terdapat beberapa jenis komunikasi non-verbal guru yang berpengaruh terhadap motivasi siswa yaitu ekspresi wajah, gestur, proxcemics (kedekatan), haptics (sentuhan), kontak mata, dan paralanguage. Temuan yang terakhir yaitu, gestur dan paralanguage dianggap sebagai komunikasi non-verbal yang memberikan kontribusi terhadap pemberlajaran bahasa inggris. Kata Kunci : Guru, Komunikasi non-verbal, Motivasi siswa This study aimed at (1) analyzing kinds of non-verbal communication used by English teacher during the teaching and learning process, (2) revealing what kinds of teacher’s non-verbal communications affect students’ motivation during the learning process in the classroom, (3) revealing the contribution of non-verbal communications in English education. This study was a descriptive qualitative study conducted at SMPN 3 Banjar. The data were collected by video recording, questionnaire administration, and interviewing. There were 2 English teachers involved as the subject of this research, and 40 students of eighth grade in different classes were involved. the results of the study analyzed descriptively by finding out the phenomenon of teachers’ non-verbal communication in the video recording, analyzing the interview results, and finding out the percentage of questionnaire administration. The result of data analysis showed that, teachers’ non-verbal communication in SMPN 3 Banjar already fitted with the seventh kinds of non-verbal communication proposed by Burgoon, Buller, and Woodall, (1994) as cited in Birjandi and Nushi (2014), and there are some kinds of non-verbal communication that affect students' motivation, namely facial expression, body movement, gestures, proxemics (proximity), haptics (touch), eye contact, and paralanguage. Gestures and paralanguage are considered as non-verbal communication that gives the contribution to English education. keyword : Teacher, Non-verbal communication, Students motivation
DEVELOPING A CHARACTER BASED- ENGLISH PICTURE BOOK FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS IN SD NO. 1 AMERTA BHUANA ., Ni Kadek Marta Seridewi; ., Dra. Luh Putu Artini, MA., Ph.D.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sebuah buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter, untuk siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Penelitian ini adalah salah satu model penelitian dan pengembangan yang mengadaptasi model dari Lee dan Owens (2004).Subjek dari penelitian ini adalah siswa keas lima SD No. 1 Amerta Bhuana. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan interview, kuisoner, dan expert judgments. Hasil interview dan kuisoner menunjukan bahwa nilai karakter dari siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana perlu ditekankan melalui penggunaan buku bergambar, Nilai karakter tersebut adalah: bekerja keras, disiplin, menghargai orang lain, kejujuran, dan demokrasi. Hasil analisis yaitu ditemukan lima topik pelajaran bahasa Inggris untuk kelas lima yang sesuai dengan nilai-nilai karakter tersebut, yaitu: bagian-bagian rumah, aktivitas sehari-hari, menanyakan perasaan dan penampilan, deskripsi dari suatu kepribadian, dan belajar future tense. Hasil pengembangan buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter tersebut kemudian dievaluasi oleh guru bahasa Inggris SD No. 1 Amerta Bhuana dan dua orang dosen bahasa Inggris Undiksha. Dari hasil expert judgments diperoleh hasil akhir untuk nilai produk yang dikembangkan yaitu 85%, sehingga dikategorikan berada pada level bagus berdasarkan level kesuksesan pengembangan produk oleh Sudjana (2008). Oleh karena itu, buku bergambar berbahasa Inggris berdasarkan nilai karakter yang telah dikembangkan siap untuk digunakan oleh siswa kelas lima SD No. 1 Amerta Bhuana.Kata Kunci : TEYL, nilai karakter, buku bergambar. This research attempted to identify and develop a good character based- English picture book for the fifth Grade Students of SD No. 1 Amerta Bhuana. This research was in the form of Research and Development (R&D) adapted from the model of Lee and Owens (2004). The subject of this research was the fifth grade students of SD No. 1 Amerta Bhuana. The data of this research were collected through interview, questionnaire, and expert judgments. The result of this study found that, some character values that need to be reemphasized through media are: hard work, discipline, respectful, honesty, and democratic. The researcher found that there were five topics that were appropriate to be inserted in the character based-English picture book such as: part of the house, daily activities, asking about feel and looks, describing personality, and learning future tense. The result of developed character based-English picture book was judged by the English teacher of SD No. 1 Amerta Bhuana and two lecturers of Ganesha University of Education. The result of the expert judgments was 85% or achieved the level of good criteria, based on the level of success proposed by Sudjana(2008). Therefore, the character based-English picture book is ready to be used.keyword : TEYL, character values, picture book
