Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH JUMLAH LAPISAN BOTOL PLASTIK SEBAGAI ALAT SAMBUNG TERHADAP KUAT LENTUR KAYU SAMBUNGAN Wardiyanto, Beni; Sucipto, Taufiq Lilo Adi; Rahmawati, Anis
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 2 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.654 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i2.27760

Abstract

Limbah kayu dan botol plastik banyak ditemukan di lingkungan. Limbah tersebutdapat digunakan kembali dengan menggabungkannya menjadi konstruksi sambungan kayu.Botol plastik digunakan sebagai alat sambung dengan cara dipanaskan pada suhu tertentu agarmenyusut dan melekat pada kayu. Agar lekatan baik, dibutuhkan bentuk sisi kayu dengandesain tertentu yang berfungsi sebagai shear connector. Jumlah alat sambung dimungkinkanberpengaruh pada kekuatan sambungan. Penelitian ini membatasi pada kuat lentur untuk baloksederhana. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikanpada kekuatan sambungan dengan 5 variasi jumlah lapisan botol plastik. Penelitianmenggunakan metode kuantitatif ekperimen dan teknik analisa data menggunakan analisisRegresi. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh yaitu sebanyak 30sampel,masing-masing variasi terdiri dari 6 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa,terdapat pengaruh antara jumlah lapisan botol plastik terhadap kuat lentur sambungan botolplastik pada balok sederhana. Kuat lentur sambungan balok sederhana tertinggi pada variasi 5lapisan botol dengan rata-rata 140,92 kgf/cm2, atau 16,63 % dari kekuatan lentur kayu tanpasambungan.
KAJIAN KUAT TARIK SAMBUNGAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DENGAN BERAGAM VARIASI BENTUK SISI KAYU ABSTRAK Poncowati, Agustin; Sucipto, Taufiq Lilo Adi; Rahmawati, Anis
Indonesian Journal Of Civil Engineering Education Vol 4, No 1 (2018): Indonesian Journal of Civil Engineering Education
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.074 KB) | DOI: 10.20961/ijcee.v4i1.22546

Abstract

Potongan-potongan kayu sisa bangunan merupakan limbah yang sangat banyak dan mudah ditemukan di lingkungan. Limbah kayu ini dapat digunakan kembali dengan menggunakan alat sambung. Limbah botol plastik dapat digunakan sebagai alat sambung dengan cara dipanaskan pada suhu tertentu agar dapat melekat pada kayu. Agar terjadi lekatan yang baik, diperlukan bentuk kayu yang tidak rata sebagai tempat lekatan. Penelitian ini membatasi pada kuat tarik sejajar serat dan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kekuatan sambungan dengan beragam variasi bentuk sisi kayu dan untuk mengetahui bentuk sisi kayu dengan kekuatan terbaik. Sambungan ini berbentuk butt joint (sambungan tegak) dengan diberikan 4 buah variasi bentuk sisi berupa pemberian coakan dan alur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan analisis data menggunakan analisis anova one way. Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh yaitu sebanyak 24 buah sampel. Masing-masing variasi terdiri dari 6 buah sampel. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kuat tarik sejajar serat dari 4 variasi bentuk sisi kayu. Bentuk sisi kayu yang menghasilkan kuat tarik sejajar serat tertinggi adalah 2 buah alur pada setiap sisi.
PENGARUH VARIASI PENGGUNAAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY-ASH TERHADAP KUAT LENTUR BETON RINGAN STRUKTURAL Kastubi, Rochmat; Adi Sucipto, Taufiq Lilo; Sunarsih, Ernawati Sri
Pendidikan Teknik Bangunan Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.023 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : Meninjau kuat beton dengan bahan tambah fly-ash dan limbah  styrofoam, untuk mendapatkan kuat lentur yang sesuai dengan standar beton ringan struktural. Penelitian ini disebut penelitian eksperimen. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beton berbentuk balok (panjang 600mm, lebar 150mm, dan tinggi 150mm) sebanyak 39 buah benda uji dengan mutu beton 25 MPa. Identifikasi kuat lentur dan pengujiannya dilakukan setelah perawatan 28 hari. Komposisi penambahan agregat fly-ash yaitu pada persentase 0%, 20%, 30% dan 40% terhadap semen. Sedangkan komposisi penggantian limbah Styrofoam yaitu pada persentase  0%, 20%, 30% dan 40% terhadap volume agregat kasar. Hasil penelitian kuat lentur optimal yaitu sebesar 2,847 MPa, didapatkan pada persentase penggantian  30% fly-ash dan 20% limbah Styrofoam.Dengan demikian, berbagai persentase bahan tambah fly-ash dan limbah Styrofoam yang digunakan dalam penelitian ini tidak dapat digunakan untuk menghasilkan beton ringan struktural. Untuk itu perlu dicoba dengan bahan tambah lain. Ini menunjukkan bahwa beton dengan bahan tambah fly-ash dan limbah Styrofoam, dalam campuran beton didapatkan hasil kuat lentur yang belum memenuhi syarat beton ringan struktural.Kata Kunci: limbah styrofoam, fly-ash, beton ringan struktural.
PENGARUH BLENDED LEARNING MENGGUNAKAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM DENGAN TRADITIONAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Jeanti Rofiqoh; Taufiq Lilo Adi Sucipto; Basori Basori
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 13, No 1 (2020): JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v13i1.22368

