Claim Missing Document
Check
Articles

Desain dan Analisis Pengaruh Penggunaan Variasi Bentuk Ballast untuk Meningkatkan Performa pada Navigation Buoy Handayani, Evi; Adietya, Berlian Arswendo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Navigation Buoy atau pelampung adalah struktur yang melayang di permukaan laut sebagai alat petunjuk tentang adanya keberadaan terumbu karang, laut dangkal serta menunjukkan arah rute laut untuk kapal selama berlayar. Berkaitan dengan system operasinya, performa stabilitas dari Navigation Buoy perlu diperhatikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stability dan analisa perbedaan  biaya produksi pada navigation buoy sesudah di desain ulang. Perlakuan yang di berikan adalah penggunaan variasi bentuk ballast dan material ballast. Hasil perhitungan stabilitas nilai GZ max terdapat pada  variasi ballast persegi dengan material steel memiliki sudut 85,9 derajat sebesar 4,566 m dengan luas area senilai 4,796 m.deg. Pada penelitian ini, dapat disimpulkan variasi ballast persegi dengan material steel  memiliki hasil stabilitas yang lebih baik karena menghasilkan performa yang lebih baik. 
Studi Perancangan Sistem Konstruksi dan Analisa Kekuatan Fish Processing Vessel dengan Bentuk Lambung Catamaran pada Perairan Indonesia Nurazim, Muhammad; Zakki, Ahmad Fauzan; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Processing Vessel adalah kapal yang membantu kapal perikanan lain saat berlayar bersama dalam fasilitas hasil penangkapan. Kapal ini memiliki bentuk lambung catamaran yang sudah mempunyai stabilitas, kecepatan, dan efisiensi yang baik. Hal lain yang mempengaruhi desain kapal adalah dalam segi konstruksi dan kekuatan yang harus memenuhi kriteria dan sesuai dengan bebannya. Pada lambung multi-hull terdapat konstruksi sambungan demi hull dengan wet deck yang kritis dan rentan terhadap defleksi. Sehingga penelitian melakukan perancangan jenis konstruksi dan melakukan variasi pada konstruksi wet deck, yaitu konstruki melintang (variasi I) dan memanjang (variasi II). Analisis respon struktur dilakukan pada kondisi air tenang, sagging, dan hogging serta analisis kekuatan batas akibat momen lentur sagging & hogging. Didapatkan hasil pada analisis respon struktur, stress pada variasi II lebih kecil dibanding dengan variasi I dengan presentase 0.15%  pada air tenang, 2.87% pada sagging, dan 4.16% pada hogging. Dan pada analisis kekuatan batas, variasi I lebih cepat mengalami kegagalan dengan tegangan ultimate sebesar 409.3 MPa pada sagging dengan momen -4.44x1011 Nmm dan 428.5 MPa pada hogging dengan momen 5.97x1011 Nmm. Dan pada perhitungan massa, sistem konstruksi varisi II lebih ringan 8.851 ton. Dapat disimpulkan konstruksi variasi II lebih direkomendasikan dibanding konstruksi variasi I.
KARAKTERISASI FISIK BUBUR BAYI INSTAN DARI TEPUNG UBI JALAR UNGU TERFORTIFIKASI ZINK (Zn) Noer Abyor Handayani; Herry Santosa; Berlian Arswendo Adietya; Bunga Profegama; Aditya Yuna
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fortifikasi zink pada bubur instan bayi berbahan dasar tepung ubi jalar ungu diharapkan mampu memberikan inovasi produk yang dapat mengatasi permasalahan defisiensi zink pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi fortifikan inorganic(ZnO) terhadap sifat fisik (penampilan fisik, densitas kamba, dan daya rehidrasi) dari produk instan. Bubur bayi instan yang dihasilkan melalui tahap pembuatan tepung, fortifikasi zink, dan tahap pembuatan bubur bayi instan. Bubur bayi instan tanpa fortifikan digunakan sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan fisik bubur bayi instan tetap memberikan warna ungu sesuai dengan warna alami dari bahan baku. Nilai densitas kamba dan daya rehidrasi dari bubur bayi instan terfortifikasi ZnO (3,5; 4,25; 5,25; dan 6 mg) berturut-turut adalah 0,691; 0,610; 0,606; 0,600 gr/ml dan 2; 2,3; 2,4; 2,2; 2,8 ml/gr. Kata kunci : bubur bayi instan,fortifikasi zink, ubi jalar ungu
Studi Rancang Drillship Perairan Laut Jawa Indonesia Dirga Nur Agnesa; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.038 KB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara didunia yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah,kita sebagai warga indonesia harusnya turun berperan dalam proses ekplorasi terhadap kekayaan alam Indonesia khusunya minyak bumi, Drillship merupakan kapal yang memiliki kemampuan untuk ekplorasi minyak dengan keunggulan yang lebih dibandingkan dengan bangunan offshore lainya. Kemampuan Drillship diantaranya mampu berpindah-pindah tempat karena Drillship ini merupakan alat pengeboran minyak yang berbentuk kapal (kapal yang memiliki alat RIG/ pengeboran). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang Drillship yang mampu untuk membantu dalam proses ekplorasi minyak dan memiliki ukuran utama kapal yang sesuai dengan perairan Indonesia khususnya laut Jawa. Perancangan kapal dengan metode perbandingan, regresi menggunakan software SPSS untuk mendapatkan ukuran utama kapal, untuk pemodelan kapal menggunakan software Rhinoceros dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu LPP = 155,60 m, B = 28,10 m, H = 14,10 m, T = 8,56 m, Vs = 9 knot, DWT = 26793,1m.
STUDI PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 2000 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN JAKARTA - MAKASAR Rausyan Fikri; Berlian Arswendo Adietya; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.334 KB)