CLASSROOM INTERACTION ANALYSIS IN EFL WRITING CLASS BASED ON THE CURRICULUM 2013 AT SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Komang Ayu Sukmawati; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.12443

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas delapan SMP Negeri 1 Singaraja berdasarkan Sistem Analisis Interaksi Bahasa Asing (FLINT), perilaku verbal dan nonverbal guru dan siswa yang ditemukan pada kelas penulisan EFL di SMPN 1 Singaraja dan untuk menemukan kendala dalam menerapkan interaksi kelas aktif selama kelas penulisan EFL di SMPN 1 Singaraja. Subyek penelitian adalah guru bahasa Inggris dan siswa kelas VIII A3. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua kategori interaksi kelas berdasarkan sistem FLINT ada selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan ditanggapi oleh siswa dalam setiap tahap pendekatan ilmiah berdasarkan K-13. (2) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan interaksi kelas aktif berasal dari kedua peserta, yaitu guru memiliki keterbatasan kekreatifan and inovatif dalam mengajar dan karakter siswa dipengaruhi oleh sikap budaya.Kata Kunci : Interaksi Kelas, Tahap Pendekatan Ilmiah berbasis K-13, Sistem Analisis Interaksi Bahasa Asing (FLINT) This study was aimed at finding the classroom interaction categories occurring in the eighth grade of SMP Negeri 1 Singaraja based on Foreign Language Interaction Analysis (FLINT) System, the teacher’s and students’ verbal and nonverbal behaviors found during EFL writing class in SMPN 1 Singaraja and discovering the constraints in implementing active classroom interaction during EFL writing class in SMPN 1 Singaraja. The subjects of the study were the English teacher and students in class VIII A3. This study was designed by using descriptive qualitative research. The result of the research showed that:(1)all categories of classroom interaction based on FLINT system existed during the teaching and learning process produced by the teacher and responded by the students in every stage of scientific approach based on K-13. (2) the constraints were faced by the teacher in implementing an active classroom interaction came from both participants; those are the teacher has the lack of creative and innovative teaching and the students characteristics which were influenced by the cultural attitudes.keyword : Classroom interaction, Scientific Approach Stage based on K-13, Foreign Language Interaction (FLINT) system
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SASTRA BERBASIS KARAKTER DAN LOKALITAS DALAM MATA KULIAH DRAMA, JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA Sonia Piscayanti, Kadek
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.185 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v1i2.4488

Abstract

Pembelajaran drama di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PendidikanBahasa Inggris selama ini menggunakan naskah-naskah karya penulis luar negeri. Hal inimenjadi beban bagi mahasiswa karena adanya kesenjangan antara latar budaya di dalamnaskah dengan latar budaya mahasiswa. Kesenjangan budaya ini menyebabkanmahasiswa kesulitan memahami teks. Persoalan budaya adalah hal yang sangat pentingdalam pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa akan berhasil jika pembelajaran bersifatkontekstual, berkarakter dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modelpembelajaran drama berbasis karakter dan lokalitas. Metode yang digunakan adalah modelpengembangan Dick, Carey and Carey (2001). Pengembangan ini melalui sembilantahapan. Hasilnya adalah produk model pembelajaran drama berbasis karakter danlokalitas. Bahan ajar yang dihasilkan adalah naskah drama berbasis karakter dan lokalitas.Model dan naskah ini kemudian diimplementasikan dan diujikan pada mahasiswa. Hasilnyaadalah terdapat perbedaan signifikan antara prestasi mahasiswa yang diajar dengan modelpembelajaran drama berbasis karakter dan lokalitas dengan prestasi mahasiswa yang tidakmendapat perlakuan.
