Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN LEGHA SUMENEP MADURA sulis, Sulistiami; Nuraini, Iut
WAHANA Vol 69 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.346 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v69i2.1062

Abstract

Marriage isthe most sacred ceremony in the course of human life,each region hasits own proceduresperformed by tribes Madura in general and especially in the city Sumenep. Make up and bridalfashion become the center ofattention of the public and guests who attended the wedding,therefore,the bride would want to look attractive. Bridal Sumenep on each night receptionis dividedinto three kinds, namely legha bridal make up, bridal make up bridal make up kapotren and candles.The discussion on this matter is devoted to review of bridal legha. This research is motivated by thefact that Indonesia is actually rich variety harmoninasi customs in public life. The procedure foreachevent must be different tribe, one of the brides in East Java there that has a characteristicunique make up, among others Madura particularly Sumenep. Formulation of the problem in thisstudy is "How do makeup, fashion and bridal accessories legha Sumenep Madura?".The goal is todescribe the results of makeup, fashion and bridal accessories legha Sumenep Madura. Subjects inthis study consist edoffive people and the institutions, among others, the Department of TourismCulture Youth and Sports Sumenep, bridal make up expert legha Sumenep among others Drs.RMTaufiqurrahmanheisat the same legha bridal make up Sumenep cultural figures, Hj.Uhana bridalmake up artist and one of the members of the DPCHARPI MELATISumenepdistrict,Nuningmotherwhois also a bridal make up in Sumenep, as well as the male and female models areready make up legha bride. Data obtained by observation, interviews and documentation.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LANGSUNG MEMBUAT PAES PROPOSIONAL PADA PENGANTIN INDONESIA JOGJA F.S, Vony; sulis, Sulistiami
WAHANA Vol 69 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.708 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v69i2.1064

Abstract

Study aims to determine the results of learning to make paes proportionally through direct learningmodel approach. The study used a one shots case study design study. The subjects of the study werestudents of Adi Buana University class of 2016, amounting to 25 people. Methods of data collectionusing written tests make design and performance tests make paes on the model. The bride Yogja Putriis one of the bridal makeup styles of court the Yogjakarta. Characteristic of the bride Java princess isa form of paes on the forehead that only uses a shoot, without using prada. Making bridal paes bothsolo and Yogja, Originally using traditional methods, but as the development of science then themethod proportional to alternative making paes. Paes is a black or green forehead makeup. Paes onthe bride Yogja consists of 4 parts, namely penunggul, penyep, penitis and godeg. The purpose of thisstudy is to know the learning outcomes of making Yogja princess paes with direct learning modelproportionally, Proportional Technique is Technique of making paes which base on visualization ofbridal face that is peak of nose and corner of eye of outside. These benchmarks are used to makepenunggul, penitis, pengapit and godeg. The purpose of making paes proportionally is to ease inmaking paes for beginners, especially students. Learning outcomes make paes proportionally easierby using visualization of the bridal face as a benchmark. This is evidenced by the increase of learningoutcomes from making the design to the actual model of the cycle I average obtained by 83.3%, thesecond cycle of 89.7%, and the average III cycle obtained 95.5%.
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN METODE PRAKTEK UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MENJAHIT MAHASISWA BARU JURUSAN PKK TATA BUSANA UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Sulistiami, Sulistiami
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol8.no14.a1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas menjahit bagi mahasiswa baru jurusan PKK Tata Busana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Praktek menjahit adalah salah satu alat yang dapat meningkatkan kualitas menjahit bagi mahasiswa baru yang belum menjahit dengan baik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan perhitungan angka-angka atau termasuk jenis non statistik. Setelah dilihat hasil jahitan sebelum diberikan praktek langsung mahasiswa yang belum bisa menjahit dan setelah diberikan praktek langsung menjahit hasilnya seperti apa pada mahasiswa. Hasil dari model pembelajaran langsung dengan metode praktek untuk meningkatkan kualitas menjahit mahasiswa baru jurusan PKK Tata Busana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ternyata menunjukkan kualitas menjahitnya lebih baik ini berdasarkan hasil-hasil jahitan dari mahasiswa sebelum diberikan pelatihan langsung untuk menjahit. Saran untuk Universitas PGRI Adi Buana Surabaya khususnya jurusan PKK Tata Busana, memberikan dukungan dalam praktek langsung latihan menjahit untuk memperlancar pembelajaran dan membantu jurusan PKK Tata Busana khususnya untuk mendapatkan lebih banyak minat calon mahasiswa untuk masuk jurusan PKK Tata Busana Khususnya
PENGUNAAN PENGUAT JENIS MORDAN DAN DAUN JAMBU TERHADAP HASIL PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP PADA KAIN KATUN Sulistiami, Sulistiami; fathonah, nur
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol9.no16.a1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sebera besar pengaruh warna daun jambu setelah diberi mordan pada teknik ikat celup kain katun pada taplak meja. Pewarna daun jambu adalah pewarna alam yang ramah lingkungan dan mudah luntur atau hilang maka dibutuhkan penguat warna untuk mendapatkan warna yang dinginkan dengan jalan memberi mordan sebagai penguatnya pada teknik ikat celup bahan katun. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif untuk menghitung pengaruh mordan terhadap pewarna daun jambu pada teknik ikat celup kain katun taplak meja. Hasil penelitian berdasarkan observasi eksperimen dan pada analisis data secara setatistik maupun diskriptif dapat dirumuskan terdapat perbedaan kadar intensitas warna pada taplak meja kain katun dari teknik ikat celup dengan pewarna daun jambu dengan penguat mordan yang berbeda dibuktikan dari hasil statistik 30 responden menyatakan berbeda antara yang satu dengan yang lainya. Saran diharapkan bagi semua penguna pewarna alam untuk mengunakan mordan sebagai penguat warna, sehingga mendapatkan warna yang dinginkan untuk teknik ikat celup bahan katun.
DAUN JATI DAN PELOPAH PISANG Daun Jati Dan Pelopah Pisang Pada Pewarnaan Teknik Ikat Celup Kain Katun Sulistiami, Sulistiami
WAHANA Vol 65 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v65i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan hasil pewarnaan daun jati dicampur pelopah pisang pada pewarnaan teknik ikat celup kain katun. Daun jati adalah pewarna yang mudah pudar karena sering digunakan pada pewarna makanan, maka dicampur dengan pelopah pisang karena getah pohon pisang itu sulit untuk hilang apabila terkena pakaian untuk penguat pewarnan teknik ikat celup kain katun. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif karena tidak menggunakan perhitungan dengan angka tetapi hanya mendiskripsikan hasil eksperimen daun jati dicampur pelopah pisang pada pewarnaan teknik ikat celup kain katun. Penelitian ini menghasilkan pewarnaan kurang bagus karena tidak luntur ketika dipegang, motif-motif yang dihaslkan jelas tetapi kurang terang dan kadar intensitas warnanya kurang bagus karena kusam, kurang menarik dan kurang cerah. Saran diharapkan bagi semua pengguna pewarna alam untuk mencampurkan bahan alam yang lain, sehingga dari bahan pewarna yang lemah dicampur dengan bahan yang mempunyai penguat lebih kuat akan menguatkan pewarna alami tidak perlu dicampur bahan kimia.
PEMBERDAYAAN WANITA BERUPA PELATIHAN RIAS WAJAH MALAM DI ERA PANDEMI COVID Fitria Hansyah Fatmasari; Ria Andriani Mukti; Iut Nuraini; Sulistiami
ABIDUMASY Vol 3 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS HASYIM ASY'ARI TEBUIRENG JOMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i1.2382

