Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI RESPON FLOATING CAGE NET TERHADAP GAYA ARUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Gunawan Gunawan; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.575 KB)

Abstract

Kebanyakan para petani ikan memiliki kekhawatiran besar tentang daya tahan struktur budidaya laut dalam melawan gelombang badai dan arus. Dengan demikian, dinamika perilaku system jarring floating cage, telah menjadi topik yang sangat penting dalam penelitian dinamika struktur jarring dalam menerima beban terutama arus. Formulasi gaya drag yang disebabkan oleh sifat material, ukuran mata jaring, dan kecepatan. Model elemen hingga (FEM) penelitian jaring perlu dilakukan dalam budidaya perikanan dengan mengembangkan elemen jaring untuk mengatasi komputasi masalah interaksi dan karakteristik analisis dinamik struktur pada model jaring terhadap gaya eksternal seperti arus. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung pembebanan total gaya arus pada jarring terhadap variasi kecepatan. Analisa menggunakan software berbasis elemen hingga MSC. Patran. Analisa yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Static Analysis dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan struktur floating cage net setelah mengalami beban arus, karakteristik tegangan dan deformasi, serta letak tegangan terbesar pada floating cage net. Berdasarkan analisis perhitungan dengan program komputasi berbasis elemen hingga MSC. Patran diperoleh nilai tegangan dan deformasi terbesar terjadi pada kondisi pembebanan gaya arus sebesar 0.0030 N dengan angka displasment tegangan 6,66 E-5 Pa pada model floating cage net bentuk kotak, dan displasment tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter diukur dari permukaan air, serta tegangan 1,26 E-4 Pa pada model floating cage net bentuk silinder dan tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter dari permukaan air. Sedangkan untuk nilai deformasi terbesar yaitu 1,26 E-4 meter pada model floating cage net bentuk silinder dan 6,66 E-5 meter pada pada model floating cage net bentuk kotak.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI JACKET PLATFORM TERHADAP BEBAN GRAVITASI DAN INTERFERENSI LINGKUNGAN DI PERAIRAN MADURA MENGGUNAKAN FEM Veriyanto Veriyanto; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.223 KB)

Abstract

Struktur jacket platform adalah sebuah konstruksi ataupun bangunan lepas pantai terpancang yang di bangun di wilayah territorial offshore untuk mendukung proses eksploitasi ladang minyak dan gas termasuk fasilitas serta keselamatan operasional di atas air selama waktu operasional dalam keadaan kondisi operasi maupun badai. Panjang jacket yang akan dikaji adalah 144 ft dengan kedalaman 131 ft. Pemodelan sttruktur jacket platform, beban lingkungan dan analisa menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Arah datangnya beban lingkungan (angin, gelombang, dan arus) termasuk dalam kategori asimetris yang dibagi menjadi 12 macam yaitu : 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, 180o, 210o, 250o, 280o, 300o, 330o. Dari hasil analisa software, kita dapat menyimpulkan bahwa nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi operasi adalah 0,78 pada member LG 5. Nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi badai adalah 0,96 pada member LG 5. Dari hasil analisa pada kondisi operasi maupun badai bisa disimpulkan bahwa jacket platform masih dalam keadaan aman serta masih memenuhi dari ketentuan API RP2A WSD dengan nilai UC (Unity Check) ≤ 1.00.
Desain dan Analisis Pengaruh Penggunaan Variasi Bentuk Ballast untuk Meningkatkan Performa pada Navigation Buoy Evi Handayani; Berlian Arswendo Adietya; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Navigation Buoy atau pelampung adalah struktur yang melayang di permukaan laut sebagai alat petunjuk tentang adanya keberadaan terumbu karang, laut dangkal serta menunjukkan arah rute laut untuk kapal selama berlayar. Berkaitan dengan system operasinya, performa stabilitas dari Navigation Buoy perlu diperhatikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stability dan analisa perbedaan  biaya produksi pada navigation buoy sesudah di desain ulang. Perlakuan yang di berikan adalah penggunaan variasi bentuk ballast dan material ballast. Hasil perhitungan stabilitas nilai GZ max terdapat pada  variasi ballast persegi dengan material steel memiliki sudut 85,9 derajat sebesar 4,566 m dengan luas area senilai 4,796 m.deg. Pada penelitian ini, dapat disimpulkan variasi ballast persegi dengan material steel  memiliki hasil stabilitas yang lebih baik karena menghasilkan performa yang lebih baik. 
Analisa Gaya Angkat dan Hambatan pada Dihedral Surface Piercing Hydrofoil Katamaran Menggunakan Metode CFD (Computational Fluid Dynamic) Dama Nisphal Azis; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.868 KB)