AN ANALYSIS OF HESITATION PHENOMENA IN SECONDARY SCHOOL TEACHERS’ SPEECH AT AN INTERNATIONAL SCHOOL IN BADUNG. ., Ni Luh Patma Gita; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16537

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari hesitation phenomena (fenomena keragu-raguan) yang digunakan oleh guru sekolah menengah saat mengajar di sekolah internasional, Badung. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi tipe-tipe hesitation yang digunakan guru saat mengajar; (2) mengetahui tipe mana yang paling sering muncul; dan (3) kenapa tipe tersebut yang paling sering muncul saat guru mengajar. Subjek dari penelitian ini adalah tiga guru yang merupakan penutur asli bahasa Inggris (English Native Speaker) dan menggunakan bahasa Inggris dalam mengajar. Obyek daari penelitian ini adalah hesitation yang digunakan oleh guru saat mengajar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan metode observasi dan interview dalam mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Lacey and Luff (2009) yang terdiri dari 5 tahap yaitu Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, dan Themes. Berdasarkan teori hesitation yang dikemukakan oleh Rose (2013), terdapat enam tipe hesitation yang mucul yaitu: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), dan Lengthening (13.6%). Tipe hesitation yang paling sering muncul adalah Filled Pause. Para guru paling sering menggunakan Filled Pause karena Filled Pause dapat menghubungkan kalimat yang satu dengan yang lainnya saat mereka ragu, membuat guru terdengar lebih profesional dan para murid juga tidak akan sadar jika guru ragu-ragu berbicara.Kata Kunci : guru sekolah menengah, hesitation, ucapan This research studied about hesitation phenomena occurred in secondary school teachers’ speech at an international school in Badung. The aims of this research were (1) to identify the types of hesitation occurred in the teachers’ speech; (2) to know which type of hesitation that mostly occurred; and (3) to know the reasons why such hesitation occurred. The subjects of the study were three teachers who taught in secondary school. They were English native speakers and used English in teaching the students. The object of the study was the hesitation used by the teacher while teaching the students. The research was a descriptive qualitative research and the data were collected by using observation method and interview method. The data were analyzed by using data analysis proposed by Lacey and Luff (2009) which consisted of five steps: Transcription, Organizing the Data, Familiarization, Coding, and Themes. According to the theory of hesitation proposed by Rose (2013), six types of hesitation were occurred in the teachers’ speech: Silent Pause (11,4%), Filled Pause (52.1%), False Start (5.9%), Repair (4.2%), Repeat (12.7%), and Lengthening (13.6%). The most dominant one was Filled Pause. Filled pause was used frequently because it could connect the teacher’s previous sentence with their following sentence, it was also more professional when using filled pause and the student would not notice or realize that the teacher hesitated.keyword : hesitation, secondary school teacher, speech
The Analysis of Figurative Language and Character Values in Sabrina Benaim's Poetry ., Virginia Helzainka; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16791

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bahasa kiasan dan nilai karakter yang digunakan dalam puisi Sabrina Benaim "Explaining My Depression to My Mother". Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini berkaitan dengan variabel tertentu, indikasi atau fenomena tertentu yang terjadi di tempat tertentu. Ditemukan bahwa bahasa kiasan yang ditemukan dalam puisi adalah metafora, simili, personifikasi, hiperbola, litotes, metonimi, paradoks, ironi, denotasi, dan konotasi. Dari puisi ini, beberapa nilai karakter dapat dipelajari. Itu adalah agama, jujur, kreatif, mandiri, ingin tahu, altruistik, ramah, peduli terhadap lingkungan dan kesadaran sosial. Mengajar bahasa Inggris melalui puisi tidak hanya eksposur ke literatur bahasa target tetapi juga mengajarkan nilai moral. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk melakukan studi eksperimental terhadap penggunaan puisi dalam pembelajaran bahasa dan nilai karakter.Kata Kunci : Puisi, Bahasa Kiasan, Nilai Karakter The current study intended to find out the figurative language and the character value in used in Sabrina Benaim’s poetry “Explaining My Depression to My Mother”. This study was designed as a descriptive qualitative research. This research concerned with a certain variable, indication or specific phenomenon happened in a particular place. It was found that the figurative language that found in the poetry are metaphor, simile, personification, hyperbole, understatement, metonymy, paradox, irony, denotation and connotation. From this poetry, several character values can be learnt. Those are religious, honest, creative, independent, curious, altruistic, friendly, care for the environment and social awareness. Teaching English through poetry is not only an exposure to target language literature but also teaching moral value. A further study is suggested to conduct an experimental study toward the use of poetry in language learning and character value.keyword : Poetry, Figurative Language, Character Value
