Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENYULUHAN PENTINGNYA PEMENUHAN NUTRISI BAGI PENDERITA TUBERKULOSIS Korry Novitriani; Ummy Mardiana; Rochmanah Suhartati; Tegar Ariq Atallah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10281

Abstract

Abstrak: Penderita tuberkulosis rentan mengalami perubahan nafsu makan, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mampu menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi secara sepenuhnya. Terlebih, pengobatan tuberkulosis juga dapat mempengaruhi kerja sistem pencernaan. Tidak jarang penderita tuberkulosis mengalami mual, muntah, dan kram di bagian perut akibat efek samping obat antituberkulosis. Oleh karena itu penting bagi penderita TBC untuk menerapkan pola makan sehat dan teratur dengan mengkonsumsi makanan yang dapat mempercepat proses penyembuhan. Tujuan dari kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi penderita tuberkulosis untuk mempercepat proses penyembuhan. Metode yang dipergunakan adalah dengan pemaparan materi tentang penyebab penyakit tuberculosis, prinsip dasar pencegahan penularan tuberkulosis dan panduan makanan bergizi seimbang kepada kader posyandu dan masyarakat di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Berdasarkan hasil penyuluhan, masyarakat Desa Karikil semakin sadar bahwa gizi yang cukup bukan berarti makanan yang mereka makan berasal dari makanan yang mahal, melainkan dari makanan yang memiliki kandungan gizi yang lengkap. Selain itu, mereka semakin memahami bahwa makanan yang mengandung nutrisi protein, baik hewani maupun nabati, sangat membantu dalam regenerasi sel yang rusak, sehingga akan mempercepat proses penyembuhan penyakit TBC. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melalui penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Karikil mengenai pentingnya gizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit tuberkulosis.Abstract: Tuberculosis sufferers are susceptible to changes in appetite, which is a condition when the body is unable to fully absorb nutrients from the food consumed. Moreover, tuberculosis treatment can also affect the work of the digestive system. It is not uncommon for people with tuberculosis to experience nausea, vomiting, and cramps in the abdomen due to the side effects of antituberculosis drugs. Therefore, it is important for TB sufferers to adopt a healthy and regular diet by consuming foods that can speed up the healing process. The purpose of the counseling activities carried out was to increase knowledge and understanding of the importance of fulfilling nutrition for tuberculosis patients to accelerate the healing process. The method used is by presenting material about the causes of tuberculosis, the basic principles of preventing tuberculosis transmission and guidelines for balanced nutritious food to posyandu cadres and the community in Karikil Village, Mangkubumi District, Tasikmalaya City. Based on the results of counseling, the people of Karikil Village are increasingly aware that adequate nutrition does not mean that the food they eat comes from expensive foods, but from foods that have complete nutrients. In addition, they increasingly understand that foods containing protein nutrients, both animal and vegetable, are very helpful in regenerating damaged cells, so that it will accelerate the healing process of tuberculosis. Therefore, it can be concluded that through this counseling can increase the knowledge and understanding of the Karikil Village community regarding the importance of nutrition to accelerate the healing process of tuberculosis.
EDUKASI TUBERKULOSIS PARU KEPADA MASYARAKAT DALAM UPAYA ELIMINASI TB Rochmanah Suhartati; Yane Liswanti; Meri Meri; Muhammad Sugih; Naufal Naufal; Anggun Anggun; Farah Farah; Ilham Alifiar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan bukan hanya di Indonesia tetapi secara global. Negara harus mewujudkan masyarakat Indonesia tangguh terbebas dari penyakit Tuberkulosis dengan program eliminasi tuberculosis. Tujuan pengabdian masyarakat adalah membantu program pemerintah dalam eliminasi tuberkulosis melalui peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan kegiatan edukasi di wilayah kerja puskesmas kelurahan Karikil Kota Tasikmalaya. Metode pengabdian yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penyakit tuberculosis dengan mitra adalah warga Karikil RW 05 Kelurahan Mangkubumi Kota Tasikmalaya sebanyak 47 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis, dengan nilai peningkatan pengetahuan sebesar 96%.Abstract: Tuberculosis is still a health problem not only in Indonesia but globally. The state must realize a resilient Indonesian society free from tuberculosis with a tuberculosis elimination program. The purpose of community service is to assist government programs in eliminating tuberculosis through increasing public knowledge, with educational activities in the working area of the Karikil sub-district health center, Tasikmalaya City. The service method used is counseling about tuberculosis disease with 47 partners from Karikil RW 05, Mangkubumi Village, Tasikmalaya City. Based on the results of data processing, community service activities can increase public knowledge about tuberculosis, with a value of increasing knowledge of 96%.
Tempeh's Probiotic Bacteria Content can Boost Its Value as a Functional Food in the COVID-19 Era Dewi Peti Virgianti; Rochmanah Suhartati
Health Notions Vol 7, No 4 (2023): April
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn70403

