Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Beberapa Bahan Alam yang Memiliki Aktivitas Prebiotik serta Aplikasinya dalam Kesehatan Qori Nabilla; Ratih Aryani; Umi Yuniarni
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.14996

Abstract

Abstract. Prebiotics are food substances that cannot be digested by the body, but prebiotics can be utilized by the gut microbiota so as to increase the growth of these bacteria. The beneficial bacteria will ferment the indigestible food substances or prebiotics into short-chain fatty acids (SCFA). These fermented SCFAs from prebiotics have favorable effects on health. Various sources of prebiotics have been tested to determine their function as prebiotics. Natural ingredients that have high carbohydrate content may have potential as prebiotics. This study aims to determine the prebiotic potential of several natural ingredients on probiotic bacteria in vitro. This study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method. The results showed that there are natural ingredients containing oligosaccharide compounds, water-soluble polysaccharides, cellobiose, β-glucan, inulin, pectin, and fructooligosaccharide (FOS) that have the potential to have prebiotic activity. Tests were conducted in vitro against probiotic bacteria of the genus Lactobacillus and Bifidobacterium based on prebiotic score and prebiotic index parameters. The results showed that the best natural ingredient with prebiotic potential was green radish (Raphanus sativus L.) with a prebiotic score of 1,89. Abstrak. Prebiotik adalah zat makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh namun prebiotik dapat dimanfaatkan oleh mikrobiota usus sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tersebut. Bakteri yang menguntungkan tersebut akan memfermentasi zat-zat makanan yang tidak dapat dicerna atau prebiotik menjadi asam lemak rantai pendek (SCFA). SCFA hasil fermentasi dari prebiotik ini memiliki efek yang baik bagi kesehatan. Berbagai sumber prebiotik telah diuji untuk menentukan fungsinya sebagai prebiotik. Bahan alam yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dapat berpotensi sebagai prebiotik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui potensi prebiotik dari beberapa bahan alam pada bakteri probiotik secara in vitro. Kajian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat bahan alam yang mengandung senyawa oligosakarida, polisakarida larut air, selobiosa, β-glukan, inulin, pectin, dan fruktooligosakarida (FOS) yang berpotensi memilliki aktivitas prebiotik. Pengujian dilakukan secara in vitro terhadap bakteri probiotik genus Lactobacillus dan Bifidobacterium berdasarkan parameter nilai skor prebiotik dan indeks prebiotik. Hasil menunjukkan bahwa bahan alam yang paling baik berpotensi sebagai prebiotik adalah Lobak hijau (Raphanus sativus L.) dengan nilai skor prebiotik sebesar 1,89.
Optimasi Formula SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) Minyak Atsiri Bawang Putih Linda Nur'Aini; Sani Ega Priani; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15013

Abstract

Abstract. Garlic essential oil is known to contain compounds that can play a role in reducing cholesterol in the body. SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) is a delivery system development for drugs with poor solubility. The SNEDDS component consists of a mixture of oil, surfactant and co-surfactant which will form an O/W nanoemulsion (oil in water) spontaneously when mixed with water accompanied by light stirring. The aim of this research is to obtain a formulation for SNEDDS for garlic essential oil. SNEDDS is formulated using garlic essential oil as the oil phase, tween 20 as the surfactant, and propylene glycol as the co-surfactant. Abstrak. Minyak atsiri bawang putih diketahui mengandung senyawa yang dapat berperan dalam penurunan kolesterol pada tubuh. SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) adalah salah satu pengembangan sistem penghantaran untuk obat dengan kelarutan yang kurang baik. Komponen SNEDDS terdiri dari campuran minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan yang akan membentuk nanoemulsi M/A (minyak dalam air) secara spontan ketika bercampur dengan air disertai dengan pengadukan yang ringan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk memperoleh formulasi SNEDDS minyak atsiri bawang putih. SNEDDS diformulasikan menggunakan minyak atsiri bawang putih sebagai fase minyak, tween 20 sebagai surfaktan, dan propilenglikol sebagai ko-surfaktan.
Kajian Literatur Profil Farmakokinetika Metformin pada Anak-Anak dan Dewasa Anisa Nursapitri; Ratih Aryani; Hanifa Rahma
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15132