An Analysis of Translation Strategies in the Short Story Entitled In Twilight Born by John H. McGlynn ., Fadhila Rizki Ariyanti; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Adi Krisna Juniarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.66 KB) | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.16994

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis strategi terjemahan yang sering dan jarang digunakan dalam cerita pendek yang berjudul In Twilight Born oleh John. H. McGlynn. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan menggunakan checklist dan rubrik sebagai instrumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan translation by paraphrase using unrelated word sebagai strategi yang paling sering digunakan dan Translation using loan word or loan word plus explanation sebagai strategi yang paling jarang digunakan. Terdapat 11 kata yang termasuk strategi translation by paraphrase using unrelated word dan 4 kata termasuk strategi translation using a loan word or loan word plus explanation. Selain itu, kualitas terjemahan yang dimiliki dalam cerita pendek yaitu akurat, berterima, dan mudah dibaca. Dalam aspek keakuratan, ditemukan data sebanyak 254 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan akurat, 47 kalimat termasuk terjemahan kurang akurat, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak akurat. Dalam aspek keberterimaan, ditemukan sebanyak 272 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan berterima, 30 kalimat termasuk terjemahan kurang berterima, dan 1 kalimat termasuk terjemahan tidak berterima. Dalam aspek keterbacaan, ditemukan sebanyak 279 kalimat yang termasuk sebagai terjemahan terbaca, 14 kalimat termasuk terjemahan kurang terbaca, dan 0 kalimat termasuk terjemahan tidak terbaca. Dengan demikian, penelitian ini bermanfaat untuk para penerjemah dapat memberikan hasil terjemahan yang lebih baik melalui penggunaan strategi dalam menerjemahkan teks dan meningkatkan kualitas terjemahan. Selanjutnya, peneliti lain diharapkan bisa menggunakan jenis strategi lain dan teks yang berbeda.Kata Kunci : terjemahan, strategi terjemahan, kualitas terjemahan, cerita pendek This study was aimed at analyzing translation strategies in the short story entitled In Twilight Born by John H. McGlynn. This study is qualitative research that used checklist and rubric as the instruments. It was found that translation by paraphrase using unrelated word as a strategy that mostly used and the translation using loan word or loan word plus explanation as a strategy that rarely used. There were 11 words in translation by paraphrase using unrelated word and 4 words in translation using a loan word or loan word plus explanation. Moreover, the quality of short story translation was accurate, acceptable, and readable. In accuracy aspect, there were 254 sentences categorized as an accurate translation, 47 sentences as less accurate translation, and 1 sentence as an inaccurate translation. In acceptable aspect, there were 272 sentences categorized as an acceptable translation, 30 sentences as less acceptable translation, and 1 sentence as an inacceptable translation. In readability aspect, there were 279 sentences categorized as a high readability, 14 sentences as a medium readability, and 0 sentence as a low readability. Thus, it is beneficial for other translators to conduct better translation result by applying the strategies and improving the quality of translation as well as it is as the reflection for the other researchers to apply other strategies and use other text sources.keyword : translation, translation strategy, quality of translation, short story
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18427

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18428

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
CHARACTER EDUCATION IMPLEMENTATION BY THE ENGLISH TEACHER AT JUNIOR HIGH SCHOOL ., Sang Ayu Putu Permata Devi; ., Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd.; ., Kadek Sintya Dewi, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2017):
