Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perancangan Kapal Katamaran Medium Speed Ro-Pax Untuk Lintas Tanjung Pinang (Kepri) -Tanjung Buton (Riau) Guna Mendukung Konektivitas Antar Daerah Praditya Utomo; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.746 KB)

Abstract

Ro-Pax merupakan singkatan dari Ro-Ro(roll on roll off) dan Pax(passangers) dimana kapal ini adalah kapal yang bisa memuat kendaraan yang berjalan masuk ke dalam kapal dengan penggeraknya sendiri dan bisa keluar dengan sendiri juga serta memiliki fasilitas akomodasi untuk penumpang yang memadai . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain Ro-Pax dengan lambung catamaran dan memiliki kecepatan 20 knot sehingga dapat mempersingkat waktu tempuh. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal membawa muatan kendaran dan penumpang maksimum. Pada tinjauan olah gerak, catamaran medium speed Ro-Pax memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck wetness pada kondisi ombak yang sesuai dengan daerah pelayaran.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Trapesium terhadap Performa Kapal pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Syaiful Arifin; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.593 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui hambatan, nilai wake dan olah gerak kapal dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berbentuk trapesium dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, kecepatan aliran dan nilai wake serta olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model bilga 6 adalah model yang paling optimal mengurangi  hambatan total kapal sebesar 7,358% pada Fn 0,28 dan 9,176% pada Fn 0,36 dengan ukuran lunas bilga 16,5 m x 0,558 m x 0,1575 m, model variasi Model Bilga 1 memiliki nilai wake paling kecil yaitu sebesar 0,18286 dan 0,1550 dengan selisih nilai wake dengan kapal tanpa bilga berkurang 36,898% dan 17,929%, sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga 2, 4, dan 8 yang mengalami penurunan yang sama yaitu 6,05% pada Fn 0,28 dan 8,88% pada Fn 0,36 dari model kapal tanpa bilga, dan untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga 2, 4 ,dan 8 yang mengalami penurunan sebesar 1,89% pada Fn 0,28 dari model kapal tanpa bilga. Dan semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal pada penelitian ini sudah memenuhi standar Tello 2009. 
Perancangan Kapal Selam Wisata dengan Kapasitas 25 Penumpang Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indoensia adalah negara kepulauan dengan 2/3 wilayahnya adalah perairan. Karena  memiliki wilayah perairan yang luas tentu menjadikan wisata bawah laut memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya terumbu karang yang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Dalam upaya meningkatkan potensi wisata bahari di Indonesia, kapal selam wisata dirasa bisa menjadi daya tarik baru untuk dapat menikmati keindahan bawah laut. Pada penelitian ini membahas perancangan kapal dengan metode perhitungan regresi linear sederhana, dengan analisis hambatan, stabilitas dan polygon equilibrium. Sehingga didapatkan ukuran utama kapal berupa LOA = 12.1 m, H = 3.837 m, B = 3.13 m dengan kapasitas penumpang berjumlah 25 orang. Kapal yang memiliki nilai hambatan sebesar 5772.56 N pada kecepatan 3 knots dan memiliki berat 54.62 ton pada saat kondisi menyelam, serta memiliki nilai GZ max = 0.287 m dan Initial GMt = 0.256 m pada sudut oleng 90º yang memenuhi kriteria IMO untuk nilai maksimum GZ dan initial GMt pada saat melakukan docking maupun pengisian udara di permukaan.
Analisa Performance Propeller Tipe B-5 Series Pada Kapal Rumah Sakit Tipe Katamaran Dengan Variasi Nilai Blade Area Ratio (AE/AO) Dan Pitch Ratio (P/D) Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Didik Haryadi Santoso; Berlian Arswendo Adietya; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.65 KB)