Abstract

Abstract:The purpose of community service were adding insight and skills about evening make up of Mojo residents, Surabaya City especially for entrepreneurship in the field of beauty services. Also introducing/promoting the PVKK Study Program to the wider community. Research design were survey, proposal preparation , licensing management, preparation of materials to be delivered, preparation of training tools and materials. The results of community service were ability of residents about night make up look for themselves and clients, residents had the courage to take MUA business opportunities, improving the family economy during the covid-19 period. The conclusion is that the Mojo residents of the Gubeng sub-district are able to do night make up look to improve the family economy.Keyword : Training, Night make up look, Mojo residentAbstrak:Tujuan pengabdian masyarakat adalah menambah wawasan dan keterampilan make up wajah malam Warga Mojo, Kota surabaya khusunya untuk kewirausahaan di bidang jasa kecantikan, memperkenalkan/mempromosikan Program Studi PVKK ke masyarakat luas. Rancangan penelitian berupa : survey, penyusuan proposal, pengurusan perijinan, persipan materi yang akan disampaikan, persiapan alat dan bahan pelatihan. Hasil dari pengabdian masyakat adalah warga mampu melakukan make up malam pada diri sendiri dan klien, warga sudah berani untuk mengambil peluang bisnis MUA. meningkatkan perekonomian keluarga dimasa covid-19. Kesimpulan warga mojo kecamatan gubeng mampu melakukan tata rias wajah malam untuk meningkatkan perekonomian keluarga.Kata kunci : Pelatihan, Make up Malam, Warga Mojo
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN METODE PRAKTEK UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MENJAHIT MAHASISWA BARU JURUSAN PKK TATA BUSANA UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Sulistiami Sulistiami
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.569 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol8.no14.a1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas menjahit bagi mahasiswa baru jurusan PKK Tata Busana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Praktek menjahit adalah salah satu alat yang dapat meningkatkan kualitas menjahit bagi mahasiswa baru yang belum menjahit dengan baik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif karena tidak menggunakan perhitungan angka-angka atau termasuk jenis non statistik. Setelah dilihat hasil jahitan sebelum diberikan praktek langsung mahasiswa yang belum bisa menjahit dan setelah diberikan praktek langsung menjahit hasilnya seperti apa pada mahasiswa. Hasil dari model pembelajaran langsung dengan metode praktek untuk meningkatkan kualitas menjahit mahasiswa baru jurusan PKK Tata Busana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ternyata menunjukkan kualitas menjahitnya lebih baik ini berdasarkan hasil-hasil jahitan dari mahasiswa sebelum diberikan pelatihan langsung untuk menjahit. Saran untuk Universitas PGRI Adi Buana Surabaya khususnya jurusan PKK Tata Busana, memberikan dukungan dalam praktek langsung latihan menjahit untuk memperlancar pembelajaran dan membantu jurusan PKK Tata Busana khususnya untuk mendapatkan lebih banyak minat calon mahasiswa untuk masuk jurusan PKK Tata Busana Khususnya
PENGUNAAN PENGUAT JENIS MORDAN DAN DAUN JAMBU TERHADAP HASIL PEWARNAAN TEKNIK IKAT CELUP PADA KAIN KATUN Sulistiami Sulistiami; nur fathonah
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.991 KB) | DOI: 10.36456/bp.vol9.no16.a1242

