Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS DENGAN KUNJUNGAN PASIEN DI PUSKESMAS PERAWATAN KAIRATU KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Abdul Rizal; Hasna Tunny; Tanate Lely
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs.v2iHKN.275

Abstract

Puskesmas dituntut untuk lebih bermutu sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang potensial berkembang di wilayah kerjanya masng-masing. Mutu merupakan gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan pelanggan baik berupa kebutuhan yang dinyatakan maupun kebutuhan yang tersirat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peningkatan mutu puskesmas dengan kunjungan pasien di Puskesmas Perawatan Kairatu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang, metode penarikan sampel adalah accidental sampling. Sampel adalah pasien rawat inap Puskesmas Perawatan Kairatu yang berjumlag 40 orang. Hasil penelitian menunjukan bawah ada hubungan antara kelima dimensi mutu/kualitas pelayanan kesehatan dengan kunjungan pasien yaitu wujud nyata p=0,000, keandalan p=0,004, ketanggapan p=0,000, jaminan kepastian p=0,002, dan empati p=0,001. Melalui penelitian ini Puskesmas Perawatan Kairatu perlu lebih meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap pasien yang datang berobat di ruang perawatan rawat inap dengan memberi pelayanan secara tepat, cepat dan dapat dipercaya serta bersikap baik kepada semua pasien.
Sosialisasi Pengenalan SDKI, SLKI, dan SIKI sebagai Standar Penerapan Asuhan Keperawatan pada Perawat di RUMKIT Tk. II Prof. Dr. J.A. Latumeten Ambon Hasna Tunny; La Rakhmat Wabula
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.671

Abstract

Rumah sakit menjadi fasilitas pelayanan yang menyediakan pelayanan rawat inap, jalan serta darurat. Pelayanan yang diberikan profesi keperawatan yaitu memberikan pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan masih menjadi permasalahan, karena banyak masyarakat yang merasakan ketidakpuasan dan beranggapan kualitas pelayanan yang diberikan belum optimal. Pelayanan keperawatan digunakan dalam memecahkan masalah yang sering disebut pelaksanaan asuhan keperawatan. Standar profesi perawat menyebutkan bahwa daftar diagnosis keperawatan berisikan diagnosis keperawatan yang mengacu pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan daftar keterampilan berisikan intervensi keperawatan yang mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Pengetahuan perawat masih kurang terkait penerapan standar asuhan keperawatan pada SDK, SLKI dan SIKI. Metode yang digunakan yaitu ceramah, Pretest dan post-test.47 perawat mengikuti kegiatan sosialisasi. Hasil ditemukan peningkatan pengetehua setelah sosialisasi pengenalan buku 3 S (SDKI, SLKI dan SIKI) dominan pengetahuan pada kategori baik (77,3%). Akhir kegiatan dilakukan pembagian buku 3 S sebagai bahan referensi penerapan standar asuhan keperawatan.
Evaluasi Penerapan dan Pendokumentasian Standar Asuhan Keperawatan Berdasarkan Buku SDKI, SIKI dan SLKI di RSUD Piru Maluku Hasna Tunny; Windarti Rumaolat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i3.220

Abstract

Abstrak Dalam melaksanakan pelayanan atau asuhan keperawatan, khususnya di Indonesia, perawat harus mendokumentasikan asuhan keperawatan sesuai standar profesi yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Kebijakan terkait penggunaan standar dokumentasi keperawatan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang standar profesi perawat, penyusunan diagnosis keperawatan ditulis atau disusun berdasarkan SDKI, SIKI dan SLKI. Menggunakan metode ceramah (sosialisasi), diskusi dan studi dokumentasi standar asuhan keperawatan berdasarkan referensi SDKI, SIKI dan SLKI. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung selama 1 minggu. Hasilnya terjadi perubahan format pendokumentasuan nursing care planning (NCP), pendokumentasian mengalami peningkatan di ruang bedah mengalami peningkatan 23% dan ruang internal peningkatan sebesar 26,95% setelah penerapan standar asuhan keperatan berdasarkan panduan yang di susun dengan referensi SDKI, SIKI dan SLKI.
Sosialisasi Edukasi Sasaran Keselamatan Pasien (Patient Safety) Pada Perawat di Rumkit Tk. II Dr.Prof. J. A. Latumeten Hasna Tunny; Ireine Tauran
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.908

