Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENJADWALAN ULANG UNTUK MENEKAN BIAYA AKIBAT KETERLAMBATAN PROYEK PEMBANGUNAN KAPAL PATROLI Zakki, Ahmad Fauzan; Windyandari, Aulia; Adietya, Berlian Arswendo
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 11, No 1 (2014): Februari
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.082 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v11i1.6320

Abstract

Keterlambatan proyek pembangunan Patroli boat 15 meter 2 (unit) di PT. Mahayala Utama Jakarta dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan karena terjadinya perbedaan metode pembangunan sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan. Critical Path Method digunakan untuk mengkaji ulang tentang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan microsoft project. Hasil dari penjadwalan ulang dapat mengurangi biaya pembangunan kapal. Jalur kritis dapat diketahui dengan penjadwalan ini, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan dalam menyelesaikan permasalahan proyek untuk mempertahankan kulitas dan mutu dari kapal yang dibangun.
STUDI PERANCANGAN GLASS BOTTOM CATAMARAN UNTUK MENUNJANG OBJEK WISATA DIKAWASAN ANAK GUNUNG KRAKATAU Darmawan, Erwin; Adietya, Berlian Arswendo; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.228 KB)

Abstract

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Selain pesona letusan gunungnya,di sekitar perairan Anak Gunung Krakatau terdapat pula pesona keindahan Alam bawah lautnya.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk merancang kapal sebagai pengembembangan pariwisata di objek wisata Anak Gunung Krakatau dengan memperhitungkan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum dan analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini mencakup studi litelatur, studi lapangan, lalu pengolahan data.Hasil perancangan kapal katamaran pariwisata (Mv. Krakatau)ini didapatkan hasilLOA: 20.50 m LWL: 20.1 m, B: 8.50 m, T: 1.55 m, H: 2.9 m. Dan dari perhitungan Hidrostatik,didapat displacement  95.60 ton , Cb: 0.565, LCB: 10 936 m. Dan hasil dari perhitungan stabilitas, yang hasilnya mengindikasikan bahwa kapal mempunyai stabilitas yang stabil, karena titik M selalu berada diatas titik G di segala kondisi. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada gambar rencana umum,kapal mempunyai space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak,peralatan keselamatan,peralatan navigasi dan komunikasi. Untuk hasil analisa kekuatan glass bottom setelah mengalami uji tekan yang mempunyai nilai maksimal terhadap tekanan air sebersar 10 kN,dengan mengalami deformasi sebesar 7 cm. Sedangkan untuk kekuatan glass bottom setelah mengalami uji tarik dengan beban 7 kN,mempunyai nilai deformasi sebesar 0,09 cm
Analisa Stabilitas, Olah Gerak, Motion Sickness Incidence (MSI) dan Motion Induced Interruptions (MII) Kapal Feri Ro-Ro 500 GT, 1100 GT dan 1300 GT di Perairan Aceh Dewi, Intan Koamala; Chrismianto, Deddy; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.837 KB)

Abstract

Faktor kenyamanan dan faktor keselamatan adalah dua aspek penting dalam perancangan kapal terutama kapal penumpang, maka untuk menunjang hal tersebut perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti : stabilitas, olah gerak, motion sickness incidance (MSI) dan motion inducted interruped (MII). Pada penelitian ini analisa menggunakan metode CFD (Compultation Fluid Dynamic) pada kapal Ro-Ro 500 GT, 1100 GT dan 1300 GT yang diaplikasikan di perairan Aceh untuk menentukan kapal yang lebih cocok untuk beroperasi diperairan ini. Analisa ini menunjukan kapal 1300 GT dan 1100 GT memiliki nilai yanglebih unggul pada beberapa aspek, dengan hasil analisa yaitu untuk damage stability semua kapal memiliki indeks A>R, untuk olah gerak kapal yaitu rolling pada setiap kapal mempunyai nilai lebih kecil dari 60, untuk probabilitas slamming kapal 500 GT memiliki nilai yang paling tinggi sebesar yaitu 0,306933 pada kecepatan 5 knot, tinggi gelombang 2,5, sudut datang gelombang 900, untuk probabilitas deck wetness 0,491719 pada kecepatan 5 knot, tinggi gelombang 1,875, sudut datang gelombang 900, untuk MSI yaitu kapal 500 GT memiliki nilai MSI lebih dari 10% pada kecepatan 5 knot, 9 knot dan 13 knot, tinggi  gelombang 2,5 meter, sudut datang gelombang 900, dan untuk MII semua kapal berada pada keadaan possible. 
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR TANK DECK PADA KAPAL (LST) LANDING SHIP TANK KRI.TELUK BINTUNI 7000 DWT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nurayoga, Fasya; Mulyatno, Imam Pujo; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.04 KB)

