Claim Missing Document
Check
Articles

Happiness of Working Mothers Through Family Life Stages Tina Afiatin; Ilma Putri Istianda; Annisa Yuliarahma Wintoro
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 31 No. 3 (2016): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 31, No. 3, 2016)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.022 KB) | DOI: 10.24123/aipj.v31i3.569

Abstract

The happiness of working mothers greatly affects the well-being of family. The objective of this study is to examine the happiness of working mothers in the stages of family life cycle of having: (a) the first child aged 0-35 month old; (b) the first child at pre-school age; (c) the first child at school age; (d) the first child at adolescent age; and (e) the first child who has married, by controlling the effect of work-family balance. Participants were 526 working mothers with children and a working husband. Data were collected using the Happiness Scale and the Work-Family Balance Scale. Data were analyzed using ANCOVA. The results showed that there were differences in the happiness of working mothers at different stages of family life cycles (F = 2.55; p < .05). Working mothers with the first child at pre-school age had the highest level of happiness, whilst those with the married first child had the lowest level of happiness. The levels of working mothers’ happiness were mostly influenced by the level of work-family balance rather than family life cycle.
Physical Activity and Transformational Leadership as Predictors of the Psychological Well-Being of Working Mothers [Aktivitas Fisik dan Kepemimpinan Transformasional Sebagai Prediktor Kesejahteraan Psikologis Ibu Bekerja] Tina Afiatin; Hanif Akhtar; Annisa Reginasari; Ervina Lutfikasari; Bilhuda Ning Penggalih; Naufi Ulumun Nafiah; Nindya Dwi Apsari Sumawibawa; Nuri Muslikhah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol. 35 No. 1 (2019): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 35, No. 1, 2019)
Publisher : Laboratory of General Psychology, Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v35i1.2583