Abstract

ABSTRAK Pada mata pelajaran produktif, terdapat materi yang membahas konsep dasar Wide Area Network sehingga peserta didik mampu menghubungkan sebuah perangkat ke jaringan luar. Sebagian peserta didik belum termotivasi mempelajari konsep dasar Wide Area Network sehingga hasil belajar tidak memuaskan. Mengatasi permasalahan tersebut diperlukan upaya untuk meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar peserta didik yaitu dengan penggunaan model Blended Learning selama kegiatan belajar mengajar. Model Blended Learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi internet yaitu e-learning yang digabungkan dengan model pembelajaran tatap muka. Penelitian ini menggunakan strategi Think Pair Share sebagai model tatap muka dan Google Classroom sebagai e-learning. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental design dengan model nonequivalent control group design. Data dikumpulkan dengan pretest dan posttest, serta instrument motivasi belajar. Berdasarkan analisis menggunakan uji t, terdapat perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar antara pembelajaran model Blended Learning dengan strategi Think Pair Share berbantuan Google Classroom dan Traditional Learning. Sedangkan dari analisis uji gain, model Blended Learning dengan strategi Think Pair Share berbantuan Google Classroom lebih tinggi daripada model Traditional Learning dalam meningkatkan hasil belajar.
TINJAUAN PENAMBAHAN LIMBAH STYROFOAM DAN FLY ASH TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON RINGAN STRUKTURAL Ernawati Sri Sunarsih; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadapberat jenis beton ringan struktural; (2)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat tekan betonringan struktural dan (3)Pengaruh penambahan styrofoam dan fly ash terhadap kuat lentur beton ringanstruktural.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel dari penelitian ini ada dua yaitu variabelbebas dan variabel terikat. Variabel bebasnya adalah variasi styrofoam 20%, 30%, 40% dari kebutuhan agregatkasar dan variasi fly ash 0%, 20%, 30%, 40% dari kebutuhan semen. Sedangkan variabel terikatnya adalah beratjenis, kuat tekan dan kuat lentur beton. Benda uji untuk uji berat jenis dan kuat tekan beton berbentuk silinderdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Sedangkan untuk uji kuat lentur berbentuk persegipanjang dengan sisi 15 cmdan panjang 60 cm. Mutu beton rencana 25 Mpa dan di uji pada umur 28 hari.Dari hasil pengujian diketahui bahwa: (1) Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoammengurangi kuat tekan beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah kuat tekan beton.Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan kuat tekan beton. Namun setelah tercapai nilaioptimum maka penambahan fly ash kedalam campuran beton akan mengakibatkan penurunan kuat tekan beton.Dan dari semua kuat tekan beton yang dihasilkan, tidak satupun yang memenuhi persyaratan kuat tekan betonringan struktural, yaitu harus lebih besar dari 17,24 MPa; (2) Penggantian sebagian agregat kasar denganstyrofoam mengurangi berat jenis beton, semakin besar prosentase styrofoam maka semakin rendah berat jenisbeton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkan berat jenis beton, semakin besar prosentase flyash maka semakin besar pula berat jenis beton. Dan dari semua berat jenis beton yang dihasilkan , tidak satupunyang memenuhi persyaratan berat jenis beton ringan struktural, yaitu harus lebih kecil dari 1850 kg/m3; (3)Penggantian sebagian agregat kasar dengan styrofoam mengurangi kuat lentur beton, semakin besar prosentasestyrofoam maka semakin rendah kuat lentur beton. Penggantian sebagian semen dengan fly ash meningkatkankuat tekan beton. Namun jika penambahan fly ash terlalu berlebihan maka akan mengakibatkan penurunankekuatan beton. Penggantian sebagian semen oleh fly ash yang
Sosialisasi Potensi Integrasi Konsep Green Building (GB) Pada Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Bangunan Taufiq Lilo Adi Sucipto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 14, No 1 (2021): JIPTEK : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v14i1.45382