Abstract

The The COVID-19 era is far from over, especially with the emergence of new virus variants. Efforts to develop vaccines and treatments have been made, but various prevention strategies must still be developed in order to combat this pandemic. Probiotics are cultures of one type or a mixture of live bacteria that help to maintain the balance of the gut microbiota, which is important for the host's health. Various studies have presented evidence that probiotics have the ability to boost human immunity. Tempe is a fermented Indonesian food, some contain probiotics. Probiotic bacteria found in tempe include Lactobacillus fermentum, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus paracasei, Lactobacillus delbrueckii, Lactobacillus agilis, Lactobacillus mucosae, Lactobacillus paralimentarius, Lactobacillus zeae, Lactococcus sp, Weisella confusa, Weissella paramesenteroides, Enterococcus faecalis, Enterococcus faecium, Pediococcus pentosaceus. In this study, we present the potential of probiotic bacteria origin tempeh that have been shown to improve host health, particularly in terms of increasing immunity, preventing respiratory infections, and lowering risk factors for comorbidities. The data presented is expected to provide an overview of the potential consumption of tempeh as a functional food, particularly in this era of the COVID-19, so that awareness of the benefits of this beneficial food grows. Keywords: fermentation; health; bacteria
PENYULUHAN PENGGUNAAN OVITRAP PADA IBU RUMAH TANGGA SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN VEKTOR DBD Khusnul Khusnul; Rudy Hidana; Rochmanah Suhartati; Tanendri Arrizqyani; Dewi Peti Virgianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v4i1.1041

Abstract

 ABSTRACTCases of dengue fever in Indonesia occur every year; therefore, efforts are needed to overcome them. One of the efforts to overcome fever can be done by increasing public awareness of prevention by practicing the CDB movement (Closing, Draining, and Burying). In addition to these efforts, there are also other efforts, namely using ovitrap as a mosquito population control method. Our community service activity aims to increase the knowledge of respondents (housewives) to control the mosquito population, a vector of dengue fever. The method used is to provide counseling about the vectors of dengue fever, Aedes sp. breeding places, and how to use ovitrap on a household scale as an effort to reduce the population of mosquitoes transmitting dengue fever, Aedes aegypti. The achievement of increasing the knowledge of the respondents was carried out by conducting a pre-test and post-test so that the number of correct answers from respondents could be compared. The results of this activity indicated that there was an increase in residents' knowledge of the types of mosquito vectors for dengue fever, the mosquito vector life cycle of dengue fever, the characteristics of mosquito breeding sites for dengue fever vectors, and the movement to prevent the transmission of dengue fever.ABSTRAKKasus penyakit demam berdarah di Indonesia terjadi setiap tahun, oleh karena itu diperlukan upaya untuk penanggulangannya. Salah satu upaya penanggulangan penyakit demam dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dengan mempraktekkan gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur). Selain upaya tersebut terdapat terdapat pula upaya lainnya yaitu dengan menggunakan ovitrap sebagai salah satu metode pengendalian populasi nyamuk. Kegiatan pengabdian masyarakat yang kami bertujuan meningkatkan pengetahuan responden (ibu rumah tangga) dalam upaya pengendalian populasi nyamuk vektor penyakit demam berdarah. Metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan mengenai vektor penular penyakit DBD, tempat perindukan Aedes sp., dan cara penggunaan ovitrap dalam skala rumah tangga sebagai upaya menurunkan populasi nyamuk penular demam berdarah dengue Aedes aegypti. Adapun capaian peningkatan pengetahuan responden dilakukan dengan melakukan pre test dan post test, sehingga jumlah jawaban benar dari responden dapat dibandingkan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan warga terhadap pengetahuan mengenai jenis nyamuk vektor penyakit demam berdarah; siklus hidup nyamuk vektor penyakit demam berdarah; karakteristik tempat perindukan nyamuk vektor penyakit demam berdarah; dan gerakan pencegahan penularan penyakit demam berdarah.
KATEGORI KUALITAS SUSU SAPI SEGAR SECARA MIKROBIOLOGI DI PETERNAKAN “X” CISURUPAN - GARUT Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v12i1.71

