Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Keterampilan Mendongeng untuk Keluarga Nelayan Tina Afiatin; Budi Andayani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 2, No 1 (2016): September
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.717 KB) | DOI: 10.22146/jpkm.22217

Abstract

Storytelling is an efective way in instilling moral in children and forming character. Storytelling skill is needed by parents, especially in the fsherman families, to improve parenting quality. However, the parents in Tou village have not known and have never gotten the training on good storytelling. Terefore, in the community service activity of the Faculty of Psychology, UGM, it was given storytelling skill training for the fsherman families. Te storytelling skill training was held in Tou village, Moilong, Banggai, Central Sulawesi, belonging to the outermost, the most front and remote region. Te training was attended by 25 people of Tou village. Te training was held for two days with training materials: the lecture of good storytelling technique, the exercise of verbal and non-verbal communication, the practice of storytelling for the participant’s children, and the feedback of practicing storytelling skill. Te training results were analyzed with the qualitative and quantitative approach. Te qualitative analysis results (from observation, interview, and focus group discussion) showed that all participants felt getting new knowledge and skill, that is the useful storytelling skill in parenting. Te quantitative analysis results (parenting scale score) with statistic using t-test, the result was that there was signifcant reduction of dysfunctional parenting (t = -5,87;  p <0,001) between before and afer getting storytelling skill training.
Peranan mediasi orang tua terhadap kecanduan internet pada remaja: Harga diri sebagai mediator Ratri Pratiwi; Tina Afiatin
Jurnal Psikologi Sosial Vol 19 No 1 (2021): February
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jps.2021.08

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji apakah mediasi orang tua memprediksi kecanduaninternet pada remaja dan apakah hubungan ini dimediasi oleh harga diri. Harga diri diyakinisebagai salah satu faktor internal yang memediasi hubungan mediasi orang tua dan kecanduaninternet. Subjek penelitian adalah 413 siswa dari 5 Sekolah Menengah Atas di Kota Yogyakartadengan usia 13-18 tahun. Kriteria subjek penelitian, yaitu pengguna internet aktif danmenggunakan internet minimal enam jam setiap hari, dan tinggal bersama orang tua yangmenggunakan internet. Analisis data dengan analisis regresi didapatkan hasil bahwa (1) mediasiorang tua berperan secara signifikan terhadap harga diri (β= 0,131, p<0,01), (2) Harga diriberperan secara signifikan terhadap kecanduan internet (β= -0,132, p<0,01) (3) Denganmengontrol harga diri, mediasi orang tua berperan secara signifikan terhadap kecanduaninternet (β= -0,290, p<0,01). Artinya, harga diri memediasi secara parsial hubungan antaramediasi orang tua dengan kecanduan internet.
Model kesejahteraan subjektif remaja penyintas bencana Tsunami Aceh 2004 Nefi Darmayanti; H. M. Noor Rachman Hadjam; Tina Afiatin
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 3 No. 1 (2015): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v3i1.2199

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menguji model kesejahteraan subjektif remaja penyintas bencana tsunami secara empiris, mendasarkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan subjektif remaja. Mengacu pada teori &ldquo;top-down&rdquo; dan &ldquo;bottom-up&rdquo; maka dapat dirumuskan bahwa kesejahteraan subjektif individu ditentukan oleh faktor-faktor internal dan eksternal individu. Faktor internal mencakup nilai-nilai hidup dan kepribadian, seperti religiusitas, kepribadian tangguh, optimisme, dan harga diri; sedangkan faktor eksternalnya mencakup kondisi situasional dan lingkungan, yaitu dukungan sosial. Subjek penelitian ini adalah 209 remaja penyintas, berusia antara 15 &ndash; 18 tahun yang tinggal di Banda Aceh. Metode pengumpulan data melalui angket dan skala. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur untuk menguji model teoritis dan hubungan antara religiusitas, kepribadian tangguh, optimisme, harga diri dan dukungan sosial dengan kesejahteraan subjektif. Hasil penelitian menemukan bahwa model teoritis kesejahteraan subjektif remaja penyintas bencana tidak fit dengan data empirisnya. Namun setelah dilakukan modifikasi, model teoritis kesejahteraan subjektif remaja penyintas bencana fit dengan data empirisnya.Kata kunci: kesejahteraan subjektif, religiusitas, kepribadian tangguh, optimisme, harga diri, dukungan sosial dan remaja penyintas.
Resiliensi pada Remaja Jawa M.C. Ruswahyuningsi; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.599 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.7347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang resiliensi pada remaja Jawa dan faktor-faktor yang memengaruhinya terkait dengan permasalahannya didalam keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe fenomenologi. Responden penelitian ini, adalah remaja Jawa berusia 16 tahun sampai 21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemampuan resiliensi pada remaja Jawa yang dipengaruhi resiliensi keluarga, teman sebaya, dan nilai-nilai budaya Jawa rila, narima, dan sabar, religiusitas dan lingkungan sosial. Remaja yang mengalami konflik dalam keluarga ternyata mampu keluar dari tekanan dan bangkit dari peristiwa-peristiwa buruk masa lalu. Sikap resiliensi mencakup kemampuan remaja menghindari stres yang menekan atau depresi yang dialaminya dan tetap produktif.
Dinamika Pengambilan Keputusan Penjual Jamu Tradisional untuk Layanan Aborsi Untung Eko Setyasari; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.106 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.7352