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) Memberikan pemahaman tentang konsep GB pada para guru SMK Bangunan (2) Memberikan pemahaman tentang cara mengintegrasikan konsep GB pada Kurikulum SMK Bidang Bangunan (3) Menanamkan peduli terhadap lingkungan pada siswa melalui sektor bangunan (4) Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bangunan ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program penerapan ipteks ini adalah sebagai berikut: (1) Merencanakan kegiatan sosialisasi (2) Pelaksanaan sosialisasi (3) Evaluasi sosialisasi dan (4) Merumuskan kegiatan tindak lanjut berdasarkan hasil evaluasi kegiatan sosialisasi Integrasi Konsep Green Building (GB) Pada Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Bangunan.
KAJIAN PENERAPAN GREEN BUILDING PADA GEDUNG BANK INDONESIA SURAKARTA Taufiq Lilo Adi Sucipto; Jati Utomo Dwi Hatmoko; Sri Sumarni; Jeni Pujiastuti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v7i2.12692

Abstract

Sektor konstruksi diketahui memberikan dampak cukup besar bagi lingkungan. Sektor konstruksi berkontribusimenghasilkan emisi gas karbon lebih dari 40%, menggunakan material dari alam yang jumlahnya cukup besar,menyumbangkan limbah, serta mengurangi daerah untuk resapan air dan area hijau. Atas dasar inilah dalamkerangka pembangunan berkelanjutan, para praktisi di dunia konstruksi terus didorong untuk menerapkankonsep green building. Saat ini keberadaan green building di Indonesia masih sangat sedikit, sehingga konsepdan pemahaman konsep green building di Indonesia masih harus terus disosialisasikan dan didorongpenerapannya. Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi penerapan konsep green building pada gedung BankIndonesia (BI) Surakarta. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi latar belakang dan proses penerapan konsepgreen building pada gedung tersebut, serta mengetahui pandangan dan peran dari dari pihak-pihak yang terlibatdalam proses perencanaan, pembangunan serta penggunaannya. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatankombinasi metode kuantitatif dan kualitatif dari owner, konsultan perencana, kontraktor dan pengguna gedung.Untuk memastikan kualitas data yang dikumpulkan, dilakukan triangulasi teknik pengumpulan data meliputiobservasi, wawancara mendalam, kuesioner dan studi dokumentasi. Penentuan sampel sumber data dilakukansecara purposive. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses data reduction, data display, dan verification.Hasil penelitian menunjukkan komitmen yang kuat dari owner sebagai pioneer dalam mewujudkan bangunanyang ramah lingkungan dan hemat energi sebagai alasan utama penerapan konsep green building pada GedungBI Surakarta. Aplikasi green building yang diterapkan meliputi: penggunaan solar panel sebagai sumber energialternatif, penggunaan kaca low-e sebagai pencahayaan alami, memanfatkan air limbah untuk di daur ulang,ruang terbuka hijau yang maksimal, adanya reflecting pool, penggunaan peralatan mekanikal-elektrikal yanghemat energi, terdapat parkir sepeda dan shower compartement, terdapat BAS (Building Automation System),perlengkapan sanitary yang ramah lingkungan, serta lingkungan kerja yang sehat dan nyaman. Owner,kontraktor dan pengguna gedung memiliki persepsi positif dan peran serta yang cukup besar dalam mewujudkangreen building. Meskipun kontraktor memiliki persepsi yang positif namun dalam proses konstruksi terdapatbeberapa hal yang dirasakan menjadi beban kontraktor antara lain proses konstruksi dan proses administrasiyang lebih rumit, serta timbulnya biaya-biaya ekstra yang harus ditanggung kontraktor. Pemerintah diharapkandapat memberikan berbagai insentif yang mendorong penerapan konsep green building.
PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH TEKNIK GEMPA Sri Sumarni; Taufiq Lilo Adisucipto; Ida Nugroho Saputro
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v6i2.12628