Abstract

Kapal general cargo adalah kapal yang mengangkut bermacam-macam muatan berupa barang.Barang yang diangkut biasanya merupakan barang yang sudah dikemas.Kapal general cargo dilengkapi dengan crane pengangkut barang untuk memudahkan bongkar-muat muatan.Pada perancangan ini direncanakan desain lambung kapal. Ukuran utama kapal didapatkan dengan menggunakan metode regresi yang didasarkan pada data 5 kapal pembanding yang di dapat dari korea register of shipping (KRS). Dari ukuran utama yang didapat kemudian dilakukan pembuatan rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisa olah gerak kapal yang sesuai dengan standar  IMO. Dari hasil perencanaan didapat untuk kapal berkapasitas 2000 DWT didapat dimensi kapal dengan panjang antara dua linggi (LPP) 74,87 m, lebar (B) 12,32m, tinggi 7.4 m dan sarat 5.94 m dan coeffisien block (Cb) 0,67 dimensi tersebut kapal memiliki stabilitas yang cukup baik dengan dibuktikannnya kata pass dari hasil running pada program maxsurf stability.
Pengaruh Modifikasi Kapal LCT (Landing Craft Tank) Menjadi Kapal Ferry Terhadap Performa Kapal Muhammad Rahmat Darmawan; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.945 KB)

Abstract

Upaya untuk mencukupi ketersediaan armada angkutan penyebrangan selain memproduksi kapal baru adalah melakukan modifikasi terhadap kapal LCT menjadi jenis kapal ferry. Faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan serta pelaksanaannya yaitu bagaimana pengaruh modifkasi tersebut terhadap performa kapal yang dinilai berdasarkan aspek stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai intact stability dan damage stability pada kondisi kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil analisis intact stability kapal sebelum dan setelah modifikasi telah memenuhi kriteria pada beberapa kondisi load case dengan nilai sudut maksimal GZ tidak kurang dari atau sama dengan 250. Hasil perhitungan analisis damage stability kapal sebelum modifikasi diperoleh nilai Index A sebesar 0.872006 dan nilai Index R  sebesar 0.490257. Sedangkan untuk kapal setelah modifikasi diperoleh 0.992875 untuk nilai Index A dan 0.692279untuk nilai Index R. Hasil tersebut telah memenuhi standar kriteria yang disyaratkan yaitu Index A lebih besar dari Index R (A>R) dengan menggunakan metode pendekatan probabilistik. Hasil penelitian ini, baik intact stability maupun damage stability telah memenuhi ketentuan serta kriteria yang berlaku menurut IMO MSC. 267 (85) dan SOLAS.
Analisa Nilai Thrust Optimum Propeler B4-70, Ka4-70 Dan Au4-59 Pada Kapal Tugboat Pelabuhan Paket-Ii 2x1850hp Dengan Variasi Sudut Rake Menggunakan CFD Gagah Prayogo Wibowo; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.96 KB)

