Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Keslingmas

Perbedaan Ekstrak Biji dan Daun Alpukat (Persea americana Mill) sebagai Ovisida terhadap Telur Nyamuk Aedes aegypti Wiwit Aditama; Nasrullah Nasrullah; Zulfikar Zulfikar; Budi Arianto; Khairunnisa Khairunnisa; Darmiati Darmiati
Buletin Keslingmas Vol 41, No 4 (2022): BULETIN KESLINGMAS VOL.41 NO.4 TAHUN 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v41i4.8409

Abstract

Keuntungan insektisida alami adalah biaya yang murah, pembuatan yang mudah dan aman bagi mahkluk hidup. Tanaman yang dimanfaatkan untuk insektisida alami mengandung bahan kimia yang bersifat toksik, salah satunya Alpukat (Persea americana Mill). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan antara ekstrak daun dan biji buah alpukat sebagai ovisida terhadap telur nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini eksperimental quasy dengan rancangan post-test only with control group design. Besar sampel untuk setiap perlakuan menggunakan 30 telur nyamuk. Setiap perlakuan ekstrak daun dan biji alpukat masing-masing 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak dosis ekstrak dari biji dan daun alpukat maka semakin banyak telur nyamuk yang tidak menetas. Ekstrak biji alpukat dengan dosis 100 ppm, rata - rata telur nyamuk yang tidak menetas sebesar 17,33 telur (57,78%). Ekstrak daun alpukat dengan dosis 100 ppm, rata-rata telur nyamuk yang tidak menetas sebesar 16,57 telur (55,56%). Terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata telur nyamuk yang tidak menetas Aedes aegypti dari berbagai variasi dosis ekstrak biji dan daun Alpukat (p-value=0,001). Biji dan daun dapat dikembangkan menjadi larvasida alami untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegepty.
Cd, Pb pada Scylla Serrata dan Portunus Pelagicus Tempat Pembuangan Akhir Sampah Budi Arianto; Wiwit Aditama; Khairunnisa Khairunnisa; Jasrama Nurfitri
Buletin Keslingmas Vol 43, No 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.11289

Abstract

Sebagai logam berat non-esensial beracun, kadmium serta timbal di lingkungan, berisiko bagi kesehatan manusia. Permasalahan limbah logam berat sangat berdampak terhadap kesehatan manusia juga kehidupan lainnya. Logam berat ini masuk ke kehidupan laut baik  langsung dari air atau melalui rantai makanan. Kemudian meningkatkan konsentrasinya dalam sel kerang, krustasea, ikan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk Menganalisa konsentrasi logam Timbal, Kadmium pada Rajungan (Portunus Pelagicus) dan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) yang habitatnya berada di sekitar Pembuangan Akhir Sampah Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Metode  Penelitian ini bersifat deskriptif untuk menganalisa kadungan logam berat Kadmium dan Timbal pada Kepiting Bakau dan Rajungan, pemeriksaan dilakukan dengan cara Atomic Absobtion Spectrophotometer, dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi dan Penelitian Universitas Syah Kuala bulan Agustus tahun 2023. Objek adalah Kepiting Bakau dan Rajungan sebanyak 10 ekor yang masing-masing terdiri dari 5 ekor, sampel diambil disekitaran Tempat Pembuangan Sampah akhir radius 500 meter. Rata-rata konsentrasi timbal di kepiting Rajungan 0,039 mg/L dan Cd sebanyak 0,005 mg/L, timbal pada Kepiting Bakau yaitu 0,03 mg/L dan Cd sebanyak 0,02 mg/L. Kandungan Pb , Cd  masih dibawah batas konsentrasi Standar Nasional Indonesia yaitu 1 mg/L untuk kadmium  dan 05 mg/L untuk timbal. Konsentrasi logam berat yang ditemukan pada daging Kepiting Bakau dan Kepiting Rajungan belum melebihi batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonsia.
Cd, Pb pada Scylla Serrata dan Portunus Pelagicus Tempat Pembuangan Akhir Sampah Arianto, Budi; Aditama, Wiwit; Khairunnisa, Khairunnisa; Nurfitri, Jasrama
Buletin Keslingmas Vol. 43 No. 1 (2024): BULETIN KESLINGMAS VOL. 43 NO. 1 TAHUN 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v43i1.11289

Abstract

Sebagai logam berat non-esensial beracun, kadmium serta timbal di lingkungan, berisiko bagi kesehatan manusia. Permasalahan limbah logam berat sangat berdampak terhadap kesehatan manusia juga kehidupan lainnya. Logam berat ini masuk ke kehidupan laut baik  langsung dari air atau melalui rantai makanan. Kemudian meningkatkan konsentrasinya dalam sel kerang, krustasea, ikan yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Tujuan penelitian untuk Menganalisa konsentrasi logam Timbal, Kadmium pada Rajungan (Portunus Pelagicus) dan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) yang habitatnya berada di sekitar Pembuangan Akhir Sampah Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Metode  Penelitian ini bersifat deskriptif untuk menganalisa kadungan logam berat Kadmium dan Timbal pada Kepiting Bakau dan Rajungan, pemeriksaan dilakukan dengan cara Atomic Absobtion Spectrophotometer, dilaksanakan di Laboratorium Instrumentasi dan Penelitian Universitas Syah Kuala bulan Agustus tahun 2023. Objek adalah Kepiting Bakau dan Rajungan sebanyak 10 ekor yang masing-masing terdiri dari 5 ekor, sampel diambil disekitaran Tempat Pembuangan Sampah akhir radius 500 meter. Rata-rata konsentrasi timbal di kepiting Rajungan 0,039 mg/L dan Cd sebanyak 0,005 mg/L, timbal pada Kepiting Bakau yaitu 0,03 mg/L dan Cd sebanyak 0,02 mg/L. Kandungan Pb , Cd  masih dibawah batas konsentrasi Standar Nasional Indonesia yaitu 1 mg/L untuk kadmium  dan 05 mg/L untuk timbal. Konsentrasi logam berat yang ditemukan pada daging Kepiting Bakau dan Kepiting Rajungan belum melebihi batas yang ditetapkan dalam Standar Nasional Indonsia.