Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

The Technique of Directing the Sex of Betta Fish (Betta Sp.) Larval Stage (H3, H5, and H7) using Coconut Water (Cocos Nucifera) Rohayati, Cucu; Utomo, Deny Sapto Chondro; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 26 No. 3 (2021): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Betta (Betta sp.) is an anabantidae fish with sexual development that can be directed at the embryonic and larval stages. One way to direct the sex development of these fish is by using hormone therapy using natural ingredients. Coconut water is one of the natural ingredients that can be used because it contains high potassium. This potassium can convert cholesterol in fish body tissue to pregnenolone which will affect the increase in testosterone production. This study aims to determine the best dose and age group in directing the sex of Betta fish experimentally using a randomized block design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The immersion treatment of larvae in the age group of 3 days, 5 days, and 7 days for 15 hours with a dose of 0%, 10%, 20%, and 30% coconut water was carried out in a 3 L jar containing 30 larvae. The results showed that coconut water was able to influence the increase in the percentage of male betta fish (P <0.05) with the highest value at a dose of 30% as much as 86.26 ± 8.34% and the 3 day larvae age group of 72.78 ± 16.03, and have a different effect on other treatments. In addition, the survival calculated after immersion shows a value of 100%, meaning that coconut water does not have a harmful effect on fish. Based on the results of this study, the best treatment for directing the sex of betta fish is a dose of 30% coconut water with the 3 day age group.
Penyuluhan Penggunaan Probiotik untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ikan Gabus Pada Kelompok Pembudidaya Ikan Maju Bersama Mesuji Utomo, Deny Sapto Chondro; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Hudaidah, Siti; Fidyandini, Hilma Putri
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6300

Abstract

Aplikasi penggunaan bakteri probiotik pada organisme budi daya memiliki salah satu fungsi penting yaitu menyeimbangkan mikroorganisme dalam pencernaan agar tingkat penyerapan zat-zat nutrisi menjadi lebih baik. Penggunaan bakteri probiotik pada pakan telah banyak dilakukan oleh pembudidaya, namun Pokdakan Maju Bersama Mesuji tidak menggunakan probiotik dalam aplikasi budidaya nya. Oleh karena itu dalam pengabdian ini, kami menyarankan Pokdakan untuk menambahkan probiotik dalam pakannya. Probiotik yang digunakan dalam pengabdian ini merupakan probiotik produk dari IRP2I Depok Gut Bioaero. Komposisi probiotik ini yaitu Bacillus cereus, molase dan salin. Bakteri Bacillus cereus yang kemampuan menghasilkan enzim protease, lipase dan amilase untuk meningkatkan kecernaan pakan pada ikan. Bacillus subtillis merupakan bakteri probiotik yang mampu menekan pertumbuhan Aeromonas hydrophila. Aplikasi pemberian probiotik pada media budidaya dan pakan ikan gabus mampu mencegah dan mengobati penyakit pada ikan gabus sehingga mampu meningkatkan produksi ikan gabus. Kendala yang dihadapi dalam budidaya ikan gabus di Pokdakan Maju Bersama Mesuji adalah kurangnya sarana dan prasarana budidaya. Dari hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 10 responden (100%) menyatakan bahwa metode yang digunakan sesuai dengan keadaan sasaran.
Diseminasi Suplementasi Alginat untuk Meningkatkan Produksi Udang Vannamei di Tambak Masyarakat Desa Berundung, Lampung Selatan Setyawan, Agus; Hudaidah, Siti; Supono, Supono; Fidyandini, Hilma Putri; Prasetyo, Agung; Firdausi, Hilma Nahwa; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7751

Abstract

Alginat Sargassum telah terbukti mampu meningkatkan imunitas udang vannamei. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini  bertujuan melakukan diseminasi hasil riset suplementasi alginat untuk meningkatkan produksi udang vannamei di tambak masyarakat di Desa Berundung, Ketapang, Lampung Selatan. Metode PkM dilakukan dengan survei lokasi, pemetaan masalah, ceramah, diskusi, pelatihan, dan diseminasi alginat di tambak udang vannamei. Peserta PkM adalah para teknisi tambak, anak kolam, dan pemilik tambak di sekitar kecamatan Ketapang, Lampung Selatan dan sebagian berasal dari Kecamatan Pasir Sakti dan Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Hasil kegiatan PkM menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan peserta terkait pembuatan alginat dari Sargassum, pemanfaatan alginat pada budidaya udnag vananmei dan manajemen kesehatan dalam budidaya udang di tambak. Hasil diseminasi menunjukkan adanya peningkatan laju sintasan udang vannamei dan dapat dilakukan panen parsial sebanyak dua kali pada hari budidaya (day of culture, DOC) 60 dan 67. Hasil sangat dirasakan manfaatnya oleh mitra setelah dua siklus budidaya sebelumnya selalu mengalami kegaglan panen. Kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya mitra, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga diharapkan tetap berlanjut dan memberikan dapak positif bagi pembudidaya udang vannamei lainnya
Karakterisasi Bakteri Patogen Vibrio Parahaemolyticus Pada Bawal Bintang (Trachinotus blochii) Dari Perairan Teluk Hurun, Lampung Saputra, Rakhmat Hadi; Setiawan, Agus; Sumardi, Sumardi; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; setiawan, agus setiawan
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 2 (2025): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v18i2.6949

