Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Proselytizing Strategy Of The National Amil Zakat Agency (Baznas) In Sambas District Nazarudin; Firdaus Muhammad; Andi Aderus; Deni Irawan
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3921

Abstract

This study aims to determine the da'wah strategy of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) of Sambas Regency in increasing people's awareness of zakat, optimizing the collection, distribution, and utilization of zakat, and implementing zakat as an instrument of poverty alleviation. This research uses a qualitative approach with descriptive method. The research location is in Sambas Regency, Indonesia, with primary data sources obtained through in-depth interviews with BAZNAS officers, Head and Treasurer of UPZ Sub-district, religious leaders, beneficiary village heads, and zakat recipient communities. Secondary data were obtained from BAZNAS documents, activity reports, poverty statistics, and local policies. The results showed that BAZNAS's da'wah strategy in increasing people's awareness involved a da'wah communication approach, religious education programs, and collaboration with religious leaders. Optimizing zakat management is done through community-based zakat campaigns, utilization of information technology, and implementation of social activities to strengthen social networks. In alleviating poverty, BAZNAS implements a zakat economic empowerment program that is proven to have a positive impact on the independence of mustahik. This research implies that the zakat management model of BAZNAS Sambas Regency can be used as a strategic reference for other regions in Indonesia, especially in building public trust, increasing zakat literacy, and encouraging the transformation of society from mustahik to muzakki in a sustainable manner
The Role of Islam in Strengthening the Family to Countering Radicalism to Support National Resilience in Indonesia Nafis, Andi Ahmad Zahri; Andi Aderus; Darussalam Syamsuddin; M. Napis Djuaeni
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1548

Abstract

This study aims to examine the role of Islam in strengthening family institutions as the primary bulwark in facing the challenges of dangerous Ideologies, destructive Cultures, and destructive Technologies (ICT), which can undermine Indonesia's national resilience. In the era of globalization, the threats of ICT not only target individuals but also have the potential to disrupt the social, cultural, and spiritual order within families. This research employs a descriptive qualitative approach using library study methods, involving an analysis of verses from the Quran, hadith, and relevant Islamic literature regarding education and family development. The findings indicate that Islam possesses a comprehensive value system in shaping families that are strong spiritually, morally, and socially. If Islamic values are consistently implemented within families, they can cultivate a generation with resilient, religious character, and the ability to withstand the negative influences of ICT. Thus, a strong Islamic family is an important foundation in maintaining social stability and supporting national resilience as a whole.
Pluralitas Makhluk dalam Perspektif Teologis: Refleksi atas Keesaan Khalik dalam Keragaman Ciptaan Syaridawati; Andi Aderus; Hamzah Harun
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hakikat pluralitas makhluk dan keesaan Khalik dalam perspektif teologis Islam, serta mengeksplorasi relevansi dan hikmah yang terkandung dalam keduanya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis teks-teks Al-Qur'an, hadis, serta literatur terkait yang membahas konsep teologis, pluralitas, dan peran makhluk dalam menciptakan harmoni hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pluralitas makhluk dan keesaan Khalik saling terkait dalam menegaskan bahwa meskipun alam semesta ini penuh dengan keragaman, semuanya bersumber dari satu Tuhan yang Maha Esa, yakni Allah SWT. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami pluralitas sebagai bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dan dihargai, serta peran penting tauhid dalam membimbing umat manusia menuju hidup yang harmonis dan penuh kedamaian.
Peran Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam Pembentukan Spiritualitas Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung Andi Anugrah Nur Hidayat M; Andi Aderus; Muhammad Amri; Barsihannor; Rahmi D
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali strategi prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam membentuk spiritualitas alumninya. Selanjutanya, untuk mengenali karakteristik spiritualitas alumni, dan untuk mengetehaui sejauh mana nilai-nilai spiritualitas alumni dalam pencegahan penyimpangan perilaku di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif-deskriptif. Pendekatan yang diguanakan adalah fenomenologi, tasawuf, dan psikologis. Sumber data meliputi ketua Prodi, sekretaris Prodi, dan alumni angkatan 2017-2023. Adapaun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner terbuka dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi melalui kurikulumnya pada pembelajaran formal yaitu melalui mata kuliah di kelas secara teoritis, maupun kegiatan nonformal yaitu manaqib dan studi lapangan di berbagai instansi seperti tarekat, yayasan sosial, BNN, sekolah, dan juga rumah sakit. Kegiatan tersebut berperan dalam membentuk spiritualitas alumni, berdasarkan karakteristik spritulitas dari Imam Al-Ghazali. Aspek spritual pertama yakni tazkiyatun nafs dibuktikan dengan muhasabah dan istighfar sehingga dapat dirasakan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Aspek taqarrub ilallah dijalani melalui dzikir, doa, serta ibadah sunnah. Akhlak dan moralpun tercermin dalam sikap menghargai orang lain, pengendalian emosi serta menjaga hubungan sosial dengan berpikir positif. Aspek zuhud cukup tercapai dengan menyeimbangkan kepentingan akhirat dan kebutuhan duniawinya, namun beberapa alumni dalam implementasinya sering kali tertantang oleh kebutuhan materil dan status sosial. Beberapa maqam seperti sabar dan syukur berhasil diterapkan, meski tidak semua maqam tersebut membuahkan ahwal (kondisi batin) yang ideal dalam pengalaman spiritualnya.
Sunni Syiah: Titik Perbedaan dan Kemungkinan Harmonisasi antara Keduanya Andi Eki Dwi Wahyuni; Muhammad Amri; Andi Aderus
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas perbedaan dan potensi harmonisasi antara Muslim Sunni dan Syiah melalui tinjauan pustaka yang komprehensif. Studi ini meneliti akar sejarah perpecahan, menganalisis perbedaan teologis dan yurisprudensial utama, dan mengeksplorasi titik temu dan peluang kerja sama. Dengan menggunakan metode analisis komparatif dan kritis, studi ini mengidentifikasi beberapa kesalahpahaman dan prasangka yang menghambat harmonisasi dan menawarkan rekomendasi untuk membangun jembatan dialog dan kerja sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, terdapat pula potensi harmonisasi yang cukup besar melalui pendekatan inklusif, saling menghormati, dan fokus pada nilai-nilai bersama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara Sunni dan Syiah serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di dunia Islam.
Implementation Of Religious Moderation In Islamic Higher Education Institutions In The Indonesia-Malaysia Border Region Sudianto; Syahruddin Usman; Andi Aderus; Purniadi Putra
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 6 No. 1 (2025): March
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v6i1.3619

Abstract

This research aims to analyze the forms of religious moderation practiced within the environment of the Sultan Muhammad Syafiuddin Islamic Institute of Religion in Sambas, West Kalimantan. As an Islamic higher education institution located in the Indonesia-Malaysia border region, IAIS Sambas has a unique diversity of students coming from various religious and cultural backgrounds. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method, where data is collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis related to institutional policies and activities. The research results show that the implementation of religious moderation at IAIS Sambas is realized through various programs, such as the establishment of interfaith dialogue forums, the integration of pluralism and diversity values into the curriculum, the organization of community activities on religious holidays, and scientific research and publications that support the dissemination of the concept of religious moderation. In addition, this institution actively collaborates with local communities and religious organizations to strengthen social harmony in society. The implications of this research indicate that the approach taken by IAIS Sambas can serve as a model for other higher education institutions, especially in areas with high religious and cultural pluralism, in creating an academic environment that is tolerant, inclusive, and conducive to religious harmony. Thus, this research contributes to the strengthening of the concept of religious moderation as a tool to prevent conflict and build a harmonious society amidst diversity.