Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Faktor Pengetahuan, Gaya Hidup dan Kebersihan Lingkungan Terhadap Risiko Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Suhartati, Rochmanah; Muhamad Fardan S; Doni Setiawan; Muhammad Hadi Sulhan
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i1.4868

Abstract

Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, termasuk di Kelurahan Bungursari, Tasikmalaya menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebersihan lingkungan dan kebiasaan hidup masyarakat terhadap risiko penyebaran DBD. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner tertutup yang diisi oleh 49 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 87,8% responden memiliki pengetahuan baik tentang gejala DBD, sebanyak 81,6% menerapkan gaya hidup sehat, dan 85,7% menjaga kebersihan lingkungan. Hasil pengolahan data statistik menggunakan SPSS menunjukan bahwa hasil analisis Inferensial regresi logistik menunjukan variabel Pengetahuan DBD Odds Ratio: 0,30 dan p=0,045, Gaya Hidup sehat Odds Ratio 0,45 dan p=0,021 sedangkan Kebersihan Lingkungan Odds Ratio 0,22 dan p=0,003 artinya bahwa ketiga variabel (pengetahuan, gaya hidup sehat, kebersihan lingkungan) secara signifikan memengaruhi risiko penyebaran penyakit DBD. Penyuluhan yang dilakukan dalam penelitian ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat, sebagaimana ditunjukkan oleh tingginya antusiasme peserta selama kegiatan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pentingnya strategi pencegahan DBD berbasis edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan penerapan pola hidup sehat dalam masyarakat.
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU SEBAGAI SKRINING PENYAKIT DIABETES PADA MASYARAKAT Nurpalah, Rianti; Syafariah, Yayah; Khusnul, Khusnul; Arrizqiyani, Tanendri; Hidana, Rudy; Suhartati, Rochmanah; Liswanti, Yane; Afiah, Irma Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.28578

Abstract

Abstrak: Peningkatan kadar gula darah merupakan suatu kondisi yang dialami oleh penderita diabetes melitus, hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin secara efektif. Pada tahun 2023 penderita diabetes di Kota Tasikmalaya mencapai 11 ribu jiwa lebih, dan belum semua mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu memonitor diabetes pada masyarakat dengan melakukan pemeriksaan glukosa darah sewaktu sebagai skrening penyakit DM. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan SDN Mancogeh dalam kegiatan pemeriksaan glukosa darah yang dilakukan pada sejumlah 37 orang tua siswa di SDN tersebut. Pemeriksaan penyaring ini dilakukan dalam upaya deteksi sedini mungkin adanya penderita diabetes, agar dapat segera memperoleh pelayanan yang sesuai standar apabila ternyata diketahui mempunyai nilai glukosa darah yang tinggi. Hasil pemeriksaan didapat sebanyak 81 % normal dan sebanyak 19 % glukosa darahnya tinggi, hasil pemeriksaan ini dapat dijadikan sebagai data untuk puskesmas dalam rangka meningkatkan pelayanan pada masyarakat di wilayah puskesmas yang bersangkuan.Abstract: Increased blood sugar levels are a condition experienced by people with diabetes mellitus, this occurs because the body cannot produce or use insulin effectively. In 2023, diabetes sufferers in Tasikmalaya City will reach more than 11 thousand people, and not all of them have received health services that meet standards. This community service is carried out with the aim of helping to monitor diabetes in the community by conducting random blood glucose tests as a screening for DM. This activity was carried out in collaboration with SDN Mancogeh in a blood glucose examination activity carried out on 37 parents of students at the SDN. This screening examination was carried out in an effort to detect diabetes sufferers as early as possible, so that they can immediately obtain standard services if they are found to have high blood glucose levels. The results of the examination were 81% normal and 19% high blood glucose, the results of this examination can be used as data for health centers in order to improve services to the community in the health center area concerned.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA TENTANG NYAMUK VEKTOR DBD MELALUI PENGENALAN APLIKASI JUMANTIK PMR DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Ferdina, Dina; Latisa, Alsya; Marhami, Azwan Cahya; Nata, Septiawan Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35120