Abstract

Keselamatan pasien (patient safety) adalah masalah kesehatan yang menjadi perhatian global, tujuan utama keselamatan pasien adalah untuk mencegah hal-hal yang merugikan pasien serta mengatasi dampak yang tidak dapat dihindarkan efek samping. Sasaran keselamatan pasien (patient safety) meliputi identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan obat-obatan yang diwaspadai, memastika lokasi pembedahan, (prosedur dan tepat pasien), mengurangi resiko infeksi dan mengurangi resiko cedera akibat pasien jatuh. Maka berdasarkan analisis Tim Pengabdi di Rumkit Tk. II Dr.Prof. J. A. Latumeten untuk memberikan sosialisasi sasaran keselamatan pasien dengan sasaran adalah perawat dengan metode ceramah dan tanya jawab. Adapun hasil terkait pengetahuan perawat tentang sasaran keselamatan pasien meningkat (post-test) 94%. Pengetahuan dominan baik, pemahaman masing – masing pribadi inilah kemudian diharapkan dapat diimplementasikan dalam asuhan keperawatan pasien dalam mengidentifikasi pasien dengan benar, mengurangi resiko infeksi dengan kepatuhan mencuci tangan 5 moment serta mengurangi resiko cedera lebih baik lagi guna meningkatkan mutu pelayana.
Pengaruh Role Play Bantuan Hidup Dasar terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Pesisir dalam Penanganan Korban Tenggelam Idham Soamole; Windarti Rumaolat; Hasna Tunny
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v8i2.14349

Abstract

  Coastal communities as the first rescuers to provide assistance to drowning victims, it is necessary to understand basic life support for handling drowning victims, this is to prevent mistakes, thus it is necessary to provide counseling by means of role-play regarding basic life assistance. Increase the knowledge of coastal communities in handling drowning victims with the role-play counseling method for basic life support. This research is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The sample is ordinary people living in coastal areas with 30 respondents selected by purposive sampling. The instrument uses questionnaires, leaflets, and power points containing basic life support material. Statistical management uses the Paired Sample T-Test with a significance level of ( 0.05). This study found that the p-value = 0.000 with (α <0.05), meaning that there is an influence of the role-play counseling method on increasing the knowledge of coastal communities in handling drowning victims. Providing counseling using the role-play method is very efficient in increasing knowledge of basic life support for coastal communities in handling drowning victims. 
Pendampingan Penyusunan Panduan Asuhan Keperawatan Berdasarkan SDKI, SLKI dan SIKI Sebagai Standar Penerapan Asuhan Keperawatan Di RSUD Piru Maluku Hasna Tunny; Fathmy Fitriany Soulissa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JPMI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1124

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam melakukan dokumentasi keperawatan. dokumentasi keperawatan dilakukan oleh perawat dimana 57,2% kegiatan perawat adalah melakukan dokumentasi keperawatan di pelayanan primer dan 46,8% kegiatan di rumah sakit perawat melaksanakan dokumentasi keperawatan. Dalam melakukan pendokumentasian, perawat berdasarkan keilmuan masing-masing dengan referensi yang dimiliki terkadang menggunakan refernsi tidak jelas (internet), ruangan tidak memiliki referensi terbaru sebagai standar dan panduan asuhan keperawatan serta tindakan yang terdokumentasi lebih pada tindakan medis. Berdasarkan analisis tim pengabdian masyarakat di RSUD Piru untuk melakukan pendampingan penyusunan standar dan panduan asuhan keperawatan berdasarkan refernsi terbaru yaitu buku 3 S (SDKI, SLKI, SIKI)., dengan sasaran adalah perawat dengan metode ceramah dan diskusi. Terjadi peningkatan pengetahuan setelah penyampaian materi dominan dengan katerorik baik. Tersusun 13 penyakit terbanyak di rumah sakit serta 35 diagnosa keperawatan berdasarkan buku 3 S.
Hubungan Penerimaan Insentif Finansial Dan Interpersonal Antar Perawat Dengan Kinerja Perawat Di RSU Al-Fatah Ambon Hasna Tunny
Journal Pharma Saintika Vol. 7 No. 1 (2023): Oktober : Jurnal Pharma Saintika
Publisher : Program Studi DIII Farmasi Akademi Farmasi Dwi Farma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51225/jps.v7i1.42