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengam - bilan keputusan penjual jamu tradisi onal dalam memberikan layanan aborsi dan alasa mengapa mereka melakukannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini adalah tujuh orang penjual jamu tradisional dan lima orang informan crosscheck. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penjual jamu tradisional akan berpikir sebelum bertindak ketika mereka merespons permintaan aborsi. Proses berpikir penjual jamu termanifestasi dalam proses pengambilan keputusan untuk memberikan layanan aborsi atau tidak. Subjek menggunakan pendekatan pengambilan keputusan dengan cara proses belajar sosial dan berkomunikasi dengan significant person - nya. Dari cara tersebut, mereka dapat mengembangkan alternatif pilihan dan kemudian memikirkan segala konsekuensi dari masing-masing pilihan. Subjek cenderung mengambil keputusan dengan tidak menghilangkan risiko, tetapi mengurangi risiko dengan strategi pemasaran yang terselubung dan selektif memilih calon konsumen. Hasil penelitian juga menjelaskan proses pengambilan keputusan dari berbagai perspektif, mulai dari hukum, ekonomi, moralitas dan sosial. Disamping itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa memberikan layanan aborsi adalah sebuah pilihan yang bebas. Pilihan tersebut tidak terlepas dari dorongan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, yakni berupa kebutuhan survival, belonging dan loving, power, freedom dan fun.
Peran Kontrol Diri dan Mediasi Orang Tua terhadap Perilaku Penggunaan Internet Secara Berlebihan Izzanil Hidayati; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.12 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.52744

Abstract

Perilaku penggunaan internet yang berlebihan pada remaja muncul sebagai interaksi dari berbagai faktor, diantaranya ialah kontrol diri dan mediasi orang tua. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kontrol diri dalam memediasi hubungan antara  mediasi orang tua terhadap kecenderungan perilaku penggunaan internet secara berlebihan pada remaja. Partisipan penelitian ini adalah 327 remaja berusia 15-18 tahun (139 laki-laki, 188 perempuan). Skala yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala kontrol diri, skala mediasi orang tua, dan skala perilaku penggunaan internet secara berlebihan. Dengan prosedur pengujian variabel mediator, analisis regresi menunjukkan bahwa penggunaan internet secara berlebihan merupakan prediktor bagi mediasi orang tua (b =-0,610; p < 0,05) maupun kontrol diri (b =-0,503 ; p < 0,05). Peran penggunaan internet berlebihan ini menurun ketika regresinya dengan mediasi orang tua dengan mengikutsertakan kontrol diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri berperan sebagai mediasi pada hubungan mediasi orang tua terhadap kecenderungan perilaku penggunaan internet secara berlebihan pada remaja.
Misi Penyelamatan Diri: Dinamika Psikologis Rasa Malu Pasangan (Istri) Koruptor Wa Ode Saqya Hania; Tina Afiatin
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.353 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.55168

Abstract

Relasi perkawinan merupakan hubungan interdependensi antara suami dan istri. Ketika suami melakukan tindak pidana korupsi, maka dapat menimbulkan rasa malu bagi pasangannya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis rasa malu pasangan (istri) koruptor serta faktor-faktor yang terlibat di dalamnya. Partisipan penelitian adalah seorang istri yang menggugat cerai suaminya akibat kasus korupsi yang dilakukan suaminya. Metode kualitatif studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu yang dialami partisipan ter manifestasikan dalam perasaan-perasaan marah, kecewa, sedih, sakit, kesepian, kehilangan, takut terekspos, defect, dan tidak bahagia. Rasa malu yang dialami muncul dari adanya identitas bersama yang mengancam citra diri partisipan. Koping yang dilakukan partisipan untuk keluar dari rasa malu adalah dengan melupakan, memutus berbagi identitas dengan bercerai, dan memperbaiki citra diri. Dinamika rasa malu pasangan (istri) koruptor melibatkan tiga faktor yang berpengaruh besar, yakni karakteristik partisipan, keinginan partisipan agar anaknya memiliki kebanggaan atas orang tuanya, dan relasi dengan keluarga.
EFEKTIVITAS PELATIHAN PROGRAM KELOMPOK “AJI” PADA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Tina Afiatin; - Subandi; - Haryanto
Jurnal Psikologi Vol 27, No 1 (2000)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.7007