Abstract

Suatu  kapal harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan kecepatan dinas (Vs). Hal ini mempunyai arti bahwa kapal haruslah mempunyai rancangan sistem propulsi yang baik. Salah satu komponen utama sistem propulsi adalah alat penggerak (Propeller), pemilihan alat penggerak yang efektif akan mempengaruhi gaya dorong yang dihasilkan kapal tersebut. Adapun aspek dari sitem propulsi itu sendiri ialah Perencanaan desain Propeller. Propeller merupakan salah satu aspek yang wajib direncanakan dengan baik guna mencapai tujuan fungsi kapal dalam hal kecepatan. Kecepatan pada kapal tidak terlepas dari desain propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong (Thrust) optimal yang dihasilkan oleh gerak propeller. Penelitian ini dibuat pada 18 model tipe dari propeler b-series, k-series dan au-series dengan variasi sudut rake dari 00, 30, 60, 90, 120 dan 150.  Perbedaan  model  mengindikasikan nilai thrust,  torque dan efisiensi yang berbeda sehingga penulis menganalisa masing-masing model  agar  dapat  diketahui  model  dengan  thrust  tertinggi  dan  torque  terendah  dengan  bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam penganalisaan yang dilakukan menggunakan software CFD ANSYS CFX 14.0 menunjukkan dari masing-masing model propeller yang di analisa terdapat perbedaan nilai thrust, torque dan efisiensi yang dihasilkan. Dari hasil analisa  model tersebut, nilai thrust tertinggi dihasilkan pada model Propeller Ka4 70 Series dengan sudut rake 60  dengan nilai sebesar 337206 N. Nilai torque terendah dihasilkan pada model Propeller B4 70 Series dengan sudut rake 120 dengan nilai sebesar  40068,80 Nm, dan mendaptkan Nilai efisiensi tertinggi diperoleh pada model propeller B4 70 sudut rake 150  yaitu sebesar 0,61694956.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI RUANG MUAT KAPAL SELF PROPELLED OIL BARGE SALRA 115 MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA LINEAR DAN NONLINEAR Akhmad Syarif Zulfikar; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.863 KB)

Abstract

SPOB Salra 115 adalah kapal konversi dari kapal LCT Berlian Samudra. Konversi Landing Craft Tank menjadi Self Propelled Oil Barge dilakukan karena LCT tidak dapat digunakan sebagai sarana pengangkut minyak karena tidak memenuhi persyaratan sebagai oil tank dan tertuang dalam kebijakan Direktur Utama/CEO PT. Pertamina Nomor: 754/F34100/2011-SO. Perubahan muatan yang signifikan dari LCT menjadi SPOB membuat perlu adanya analisa ruang muat kapal setelah dikonversi. Analisa menggunakan metode elemen hingga linear dan nonlinear. Hasil analisa berupa tegangan von Mises pada beberapa kondisi pembebanan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara analisa linear dan analisa nonlinear geometri. Untuk membantu penulis dalam menganalisa, penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan melakukan pemodelan dengan 5 kondisi pembebanan pada MSC Patran dan MSC Nastran. Tegangan von Mises terbesar terjadi pada Loading Condition IV dengan kondisi pembebanan Cargo Oil Tank dikosongkan dan kondisi sarat 0,9T, yaitu 5,89 x 107 Pa pada analisa linear statis dan 5,51 x 107 Pa pada anlisa nonlinear statis, hotspot stress terletak pada Longitudinal Bulkhead yang dekat dengan fixed support. Analisa tegangan dengan metode elemen hingga linear statis memiliki nilai tegangan von Mises yang lebih besar dibandingkan nilai tegangan von Mises dengan metode elemen hingga nonlinear statis.
Analisa Pengaruh Pemasangan Bilge Keel dengan Variasi Kecepatan Terhadap Hambatan Gelombang,Viskos dan Gesek serta Olah Gerak dan Stabilitas pada Kapal Ikan Tradisional 70 GT Ganang Adi Baskoro; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.384 KB)

Abstract

Pada studi kasus ini, nelayan di Jawa Tengah menambah kan bilge keel pada kedua sisi lambung kapal ikan tradisional 70 GT. Dalam mindset mereka dengan melakukan modifikasi dan penambahan-penambahan bulb pada kapal, kapal mereka akan menjadi lebih cepat dan mempunyai daya tahan yang lebih baik. Padahal efek yang ditimbulkan dari segi hambatan ataupun stabilitasnya, bisa lebih baik ataupun lebih buruk. Untuk mengetahui efek yang ditimbulkan maka dilakukan analisa terhadap hambatan, olah gerak dan stabilitasnya. Langkah awal adalah melakukan pengukuran langsung terhadap kapal ikan tradisional 70 GT. Setelah mendapatkan dimensi ukuran kapal dan bilge keel dilakukan permodelan pada software autocad dan maxsurf. Selanjutnya dilakukan analisa terhadap kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel untuk hambatan, olah gerak dan stabilitas nya di software maxsurf. Dari hasil analisa hambatan baik hambatan total,gesek,viskos dan gelombang, kapal dengan bilge keel mempunyai performa lebih jelek dari kapal tanpa bilge keel dengan nilai hambatan total 2,99 kN kapal tanpa bilge keel dan 3,3 kN kapal dengan bilge keel pada kecepatan 5 knot. Dari hasil analisa olah gerak nya, kapal ikan tanpa dan dengan bilge keel mampu berlayar pada tinggi gelombang 2 m dilihat dari kriteria yang ditetapkan Tello,2009 dengan nilai rolling tertinggi 5,900 pada sudut 900 dan pitching tertinggi 2,560 pda sudut 00.Dari hasil analisa stabilitas nya, kapal tanpa dan dengan bilge keel mempunyai stabilitas yang baik untuk kondisi I sampai IV sesuai kriteria yang ditetapkan IMO. Secara keseluruhan dari hasil analisa menggunakan software maxsurf baik hambatan, olah gerak maupun stabilitasnya, antara kapal tanpa bilge keel dan kapal dengan bilge keel mempunyai selisih nilai yang kecil. 
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Pada Balok Laminasi Kayu Meranti Merah dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Prasetyo Nugroho; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.423 KB)