Abstract

Lulusan perguruan tinggi kini dituntut dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang timbul di lapangan pekerjaan (case) atau di sebuah perusahaan. Jika mahasiswa lulus dengan menempuh waktu 4-5 tahun, ia tentu dibekali dengan sebuah teori yang diharapkan dapat diaplikasikan di dunia kerja, tetapi perlu diingat, di lapangan pekerjaan selama masa studi 4-5 tahun tersebut, tentu sangatlah dinamis, ia berpacu dengan kebutuhan, permasalah yang muncul serta perkembangan jaman. Untuk itu, harus ada perubahan paradigma bagi mahasiswa dan dosen dalam melakukan pembelajaran agar ketika lulus mereka siap menghadapi masalah yang timbul dilapangan. Dengan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek maka diharapkan para mahasiswa bisa memahami kondisi lapangan lebih riil dan bisa menjadi bagian penyelesai di lapangan sesungguhnya.Pendekatan penelitian dengan penelitian tindakan (action research), karena penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dengan memberikan tindakan alternative, subyek penelitian adalah mahasiswa pada mata kuliah teknik gempa, pengumpulan data dengan rubrik penilaian dan angket. Pengujian validitas dengan uji validitas konstruksi, analisis data kuantitatif digunakan statistik deskriptifAdapun hasil penelitian adalah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kualitas pembelajaran terlihat dari peningkatan kualitas hasil pembelajaran berupa prestasi dan peningkatan kualitas proses pembelajaraan dari pencapaian indikator yaitu antara lain: Perilaku pengajar, Perilaku dan dampak belajar mahasiswa, Iklim pembelajaran, Materi pembelajaran, Sistim pembelajaran, didapat nilai rata-rata mean 408,9 yang artinya meningkat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DAN MEDIA PEMBELAJARAN VIRTUAL BOX UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SISTEM OPERASI KELAS X MULTIMEDIA SMK N 6 SURAKARTA Rini Umbarwati; Basori Basori; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 13, No 1 (2020): JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v13i1.24268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Group Investigation dan media pembelajaran Virtual Box dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem operasi kelas X Multimedia (MM) SMK N 6 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus, disetiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi kegiatan belajar mengajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MM1 SMK N 6 Surakarta yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan analisis data dilaksanakan dengan cara analisis komparatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai bulan Juni 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dan media pembelajaran Virtual Box dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem operasi. Hal ini dapat dibuktikan pada kegiatan observasi prasiklus, presentase keaktifan siswa sebesar 52,87%, setelah penerapan model pembelajaran Group Investigation dan media pembelajaran Virtual Box pada siklus I meningkat 77,87%, kemudian di siklus II meningkat sampai 86,72%. Sedangkan hasil belajar siswa juga terjadi peningkatan dari nilai tes setiap siklus. Pada prasiklus rata-rata hasil belajar untuk ranah kognitif sebesar 62,5%, afektif  65,27%, dan psikomotor 73,44%. Rata-rata hasil belajar meningkat pada ranah kognitif menjadi 73,38%, afektif 71,06%, dan psikomotor 75% setelah penerapan model pembelajaran Group Investigation dan media pembelajaran Virtual Box pada siklus I. Pada siklus II meningkat untuk ranah kognitif menjadi 87,5%, afektif 82,52%, dan psikomotor 80,47%. Kesimpulan penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dan media pembelajaran Virtual Box dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem operasi kelas X MM SMK N 6Surakarta.   
Zmart Photoshop : Buku Digital Sebagai Media Penunjang Mata Pelajaran Pengolahan Citra Digital Siswa Kelas Xi Jurusan Multimedia di SMK N 1 Karanganyar Adhi Ginanjar Santoso; Dwi Maryono; Taufiq Lilo Adi Sucipto
Journal of Informatics and Vocational Education Vol 2, No 2 (2019): Journal of Informatics and Vocational Education
Publisher : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/joive.v2i2.35742

Abstract

Pembelajaran pengolahan citra digital pada sekolah menengah kejuruan multimedia tidak terlalu memiliki banyak inovasi yang menyenangkan dan evisien. Karena minimnya inovasi dari tahun ke tahun muncul berbagai masalah dalam kegiatan pembelajaran pengolahan citra digital seperti monoton, membosankan dan tidak menarik. Beragamnya media pembelajaran akan mampu meningkatkan minat dan ketertarikan siswa didalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran buku digital Zmart Photoshop yang interaktif dan menarik serta layak digunakakan sebagai media pembelajaran pengganti buku pegangan siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research&development). Penelitian ini dilakukan menggunakan model penelitan yang dikembangkan Borg & Gall. Model penelitian yang digunakan terdiri dari 5 langkah yaitu: penelitian dan pengumpulan data (research and information collection), perencanaan (planning), pengembangan draf produk (develop prelimetery form of product), uji coba lapangan awal (preliminary field testing) dan merevisi hasil uji coba (main product revision). Aplikasi buku digital Zmart Photoshop diuji cobakan kepada ahli materi, ahli media dan pengguna. Hasil pengujian ahli diperoleh persentase sebesar 89,76% dari ahli materi, 80,53% dari ahli media, dan 89,57% dari pengguna. Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa aplikasi buku digital Zmart Photoshop yang telah dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pengganti buku pegangan siswa.