Abstract

The psychological well-being (PWB) of working mothers has an important influence both for family well-being and work performance. The increasing number of working women, and the existence of various changes in work, require a new explanation of the predictors of working mothers’ PWB. The purpose of this study was to examine the model of personal and interpersonal factors related to the PWB of working mothers, as mediated by work-family balance (WFB). The hypothesis of this study was a theoretical model stating the influence of physical activities and transformational leadership on PWB, through WFB, in accordance with empirical data. The subjects of the study were 536 working mothers of children, coming from Muslim communities and working under the directions of supervisors. The data collection used the Psychological Well-Being Scale, the Work-Family Balance Scale, the Physical Activities Scale, and the Scale of Perception of Transformational Leadership. The data analysis used the Structural Equation Model (SEM). The research results showed that physical activities and transformational leadership proved to have an effect upon the PWB of working mothers, through WFB. Kesejahteraan psikologis (psychological well-being - PWB) ibu bekerja berpengaruh penting, baik untuk kesehatan keluarga dan kinerja dalam pekerjaan. Peningkatan jumlah ibu bekerja, beserta dengan perubahan dalam pekerjaan, memerlukan penjelasan baru atas prediktor kesejahteraan psikologis ibu bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji model dari peran faktor personal dan interpersonal dalam kesejahteraan psikologis ibu bekerja, dimediasi oleh keseimbangan kerja-keluarga (work-family balance - WFB). Hipotesis penelitian ini adalah sebuah model teoretis yang menyatakan peran aktivitas fisik dan kepemimpinan transformasional mengenai kesejahteraan psikologis, melalui keseimbangan kerja-keluarga, berdasarkan data empiris. Subjek penelitian adalah 536 ibu bekerja yang sudah memiliki anak, dari komunitas Muslim, dan bekerja di bawah naungan supervisor. Pengumpulan data dengan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis, Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga, Skala Aktivitas Fisik, dan Skala Persepsi terhadap Kepemimpinan Transformasional. Data analisis menggunakan Model Persamaan Struktural (Structural Equation Model - SEM). Hasil penelitian membuktikan bahwa aktivitas fisik dan persepsi atas kepemimpinan transformasional berperan dalam kesejahteraan psikologis ibu bekerja, melalui keseimbangan kerja-keluarga. Received 7 November 2018; Accepted 27 July 2019; Published 25 October 2019.
Pengaruh Pelatihan Relaksasi Zikir terhadap Peningkatan Kesejahteraan Subjektif Istri yang Mengalami Infertilitas Dina Wahyunita; Tina Afiatin; RA. Retno Kumolohadi
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss2.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan relaksasi zikir terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif istri yang mengalami infertilitas. Pelatihan relaksasi zikir adalah pelatihan yang menggunakan konsep relaksasi zikir dari Maimunah (2011) yang terdiri atas materi infertilitas, materi relaksasi zikir, praktek relaksasi zikir, diskusi pengalaman, dan self monitoring. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang istri yang mengalami infertilitas primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala kesejahteraan subjektif, wawancara, dan observasi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest posttest design. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan relaksasi zikir terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif pada kelompok penelitian sebelum diberikan pelatihan dan setelah diberikan pelatihan. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, lembar kerja. Hasil penelitian, yaitu semua aspek pada kesejahteraan subjektif menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada istri yang mengalami infertilitas sebelum mendapatkan pelatihan relaksasi zikir dengan setelah mendapatkan pelatihan dengan nilai Z=-1,826, p=0,034 (p<0,05), r=-0,913. Hasil estimasi effect size mengindikasikan bahwa pelatihan relaksasi zikir memiliki a large effect terhadap aspek kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif karena mampu menjelaskan varian kepuasan hidup, varian afek positif, dan varian afek negatif sebesar 83,36%. Kesimpulan penelitian ini adalah kesejahteraan subjektif istri yang mengalami infertilitas lebih tinggi setelah mengikuti pelatihan relaksasi zikir dibandingkan sebelum mengikuti pelatihan. Kesejahteraan subjektif istri infertilitas meningkat setelah mengikuti pelatihan relaksasi zikir. Pelatihan relaksasi zikir dapat meningkatkan aspek kepuasan hidup dan aspek afektif pada istri yang mengalami infertilitas.
Efektivitas Pelatihan Koping Religius untuk Meningkatkan Resiliensi pada Perempuan Penyintas Erupsi Merapi Mita Octarina; Tina Afiatin
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 5 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol5.iss1.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan koping religius dalam meningkatkan resiliensi pada perempuan penyintas erupsi Merapi. Pelatihan koping religius dalam penelitian ini berdasarkan pada teori Pargament dkk (2011). Menurut Pargament, koping religius dibagi menjadi dua, yaitu koping religius positif dan negatif. Penelitian ini menggunakan koping religius positif, yang merefleksikan hubungan yang aman dengan Tuhan, dan yakin bahwa terdapat makna besar dalam menjalani kehidupan. Tuhan dianggap sebagai murah hati, dan pemaaf dan penuh kasih sayang. Penelitian ini menggunakan non random pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu perempuan penyintas erupsi Merapi. Alat ukur yang digunakan yaitu skala resiliensi, observasi dan wawancara. Skala resiliensi merupakan modifikasi dari skala resiliensi Yu dan Zhang (2007). Penelitian ini menggunakan uji mann-whitney dengan gained score. Hasil dari uji mann-whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor resiliensi yang sangat signifikan saat pascates antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang ditunjukkan dengan F= -3,210, P =0,001 (P<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan koping religius efektif untuk meningkatkan resiliensi pada perempuan penyintas erupsi Merapi.
Meningkatkan Optimisme Remaja Panti Sosial dengan Pelatihan Berpikir Positif Mutya Nurindah; Tina Afiatin; Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol4.iss1.art4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh pelatihan berpikir positif terhadap optimisme pada remaja yang tinggal di panti sosial. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan optimisme antara remaja yang mendapat pelatihan berpikir positif dan yang tidak mendapatkan pelatihan berpikir positif. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 remaja putra dan putri yang minimal 1 tahun tinggal di panti, berusia 13 sampai 18 tahun, dan tingkat pendidikan minimal SLTP. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat tes optimisme yang dibuat oleh peneliti berdasarkan teori McGinnis (1995), wawancara dan observasi. Pelaksanaan pelatihan berpikir positif mengacu pada manual pelatihan berpikir positif yang telah disusun oleh peneliti dengan mengacu pada teknik pendekatan kognitif. Hasil evaluasi perbandingan skor optimisme saat prates, pascates dan tindak lanjut serta data hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan optimisme antara subjek yang mendapat pelatihan berpikir positif dan yang tidak mendapat pelatihan berpikir positif. Subjek yang mengikuti pelatihan berpikir positif mengalami peningkatan skor optimisme.
Menulis Pengalaman Emosional untuk Menurunkan Depresi pada Perempuan Korban Kekerasan Vequentina Puspa Indah; Tina Afiatin; Yulianti Dwi Astuti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art1