Abstract

Industri perikanan budidaya laut menghadapi tantangan besar dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri patogen. Salah satu patogen yang sering menyerang ikan budidaya adalah Vibrio parahaemolyticus, yang dapat menyebabkan vibriosis pada ikan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus yang ditemukan pada ikan Bawal Bintang (Trachinotus blochii) di perairan Teluk Hurun, Lampung, serta menguji potensi antibakterinya. Karakterisasi bakteri V. parahaemolyticus meliputi uji media selektif CHROMagar Vibrio (CV), konfirmasi gen toxR dengan metode PCR, aktivitas hemolitik pada medium blood agar plate (BAP)  uji biokimia dengan metode API 20E, uji patogenisitas secara in vio pada bawal bintang, dan uji sensitivitas terhadap antibiotik dan bahan antimikrobia. Hasil penelitian menunjukkan bakteri V. parahaemolyticus tumbuh pada media CAV dengan warna biru kemerahan, teramplifikasi gen toxR, hemolitik positif, morfologi koloni berwarna krem dengan tepi bergelombang, mampu memfermentasi beberapa karbohidrat, termasuk glukosa, mannitol, dan sukrosa. Uji patogenisitas in vivo pada ikan bawal bintang menunjukkan gejala klinis berupa lesu, peradangan pada sirip, dan perdarahan, yang menandakan bahwa Vibrio parahaemolyticus merupakan patogen penyebab vibriosis pada ikan. Uji antibakteri menunjukkan bahwa enrofloxacin adalah antibiotik yang paling efektif, diikuti oleh tetrasiklin dan oksitetrasiklin. Ekstrak jintan hitam menunjukkan hasil yang lebih bervariasi, meskipun tetap menunjukkan potensi antibakteri alami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang lebih kuat untuk pengendalian vibriosis di perikanan budidaya serta mendorong pengembangan alternatif antibakteri alami.
Suplementasi Fucoidan Padina dari Perairan Lampung untuk Meningkatkan Respon Imun Udang Vannamei Setyawan, Agus; Lestari, Kiki Indah; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i1.5180

Abstract

Padina, one of the brown algae, grows in many tropical waters including in Lampung. Padina contains fucoidan, a sulfated polysaccharide, which has been shown to have a wide range of bioactivity. This study aims to determine the effectiveness of fucoidan Padina sp. from Lampung waters to enhance the non-specific immune response in Pacific white shrimp. Padina sp. was collected from Ketapang Beach, Pesawaran, Lampung then the Padina’s fucoidan was acidly extracted by previously method. Fucoidan then supplemented to 10 vananmei shrimp (size 10 g) each container (45 L) for 14 days. The study was conducted with a complete randomized design trial (CRD) consisting of 3 treatments and 4 repeats including fucoidan supplementation at a dose of 0 mg/kg (control); 750 mg/kg; and 1500 mg/kg of feed. Every day, shrimp were fed as much as 3% of biomass with a frequency of 4 times. Four nonspecific immune response of shrimp including total hemocyte count (THC), phagocytosis activity (PA), phagocytosis index (PI), and total plasma protein (TPP) were mesured on day 0; 7; and 14 after fucoidan supplementation. The results showed the administration of fucoidan extract Padina sp. gives significantly different results to THC and TPP enhancements. Supplementation treatment of 750 mg/kg fucoidan Padina is the best treatment to increase nonspecific immune response in Pacific white shrimp.
GROWTH AND REPRODUCTIVE PERFORMANCES OF RAMIREZI (Mikrogeophagus ramirezi) FED WITH DIFFERENT FEED TYPES Azizah, Azizah; Elisdiana, Yeni; Adiputra, Yudha Trinoegraha; Sarida, Munti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 18, No 3 (2023): (September, 2023)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.18.3.2023.141-151