Abstract

AJI (Adventurous Juvenile Intervention) is a training program designed for increasing group counseling skill in a natural setting by using “learning by doing” and “experiential learning” principle. Through this program school counselors not only have an opportunity to participate in-group counseling session but also practic to become a group counselor. This research aimed to test the effectiveness of AJI program in increasing the skill of school counselor for group counseling. The subject was 21 school counselors of middle school (SLTP) from Sleman Yogyakarta (11 male and 10 female; 12 subject hold S1 and 9 subject got D3 Diploma Degree). Quasiexperiment method was applied. The results indicate that there is a significant difference in the subject’s skill in counseling before and after intervention (t = -15.617; p < 0,01). There is also significant difference in the knowledge of group counseling (t = -20.414; p< 0,01). The qualitative data can be concluded that the school counselors get a deeper understanding of group counseling and its procedure as well as their ability to lead a group counseling for students. Overall, both quantitative and qualitative data analysis indicated that AJI program is effective in increasing the counseling skill of school counselors. Keyword: Adventurous Juvenile Intervention.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI EFEKTIF TENTANG SEKSUALITAS DALAM KELUARGA DENGAN SIKAP REMAJA AWAL TERHADAP PERGAULAN BEBAS ANTAR LAWAN JENIS Titi Prihartini; Sartini Nuryoto; Tina Afiatin
Jurnal Psikologi Vol 29, No 2 (2002)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpsi.7020

Abstract

This research was intended to discover the correlation relationship between the effective communications about sexuality in family on early adolescents’ attitude toward free socialization among youths of different sexes. The subjects of the research were 370 Junior High School students that consisted of 185 female students and 185 male students from SLTP PIRI I Yogyakarta and SLTPN 5 Depok Sleman. Three psychological scales made by the researcher were used to obtain the data. The first psychological scale was the communications about sexuality in family for the early female adolescents and it consisted of 23 items. The second psychological scale was the communications about sexuality in family for the early male adolescents and it also consisted of 23 items. The third psychological scale was the attitude toward free socialization among youths of different sexes and it consisted of 66 items. Data analysis by Pearson product moment analysis shows that the correlation relationship between the effective communications about sexuality in family and early adolescents’ attitude toward free socialization among youths of different sexes was significantly positive for both female and male students (rxy1 =0,201 ; p= 0,003 and rxy2 =0,147 ; p= 0,023 p ′ 0,05). The effective contribution given by the effective communications about sexuality in family on early adolescents’ attitude toward free socialization among youths of different sexes was 4% for female students and 2,2% for male students. Data analysis by applying the t – test analysis shows that there was a significant difference between female and male students’ attitude toward free socialization among youths of different sexes ( X L = 177,88 ∃ X P = 159,12; t = - 6,4 ; p = 0,000, p ′ 0,01). It means that the attitude of early male adolescents toward free socialization among youths of different sexes is higher than early female adolescents. Keywords: effective communications about sexuality in family, early adolescent,free socialization among youths of different sexes
PENGARUH PROGRAM KELOMPOK “AJI” DALAM PENINGKATAN HARGA DIRI, ASERTIVITAS, DAN PENGETAHUAN MENGENAI NAPZA UNTUK PREVENSI PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA Tina Afiatin
Jurnal Psikologi Vol 31, No 1 (2004)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.82 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.7035

Abstract

A program to prevent NAPZA abuses by teenagers were designed to improve both NAPZA knowledge and interpersonal and personal competencies. This research was performed to test influences of the program of AJI group in preventing NAPZA abuses in adolescents having high risks toward NAPZA abuses. The research subjects were early teenagers studying at schools located in the Sleman Regency, Yogyakarta. The number of subjects was 200 people and they were grouped using random assignment into a 100-person experimental group and a 100-person control group. The tool used to collect data was Self- Esteem Scale (adaptations of Self-Esteem Inventory from Coopersmith), Assertiveness Scale (adaptations of The Ratus Assertiveness Schedule), Scale of NAPZA knowledge (Afiatin, 1999) and list of NAPZA abuse signs (Gordon, 1999). The analysis of data used Mixed Variance Analysis (Anava Mixed 1 path x 1 factor) in order to recognize differences in self esteem, assertiveness, and NAPZA knowledge in before, after and further actions of treatments. The Anava Mixed was also used to recognize differences in NAPZA abuse signs between the experimental group subjects and the control group subjects between before and six months after treatments. The research results showed that: (1) there was a difference in self esteem, assertiveness and NAPZA knowledge between teenagers involved in the program of AJI group and who involved in the NAPZA extension; self esteem, assertiveness and NAPZA knowledge in teenagers involved in the program of AJI group was better than who involved in the NAPZA extension; (2) there was a difference in NAPZA abuse signs between teenagers involved in the program of AJI group and who involved in the NAPZA extension; the teenagers involved in the program of AJI group had NAPZA abuse signs than who involved in the NAPZA extension. Implementations of the research results in the efforts of preventions of NAPZA abuses in the teenagers in schools still needed further discussions. Based on the research results and discussions, it could be concluded that the program of AJI group could become a model in preventions of NAPZA abuses in teenagers. Keywords: prevention – NAPZA Abuses – Program of “Aji” Group.