Abstract

Abstract. Metformin is the first line of treatment in type 2 diabetes mellitus. The pharmacokinetic profile of metformin can be used as a basis for determining the appropriate therapy regimen. This study aims to determine the pharmacokinetic parameters of metformin in children and adults. The method used for this research is the Systematic Literature Review (SLR) method. Articles used in this study were obtained from Pubmed and Taylor and Francis databases. The results showed that race can affect tmax and t1/2 in children. The cmax and AUC0-∞ parameters are influenced by the administration of metformin drug doses. CL/F is influenced by physiological differences. And in adult subjects, the parameters tmax, cmax, t1/2, AUC0-∞ and CL/F are influenced by comorbidities and differences in drug release systems. Abstrak. Metformin merupakan lini pertama pengobatan pada diabetes melitus tipe 2. Profil farmakokinetika metformin dapat dijadikan landasan dalam penetapan pemberian regimen terapi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter farmakokinetika obat metformin pada anak dan dewasa. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode Systematic Literatur Review (SLR). Artikel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari database Pubmed dan Taylor and Francis. Hasil penelitian menunjukan bahwa ras dapat mempengaruhi tmax dan t1/2 pada anak. Parameter cmax dan AUC0-∞ dipengaruhi oleh pemberian dosis obat metformin. CL/F dipengaruhi oleh perbedaan fisiologis. Dan pada subjek dewasa, parameter tmax, cmax, t1/2, AUC0-∞ dan CL/F dipengaruhi oleh penyakit penyerta dan perbedaan sistem pelepasan obat.
Dendrimer sebagai Sistem Penghantaran Obat Terapi Kanker Payudara Azmi Aziz; Aulia Fikri Hidayat; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v4i2.15274

Abstract

Abstract. Breast cancer is one of the most common types of cancer in women and a leading cause of cancer-related deaths over the past two decades. Current breast cancer therapies using anticancer drugs face challenges such as non-specific toxicity, poor drug solubility, and low bioavailability. Dendrimers, as drug delivery systems, offer potential solutions to these issues. Dendrimers are branched polymers with controllable structures that allow for more effective and targeted drug delivery. This study aims to explore dendrimer synthesis, characterize dendrimers as potential breast cancer drug delivery systems, and evaluate their cytotoxicity against breast cancer cells. A systematic literature review of 11 journals revealed that dendrimers can be synthesized using the divergent method with base materials like NH₃ or ethylenediamine (EDA). Dendrimers are effective as drug delivery systems due to their spherical shape, size under 100 nm, loading efficiency of 61.8%, and low cytotoxicity in normal cells. However, they exhibit high cytotoxicity against cancer cells, with a cell viability of 27.1%. Abstrak. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum pada wanita dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker selama dua dekade terakhir. Terapi dengan obat antikanker menghadapi tantangan seperti toksisitas non-spesifik, kelarutan obat yang buruk, dan bioavailabilitas rendah. Dendrimer, sebagai sistem penghantaran obat, menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Dendrimer adalah polimer bercabang dengan struktur yang dapat dikendalikan, memungkinkan pengiriman obat yang lebih efektif dan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sintesis, karakteristik, dan sitotoksisitas dendrimer terhadap sel kanker payudara. Melalui tinjauan pustaka dari 11 jurnal, ditemukan bahwa dendrimer dapat disintesis menggunakan metode divergen dengan bahan dasar seperti NH₃ atau etilendiamin (EDA). Dendrimer efektif sebagai sistem penghantaran obat dengan karakteristik bulat berukuran kurang dari 100 nm, efisiensi pemuatan 61,8%, dan sitotoksisitas rendah pada sel normal, namun menunjukkan sitotoksisitas tinggi terhadap sel kanker dengan viabilitas sel 27,1%.
Sediaan Serum Mikroemulsi dan Aplikasinya sebagai Antioksidan Kulit Shannie Megaliane; Ratih Aryani; Fitrianti Darusman
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i1.3756

