Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN BAHASA INGGRIS BAGI PENGELOLA HOMESTAY KAMPUNG ULOS HUTA RAJA Sandra Maleachi; Juliana Juliana; Rosianna Sianipar; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15200

Abstract

Kompetensi Bahasa Inggris berperan sangat penting dalam pengembangan desa wisata. Kompetensi tersebut berdampak pada kualitas pelayanan, sebagai contoh, dapat memudahkan komunikasi antara pelaku pariwisata dengan para wisatawan yang mengujungi suatu daya tarik wisata, penjelasan obyek wisata kepada penutur berbahasa Inggris, dan promosi suatu obyek wisata ke seluruh dunia. Pengelola homestay harus memiliki kemampuan berkomunikasi bahasa Inggris yang mumpuni demi kelancaran dan kesuksesan pelayanan wisatawan di desa wisatanya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analsis kebutuhan di Kampung Ulos Huta Raja, yang walaupun hanya berfokus pada pelatihan bahasa Inggris pariwisata saja namun bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM di Kampung Ulos Huta Raja. Adapun kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan pemateri adalah Dosen Bahasa Inggris Pariwisata di Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi pengelola homestay di Kampung Ulos Huta Raja dengan topik dan metode yang telah ditentukan. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre tes dan pos tes. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan upaya yang baik dalam menyusun rundown yang terstruktur, menyediakan materi yang relevan, dan melibatkan peserta secara aktif. Evaluasi positif ini dapat dijadikan dasar untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kegiatan serupa di masa mendatang.
PREFERENSI GENERASI Z DALAM MEMBELI MINUMAN UKURAN VENTI DI STARBUCKS HARAPAN INDAH BEKASI BARAT Kevin Gustian Yulius; Cherish Chriselina; Davin Darmadi; Rosianna Sianipar
Journal of Tourism Destination and Attraction Vol 11 No 1 (2023): Journal of Tourism Destination and Attraction
Publisher : Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/tourism.v11i1.4696

Abstract

Coffee is a famous Indonesia’s export commodity since the Dutch colonial era. The spread of coffee culture throughout the world was divided into waves, first, second and third. The second wave was marked by the existence of large businesses or cafes selling espresso-based drinks and spreading Italian culture, namely Starbucks. Famous for its complex pricing strategy that causing decoy effect on consumers. Consumers are presented with menu choices with asymmetrical prices, the larger the size of the product. This study seeks to analyze the factors that influence the decision to purchase Venti sized drinks, or the largest size at Starbucks Harapan Indah in Generation Z, which is Starbucks' biggest market. The results show that behavioral intention and price fairness have a significant influence on Generation Z's decision to buy Venti-sized drinks. However, price fairness influences it negatively, presumably because Generation Z does not consider price that much when purchasing something and does not yet have spending power. The decoy effect often has negative effects on the younger generation such as obesity and other diseases. Starbucks must pay attention to ethics in selling its products, and the government must supervise the sale of food or beverage products that contain high sugar. Keywords: Generation Z, Purchase Decision, Venti Sized Beverage
SOSIALISASI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BAGOT Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Rosianna Sianipar; Nove Bernedeta Sitorus; Rudy Pramono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15985

Abstract

Desa Wisata Bagot merupakan salah satu desa wisata yang berada di Pulau Samosir, yang berada di Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan. Desa ini dibentuk oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), diresmikan oleh Bupati Kabupaten Samosir dan kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara pada hari Jumat, 11 September 2022. Desa Wisata Bagot sudah tergolong desa wisata maju. Sesuai dengan namanya, desa wisata ini menawarkan aktivitas unik yaitu menikmati produk olahan nira yang disebut bagot. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi tentang pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot. Hal ini akan berguna bagi masyarakat dan pengelola sehingga dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Desa Bagot dapat memberikan dampak yang berlanjut di bidang ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan di Desa Wisata Bagot. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemateri adalah Dosen yang memahami tentang pariwisata berkelanjutan di Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Sosialisasi ini dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre tes dan pos tes. Pelaksanaan PKM ini akan dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot dengan materi dan metode sebagai berikut: definisi Pariwisata Berkelanjutan, menjelaskan konsep pariwisata berkelanjutan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip-prinsip Pariwisata Berkelanjutan: menguraikan prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti konservasi alam, pengembangan masyarakat lokal, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Seluruh data menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pariwisata berkelanjutan. Hal ini menandakan keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat dalam mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot.
PELATIHAN HYGIENE DAN SANITASI BAGI PELAKU USAHA KULINER DI DESA WISATA HUTA SIALLAGAN SAMOSIR Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16081