Abstract

Seiring pertumbuhan industri transportasi laut, semakin banyak pula teknologi yang dikembangkan agar transportasi laut yang dibuat memiliki tingkat kenyamanan yang tinggi dan memenuhi kebutuhan efisiensi waktu. Kapal katamaran memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan monohull yaitu menghasilkan hambatan lebih kecil, stabilitas lebih baik, dan memiliki deck yang luas. Kemudian kapal katamaran dikembangkan lagi menjadi kapal hydrofoil yang bertujuan untuk mengurangi hambatan. Hydrofoil adalah sebuah kapal dengan bagian sayap yang dipasang pada penyangga di bawah lambung kapal yang dapat menghasilkan gaya angkat pada lambung kapal sehingga pada saat kapal mencapai kecepatan tinggi, hambatan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dihedral foil yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic(CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai hambatan untuk berbagai variasi dihedral foil. Nilai hambatan total dapat diperkecil  hingga 38,53% sehingga penggunaan EHP lebih menghemat 61,5% dibandingkan dengan EHP kapal original. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,042.
Analisa Teknisdan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Energi Pada Kapal Ikan Yang Menggunakan Sistem Pendingin Refrigrated Sea Water Reingga Surya Bentara; Berlian Arswendo Adietya; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.891 KB)

Abstract

Semakin menipisnya ketersediaan sumber energi mengakibatkan harga bahan bakar minyak menjadi tinggi. Yang berdampak pada  dunia perkapalan, karna merupakan salah satu armada transportasi yang juga menggunakan bahan bakar minyak. Berangkat dari permasalahan tersebut, tugas akhir ini mencoba menghadirkan satu solusi untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dengan menggunakan wind turbine untuk mensuplai kebutuhan system pendingin pada kapal ikan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 9 knot, kecepatan angina 10,159 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 13,57 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbine (angle of attack, α) adalah 180̊ (arah angina berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 3,5 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 8 kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.406 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 156.257.920, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 104.564.650 per tahun
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Segitiga Berlubang Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Muhammad Rynaldi; Eko Sasmito Hadi; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan Apung sangatlah identik dengan industri lepas pantai atau offshore. Pontoon menjadi salah satu upaya untuk memanfaatkan energi gelombang laut. Gerakan ponton akan berpengaruh terhadap daya yang akan dihasilkan sehingga perlu dilakukan penelitian menggunakan teknologi Heave plates. Heave plates digunakan sebagai penunjang stabilitas pada floating offshore wind platforms . Penelitian ini dilakukan di towing tank di laboratorium hidrodinamika teknik perkapalan Universitas Diponegoro menggunakan alat berupa Arduino untuk mikrokontroller, sensor HS-SR04 untuk mengukur tinggi gelombang dan heaving, sensor MPU untuk mengetahui pitching dan rolling, load cell untuk mengetahui beban heaving, dan juga Xbee S2C sebagai komunikasi dari Arduino ke PC (wireless). Pengujian dilakukan pada ponton prisma segi enam dengan variasi heave plate segitiga dengan jumlah lubang 3 (variasi HP 1 dan HP 5), lubang 4 (variasi HP 3 dan HP 4) dan Lubang 5 (variasi HP 2 dan HP 6) masing – masing memiliki diameter 20mm dan 30mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai maksimal heaving berada pada 28mm, nilai maksimal pitching pada 13o dan nilai maksimal rolling pada 8o, lebih kecil dibandingkan dengan nilai pitching dan rolling pada heave plate segitiga polos. Penambahan heave plate segitiga berlubang memberikan efek lebih baik terhadap gerakan pitching dan rolling.
Analisa Pengaruh Penambahan Grothues Spoilers Dengan Variasi Posisi Spoiler Pada Kapal Perintis 750 DWT Terhadap Hambatan Dan Nilai Wake Kapal Dengan Menggunakan Metode CFD Dame Kita Ginting; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia perkapalan semakin maju seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini bertujuan agar performa kapal dapat ditingkatkan menjadi lebih baik, salah satunya yaitu dengan mengurangi nilai hambatan dan wake. Wake merupakan perbandingan antara kecepatan air yang melewati baling-baling dengan kecepatan kapal dinas kapal. Perancangan Grothues Spoilers pada bagian buritan kapal dapat mengarahkan aliran air menuju baling-baling dari aliran turbulen menjadi aliran laminar. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan nilai hambatan dan wake kapal yang lebih baik setelah dilakukan penambahan Grothues Spoilers dengan memvariasikan posisi dari spoiler tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD) dengan memvariasikan 5 posisi  spoiler berbentuk foil NACA yaitu NACA 6409 terhadap model 3D kapal perintis 750 DWT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan grothues spoilers dengan variasi posisi 1 foil NACA 6409 merupakan hasil yang paling optimal dalam mengurangi hambatan. Dimana pada hambatan total pada Fn 0,26 dapat berkurang sebesar 5,9548% dari 11,772 N menjadi 11,071 N, hambatan viskositas pada variasi posisi 1 dapat berkurang sebesar 5,8931% dari 8,235 N menjadi 7,7497 N, dan hambatan gelombang pada variasi posisi 1 berkurang sebesar 6,0948% dari 3,537 N menjadi 3,3213 N. Dan dari hasil analisa wake fraction, model dengan variasi posisi 1 juga menjadi model yang paling optimal dalam mengurangi nilai wake, dimana pada kecepatan dinas nilai wake mengalami penurunan sebesar 1,075% yaitu dari 0,237 menjadi 0,234.
Analisa Perbandingan Propeller Berdaun 4 Pada Kapal Trimaran Untuk Mengoptimalkan Kinerja Kapal Menggunakan Metode CFD Adri Zakky Zain; Berlian Arswendo Adietya; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.156 KB)