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha menggambarkan penyisipan nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter dalam pelajaran bahasa Inggris di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini merupakan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah seorang guru bahasa Inggris dan siswa kelas tujuh. Peneliti mengidentifikasi cara guru dalam menyisipkan nilai-nilai ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengimplementasiannya dan tanggapan siswa terhadap penerapan nilai-nilai yang disisipkan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Nilai-nilai yang diamati seperti religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Instrumen yang digunakan adalah peneliti, panduan wawancara, catatan, dokumen, ceklis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), ceklis observasi, kamera, dan kuesioner. Temuan menunjukkan bahwa guru menyisipkan nilai-nilai secara implisit melalui setiap kegiatan yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Hasil observasi menunjukkan bahwa guru telah menerapkan semua nilai utama. Skor tanggapan siswa mencapai 83,35% yang berarti bahwa mereka selalu menerapkan semua nilai utama pendidikan karakter di kelas.Kata Kunci : pendidikan karaktek, pelajaran bahasa Inggris This study attempted to describe the insertion of the main values of Character Education Revitalization in English lesson at SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. This study was a case study design. The subjects were an English teacher and seventh-grade students. The researcher identified the teacher's ways in inserting the values into the lesson plan, the implementation and the students’ responses toward the implementation of the values inserted in the learning process. The values were religious, nationalist, self-directedness, mutual cooperation, and integrity. The instruments used were interview guide, note, documents, lesson plan analysis checklist, observation checklist, camera, and questionnaire. The findings indicated that the teacher inserted the values implicitly through each activity designed in the lesson plan. The observations result showed that the teacher has already implemented all of the main values. The students' responses scores gained 83,35% which means that they always implemented all of the values in class activity.keyword : character education, English lesson
Co-Authors ., Agung Indra Sembiring ., Agung Indra Sembiring ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Anak Agung Istri Pita Paramita Octovia ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Fadhila Rizki Ariyanti ., Gusti Ngurah Arya Bayu Permadi ., I Gede Yoga Permana ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Kadek Yogi Sancaya ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Agus Ariangga Iswara ., I Putu Surya Pratama ., I Putu Surya Pratama ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., I Wayan Rengkuh Febri Subrata ., Komang Ayu Sukmawati ., Komang Ayu Sukmawati ., Made Gede Viktor ., Made Gede Viktor ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Ketut Arie Suasti Wahyuni ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Karisma Dewi ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Patma Gita ., Ni Luh Tresnia Widyantari ., Ni Made Budi Artati ., Ni Made Indah Sari ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Made Sinta Dwi Putri ., Ni Md Purnama Dwi y ., Ni Putu Tri Martya Ersa Fridayanthi ., Ni Wayan Erarani ., Ni Wayan Erarani ., Pande Nyoman Purwaningsih ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Putu Amelia Wardani ., Putu Indah Puspitasari ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yasamahadewi ., Putu Yogi Agustia p ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Kompyang Arisetyawati ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Sang Ayu Putu Permata Devi ., Virginia Helzainka ., Virginia Helzainka Adnyayanti, Ni Luh Putu Era Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Ayu Putu Pradnyani ., Dewa Ayu Putu Pradnyani Dewa Komang Tantra Drs. Asril Marjohan,MA . Dwi Anggani Linggar Bharati G.A.P. Suprianti Gusti Agung Ayu Made Indah Pradnyawati . I Gede Budasi I Gede Gangga Suwana . I Gede Pratama Danan Jaya . I Gede Saryana ., I Gede Saryana I Made Ery Indrawan ., I Made Ery Indrawan I Made Yudhy Lesmana Dinatha . I Nyoman Adi Jaya Putra I PUTU INDRAWAN . I Wayan Agus Setiyawan . I Wayan Suarnajaya Ida Ayu Fajar Librayanti ., Ida Ayu Fajar Librayanti IGA Pt Novita Sari Paragae Indah Aditiya Pratiwi Issy Yuliasri Januarius Mujiyanto, Januarius Julio Saputra, Made Kadek Era Kusuma Dewi ., Kadek Era Kusuma Dewi Kadek Sintya Dewi Ketut Ary Sri Prawrethy ., Ketut Ary Sri Prawrethy Komang Ayu Mas Triana Dewi . Komang Sas Dewiyanti Luh Diah Surya Adnyani Luh Gede Meitha Trisna Utami . Luh Putu Artini M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.L.S Drs.Sudirman . M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Nadia Santa ., Nadia Santa Ni Kadek Heny Sayukti ., Ni Kadek Heny Sayukti Ni Kadek Marta Seridewi . Ni Kadek Nia Novita Wiliani . Ni Komang Arie Suwastini Ni Luh Putu Era Adnyayanti Ni Made Lia Indra Dewi . Ni Made Ratminingsih Ni Made Yuni Setyawati Ni Putu Astiti Pratiwi Ni Wayan Anggi Septya Dianithi ., Ni Wayan Anggi Septya Dianithi Ni Wayan Kristina . Ni Wayan Rusmala Dewi ., Ni Wayan Rusmala Dewi Ni Wayan Surya Mahayanti Nope Luh Sita Dewi Nyoman Gana Suputra ., Nyoman Gana Suputra Nyoman Karina Wedhanti Pande Putu Resita Wulan . Paragae, IGA Pt Novita Sari Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha . Putri Dito Rembulan ., Putri Dito Rembulan Putu Adi Krisna Juniarta Putu Chintya Dewi . Putu Kerti Nitiasih Putu Tirta Dewi ., Putu Tirta Dewi S.Pd. I G A Lokita P Utami . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Setyawati, Ni Made Yuni Sita Dewi, Nope Luh