Abstract

Permintaan kayu yang sangat meningkat, khususnya di negara Indonesia yang merupakans alah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan kayu. Indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi kapal kayu. Dimana kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam mengatasi permintaan kayu, maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat tarik, kuat tekan dari laminasi bambu petung kombinasi kayu meranti merah akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% meranti merah, 60% petung - 40% meranti merah, 50% petung - 50% meranti merah, 40% petung – 60% meranti merah, 30% petung - 70% meranti merah). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi meranti merah untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar SNI 03-3399-1994 dan uji kuat Tekan mengacu pada standar SNI 03-3958-1995. Hasil penelitian untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 10%, berat jenis terbesar 0.7553gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 168,27 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu pengujian Tekan memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.6338 gr/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan Tekan rata-rata sebesar 40,20 MPa untuk kode TK.7.3 (varian paling optimal). 
Co-Authors A. Bisri, A. A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Adinata, Wahyu Aditya Yuna Adri Zakky Zain Agil Andrian, Agil Agung, Nadiva Putri Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakky Akhmad Syarif Zulfikar Alan Tigana Sabaruddin, Alan Tigana Alfi Fairuz Asna Alfonso Nababan Alief Hidayatulloh Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Ananda Arifin Zul Zihni Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Windyandari Azarine, Dinda Baharuddin Ali, Baharuddin Billy Reynaldo Bintang M.T Sinambela Bunga Profegama Cahyo, Yassin Dwi Dama Nisphal Azis Damayanti, Athalia Dame Kita Ginting Daniel Sahala Putra Panggabean Deddy Chrismianto Dewi, Intan Koamala Dhea Margaretha Didik Haryadi Santoso Dirga Nur Agnesa Eko Sasmito Hadi Elvira Dwi Gustiarini Erwandi Erwandi Erwin Darmawan Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fachry Ramadhan Fachry Ramadhan Fahrizal Amir Faik Kurohman Farhana, Annisa Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Ficotara Wimar Firdaus S.P Gagah Prayogo Wibowo Ganang Adi Baskoro Gani, Erzi Agson Good Rindo Gunawan Gunawan Gustiarini, Elvira Dwi Hanifah, Zaqi Afif Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hartono Yudo Hatadina, Zidan Alriski Putra Heri Triyanto Hermawati, Dinda Widya Herry Santosa I Made Ariana Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra K. Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kurrohman, Faik Kusuma, Cahya Lestari Damanik Lubis, Bobby Parel Antonio Maharani, Afifah Listiyandira Mahendra Guna Satriananta Mayank Faunni Naily Meri Nugraha Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Muchammad Rif’an Fahmi Mufliha, Azza Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad, Bakhtiar Mulyono, Andi Tri Muryadin, Muryadin Nikken Prima Puspita Noer Abyor Handayani Nugraha, Sandy Nuralesa, Suffi Nurazim, Muhammad Nurfi Afriansyah Nurhasmadiar Nandini Nurul Fadhilah Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, M Saptahadi Praditya Utomo Prasetyo Nugroho Raden Mas Radhityo Naramurti Rahma, Suhaila Faiza Rakha, Andrea Putra Rausyan Fikri Reingga Surya Bentara Rismawan Rismawan Risnawan, Novan Ryan Melpin Silaen S, Sutiyo Safitri, Laela Sahlan Sahlan Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel Samuel Sandjaja, Irfan Eko Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sartika Silalahi, Jennifer Evelyn Setto Pramudyo Kusumo Setyanto, Taufiq Arif Shabah, Shava Shavia Sigit Edhi Kurniawan Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Arifin Tanellia Soraya N Tito Adi Nugroho Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Wahyu Ramadhani, Wahyu Wendi Riyandi Weslee, Chalvin Wibowo H.N, Wibowo Wilma Amiruddin wulandari, amalia ika Yahdun, Finodya Yokhebert Natasya Siahaan Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yusup Sobirin