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagaimana menjaga kebersihan/hygiene bagi pelaku usaha makanan dan minuman serta bagaimana menjaga sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiata pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Hal ini diperlukan sebagai peningkatan mutu pelayanan terhadap pengunjung dalam hal kebersihan makanan dan minuman. Berdasarkan analisis situasi dapat teridentifikasi bahwa hal-hal yang dihadapi terkait dengan kebersihan dan sanitasi adalah sebagai berikut: Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal kebersihan bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Agar dapat mengukur keberhasilan kegiatan PKM ini,tim PKM  menerapkan metode pre tes dan pos tes yang akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait hygiene dan sanitasi. Rata-rata persentase peningkatan pemahaman peserta pada pos tes berkisar antara 70% hingga 97%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik yang aman dalam lingkungan kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa pertanyaan terdapat penurunan pemahaman peserta setelah pelatihan, seperti pada penggunaan pestisida yang aman. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan materi tersebut.
PELATIHAN PEMBUATAN TOWEL ART DAN MAKING BED KEPADA IBU PKK DARI DESA CURUG WETAN Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Ira Brunchilda Hubner; Amelda Pramezwary; Sabrina Oktaria Sihombing; Reza Adjah; Theresia Chandra; Evelyn Wijaya; Jeremy Setiawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16091

Abstract

Salah satu pendapatan yang tertinggi bagi hotel adalah dari hasil penjualan kamar kepada tamu. Oleh karena itu bagaimana menata kamar dengan baik menjadi hal yang sangat penting. Dalam penataan kamar, merapikan tempat tidur dan membuat seni melipat handuk akan menjadi daya tarik utama  di kamar hotel dan hal yang sangat penting untuk dipelajari dan diketahui. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dari Ibu-Ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga)  di Curug Wetan dalam merapikan tempat tidur dan melipat handuk di rumah masing-masing agar terlihat menarik. Pelatihan ini berupaya untuk meningkatkan keterampilan para Ibu-Ibu PKK dan dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pariwisata Prodi Pengelolaan Perhotelan. Pola ajar dilakukan dengan workshop pembuatan towel art dan making bed bagi ibu-ibu PKK di desa curug wetan. Tim Pengbadian kepada Masyarakat akan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK di  Desa  Curug  Wetan  dengan  kurang  lebih 20 peserta. Tim  Pengabdian  kepada Masyarakat  sangat  mengharapkan  kelancaran  rencana-rencana  yang  akan  dikembangkan  oleh pihak  desa  Curug  Wetan  di  kemudian  hari  demi  kemajuan  desa  tersebut. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre-test dan post-test. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan upaya yang baik dalam menyusun acara yang terstruktur, menyediakan materi yang relevan, dan melibatkan peserta secara aktif. Evaluasi positif ini dapat dijadikan dasar untuk memperbaiki kualitas pada masa mendatang.
IDENTIFICATION OF TOURISM POTENTIAL IN THE NEW STATE CAPITAL REGION (EAST KALIMANTAN) Jimmy Muller Hasoloan Situmorang; Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Rudy Pramono; Nova Bernedeta Sitorus
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023, September
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The candidate for the state capital is a new colour for Indonesia. Opinions from the public also varied, but the people of East Kalimantan should be proud of the election of their province, which is considered ideal to become the new national capital. The election of Kutai Kartanegara Regency and North Penajam Paser Regency has fulfilled the requirements as the new national capital based on the results of a 3-year study where the two areas have a minor disaster risk. Becoming the new national capital is an opportunity for East Kalimantan to improve and increase the quality of tourism objects. East Kalimantan has a variety of natural, artificial and cultural tourism destinations that are expected to be able to attract and fulfil tourists' interest in travel. The Ministry of Tourism has mapped East Kalimantan into three National Tourism Destinations (DPN), one of which is the city of Balikpapan. This research aims to examine the tourism potential and the profile, characteristics, interests and conditions of the tourist market in the new nation's capital. In conclusion, Kalimantan's national capital is a city with interesting potential and uniqueness. In terms of history, culture, economy, infrastructure and sustainability, this city has many assets that can be developed and utilized for the progress and welfare of society. By exploring its potential, the nation's capital city of Kalimantan can continue to grow and become a centre for increasingly advanced political, economic and cultural activities. By exploiting existing strengths, overcoming existing weaknesses, taking advantage of available opportunities, and dealing with threats that may arise, tourism at IKN Kalimantan can develop into a leading destination in Indonesia and provide significant economic benefits for the local community. Mentawir Village in East Kalimantan has an attractive tourism potential. Its natural beauty, cultural heritage, and unique culinary delights make this village a unique and exciting destination. Tourists can enjoy adventures in national parks, experience authentic cultural life, and enjoy delicious specialities. With the development of tourism infrastructure and the involvement of the local community, Mentawir Village is ready to welcome tourists and provide an unforgettable experience. In developing tourism in Mentawir Village, taking advantage of existing strengths and opportunities is essential while overcoming weaknesses and dealing with possible threats. By planning an effective strategy and considering relevant tourism theories, this village can increase tourism potential, attract tourists, and achieve success in sustainable tourism development.
IMPLEMENTATION OF SUSTAINABLE TOURISM IN SUPPORTING QUALITY TOURISM IN TIPANG VILLAGE Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Nova Bernedetta Sitorus; Rosdiana Pakpahan; Meitolo Hulu
Jurnal Ekonomi Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Ekonomi, 2023, September
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to examine the tourism potential of Tipang Village and the implementation of sustainable tourism. This research uses qualitative methods. The data collection technique used in this study was an interview. The resource persons in this interview were the Pokdarwis of Tipang Village and the local community. Observations were made of the potential tourist attraction in Tipang Tourism Village. Sustainable Tourism in Tipang Village is still a potential. This potential needs to be increased and managed more optimally with collaboration and synergy from various stakeholders. Based on information from the management of the Tipang Tourism Village, it is known that the need for more support from various parties is the current obstacle. Lack of funding is also a major obstacle currently experienced by Tipang Village. To keep it running, operational costs are obtained from the sales of homestays and coffee shops. Management of the coffee shop itself capital is still needed to manage it, so for now, the management of the coffee shop is stopped and focuses on homestay marketing. Another obstacle is needing to increase the number of visits. The Tipang Village manager needs to have village regulations governing the payment of entrance tickets so that they are not considered illegal levies. Some of the discussions that were carried out resulted in the statement that Tipang Village still needs to be eligible for an entrance fee because the facilities are also inadequate at the tourist attractions in Tipang Village. Thus, according to the manager of Tipang Village, implementing sustainable tourism still requires a long journey.
Food Quality, Price Fairness And Physical Environment On Customer Satisfaction In Korean Restaurants In Jakarta Chelsea Laurent Kurniawan; Frenick Halim; Broto Mudjianto; Juliana juliana; Rosianna Sianipar; Arifin Djakasaputra
Jurnal Humaniora : Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Hukum Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/humaniora.v8i1.4790