Abstract

Baling – baling pada kapal trimaran  membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling – baling yang dapat memberikan gaya dorongan besar dengan hasil kecepatan yang tinggi. Maka desain baling – baling harus memiliki nilai thrust besar, nilai tekanan rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini membandingkan 3 jenis baling -  baling berdaun 4 yaitu B-4series, Au – 4 Outline Gawn Series dan Kaplan-4 series dengan menyamakan beberapa aspek yaitu diameter, sudut skew, dan pitch. Sehingga didapatkan jenis baling – baling yang paling cocok untuk kapal trimaran KRI klewang II, dengan bantuan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD,  kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari ketiga  model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B-4  Series pada Rpm 450 dengan nilai thrust  28213,92 N, nilai torque 6591,75  N.m, nilai rata-rata pressure 8098,56 Pa dan aliran turbulensi dengan nilai kecepatan aliran rata - rata 17,95 m/s.
KAJIAN TEKNIK KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT 2 x 800 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Lestari Damanik; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.553 KB)

Abstract

Kapal TugBoat 2 x 800 HP adalah tipe kapal tunda (Tugboat) yang beroperasi pada wilayah perairan Jakarta yang dapat dioperasikan di Pelabuhan, Pelayaran Pantai dan cocok untuk kegiatan penundaan kapal dengan fungsi menarik, mendorong dan menggandeng serta dapat digunakan untuk kegiatan SAR bahkan untuk penanggulangan tumpahan minyak baik di laut ataupun di area pelabuhan. Adanya beban tarik terhadap maindeck kapal Tugboat mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan pada daerah sekitar towing hook dan towing winch yang dapat menimbulkan banyak masalah seperti kerusakan, deformasi, keretakan, dll. Sehingga dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM) pada daerah yang mengalami tegangan tersebut. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat berdasarkan empat variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge, light weight barge + dead weight barge, sagging (full load), dan hogging (full load). Adapun hasil analisa dan perhitungan nilai tegangan tertinggi dengan kajian pressure yang terjadi saat kapal Tugboat melakukan gerakan menarik adalah saat pembebanan full load kondisi kapal sagging yakni sebesar 78,30 N/mm2 yang terletak pada frame 15. Sedangkan untuk nilai pembebanan light weight barge sebesar 35,20 N/mm2, pembebanan full load sebesar 77,80 N/mm2 ,dan pembebanan full load kondisi hogging sebesar 77,70 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan (400 N/mm2) maupun safety factor (195,05 N/mm2) standart BKI, dimana nilai FS > 1 (aman).
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Dan Jumlah Fin Pada Centerbulb Terhadap Olah Gerak Kapal Dan Wake Kapal Katamaran Mv. Laganbar Ficotara Wimar; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesain merupakan tahap awal dalam membangun sebuah kapal. Oleh karena itu, butuh perencanaan dan perhitungan yang tepat salah satunya dalam hal olah gerak dan wake. Olah gerak merupakan respon kapal terhadap pengaruh dari luar seperti gelombang. Sedangkan wake merupakan perbandingan antara kecepatan yang direncanakan terhadap kecepatan fluida pada baling-baling dibawah air. Berdasarkan beberapa penelitian, permasalahan pada kapal ikan yaitu tingginya nilai amplitudo pitching maupun rolling kapal. Karena itu, penelitian ini mencoba menambahkan variasi geometri dan jumlah fin pada centerbulb untuk melihat pengaruhnya terhadap olah gerak dan wake. Dalam penelitian ini untuk menyelesaikan permasalahan yang ada yaitu dengan melakukan permodelan kapal pada maxsurf modeler dan rhinoceros. Kemudian, untuk menganalisa olah gerak dibantu dengan software ansys aqwa dan untuk menganalisa wake digunakan software tdyn. Hasil penelitian olah gerak menunjukkan dari keseluruhan sudut datang gelombang dan Fn, model 7 yang