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik tahunan di Indonesia. Upaya pencegahan penularan vektor Aedes sp. di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) melalui peran sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan aplikasi berbasis teknologi yang mudah diakses oleh anggota PMR untuk meningkatkan pengetahuan tentang nyamuk penular DBD, serta membentuk akun media sosial Jumantik PMR sebagai sarana komunikasi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pembuatan aplikasi, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sama, yang mengukur pemahaman peserta mengenai penggunaan aplikasi serta pengetahuan terkait nyamuk vektor DBD. Sebanyak 100 anggota PMR dari 25 SMA di Kota Tasikmalaya terlibat sebagai peserta. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, terutama mengenai tempat perindukan dan siklus hidup nyamuk. Hasil kuesioner memperlihatkan bahwa 100% peserta menilai aplikasi Jumantik sangat membantu pelaporan kegiatan di sekolah sekaligus sebagai sumber rujukan. Selain itu, 100% responden menyatakan akun media sosial Jumantik PMR bermanfaat untuk berbagi informasi penting terkait kegiatan jumantik. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang vektor DBD dan memberikan sarana inovatif berupa aplikasi serta media sosial untuk mendukung kegiatan jumantik di sekolah.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an annual endemic disease in Indonesia. Efforts to prevent the transmission of Aedes sp. vectors in the school environment can be done by involving students in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) through the role of Mosquito Larva Monitoring Officer (Jumantik). This community service activity aims to introduce a technology-based application that is easily accessible to PMR members to increase their knowledge about dengue-carrying mosquitoes and to create a PMR Jumantik social media account as a means of communication. The activity methods include socialization, training, application development, technology implementation, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Knowledge evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 15 identical questions, which measured participants' understanding of application usage and knowledge related to dengue vector mosquitoes. A total of 100 Red Cross members from 25 high schools in Tasikmalaya City participated as participants. This activity demonstrates a significant increase in participants' knowledge, particularly regarding mosquito breeding sites and life cycles. The questionnaire results show that 100% of participants rated the Jumantik application as very helpful for reporting activities at school and as a source of reference. Additionally, 100% of respondents stated that the Jumantik PMR social media account is useful for sharing important information related to Jumantik activities. This program successfully increased PMR members' knowledge about dengue vectors and provided innovative tools such as applications and social media to support jumantik activities in schools.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI NYAMUK VEKTOR PENULAR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Latisa, Alsya; Safitri, Lisdiana Pavila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25362

Abstract

Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit tahunan di Indonesia. 3M plus adalah bentuk gerakan dengan tujuan mencegah penularan penyakit DBD. Gerakan tersebut tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan masyarakat tetapi juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Ekstra kurikuler Palang Merah Remaja (PMR) dapat menjadi penggerak kegiatan 3M ini di lingkungan sekolah dengan menjadikan mereka sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Kegiatan yang dilakukan ini memiliki tujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai nyamuk penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada anggota PMR di Kota Tasikmalaya sehingga diharapkan dapat menjadi jumantik yang baik. Metode yang dilakukan adalah memberikan pre test sebelum dilakukan pemberian materi dan post test setelah dilakukan pemberian materi tentang nyamuk vektor penyakit demam berdarah. Peserta yang menjadi peserta kegiatan berjumlah 70 orang, yang merupakan anggota dan pembina PMR dari 15 Sekolah Menengah Atas di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini melibatkan mitra sebagai koordinator PMR, yaitu SMAN 5 Kota Tasikmalaya. Hasil dari kegiatan ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dari peserta dengan rata-rata 35,7 % setelah dilakukan pemberian materi, yang dibuktikan dengan uji t-test didapat nilai sig (2-tailed) ≤ 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil sebelum dan sesudah pemaparan materi.Abstract: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an annual disease in Indonesia. 3M Plus is a form of movement aimed at preventing dengue fever transmission. This movement should not only take place in the community but also in the school environment. The Youth Red Cross (PMR) extra-curricular activity can be a driving force for 3M activities in the school environment by making them Jumantik (Larvae Monitoring Volunteers). We conducted this activity to enhance the participants' understanding of mosquitoes that spread dengue hemorrhagic fever (DBD) among PMR members in Tasikmalaya City, with the goal of preparing them to become effective jumantiks. The method used was to give a pre-test before giving material and a post-test after giving material about mosquitoes that are vectors of dengue fever. There were 70 participants, who were PMR members and coaches from 15 high schools in Tasikmalaya City. This activity involved partners as PMR coordinators, namely SMAN 5 Tasikmalaya City. The results of this activity are shown by the increase in knowledge of the participants with an average of 35.7% after the presentation of the material, as evidenced by the t-test obtained sig value (2-tailed) ≤ 0.05, which means there is a significant difference in the results before and after the presentation of the material.
GAMBARAN KEBERADAAN DAN IDENTIFIKASI JENTIK NYAMUK Aedes sp DI SEKOLAH DASAR NEGERI KECAMATAN CIBEUREUM KOTA TASIKMALAYA Tirana, Putri Restu; Masofa, Listia Elsa; Virgianti, Dewi Peti; Suhartati, Rochmanah; Khusnul
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 25 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v25i2.1770

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi di Indonesia, termasuk di lingkungan sekolah. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan jentik nyamuk Aedes sp yang berkembang di tempat penampungan air (TPA) di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk, menghitung tingkat kepadatannya melalui HI, CI, BI, dan DF, serta mengetahui nilai Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah dasar negeri wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif metode visual di 17 sekolah dasar. Hasil menunjukkan bahwa 15 sekolah (88,24%) ditemukan positif jentik dan 2 sekolah (11,76%) negatif. Dari total 341 TPA yang diperiksa, sebanyak 37 TPA dinyatakan positif. Nilai HI sebesar 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%, dan DF sebesar 7,3 maka keberadaan jentik nyamuk menunjukkan tingkat kepadatan tinggi. Jenis jentik yang ditemukan meliputi Aedes aegypti sebanyak 287 ekor (81,30%), Aedes albopictus sebanyak 46 ekor (13,03%), dan Culex sp sebanyak 20 ekor (5,66%). TPA yang paling banyak ditemukan dalam kondisi positif yaitu ember WC dan dispenser.