Abstract

The Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) is an ornamental fish in high demand with significant economic value. The high demand for this commodity has yet to be met by the quantity of fry production generated by farmers. It is due to the Ramirezi's long maturation time and slow growth, which are influenced by factors such as the feed used. This study aimed to evaluate the effect of feeding with different feed types on the growth and development of the gonads of prospective Ramirezi broodstocks. The research design employed a completely randomized design (RAL) with four treatments and three replications, using a combined ratio of artificial feed to bloodworm (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, and (D) 1:2, for 45 days of culture. The results showed that a combination of artificial feed and bloodworm in a 1:2 ratio increased the absolute body growth of Ramirezi by 1.267 g, with a positive allometric growth pattern. This ratio also affected the egg diameter, leading to a higher percentage of broodstock maturing more quickly and improving reproductive performance, as seen in the parameters of the number of eggs produced (ranging from 80-200 eggs), a 96.83% fertilization rate, and a 91.80% hatching rate. Therefore, researchers and farmers can combine artificial feed and bloodworms in a 1:2 ratio in Ramirezi cultivation activities.Ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati dengan nilai ekonomis tinggi. Tingginya permintaan terhadap komoditas ini belum diimbangi dengan jumlah produksi benih yang dihasilkan oleh pembudidaya. Hal tersebut karena secara biologis ramirezi memiliki waktu maturasi yang cukup lama dan pertumbuhan yang lambat. Salah satu factor, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pakan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan jenis pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan gonad calon induk ramirezi. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, menggunakan rasio kombinasi pakan buatan dengan cacing sutra (Chironomus sp.): (A) 3:0, (B) 0:3, (C) 2:1, dan (D) 1:2, selama 45 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 mampu meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak ramirezi sebesar 1,267 g, dengan pola pertumbuhan alometrik positif. Rasio ini memberikan pengaruh terhadap diameter telur, menghasilkan persentase induk yang lebih cepat matang gonad serta meningkatkan performa reproduksi, terlihat dari parameter jumlah telur yang dihasilkan (berkisar 80-200 butir), derajat pembuahan 96,83%, dan derajat penetasan sebesar 91,80%. Oleh karena itu, peneliti dan pembudidaya dapat mengombinasikan pakan buatan dan cacing sutra dengan rasio 1:2 pada kegiatan budidaya ramirezi. 
Early Gonadal Differentiation, Sex Ratio, and Growth Performance of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) with Tribulus terrestris Extract Supplemen-tation Sarida, Munti; Lusiani, Lusiani; Putri, Alma Yustika; Elisdiana, Yeni; Adiputra, Yudha Trinoegraha
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 14 No. 1 (2025): JAFH Vol. 14 No. 1 February 2025
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v14i1.62860

Abstract

One way to increase the production of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) is to breed dominant male monosex tilapia. Applying natural steroid hormones derived from plants such as Tribulus (Tribulus terrestris) is safe and environmentally friendly. This plant includes flavonoid compounds, steroid saponins, and aphrodisiacs. This study aims to evaluate the effect of Tribulus seed extract on early gonadal differentiation, sex ratio, and growth performance of tilapia juveniles. The study was conducted for 60 days at the Technical Implementation Unit of Freshwater Aquaculture Fisheries Service (UPTD PBAT) in the West Region of Kota Agung, Tanggamus. The study design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments: 17α-methyltestosterone 0.0005 g/L (P1), and different doses of Tribulus extract 0 g/L (P2); 0.005 g/L (P3), 0.01 g/L (P4), 0.02 g/L (P5) with three replications each. Ten-day-old larvae were immersed in the treatment solutions for 12 hours weekly, repeated three times, and water quality was monitored during the first month to ensure optimal conditions.  The larvae were initially fed Artemia four times per day for up to 20 days and then switched to a commercial diet until the end of the rearing period. Histological analysis of gonad sex differentiation was performed at different stages and sampled 10-60 days after hatching to determine the sex ratio of each treatment group. The results showed that the treatment significantly affected the early gonad development and sex ratio (P<0.05), while it did not significantly affect the growth performance and survival rate of tilapia juveniles (P>0.05). The best dose to increase the percentage of males in Nile tilapia was the treatment with Tribulus seed extract at 0.01 g/L.
Hematological Profile of Silver Pompano (Trachinotus blochii) Broodstock with Hormonal Induction and Phytobiotic Supplementation in Feed Azizah Azizah; Munti Sarida; Yudha Trinoegraha Adiputra; Gregorius Nugroho Susanto; Agus Setyawan
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 1: May 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i1.2521

Abstract

This study evaluates the hematological profile of potential broodstock silver pompano (Trachinotus blochii) through hormonal induction and phyto-biotic supplementation via feed. An experimental trial was conducted for 30 days to assess the hematological profile of potential broodstock Trachinotus blochii. This study employed a completely randomized design (CRD) in two research experiments. The first experiment utilized hormonal induction with estradiol-17β hormone on female silver pompano broodstock, consisting of 3 treatments: E1 (0 mg/kg), E2 (20 mg/kg), and E3 (60 mg/kg), whereas the second experiment employed phyto-biotic induction using Tribulus terrestris extract (ETT) and gonadotropin hormone, consisting of 5 treatments: T1: ETT 0 mg/kg feed, T2: ETT 50 mg/kg feed, T3: ETT 250 mg/kg feed, T4: ETT 50 mg/kg feed + gonadotropin 1000 IU/kg body weight, and T5: ETT 250 mg/kg feed + gonadotropin 500 IU/kg body weight, both experiments used 8 individuals as replicate per treatment. The results of the study indicated that all major hematological indices such as total erythrocytes, total leukocytes, and hematocrit levels were higher in male silver pompano broodstock supplemented with Tribulus terrestris extract compared to female silver pompano broodstock induced hormonally with estradiol-17β hormone.