Abstract

Abstract. The main problem with the skin, especially facial skin, which tends to be uncovered and is directly exposed to free radicals, which can harm the skin, such as UV rays, causing dry skin, aging and dark spots to appear on the skin. Therefore, antioxidant preparations are needed to reduce these free radicals. Microemulsion serum is a cosmetic preparation that contains high concentrations ands effective in treating skin problems with a clear and thermodynamically stable appearance. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: What is the rate of penetration of microemulsion preparations on the skin? What is the antioxidant activity of microemulsion preparations? Researchers use the literature study method, by searching for literature in the form of journals using online media such as Google Scholar, Pubmed, and other journal sites with the technique of collecting various scientific literature both primary and secondary. The results of this study were antioxidant compounds in microemulsion serum preparations that had a better penetration rate than non-microemulsion preparations and the antioxidant activity of microemulsion preparations was stronger than without microemulsion due to modification of the particle size to be smaller. Abstrak. Permasalahan utama pada kulit terutama pada kulit wajah yang cenderung tidak tertutupi dan langsung terpapar faktor radikal bebas yang dapat membahayakan kulit seperti sinar UV sehingga menimbulkan kulit kering, penuaan dan muncul bintik-bintik hitam pada kulit. Oleh karena itu, diperlukan sediaan antioksidan untuk meredam radikal bebas tersebut. Serum mikroemulsi merupakan sediaan kosmetika yang mengandung zat aktif  dan efektif dalam mengatasi permasalahan kulit dengan tampilan yang jernih dan stabil secara termodinamika. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana laju penetrasi sediaan mikroemulsi pada kulit? Bagaimana aktivitas antioksidan pada sediaan mikroemulsi? Peneliti menggunakan metode studi pustaka, dengan mencari literatur berupa jurnal menggunakan media online seperti Google Scholar, Pubmed, dan situs jurnal lainnya dengan Teknik pengumpulan berbagai literatur ilmiah baik primer maupun sekunder. Hasil dari penelitian ini adalah senyawa antioksidan dalam sediaan serum mikroemulsi memiliki tingkat laju penetrasi yang lebih baik dibandingkan sediaan tanpa mikroemulsi dan aktivitas antioksidan yang dimiliki sediaan mikroemulsi lebih kuat dibandingkan tanpa mikroemulsi akibat adanya modifikasi ukuran partikel menjadi lebih kecil.
Potensi Senyawa Flavonoid sebagai Pengobatan Luka Safira Qamarani; Ratih Aryani
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3113

Abstract

Abstract. Wound is a condition where biological tissue is damaged so that it can cause effects in the form of bleeding, cellular and anatomical damage to tissue function and can cause bacterial contamination. Somebody can treat wounds on the body with synthetic drugs and natural ingredients. Natural materials that can be used contain flavonoid compounds, one of plant’s secondary metabolites. This study aimed was to determine the potential of flavonoid compounds as a wound treatment. This research was conducted using the Systematic Literature Review method. The results showed that flavonoid compounds can be used as wound medicine due to their antioxidant, antibacterial and immunostimulatory activities. Flavonoids has a direct role in the Wnt/β-catenin, TFG-β, JNK, Nrf2/ARE and Nf- kB signaling pathways that affect wound healing. Abstrak. Luka ialah keadaan dimana jaringan biologis mengalami kerusakan sehingga dapat menimbulkan efek berupa pendarahan, kerusakan seluler maupun anatomis pada fungsi jaringan serta dapat menimbulkan kontaminasi bakteri. Luka pada tubuh dapat diatasi dengan obat sintesis atau bahan alam. Bahan alam yang bisa digunakan yaitu bahan dengan kandungan senyawa flavonoid yang merupakan salah satu metabolit tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi flavonoid sebagai pengobatan luka. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Systematic Literature Review. Hasil penelitian menujukkan bahwa senyawa flavonoid dapat digunakan sebagai obat luka karena adanya aktivitas antioksidan, antibakteri dan imunostimulator. Flavonoid berperan langsung dalam jalur pensinyalan Wnt/ -catenin, TFG- , JNK, Nrf2/ARE dan Nf-Kb yang mempengaruhi penyembuhan luka.
Tinjauan Farmakologi Batang dan Daun Sembung (Blumea balsamifera L.) sebagai Antidiabetes 10060321017, Tarisa Perolin; Umi Yuniarni; Ratih Aryani
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsp.v5i2.18931