Abstract

Kapal Katamaran adalah kapal yang memiliki center of gravity dan center of bouyancy yang cukup tinggi. Maka dari itu, kapal ini membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan getaran yang rendah. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan baling -  baling B-5 series berdiameter 2,01 m, dengan membedakan beberapa aspek yaitu Blade Area Ratio(Ae/Ao) dengan variasi 0.45 , 0.6 , 0.75, dan Pitch Ratio (P/D) dengan variasi 0.6 , 0.8 , 1. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal rumah sakit tipe katamaran dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari kesembilan model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 5 Series model 5 dengan blade area ratio 0,6 dan pitch ratio 0,8 dengan nilai thrust sebesar 52589 N, nilai torque 62877,3 Nm, rata-rata tekanan 59845,05 Pa, kecepatan rata - rata 18,55 m/s, bentuk aliran teratur, serta nilai effisiensi sebesar 0,756
STUDI PERANCANGAN KAPALPARIWISATA TERPADU UNTUK PELAYARAN BANYUWANGI – BALI - LOMBOK Fachry Ramadhan; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 2 (2013): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah wisatawan serta belum adanya transportasi terpadu di Banyuwangi – Bali Lombok menjadi pertimbangan utama dalam mendesain kapal PARIWISATA ini. Desain kapal ini berfungsi untuk liburan alternative. Jadi fungsi utama dari kapal yang digunakan sebagai sarana pariwisata diperlukan rancangan dan dibuat senyaman mungkin dan memiliki fasilitas yang lengkap. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan beberapa langkah dari desain, yang merupakan perhitungan dimensi utama, membuat rencana garis, pengaturan umum, hidrostatik, analisis stabilitas kapal juga gerak kapal. Dan peralatan kapal seleksi, mesin utama sesuai dengan perhitungan sesuai mesin listrik ke resistensi yang dialami oleh kapal. Hasil dari desain kapal ini mendapat dimensi utama LOA: 25,60 m, LWL: 25,2 m, B: 8,40 m, T: 1,55 m, H: 2,7 m. Dari hasil hidrostatik, pariwisata catamaran memiliki ton 95,60 perpindahan, Cb: 0,565, LCB: 10.936 m. Penelaahan terhadap stabilitas, hasil menunjukkan stabilitas kapal memiliki titik, stabil M berada di atas titik G di segala kondisi. Kapal gerak, telah terbukti langkah yang baik, hal itu tidak terjadi wettnes dek Sementara itu, kapasitas penumpang kapal adalah 24persons dengan 13 awak. Kapal itu menggunakan dua penggerak mesin diesel kapal motor dengan daya yang dihasilkan oleh 185 HP.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Balok Laminasi Kayu Keruing Dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Ananda Arifin Zul Zihni; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.058 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di negara Indonesia sangat berkembang pesat, terutama di bidang konsruksi, salah satunya dengan ditemukannya material alternatif pengganti kayu sebagai bahan baku konstruksi, terutama dibidang perkapalan. Pada dunia perkapalan khususnya kapal kayu. Kapal kayu membutuhkan bahan baku dari kayu Sayangnya kayu saat ini sangat mahal dan sulit ditemukan. Oleh karena itu kita perlu inovasi untuk mengganti bahan baku kayu. Dari berbagai bahan laboratorium pengujian, diketahui bahwa bambu memiliki kekuatan tarik yang sangat tinggi, mendekati kekuatan tarik baja struktural. Selain itu, bambu berbentuk pipa, memiliki momen inersia yang besar, namun memiliki bobot yang ringan. Dengan bahaya tekuk lokal cukup rendah dan karakter alami dari bambu ringan dan fleksibel. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kadar air, kekuatan tarik, kuat tekan dari kayu laminasi dalam kombinasi keruing-petung karena perbedaan persentase variasi bahan (70% keruing - 30% petung, 60% keruing - 40 % petung, 50% keruing - 50% petung, 40% keruing - 60% petung, keruing 30% - 70% petung).Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi kayu keruing dengan bambu petung untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat tekan mengacu pada standar SNI 03- 3958- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian tekan memiliki kadar air kering udara rata-rata 10 %, berat jenis sebesar 0.7466g/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan tekan rata-rata sebesar 33.27 Mpa untuk kode k-70 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu, pengujian Tarik memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.7733 g/cm³ mengacu pada kode K-70 (varian paling optimal), dan nilai kuat tarik sebesar 145 MPa. Rekomendasi penggunaan laminasi kayu keruing - bambu petung untuk komponen kapal adalah konstruksi diatas garis air dan geladak, kelas kuat III.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Daya Listrik Peralatan Kesehatan Pada Kapal Rumah Sakit Muchammad Rif’an Fahmi; Berlian Arswendo Adietya; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.716 KB)

