Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye Sustainable Fashion di Akun @dinoaugusto dan Peningkatan Kesadaran Lingkungan Pengguna Media Sosial Instagram Mappe, Ulfa Utami; Sadriani, Andi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.73601

Abstract

Produk fesyen saat ini menjadi kebutuhan bagi masyarakat modern. Penggunaan produk fesyen mestinya secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi, pada realitasnya, penggunaan produk fesyen justru digunakan untuk memenuhi keinginan dan mengikuti trend yang diciptakan oleh pasar sehingga produksi fesyen menjadi sangat cepat atau dikenal dengan istilah fast fashion tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sustainable fashion yang dilakukan di media sosial Instagram @dinoaugusto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Lokus penelitian adalah media sosial Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati pesan, interaksi, dan respon audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye dilakukan di akun media sosial Instagram @dinoaugusto dengan membagikan konten edukasi berupa video mengenai bahaya lingkungan produk fast fashion yang dapat menimbulkan limbah sejak produksi hingga konsumsinya, penggunaan produk fesyen secara bijak dengan memilih produk fesyen yang sustain serta menormalisasi penggunaan produk secara berulang, melakukan konsumsi produk fesyen secara bijak dengan membeli sesuai kebutuhan serta memilih bahan yang ramah terhadap lingkungan. Efek kampanye yang dilakukan terhadap kesadaran lingkungan pengguna instagram yakni audiens pada pengetahuan (mendapatkan pemahaman baru), sikap (tindakan evaluasi), dan perilaku (menerapkan penggunaan produk sustainable fashion).
Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala (KPBMB) Dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Kelurahan Bangkala Kota Makassar Yanti, Diva; Mario, Mario; Mappe, Ulfa Utami
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 13, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.77899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya KPBMB dalam meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala Kota Makassar, 2) Faktor penghambat dari upaya yang dilakukan oleh KPBMB dalam upaya meretensi masyarakat PMI di Kelurahan Bangkala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Untuk dapat mencapai tujuan penelitian, peneliti menggunakan teknik pengambilan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan instrumen penelitian. Penelitian menggunakan triangulasi data sebagai proses pengecekan keabsahan data. Menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknis analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Upaya Kelompok Peduli Buruh Migran Bangkala dalam Meretensi Masyarakat Pekerja Migran Indonesia yang ada di kelurahan Bangkala dilakukan dengan beberapa program pemberdayaan yaitu melalui edukasi dan sosialisasi, pelatihan keterampilan dan pengembangan kewirausahaan. Upaya yang dilakukan hanya berhasil di ikuti secara berkala oleh purna migran dan keluarganya, serta beberapa masyarakat di sekitar Bangkala. (2) Terdapat tantangan yang dihadapi dari upaya yang telah dilakukan yaitu, akses edukasi dan sosialisasi pada purna PMI maupun masyarakat umum hanya bisa didapatkan saat berada di Kelurahan Bangkala dan sosialisasi hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tergabung dalam KPBMB sehingga informasi tidak bisa menjangkau seluruh purna PMI yang ada di Kelurahan Bangkala; Pelatihan keterampilan belum optimal karena keterbatasan kuota peserta yang bisa mengikuti pelatihan; Pengembangan usaha belum optimal dilakukan karena keterbatasan alat dan modal; Kurangnya peran lembaga dalam bantuan administrasi buruh migran.