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh menulis pengalaman emosional dalam menurunkan depresi pada perempuan korban kekerasan. Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan tingkat depresi pada perempuan korban kekerasan yang melakukan prosedur menulis pengalaman emosional dan perempuan korban kekerasan yang tidak melakukan prosedur menulis pengalaman emosional. Subjek penelitian terdiri atas 14 orang perempuan korban kekerasan yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Prosedur menulis pengalaman emosional dilakukan dalam 4 sesi. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI). Pengukuran tingkat depresi dilakukan sebelum pelaksanaan prosedur menulis pengalaman emosional, setelah pelaksanaan prosedur, dan dua minggu setelah pelaksanaan prosedur. Hipotesis diuji dengan teknik Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat depresi pada perempuan korban kekerasan terjadi setelah dilakukannya prosedur menulis pengalaman emosional, namun tidak efektif lagi pada jangka waktu dua minggu setelahnya. Dengan demikian prosedur ini dapat digunakan sebagai awalan atau pembuka bagi serangkaian intervensi lainnya yang ditujukan untuk menurunkan depresi pada perempuan korban kekerasan.
Pengaruh Pelatihan Regulasi Emosi terhadap Peningkatan Subjective Well Being pada Penderita Diabetes Mellitus Anita Rakhmawaty; Tina Afiatin; Rr. Indahria Sulistya Rini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol3.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap peningkatan subjective well being yang dialami oleh penderita diabetes mellitus. Subjek dalam penelitian ini adalah para penderita diabetes mellitus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala subjective well being, wawancara dan observasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pretest posttest control group design. Analisis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan analisis uji t dengan gained score untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pelatihan regulasi emosi terhadap subjective well being pada kelompok penelitian sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Analisis kualitatif dilakukan berdasarkan hasil observasi, wawancara, lembar kerja. Hasil penelitian yaitu pada prates dan pascates subjective well being menunjukkan bahwa ada perbedaan subjective well being setelah diberikan pelatihan dengan nilai t= 3,980, p=0,003 (p<0,05). Pada pascates dan follow up kelompok penelitian tidak terdapat perbedaan subjective well being dengan nilai t= 1,240, p=0,243 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan subjective well being antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pelatihan regulasi emosi dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan regulasi emosi.
Pengaruh Pelatihan Pemusatan Perhatian (Mindfulness) Terhadap Peningkatan Empati Perawat Umniyah Umniyah; Tina Afiatin
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 1 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol1.iss1.art2

Abstract

This research is aimed to recognize the effect of minduliness training to enhance the empathy level of healthcare professionals (nurse). The design of this research is randomized pretest-posttest control group design. The instrument of measurement in this research is Empathy Scale, observation, interview and sharing ideas. The result of the one way anova analysis indicated that there was a significant difference of empathy score in post-test measurement between experimental group and control group, which F = 20,724;p - 0,001 (p <0,05). It means that minduliness training was effective for enhancing the empathy level of healthcare professional (nurse).Key words: empathy, mindfulness, healthcare professionals (nurse).
Pelatihan Manajemen Emosi Sebagai Program Pemulihan Depresi pada Remaja Korban Gempa Bumi Zarina Akbar; Tina Afiatin
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 1 No. 1 (2009)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol1.iss1.art7

Abstract

Yogyakarta's earthquake survivors oñen show depression symptoms. This study is aimed to recognize the effectiveness of emotional management training on mitigating depressed adolescents of Yogyakarta's earthquake survivors. Twenty participants enrolled within, which are categorized into experiment and control group. The participant's characteristics were: second year in junior high school, survivors of Yogyakarta's earthquake, age ranging from 13 to 15. The hypotheses sugaest that emotional management training is effective to decrease depression among adolescents of Yogyakarta's earthquake victim. Beck Depression Inventory was conducted before, after, and at the follow-up to measure depression. Result shows that emotional management training is effective in decreasing depression among adolescents of Yogyakarta's earthquake survivors. Qualitative analysis found that individuals which shows higher hate of declining depression score have different emotion management process compared to the lower. It suggested to next research to focus continously to improve the effectiveness of the training.Keywords: Yogyakarta's earthquake survivors, Emotion Management Training, Depression
Efektivitas Pelatihan Regulasi Emosi Untuk Meningkatkan Resiliensi Caregiver-keluarga Pasien Skizofrenia R.A Diana Rahmi Andriani; Tina Afiatin; Rr Indahria Sulistyarini
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol9.iss2.art8

Abstract

The study examined the effectiveness of emotion regulation training to improve schizophrenia familycaregiver’s resilience. This study usepre-post test control group design. The intervention consist 3 class sessions for two weeks and the duration of every session runs between 150- 180 minutes each. The participants were 10 schizophrenia caregivers from two desa in Moyudan Sleman. They were men and women aged between 39-57 years old, and classified into two groups. One group (n=5) received emotion regulation training as experimental group and the other (n=5) as controlled group (waiting list). Participant were assed using Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) before intervention (pre-tes,) after intervention (post-test,) and two weeks after intervention (follow-up). T-test analysis toward the gained score shows difference between the experimental group and controlled group. The experimental group shows significant improvement while the control group show less obvious improvement. The result concluded that emotion regulation training was significantly effective to improve resilience of schizophrenia familycaregiver.Key word: resilience, emotion regulation, schizophrenia family caregiver