Abstract

Dengan adanya perancangan kapal rumah sakit tipe katamaran untuk pelayaran Papua, disini saya akan mencoba membahas tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan wind turbinesebagai konversi daya listrik kapal, sehubungan dengan semakin naiknya harga bahan bakar minyak.Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 15 knot, kecepatan angin 10,16 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 18,95 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbineadalah 180 derajat (arah angin berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 6,4 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 4kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.62 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 162.562.943, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 48.091.476 per tahun.
Perancangan Kapal Kontainer 120 TEU Rute Pelayaran Tanjung Mas – Tanjung Pinang Samuel Rikardo Nainggolan; Berlian Arswendo Adietya; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1062.785 KB)

Abstract

Kapal yang akan dirancang sebagai kapal pengangkut kapas dan plastik  dari Tanjung Mas –Tanjungpinang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal,. Metode perancangan kapal Kontainer ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuannya. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal Kontainer yang  mempermudah pendistribusian kapas dan plastik dan tentunya sesuai dengan karakteristik perairan wilayah Tanjung Mas -Tanjungpinang. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Maxsurf  untuk pemodelan  dan untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 87,90 m, B = 13,50 m, H = 7,30 m, T = 5,4 m, Vs = 13,3 knot, dengan displacement 4757  ton dan Cb = 0,70.
Analisis Pengaruh Variasi Bentuk Lambung Waterline Parabolization Terhadap Hambatan, Arah Dan Kecepatan Aliran (Wake), Serta Olah Gerak Kapal Pada Kapal Kontainer Sunship Eurocoaster Billy Reynaldo; Berlian Arswendo Adietya; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.989 KB)

Abstract

Bentuk lambung sangat penting dirancang dengan baik agar dapat mengurangi hambatan dan mempunyai olah gerak yang baik. Konsep bentuk lambung waterline parabolization dapat mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada kapal dengan penambahan breadth kapal. Meskipun terjadi peningkatan pada breadth kapal, bentuk lambung waterline parabolization dapat menghasilkan cukup pembatalan gelombang untuk mengurangi nilai hambatan total kapal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat beragam model bentuk lambung waterline parabolization kemudian dianalisis hambatan, kecepatan aliran dan nilai wake serta olah gerak kapal. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model variasi 10% adalah model yang paling optimal mengurangi hambatan total kapal sebesar 15,430% pada Fn 0,14, 18,614% pada Fn 0,18, 18,166% pada Fn 0,19, 16,331% pada Fn 0,21, dan 14,644% pada Fn 0,23 dengan ukuran breadth kapal sebesar 12,815 m, model variasi 10%  yang paling optimal mengurangi nilai wake yaitu dengan nilai wake 0,2172, 0,2211 dan 0,2360 dengan persentase selisih nilai wake dengan kapal orisinal berkurang 16,168% , 13,92% dan 5,701%, sedangkan untuk olah gerak kapal nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model variasi 5% yang mengalami penurunan yang sama yaitu 1,08% pada Fn 0,14, Fn 0,18 dan pada Fn 0,21 dari model kapal orisinal, dan untuk nilai vertical acceleration paling rendah terdapat pada model variasi 10% pada Fn 0,14 di sea state 3 yang mengalami penurunan sebesar 4.35% pada wave heading 90°, 3,92% pada wave heading 135°, dan 4.92%pada wave heading 180°dari model orisinal. Semua kondisi hasil analisis olah gerak kapal pada tinggi geombang 0,875 m dan 1,875 m sudah memenuhi standar Nordforsk, namun pada tinggi gelombang 3,25 m RMS roll motion melebihi yang disyaratkan yaitu 6 derajat dan pada tinggi gelombang 1,875 m Fn 0,21 dan 3,25 m di setiap Fn terdapat RMS vertical acceleration melebihi yang disyaratkan yaitu 0,15 g.
Studi Desain Analisa Perbandingan Performance Kapal Perintis 750 DWT dengan Variasi Hull Menggunakan Pelat Datar Nurfi Afriansyah; Berlian Arswendo Adietya; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.878 KB)