Abstract

Kapal angkut tank KRI Teluk Bintuni adalah kapal type Landing Ship Tank (LST) milik Departemen Pertahanan yang beroperasi dalam jajaran armada TNI AL untuk wilayah perairan timur Indonesia (ARMATIM) yang di gunakan untuk mendukung dalam operasi militer amfibi. dengan membawa kendaraan, kargo, dan pasukan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk membuktikan bahwa tank deck pada kapal LST.KRI Teluk Bintuni telah memenuhi tegangan ijin dari class yang di gunakannya yaitu Lloyd’s Register sebesar 175 N/mm2. Konstruksi tank deck merupakan konfigurasi struktur berupa Ring Construction yang terdiri dari deck, sekat memanjang, sekat melintang, bottom floor dan side hull yang di analisa menggunakan software finite element (NASTRAN-PATRAN), sehingga dapat diketahui penyebaran tegangan yang terjadi akibat beban muatan, struktur bangunan atas dan pengaruh gelombang air laut. ditinjau dari angka factor keamanan (margine of safety) Kondisi tegangan von mises pada ring construction tank deck pada saat menggunakan variasi muatan kosong pada kondisi air tenang sebesar 65,0 N/mm2, kondisi sagging sebesar 174 N/mm2, kondisi hogging sebesar 158 N/mm2, kemudian saat mengguanakan variasi muatan 10 unit Tank Leopart dan 2 Unit Panzer 2A VBL pada kondisi air tenang sebesar 96,6 N/mm2, kondisi sagging sebesar 170 N/mm2, kondisi hogging sebesar 142 N/mm2, Hasil perhitungan menunjukan tegangan maksimal terjadi saat menggunakan variasi muatan kosong dan kapal dalam keadaan sagging, pada plat deck dan plat side hull yang di tumpu deck transvers di bagian midship sebesar 174 N/mm2.dan nilai deformasi sebesar 8,44 cm. 
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Laminasi Dari Kombinsi Bambu Apus Dan Kayu Meranti Sebagai Material Alternatif Pembuatan Komponen Kapal Kayu Permana, M Saptahadi; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.414 KB)

Abstract

Pengembangan teknologi balok laminasi untuk menjadi bahan alternatif pembuatan kapal kayu pada industri perkapalan. Dalam penelitian ini, balok laminasi dibuat dari kombinasi  bambu apus dan kayu meranti. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat tarik sejajar, kuat tekan tegak lurus, pengaruh variasi, kelas kuat kayu berdasarkan peraturan BKI dan biaya pembuatan balok laminasi dengan variasi persentase bahan (70% kayu 30% bambu, 60% kayu 40% bambu, 50% kayu 50% bambu, 40% kayu 60% bambu, 30% kayu 70% bambu). Penelitian ini mengunakan standar SNI 03-3399-1994 untuk uji tarik dan SNI 03-3960-1995 untuk uji tekan. Hasil dari penelitian laminasi bambu apus dan kayu meranti dengan kadar air 10-14 % dan berat jenis 0,73-0,88 gr/cm3, memiliki nilai rata-rata kuat tarik sejajar sebesar 92,43-127,43 MPa dan nilai rata-rata kuat tekan tegak lurus sebesar 41,64-41,99 MPa. Variasi dengan persentase bahan mempengaruhi nilai kuat tarik, namun tidak pada nilai kuat tekan. Berdasarkan peraturan kapal kayu BKI menunjukkan bahwa laminasi bambu apus dan kayu meranti dapat dikategorikan Kelas Kuat II dan dapat dijadikan material alternatif pembuatan kapal kayu. Berdasarkan analisa ekonomi, variasi paling optimal adalah K30B70, dengan peningkatan 22,49% dari harga kayu meranti dan 34,93% dari harga bambu apus.
PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 7000 DWT SEBAGAI SARANA TOL LAUT UNTUK WILAYAH INDONESIA BAGIAN BARAT Andrian, Agil; Adietya, Berlian Arswendo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.771 KB)