Abstract

Susu sapi segar merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroba sehingga apabila penanganannya kurang baik dapat tercemar mikroba dan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dilakukan terhadap susu sapi segar di peternakan daerah Cisurupan - Garut menggunakan metode pengujian yaitu uji reduktase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kategori kualitas susu dipeternakan tersebut, yang seringkali dikonsumsi masyarakat tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu sehingga beresiko terhadap kandungan kontaminasi bakteri patogen. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan analisis laboratorium dan studi literature. Penelitian menggunakan pereaksi methilen blue dengan konsentrasi 0,0075% terhadap 15 sampel susu dari peternakan “X”. Hasil yang diperoleh melalui uji reduktase menunjukan rentang waktu oksidasi susu sapi segar  adalah 4 – 7 jam, sehingga susu sapi segar dari peternakan tersebut dikategorikan dalam 2 klasifikasi menurut Buckle, dkk (1978) yaitu klasifikasi dapat diterima sebesar 80% dan sedang sampai baik sebesar 20%.
POTENSI ANTIBAKTERI LIMBAH TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v13i1.32

Abstract

Tomat merupakan buah yang dapat ditemui banyak di jual di pasar. Beberapa Tomat yang mengalami kerusakan biasanya tidak dipilih oleh pembeli sehingga menjadi limbah yang tidak termanfaatkan. Kandungan kimia pada Tomat seperti alkaloid, saponin dapat bersifat Staphylococcus aureus.  Penelitian ini dilakukan  untuk mengetahui apakah ekstrak etanol limbah tomat dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aures.Pengujian dilakukan secara eksperimen terhadap sampel ekstrak etanol limbah tomat biasa (Lycopersicum esculentum Mill). Konsentrasi pengenceran ekstrak etanol limbah tomat biasa (Lycopersicum esculentum Mill) yang diteliti adalah 10% -100% yang diujikan terhadap bakteri Saphylococcus aureus dengan kepadatan bakteri 379 × 106 /mL, menggunakan metode Kirby-Bauer. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak etanol limbah tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi ekstrak  50% dengan zona hambat sebesar 1,55 mm.Kesimpulan  penelitian ini adalah ekstrak etanol limbah tomat biasa (Lycopersicum esculentum Mill) mempunyai senyawa antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP BAKTERI Streptococcus pyogenes Rochmanah Suhartati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v17i2.279