paling optimal dalam mengurangi RMS rolling motion sebesar 0,25% dari model original. Namun, model ini belum dapat mengurangi nilai heave acceleration maupun RMS pitching motion. Adapun hasil analisa wake menunjukkan perbedaan letak koordinat point dapat mengoptimalkan fungsi pada variasi model, terlihat pada letak sebelum modifikasi hanya dapat mengurangi nilai pada Fn 0,13 ; 0,26 ; 0,39. Pada Fn 0,13 model 6 mengurangi nilai wake 2,90%. Juga pada Fn 0,26 model 4 mengurangi 2,51%. Pada Fn 0,39 model 17 mengurangi nilai wake 0,06%. Sedangkan pada letak setelah modifikasi dapat mengurangi nilai pada seluruh Fn. Pada Fn 0,13 model 12 mengurangi nilai wake sebesar 1,54%. Juga pada Fn 0,26 model 10 mengurangi hingga 11,55%. Pada Fn 0,39 model 6 mengurangi nilai wake sebesar 6,36%. Kemudian, pada Fn 0,52 model 14 optimal mengurangi nilai wake hingga 15,32%. Model yang optimal pada letak ini yaitu model 5 dikarenakan dapat mengurangi nilai pada keseluruhan Fn meskipun tidak signifikan (0,12-0,56%). Dari kedua letak tersebut, model yang optimal (6, 4, 17, 12, 10 dan 5) memiliki kesamaan karakter, yaitu berbentuk sirip.
Co-Authors A. Bisri, A. A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Adinata, Wahyu Aditya Yuna Adri Zakky Zain Agil Andrian, Agil Agung, Nadiva Putri Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakky Akhmad Syarif Zulfikar Alan Tigana Sabaruddin, Alan Tigana Alfi Fairuz Asna Alfonso Nababan Alief Hidayatulloh Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Ananda Arifin Zul Zihni Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Windyandari Azarine, Dinda Baharuddin Ali, Baharuddin Billy Reynaldo Bintang M.T Sinambela Bunga Profegama Cahyo, Yassin Dwi Dama Nisphal Azis Damayanti, Athalia Dame Kita Ginting Daniel Sahala Putra Panggabean Deddy Chrismianto Dewi, Intan Koamala Dhea Margaretha Didik Haryadi Santoso Dirga Nur Agnesa Eko Sasmito Hadi Elvira Dwi Gustiarini Erwandi Erwandi Erwin Darmawan Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fachry Ramadhan Fachry Ramadhan Fahrizal Amir Faik Kurohman Farhana, Annisa Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Ficotara Wimar Firdaus S.P Gagah Prayogo Wibowo Ganang Adi Baskoro Gani, Erzi Agson Good Rindo Gunawan Gunawan Gustiarini, Elvira Dwi Hanifah, Zaqi Afif Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hartono Yudo Hatadina, Zidan Alriski Putra Heri Triyanto Hermawati, Dinda Widya Herry Santosa I Made Ariana Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra K. Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kurrohman, Faik Kusuma, Cahya Lestari Damanik Lubis, Bobby Parel Antonio Maharani, Afifah Listiyandira Mahendra Guna Satriananta Mayank Faunni Naily Meri Nugraha Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Muchammad Rif’an Fahmi Mufliha, Azza Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad, Bakhtiar Mulyono, Andi Tri Muryadin, Muryadin Nikken Prima Puspita Noer Abyor Handayani Nugraha, Sandy Nuralesa, Suffi Nurazim, Muhammad Nurfi Afriansyah Nurhasmadiar Nandini Nurul Fadhilah Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, M Saptahadi Praditya Utomo Prasetyo Nugroho Raden Mas Radhityo Naramurti Rahma, Suhaila Faiza Rakha, Andrea Putra Rausyan Fikri Reingga Surya Bentara Rismawan Rismawan Risnawan, Novan Ryan Melpin Silaen S, Sutiyo Safitri, Laela Sahlan Sahlan Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel Samuel Sandjaja, Irfan Eko Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sartika Silalahi, Jennifer Evelyn Setto Pramudyo Kusumo Setyanto, Taufiq Arif Shabah, Shava Shavia Sigit Edhi Kurniawan Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Arifin Tanellia Soraya N Tito Adi Nugroho Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Wahyu Ramadhani, Wahyu Wendi Riyandi Weslee, Chalvin Wibowo H.N, Wibowo Wilma Amiruddin wulandari, amalia ika Yahdun, Finodya Yokhebert Natasya Siahaan Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yusup Sobirin