Abstract

Kapal general cargo  adalah kapal yang mengangkut bermacam-macam muatan berupa barang.Barang yang diangkut biasanya merupakan barang yang sudah dikemas. Kapal general cargo dilengkapi dengan crane pengangkut barang untuk memudahkan bongkar-muat muatan. Pada penelitian ini desain ukuran utama kapal didapatkan dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding. kemudian dilakukan pembuatan lines plan, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisa olah gerak kapal yang sesuai dengan standar IMO. Setelah dilakukan analisa dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding yang diambil dari Register Of Ship (Lloyd’s Register) dihasilkan alternatif ukuran utama kapal, yaitu dengan panjang kapal keseluruhan (Loa) = 113 m, panjang kapal (Lpp) = 98 m, lebar kapal (B) = 17 m, tinggi kapal (H) = 8,7 m, sarat kapal (T) = 7,1 m, dan kecepatan kapal (Vd) = 12,2 knot. Pada kecepatan maksimal 12,2 knot hambatan yang di terima sebesar = 254,2 kN dan power sebesar 2458 Hp. Hasil analisa stabilitas diperoleh nilai GZ  maksimum kapal = 7,992 m pada 90 deg dengan nilai GM = 8.941 m. Hasil analisa olah gerak, diperoleh nilai amplitudo pada wave heading 0 dan 180 derajat pada semua kondisi tidak terjadi gerakan rolling. Semua kondisi Pada heading wave180 derajat mempunyai kecepatan gerakan (velocity) heaving yang lebih besar dibanding pada heading 0, 45 dan 90 derajat.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR WINCH TERHADAP TENSION FORCE TALI WARP PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL PP II 29 GT DI KABUPATEN BATANG DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Pratama, Yolanda Adhi; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1286.034 KB)

Abstract

Net Drum adalah bagian dari struktur winch yang merupakan komponen penting dalam proses penangkapan ikan pada kapal ikan. Net drum berfungsi untuk menggulung tali warp dalam proses penangkapan pada kapal ikan. Penelitian ini menganalisa kekuatan net drum yang berfungsi sebagai struktur penahan tali warp yang mempunyai beban muatan ikan saat proses penangkapan ikan yaitu muatan ikan penuh ketika di atas dan di bawah air dan setengah muatan ikan ketika di atas dan di bawah air sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada net drum tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari kedua kondisi pembebanan pada permodelan tersebut. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,73 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000425 cm. Untuk muatan penuh yang sesuai perhitungan, untuk di bawah air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,65 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000342 cm. Untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 1,27 x 106 Pa dengan deformasi sebesar 0,000352 cm. Serta untuk setengah muatan yang sesuai perhitungan, untuk di atas air pada 3 lilitan nilai tegangannya sebesar 8,39 x 105 Pa dengan deformasi sebesar 0,000344 cm.
DESAIN SISTEM PENGGADINGAN PADA STRUKTUR RING STIFFENED PRESSURE HULL Sabaruddin, Alan Tigana; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.475 KB)

Abstract

Trend yang berkembang dalam perancangan kapal selam menunjukkan adanya kebutuhan untuk tingkat kedalaman yang semakin meningkat untuk sektor industri ataupun militer. Pressure hull pada umumnya memiliki konstruksi baja tebal berkekuatan tinggi dengan struktur yang kompleks dan sanggup menerima tekanan tinggi. Desainer harus mengetahui karakter tekuk (buckling) dari pressure hull dan tekanan kritis yang diterima oleh struktur. Penelitian menganalisa pressure hull dengan variasi sistem penggadingan, ketebalan pelat yang digunakan 30 mm dan ukuran profil T yang digunakan. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan buckling analysis akan dilakukan menggunakan software. Berdasarkan hasil analisa pressure hull kapal selam dengan menggunakan konstruksi ring stiffened  maka buckling load factor paling kritis adalah 0,84057. Kedalaman maksimum yang bisa dicapai oleh pressure hull model 1 adalah 126,0855 m, sedangkan pressure hull model 2 adalah 171,106 m dan pressure hull model 3 adalah 129,561 m.
Analisa Tegangan Sistem Perpipaan Filling Shed Pada Terminal LPG Opsico-Pertamina Semarang Berdasarkan Jarak Support Akibat Beban Lingkungan Dengan Metode Elemen Hingga Muhammad, Bakhtiar; Yudo, Hartono; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.798 KB)