Abstract

Buah naga merupakan buah yang mempunyai potensi sebagai antimikroba, pada saat ini buah naga hanya dimanfaatkan dagingnya saja sedangkan kulitnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol kulit buah naga merah dalam menghambat dan membunuh bakteri Streptococcus pyogenes.Penelitian dilakukan eksperimen dengan metode Disc Diffusion (Kirby-Bauer), variasi konsentrasi yang diguanakan adalah 10%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Kontrol positif yang digunakan penisillin dan kontrol negatif yang digunakan adalah akuades steril.Hasil penelitian menunjukkan kulit buah naga merah, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Zona hambat pada konsentrasi 10% yaitu 6 mm, konsentrasi 20% 6,5 mm, konsentrasi 40% 8 mm, konsentrasi 60% 9 mm, dan zona terbesar dihasilkan pada konsentrasi 80% dan 100% yaitu sebesar 12 mm. Kontrol positif penisillin menghasilkan zona sebesar 22 mm sedangkan kontrol negatif tidak menghasilkan zona hambat. Hasil dari uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) terdapat pada konsentrasi 100% dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.Kesimpulan semua konsentrasi yang digunakan dapat menghambat bakteri Streptococcus pyogenes dan konsentrasi 100% ekstrak etanol kulit buah naga merah dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DI JAWA BARAT Rochmanah Suhartati; Alsya Alsya; Mela Mela; Yusrizal Yusrizal; M. Rizki; Salsabila Salsabila; Winda Winda; Arja Arja; Fadhilah Fadhilah; Sasrin Sasrin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24389

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemis di Kota Tasikmalaya, DBD awal tahun 2024 menunjukkan kasus yang cukup tinggi yaitu 173 kasus. Kondisi tersebut menandakan bahwa perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD belum optimal, karena kondisi masyarakat di lapangan belum konsisten menerapkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memantau jentik nyamuk melalui pemberdayaan juru pemantauan jentik (Jumantik). Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pemberdayaan kepada mitra yaitu anggota masyarakat RW 08 Sukalaksana di Kota Tasikmalaya sebanyak 40 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat peningkatan softskill dan hardskill mitra dalam melakukan pemantauan jentik. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan tahapan sebagai berikut: (1) melakukan wawancara dengan 10 pertanyaan secara door to door ke tiap rumah warga; (2) melaksanakan survey jentik di rumah dan container warga; dan (3) perhitungan terhadap House Index (HI), Container Index (CI) dan Breteau Index (BI). Hasil pengabdian masyarakat yang dicapai yaitu pengetahuan masyarakat dalam survey jentik memiliki nilai baik sebesar 95%.Abstract: Dengue Fever (DHF) is an endemic disease in Tasikmalaya City, the initial DHF in 2024 showed a high case of 173 cases. This condition indicates that community behavior in preventing DHF is not optimal, because the community in the field has not consistently implemented “Pemberantasan Sarang Nyamuk” (PSN). The purpose of the service is to increase partners' knowledge and skills in monitoring mosquito larvae through empowerment of mosquito larvae monitors “JUMANTIK”. The method used was counseling and empowerment to partners, namely 40 community members of RW 08 Sukalaksana in Tasikmalaya City. The evaluation of the activity was carried out by looking at the improvement of soft skills and hard skills of partners in conducting mosquito larvae monitoring. The service was carried out using the following stages: (1) Conducting interviews with 10 questions door to door to each resident's house; (2) Carry out larva surveys in residents' homes and containers; (3) Calculation of House Index (HI), Container Index (CI) and Breteau Index (BI). The results of community service achieved are community knowledge in surveying larvae has a good value of 95%. 
EDUKASI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI KELURAHAN KARIKIL KECAMATAN MANGKUBUMI Suhartati, Rochmanah; Liswanti, Yane; Sugih, Muhamad; Faulina, Farah
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v4i2.1044