Abstract

Salah satu bentuk inovasi untuk mengurangi waktu dan biaya produksi kapal yakni membuat bentuk lambung dengan pelat baja tanpa adanya proses bending. Secara teknis pembuatan lambung dengan metode ini memiliki pengaruh dalam perubahan performa kapal.Maka dari itu perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui perubahan tersebut terhadap performa kapal. Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk membuat desain variasi kapal dengan metode pelat datar yang mengacu pada kapal perintis 750 DWT sebagai desain originalnya, yang nantinya akan dibandingkan nilai performa kapal meliputi; stabilitas, hambatan dan olah geraknya. Untuk perhitungan analisa stabilitas kapal dilakukan dengan menggunakan pendekatan naval architecture commercial software yang mengacu pada kriteria IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3-design criteria applicable to all ships. Dari hasil analisa perbandingan stabilitas pada setiap kondisi operasi kapal secara keseluruhan memenuhi kriteria IMO. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperhatikan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal saat kondisi sarat penuh pada kecepatan dinas(V=12 Knot). Hasil analisa RMS Roll untuk desain original dan modifikasi 1, 2 paling tinggi terdapat pada sudut 900 yaitu 8.96, 8.99 dan 8.32. deg. Sedangkan untuk RMS Pitch kapal terbesar terjadi pada head wave 450 untuk semua kapal, dengan RMS Pitch 1.33, 1.37 dan 1.31 deg.
Co-Authors A. Bisri, A. A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Adinata, Wahyu Aditya Yuna Adri Zakky Zain Agil Andrian, Agil Agung, Nadiva Putri Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakky Akhmad Syarif Zulfikar Alan Tigana Sabaruddin, Alan Tigana Alfi Fairuz Asna Alfonso Nababan Alief Hidayatulloh Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Ananda Arifin Zul Zihni Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Windyandari Azarine, Dinda Baharuddin Ali, Baharuddin Billy Reynaldo Bintang M.T Sinambela Bunga Profegama Cahyo, Yassin Dwi Dama Nisphal Azis Damayanti, Athalia Dame Kita Ginting Daniel Sahala Putra Panggabean Deddy Chrismianto Dewi, Intan Koamala Dhea Margaretha Didik Haryadi Santoso Dirga Nur Agnesa Eko Sasmito Hadi Elvira Dwi Gustiarini Erwandi Erwandi Erwin Darmawan Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fachry Ramadhan Fachry Ramadhan Fahrizal Amir Faik Kurohman Farhana, Annisa Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Ficotara Wimar Firdaus S.P Gagah Prayogo Wibowo Ganang Adi Baskoro Gani, Erzi Agson Good Rindo Gunawan Gunawan Gustiarini, Elvira Dwi Hanifah, Zaqi Afif Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hartono Yudo Hatadina, Zidan Alriski Putra Heri Triyanto Hermawati, Dinda Widya Herry Santosa I Made Ariana Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra K. Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kurrohman, Faik Kusuma, Cahya Lestari Damanik Lubis, Bobby Parel Antonio Maharani, Afifah Listiyandira Mahendra Guna Satriananta Mayank Faunni Naily Meri Nugraha Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Muchammad Rif’an Fahmi Mufliha, Azza Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad, Bakhtiar Mulyono, Andi Tri Muryadin, Muryadin Nikken Prima Puspita Noer Abyor Handayani Nugraha, Sandy Nuralesa, Suffi Nurazim, Muhammad Nurfi Afriansyah Nurhasmadiar Nandini Nurul Fadhilah Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, M Saptahadi Praditya Utomo Prasetyo Nugroho Raden Mas Radhityo Naramurti Rahma, Suhaila Faiza Rakha, Andrea Putra Rausyan Fikri Reingga Surya Bentara Rismawan Rismawan Risnawan, Novan Ryan Melpin Silaen S, Sutiyo Safitri, Laela Sahlan Sahlan Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel Samuel Sandjaja, Irfan Eko Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sartika Silalahi, Jennifer Evelyn Setto Pramudyo Kusumo Setyanto, Taufiq Arif Shabah, Shava Shavia Sigit Edhi Kurniawan Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Arifin Tanellia Soraya N Tito Adi Nugroho Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Wahyu Ramadhani, Wahyu Wendi Riyandi Weslee, Chalvin Wibowo H.N, Wibowo Wilma Amiruddin wulandari, amalia ika Yahdun, Finodya Yokhebert Natasya Siahaan Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yusup Sobirin