Abstract

Perancangan sistem perpipaan yang baik dan aman sangat dibutuhkan untuk menjamin kelangsungan dari proses serta menjamin keamanan. Support pada pipa berfungsi untuk menumpu pipa tersebut dari permukaan tanah yang tidak rata, sehingga dapat membuat posisi pipa tetap stabil dan tidak naik-turun karena perbedaan ketinggian akibat adanya penurunan permukaan tanah. Penelitian ini menganalisa tegangan pipa akibat besarnya jarak antar support serta akibat pembebanan oleh Berat Pipa dan Berat Fluida, Tekanan kerja pada pipa, dan Temperatur kerja pada pipa sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan tesebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM).  Dalam proses analisa menggunakan software Intergraph CAESAR II, kami mendapatkan hasil tegangan dari kondisi Sustained Load (Berat pipa dan Berat Fluida + Tekanan kerja pada pipa) bahwa tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 137892 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 115308.4 kPa. Sedangkan pada kondisi Expansion Load (Temperatur kerja pada pipa) tidak ada segmen node yang melebihi batasan allowable stress yang diijinkan yaitu sebesar 327729 kPa. Tegangan terbesar terdapat pada bagian elbow pipa yaitu node 2118, 3075, 3078, 4078, 5078, 6078, 7078 sebesar 22701.6 kPa. Untuk proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan total hasil tegangan pada pipa yang memiliki jarak support terbesar yaitu 6050 mm pada node 140-150, sebesar 6620 kPa. Sedangkan pada software Intergraph CAESAR II pada node 140-150 memiliki tegangan sebesar 6641.7 kPa untuk kondisi Sustained Load .
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers dengan Variasi Geometri Berbentuk Foil NACA pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan dan Nilai Wake Kapal dengan Menggunakan Metode CFD Lubis, Bobby Parel Antonio; Manik, Parlindungan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal itu sendiri. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran turbulen menjadi aliran laminar menuju baling-baling. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan geometri dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 2 geometri spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 4412 dan NACA 6412 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi foil NACA 6412 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,18 dapat berkurang sebesar 13,728% dari 7,277 N menjadi 6,278 N, hambatan viskositas pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,712% dari 8,235 N menjadi 7,7646 N, dan hambatan gelombang pada Fn 0,18 berkurang sebesar 34,29% dari 1,6428 N menjadi 1,0794 N. Dan dari hasil analisa wake friction, model dengan variasi foil NACA 6412 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,0402% yaitu dari 0,2414 menjadi 0,2388.
Co-Authors A. Bisri, A. A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Adinata, Wahyu Aditya Yuna Adri Zakky Zain Agil Andrian, Agil Agung, Nadiva Putri Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakky Akhmad Syarif Zulfikar Alan Tigana Sabaruddin, Alan Tigana Alfi Fairuz Asna Alfonso Nababan Alief Hidayatulloh Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Ananda Arifin Zul Zihni Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Windyandari Azarine, Dinda Baharuddin Ali, Baharuddin Billy Reynaldo Bintang M.T Sinambela Bunga Profegama Cahyo, Yassin Dwi Dama Nisphal Azis Damayanti, Athalia Dame Kita Ginting Daniel Sahala Putra Panggabean Deddy Chrismianto Dewi, Intan Koamala Dhea Margaretha Didik Haryadi Santoso Dirga Nur Agnesa Eko Sasmito Hadi Elvira Dwi Gustiarini Erwandi Erwandi Erwin Darmawan Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fachry Ramadhan Fachry Ramadhan Fahrizal Amir Faik Kurohman Farhana, Annisa Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Ficotara Wimar Firdaus S.P Gagah Prayogo Wibowo Ganang Adi Baskoro Gani, Erzi Agson Good Rindo Gunawan Gunawan Gustiarini, Elvira Dwi Hanifah, Zaqi Afif Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hartono Yudo Hatadina, Zidan Alriski Putra Heri Triyanto Hermawati, Dinda Widya Herry Santosa I Made Ariana Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra K. Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kurrohman, Faik Kusuma, Cahya Lestari Damanik Lubis, Bobby Parel Antonio Maharani, Afifah Listiyandira Mahendra Guna Satriananta Mayank Faunni Naily Meri Nugraha Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Muchammad Rif’an Fahmi Mufliha, Azza Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad, Bakhtiar Mulyono, Andi Tri Muryadin, Muryadin Nikken Prima Puspita Noer Abyor Handayani Nugraha, Sandy Nuralesa, Suffi Nurazim, Muhammad Nurfi Afriansyah Nurhasmadiar Nandini Nurul Fadhilah Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, M Saptahadi Praditya Utomo Prasetyo Nugroho Raden Mas Radhityo Naramurti Rahma, Suhaila Faiza Rakha, Andrea Putra Rausyan Fikri Reingga Surya Bentara Rismawan Rismawan Risnawan, Novan Ryan Melpin Silaen S, Sutiyo Safitri, Laela Sahlan Sahlan Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel Samuel Sandjaja, Irfan Eko Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sartika Silalahi, Jennifer Evelyn Setto Pramudyo Kusumo Setyanto, Taufiq Arif Shabah, Shava Shavia Sigit Edhi Kurniawan Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Arifin Tanellia Soraya N Tito Adi Nugroho Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Wahyu Ramadhani, Wahyu Wendi Riyandi Weslee, Chalvin Wibowo H.N, Wibowo Wilma Amiruddin wulandari, amalia ika Yahdun, Finodya Yokhebert Natasya Siahaan Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yusup Sobirin