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sebera besar pengaruh warna daun jambu setelah diberi mordan pada teknik ikat celup kain katun pada taplak meja. Pewarna daun jambu adalah pewarna alam yang ramah lingkungan dan mudah luntur atau hilang maka dibutuhkan penguat warna untuk mendapatkan warna yang dinginkan dengan jalan memberi mordan sebagai penguatnya pada teknik ikat celup bahan katun. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif untuk menghitung pengaruh mordan terhadap pewarna daun jambu pada teknik ikat celup kain katun taplak meja. Hasil penelitian berdasarkan observasi eksperimen dan pada analisis data secara setatistik maupun diskriptif dapat dirumuskan terdapat perbedaan kadar intensitas warna pada taplak meja kain katun dari teknik ikat celup dengan pewarna daun jambu dengan penguat mordan yang berbeda dibuktikan dari hasil statistik 30 responden menyatakan berbeda antara yang satu dengan yang lainya. Saran diharapkan bagi semua penguna pewarna alam untuk mengunakan mordan sebagai penguat warna, sehingga mendapatkan warna yang dinginkan untuk teknik ikat celup bahan katun.
DAUN JATI DAN PELOPAH PISANG Daun Jati Dan Pelopah Pisang Pada Pewarnaan Teknik Ikat Celup Kain Katun Sulistiami Sulistiami
WAHANA Vol 65 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.168 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v65i2.141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan hasil pewarnaan daun jati dicampur pelopah pisang pada pewarnaan teknik ikat celup kain katun. Daun jati adalah pewarna yang mudah pudar karena sering digunakan pada pewarna makanan, maka dicampur dengan pelopah pisang karena getah pohon pisang itu sulit untuk hilang apabila terkena pakaian untuk penguat pewarnan teknik ikat celup kain katun. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif karena tidak menggunakan perhitungan dengan angka tetapi hanya mendiskripsikan hasil eksperimen daun jati dicampur pelopah pisang pada pewarnaan teknik ikat celup kain katun. Penelitian ini menghasilkan pewarnaan kurang bagus karena tidak luntur ketika dipegang, motif-motif yang dihaslkan jelas tetapi kurang terang dan kadar intensitas warnanya kurang bagus karena kusam, kurang menarik dan kurang cerah. Saran diharapkan bagi semua pengguna pewarna alam untuk mencampurkan bahan alam yang lain, sehingga dari bahan pewarna yang lemah dicampur dengan bahan yang mempunyai penguat lebih kuat akan menguatkan pewarna alami tidak perlu dicampur bahan kimia.
STUDI TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN LEGHA SUMENEP MADURA Sulistiami sulis; Iut Nuraini
WAHANA Vol 69 No 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.346 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v69i2.1062

Abstract

Marriage isthe most sacred ceremony in the course of human life,each region hasits own proceduresperformed by tribes Madura in general and especially in the city Sumenep. Make up and bridalfashion become the center ofattention of the public and guests who attended the wedding,therefore,the bride would want to look attractive. Bridal Sumenep on each night receptionis dividedinto three kinds, namely legha bridal make up, bridal make up bridal make up kapotren and candles.The discussion on this matter is devoted to review of bridal legha. This research is motivated by thefact that Indonesia is actually rich variety harmoninasi customs in public life. The procedure foreachevent must be different tribe, one of the brides in East Java there that has a characteristicunique make up, among others Madura particularly Sumenep. Formulation of the problem in thisstudy is "How do makeup, fashion and bridal accessories legha Sumenep Madura?".The goal is todescribe the results of makeup, fashion and bridal accessories legha Sumenep Madura. Subjects inthis study consist edoffive people and the institutions, among others, the Department of TourismCulture Youth and Sports Sumenep, bridal make up expert legha Sumenep among others Drs.RMTaufiqurrahmanheisat the same legha bridal make up Sumenep cultural figures, Hj.Uhana bridalmake up artist and one of the members of the DPCHARPI MELATISumenepdistrict,Nuningmotherwhois also a bridal make up in Sumenep, as well as the male and female models areready make up legha bride. Data obtained by observation, interviews and documentation.