Abstract

Nurses are health workers who play an important role in health services. Nurses are required to be committed to carrying out their duties according to competence, but this is not balanced by what they get from the hospital, in this case in the form of incentives.Incentives are a means of motivation that encourages employees to work with optimal abilities, resulting in good performance. Apart from that, interpersonal relationships can also influence performance. Interpersonal relationships have an impact on workload due to less harmonious and emotional interactions between individuals in the environment which can have negative effects that trigger conflict at work. The aim of this research was to determine the relationship between receiving financial incentives and interpersonal between nurses and the performance of nurses at RSU Al-Fatah Ambon.Quantitative research using designCross Sectional. The total sample was 48 nurses in the inpatient room with the sampling technique, namely total sampling with the chi square statistical test. Value statistical test resultsFisher's Exact Testshows receipt of incentives p.value 0.024 <0.05 and interpersonal relationships p.value 0.002 <0.05. This shows that Ha is accepted, where there is a relationship between receiving incentives and nurse performance, and there is an interpersonal relationship with nurse performance at RSU Al-Fatah Ambon.
Sosialisasi dan Simulasi Pemberian Bantuan Hidup Dasar pada Nelayan Dusun Mamokeng Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Hasna Tunny; Ira Sandi Tunny
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JAMSI - Januari 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1040

Abstract

Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan suatu tindakan mempertahankan kepatenan jalan napas dan sirkulasi tanpa membutuhkan alat sehingga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan tindakan yang disingkat DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing, Circulation) (JMS,119). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan simulasi bantuan hidup dasar pada nelayan dusun Mamokeng Negeri Tulehu. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran serta cepatnya respon. Hasil kegiatan masyarakat memahami dan mengerti tentang BHD (bantuan hidup dasar) pada orang yang henti jantung dan henti nafas dengan adanya tanya jawab antara penyuluh dan sasaran serta peningkatan pengetahuan dari Pretest ke Post-test.
Pengaruh Family Psychoeducation Pada Keluarga Terhadap Penurunan Tanda Dan Gejala Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Namlea Mirdat Hitiyaut; Hasna Tunny; Ernawati Hatuwe; Vindi Widiastuti
USADA NUSANTARA : Jurnal Kesehatan Tradisional Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: USADA NUSANTARA
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.658 KB) | DOI: 10.47861/usd.v1i1.104

Abstract

Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menimbulkan pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku yang aneh dan terganggu yang memiliki gejala-gejala positif, seperti waham, halusinasi, disorganisasi pikiran dan bicara, serta perilaku tidak teratur dan gejala-gejala negatif. Skizofrenia membutuhkan tata laksana jangka panjang karena merupakan gangguan yang bersifat menahun (kronis) dan bisa kambuh. Bantuan dapat dilakukan dengan pendekatan model Family Psychoeducation (FPE) pada pasien. Tujuan dari penelitian, untuk mengetahui pemberdayaan keluarga kesehatan jiwa dalam penanganan pasien Skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Namlea. Jenis penelitian pra experimental dengan menggunakan One group Pre testpost test design (tanpa menggunakan kelompok kontrol), dimana peneliti melakukan observasi dan wawancara pada pasien dan keluarga sejumlah15 responden. Hasil penelitian, terdapat pengaruh terapi FPE terhadap penurunan tanda dan gejala pasien Sizofrenia yang meliputi aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan social. Kesimpulan, terapi family psychoeducation sangat efektif terhadap penurunan tanda dan gejala pasien skizofrenia.
Kemampuan Perawat Dalam Menerapkan Patient Centered Care Di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon Hasna Tunny; Dan Tandi; Puput Inggrid Massa
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2022): November: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v2i3.1270

Abstract

Patient-focused services or commonly called Patient Centered Care (PCC) have become the main focus in providing health care today. The PCC concept was first introduced by Picker in 1988 through the Picker Institute Europe in England. Regional General Hospital (RSUD) Dr. M Haulussy Ambon is a hospital that has been accredited and is required to be able to implement PCC in its services. Purpose this study was to determine the ability of nurses to apply PCC at RSUD dr. M. Haulussy Ambon. The research design used is descriptive quantitative using observational. The population in this study were nurses at RSUD Dr. M Haulussy Ambon as many as 302 nurses. The number of samples is 113 respondents. data collection techniques using a questionnaire. Results: Most of the nurses' ability to apply PCC showed good results but there were still a number of PCC dimensions that had sufficient results. The PCC dimensions that get good results are respecting patient choices and assessments, physical comfort, information and education, service coordination, and involving family and friends. It can be concluded that most nurses are capable of implementing PCC.