Abstract

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian yang sebenarnya dapat dilakukan upaya pencegahanya. Dampak kesehatan yang ditimbulkan cukup besar dan dapat menyebabkan stroke dan jantung koroner. Penatalaksanaan hipertensi pada lansia, penting untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit yang terdapat pada lansia. Lansia lebih memiliki risiko untuk mengalami berbagai penyakit degeneratif jika dibandingkan dengan usia muda. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan pemeriksaan tekanan darah pada lansia di Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi sebagai tindakan preventif terhadap penyakit hipertensi maupun terhadap terjadinya komplikasi dari keadaan hipertensi. Metoda yang dilakukan berupa edukasi melalui ceramah tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi pada lansia di RW 05 Kelurahan Karikil dan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengabdian menunjukan sebelum diberikan edukasi hasil pengethuan masyarakat melalui pre test dengan nilai rata-rata 16 naik menjadi 99 dari score 100 setelah mendapatkan edukasi tentang pencegahan dan pengendalian hipertensi. Hasil pemeriksaan tekanan darah sebanyak 40 orang menunjukan nilai tekanan darah normal sebanyak 55% dan hipertensi 45%. Dengan edukasi ini peserta menjadi sadar dan paham untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi.
DETEKSI GOLONGAN DARAH ABO-RHESUS DI PAUD AL URWATUL WUSQO Rochmanah Suhartati; Dewi Peti Virgianti; Rudy Hidana; Yane Liswanti; Tanendri Arrizqiyani; Khusnul Khusnul; Talisa Nursalsabila; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24762

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah PAUD Al Urwatul Wusqo melalui pemeriksaan golongan darah ABO-Rhesus memiliki maksud dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan. Informasi tentang golongan darah ABO tidak hanya penting untuk pemeliharaan kesehatan individu, tetapi juga membantu memahami peran golongan darah dalam kehidupan sehari-hari. Kesesuaian golongan darah dalam transfusi darah sangat penting untuk menghindari reaksi imunologis dan komplikasi klinis. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis golongan darah siswa dan orang tua dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya mengetahui golongan darah, sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi situasi medis yang memerlukan pengetahuan tentang golongan darah. Metode pelaksanaan : kegiatan dilaksanakan melalui pemeriksaan darah terhadap siswa dan orang tua mereka dengan total sebanyak 51 orang peserta. Persiapan meliputi perencanaan, penyediaan alat dan bahan, serta persiapan dokumen yang diperlukan. Pemeriksaan darah dilakukan di lokasi sekolah dengan bantuan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa. Monitoring dilakukan selama pelaksanaan kegiatan untuk memastikan partisipasi peserta. Evaluasi dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan dengan cara ceklist observasi. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengikuti pemeriksaan golongan darah dan peserta mengalami peningkatan dari 0% menjadi 100% dalam memahami cara pemeriksaannya. Distribusi golongan darah ABO menunjukkan bahwa 10 orang (25%) bergolongan darah A, 14 orang (35%) bergolongan darah B, 4 orang (10%) bergolongan darah AB, dan 12 orang (30%) bergolongan darah O. Semua peserta memiliki golongan darah Rhesus positif. Pemeriksaan golongan darah penting untuk keamanan transfusi darah dan mengidentifikasi risiko penyakit tertentu.Abstract: Community service activities at Al Urwatul Wusqo PAUD School Perum Graha Persada Sindangkasih through ABO-Rhesus blood type checks aim to increase public awareness and knowledge about health. Information about ABO blood groups is not only important for individual health maintenance, but also helps understand the role of blood groups in everyday life. Blood group compatibility in blood transfusion is essential to avoid immunological reactions and clinical complications. This activity aims to find out the type of blood type of students and parents and is expected to increase people's understanding of the importance of knowing blood type, so that they are better prepared to face medical situations that require knowledge of blood type. Implementation method: the activity was carried out through blood tests on students and their parents with a total of 51 participants. Preparation includes planning, provision of tools and materials, and preparation of necessary documents. Blood tests were conducted at the school site with the help of the principal, teachers, and parents. Each participant was given interesting snacks to attract their interest. Monitoring was conducted during the implementation of the activities to ensure the participation of the participants. Evaluation was conducted to evaluate the success rate of the activity. The results of the activity showed that most of the participants participated in the blood group examination. The distribution of ABO blood type A was 10 people (25%), blood type B was 14 people (35%), blood type AB was 4 people (10%), and blood type O was 12 people (30%). All participants had a positive Rhesus blood type. The importance of checking blood type is related to the safety of blood transfusions and the risk of certain diseases. In conclusion, this community service activity was successful in raising awareness about the importance of knowing blood type. It is recommended to continue periodic blood group checks, especially for new students.