Abstract

Abstract. Diabetes melitus (DM) is a degenerative disease associated with disturbances in carbohydrate, fat, and protein metabolism, characterized by hyperglycemia due to decreased insulin secretion and sensitivity, which can lead to various complications. Natural ingredients that have been proven to have antidiabetic activity and can be used as medicinal plants are Blumea balsamifera L. This study aims to examine the pharmacological activity of the stems and leaves of sembung as an antidiabetic. The method used is a systematic review of systematic literature conducted by searching for articles in the last 10 years using the PubMed and Science Direct databases. Then the articles were filtered using Mendeley. There are a total of 5 articles discussing the pharmacological activity of the stems and leaves of sembung as an antidiabetic that meet the inclusion and exclusion criteria. The results of the literature study of the five articles discuss the activity of the stems and sembung with the mechanism of inhibiting the alpha amylase enzyme, the glucosidase enzyme, and reducing blood glucose levels in test animals that have been induced by Streptozocin and Alloxan.Abstrak. Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, ditandai dengan hiperglikemia akibat menurunnya sekresi dan sensitivitas insulin, yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Bahan alam yang telah terbukti memiliki aktivitas antidiabetik dan dapat digunakan sebagai tanaman obat adalah Blumea balsamifera L. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah aktivitas farmakologi batang dan daun sembung sebagai antidiabetes. Metode yang digunakan yaitu kajian sistematik literatur sistematik yang dilakukan dengan pencarian artikel dalam 10 tahun terakhir menggunakan database PubMed dan Science Direct. Kemudian dilakukan penyaringan artikel menggunakan Mendeley. Terdapat total 5 artikel yang membahas mengenai aktivitas farmakologi batang dan daun sembung sebagai antidiabetes yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil studi literatur dari ke lima artikel membahas mengenai aktivitas batang dan sembung dengan mekanisme penghambatan enzim alfa amilase, enzim glukosidase, dan menurunkan kadar glukosa darah hewan uji yang telah di induksi Streptozocin dan Aloksan.
Karakterisasi Kandungan dan Uji Aktivitas Antijamur Minyak Kulit Kayu Manis (Cinnamomum Burmanii) Terhadap Candida albicans Annisa Khansa Pratiwi; Sani Ega Priani; Ratih Aryani
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i1.6937

Abstract

Abstract. Oral candidiasis is an infection of the oral mucosa caused by the fungus Candida albicans, characterized by the formation of complex biofilm lesions on the mucosal surface. One natural substance with antifungal activity is cinnamon bark (Cinnamomum burmanii), which contains cinnamaldehyde. This study aims to determine the characteristics of cinnamon bark oil and evaluate its antifungal activity against C. albicans by determining its minimum inhibitory concentration (MIC). Cinnamon oil was characterized according to the quality standards of SNI 06-3734-2006, including organoleptic testing (light yellow color and characteristic aroma), determination of specific gravity (1.030 g/mL), solubility testing in 70% ethanol (1:3), and determination of cinnamaldehyde content (62.63%). The antifungal activity of cinnamon bark oil was tested using the agar diffusion well method with test concentration variations of 0.025, 0.05, 0.1, 0.2, 0.4, and 0.8%. The antifungal activity was indicated by the presence of an inhibition zone, marked by a clear area around the well. Cinnamon bark oil produced a minimum inhibitory concentration (MIC) of 0.05%, which falls into the moderate inhibition response category. Abstrak. Kandidiasis oral adalah infeksi mukosa mulut akibat jamur Candida albicans, ditandai dengan terbentuknya lesi biofilm kompleks pada permukaan mukosa. Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas antijamur adalah kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmanii), mengandung sinamaldehid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak kulit kayu manis serta mengetahui aktivitas antijamur minyak kayu manis terhadap jamur C. albicans melalui penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM). Minyak kayu manis di karakterisasi sesuai dengan standar mutu SNI 06-3734-2006 meliputi uji organoleptis (kuning muda dan bau khas), penetapan bobot jenis (1,030 g/mL), penentuan kelarutan dalam etanol 70% (1:3), dan penentuan kadar sinamaldehid (62,63%). Uji aktivitas antijamur minyak kulit kayu manis dengan metode difusi agar cara sumuran dilakukan pada variasi konsentrasi uji sebesar 0,025; 0,05; 0,1; 0,2; 0,4; dan 0,8%. Parameter pengujian aktivitas antijamur ditunjukkan dengan adanya zona hambat yang ditandai oleh zona bening disekitar sumuran.  Minyak kulit kayu manis menghasilkan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 0,05%, yang termasuk kategori respon hambatan moderat.