Abstract

The growth of the Korean restaurant industry in Jakarta has attracted significant attention, but little research has investigated the factors affecting customer satisfaction in this neighborhood. The aim of this study was to find out the impact of food quality, physical environment, and price fairness on customer satisfaction at a Korean restaurant in Jakarta. The research was carried out due to the low number of people visiting Korean restaurants and low consumer satisfaction. The research was carried out using quantitative methods with an approach to testing causal hypotheses. The respondents were 113 consumers of Korean restaurants in Jakarta. The analytical tool used is SPSS. The research finds the importance of food quality, fair price, and physical environment in creating customer satisfaction at a Korean restaurant in Jakarta. Governments can provide regulations on service standards and standards of restaurant management as well as provide education to restaurant entrepreneurs so that restaurant managers have adequate quality standards. Restaurant management needs to pay attention to these aspects to improve customer experience and maintain customer loyalty in an increasingly competitive market.
Pelatihan Keterampilan Komunikasi dalam Akomodasi Pondok Wisata pada Warga Desa Wisata Besani Yulius, Kevin Gustian; Wowor, Wulanmeiaya; Sianipar, Rosianna; Nathalia, Theodosia C.; Parera, Sisilia Chelsye
Jurnal Abdimas Pariwisata Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pariwisata
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36276/jap.v5i2.646

Abstract

Communication Skills Training in Homestay Business for Residents of Desa Wisata Besani Tourism has become a crucial sector in the local economic development and cultural preservation in Indonesia. This article discusses a training activity on communication skills within the context of homestay accommodation for the residents of Besani Tourism Village in Batang Regency, Central Java. The training, successfully conducted in November 2023, involved 28 participants from various segments of society, including homestay operators and members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). Through lectures and simulations, the pretest and post-test results showed a significant improvement from 18-36% to 89-100% in the understanding of communication skills. The outcomes of this training are expected to assist Besani Tourism Village in developing sustainable homestay businesses by engaging in collaborations with various stakeholders, enhancing management skills, digital marketing, and environmental conservation. This article provides new insights into the importance of communication skills training in the context of homestay accommodation within rural communities and offers recommendations for tourism village officials and residents of Besani Tourism Village to continue their efforts in local tourism development with enthusiasm for collaboration and active participation.
PELATIHAN SAPTA PESONA BAGI MASYARAKAT DI DESA WISATA KAMPUNG TUA BAKAU SERIP Sianipar, Rosianna; Sitorus, Nova Bernedeta; Juliana, Juliana; Hubner, Ira Brunchilda; Indra, Febryola
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3472

Abstract

Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau, memiliki potensi pariwisata alam yang signifikan dengan adanya Ekowisata Hutan Bakau Pandang Tak Jemu dan kekayaan tradisi budaya serta sektor ekonomi kreatif yang beragam. Dalam upaya pengembangan pariwisata, menciptakan lingkungan yang kondusif yang mendorong pertumbuhan pariwisata menjadi hal yang mendasar. Konsep Sapta Pesona diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat sekitar destinasi pariwisata untuk menciptakan lingkungan yang mendukung. Melalui program pelatihan Sapta Pesona ini, diharapkan masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesadaran pariwisata dan mampu menerapkan konsep Sapta Pesona dengan baik. Pelaksanaan program pelatihan ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengunjung di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip. Tantangan yang dihadapi termasuk memberikan tentang pelatihan Sapta Pesona masyarakat kepada dan memberikan praktik langsung implementasi konsep tersebut. Pengukuran keberhasilan dilakukan melalui metode pretest dan posttest. Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat memberdayakan masyarakat untuk menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat identitas budaya lokal. Hal ini akan berdampak positif pada pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat lokal.