Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Fashion Business Development Strategy In Terms Of Swot Analysis At Laksmi Muslim Fashion Boutique In Surabaya After The Co-19 Pandemic Martha Suhardiyah; Sulistiami, Sulistiami; Aora Sapphire D; Gintan Regita Maharani
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 04 (2024): Edition October -December 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The selection of the fashion business is based on the consideration that the fashion business is a category of small businesses that are most in demand by the community. therefore, efforts are needed to be able to win the competition to seize the market.  Examining SWOT is a way of systematically collecting data on elements regarding strengths (Strengths), opportunities (Opportunities) weaknesses (Weaknesses) and Threats (Threats), This study uses a qualitative descriptive approach whose purpose is to describe the results of the fashion business development strategy at Laksmi Boutique Muslim Clothing in Surabaya.Sampling technique with total sampling, Data obtained using observation, interviews and document data collection. The conclusion of data analysis shows that to be able to win the competition the company must take more advantage by maximizing strengths (Strengths) and opportunities (Opportunities) through internal improvement of the company and can simultaneously reduce weaknesses (Weaknesses) and Threats (Threats) in business operations. Through this approach, business people have a basis for determining marketing and business development strategies with the right target.
Integrating Technological Innovations in Teacher Professional Development: A Case Study on Enhancing Learning Outcomes Sabariah, Sabariah; Rufi'i, Rufi'i; Nadiroh, Alvin; Lestari, Dian; Sulistiami, Sulistiami; Baidowi, Ach.
Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025): Integrative Islamic Education
Publisher : Pascasarjana Universitas KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/tijie.v6i1.1687

Abstract

The integration of technology in teacher training has been widely promoted to enhance learning quality, yet its effectiveness remains debated. This study investigates whether technology-assisted teacher training can significantly improve learning outcomes at SMP Negeri 1 Sukodono. Using a quasi-experimental design with a quantitative approach, the study analyzed education report scores from 2023 (pre-training) and 2024 (post-training) through paired t-tests, normality tests, homogeneity tests, and Pearson correlation analysis. Findings revealed no statistically significant improvement in average education report scores (p = 0.199), despite a 4.76% increase across five of six learning quality indicators. Strong correlations between pre- and post-training scores (r = 0.955, p = 0.003) suggest that while technology-based training has potential, its impact may require extended implementation and optimized integration for measurable improvements.
PEMBERDAYAAN WANITA BERUPA PELATIHAN RIAS WAJAH MALAM DI ERA PANDEMI COVID Fitria Hansyah Fatmasari; Ria Andriani Mukti; Iut Nuraini; Sulistiami
ABIDUMASY Vol 3 No 1 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i1.2382

Abstract

Abstract:The purpose of community service were adding insight and skills about evening make up of Mojo residents, Surabaya City especially for entrepreneurship in the field of beauty services. Also introducing/promoting the PVKK Study Program to the wider community. Research design were survey, proposal preparation , licensing management, preparation of materials to be delivered, preparation of training tools and materials. The results of community service were ability of residents about night make up look for themselves and clients, residents had the courage to take MUA business opportunities, improving the family economy during the covid-19 period. The conclusion is that the Mojo residents of the Gubeng sub-district are able to do night make up look to improve the family economy.Keyword : Training, Night make up look, Mojo residentAbstrak:Tujuan pengabdian masyarakat adalah menambah wawasan dan keterampilan make up wajah malam Warga Mojo, Kota surabaya khusunya untuk kewirausahaan di bidang jasa kecantikan, memperkenalkan/mempromosikan Program Studi PVKK ke masyarakat luas. Rancangan penelitian berupa : survey, penyusuan proposal, pengurusan perijinan, persipan materi yang akan disampaikan, persiapan alat dan bahan pelatihan. Hasil dari pengabdian masyakat adalah warga mampu melakukan make up malam pada diri sendiri dan klien, warga sudah berani untuk mengambil peluang bisnis MUA. meningkatkan perekonomian keluarga dimasa covid-19. Kesimpulan warga mojo kecamatan gubeng mampu melakukan tata rias wajah malam untuk meningkatkan perekonomian keluarga.Kata kunci : Pelatihan, Make up Malam, Warga Mojo
The Influence of Visionary Leadership and Persuasive Communication on Teacher Performance in Schools Sabariah, Sabariah; Akbar, Nadzmi; Sulistiami, Sulistiami; Qatrunida, Qatrunida; Rahmadi, Rahmadi
JURNAL AL-TANZIM Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/al-tanzim.v7i3.6138

Abstract

This paper discusses the influence of visionary leadership and persuasive communication on teacher performance at the Global Islamic Boarding School, South Kalimantan. Teacher performance is an essential component and needs special attention, considering that teacher performance significantly impacts student learning outcomes. This research uses a quantitative approach, and the sample was taken using a non-probability sampling technique with 40 respondents. The research results show that The t-count value for the visionary leadership variable of 2,764 is greater than the t-table of 2.02439 with a significance level of 0.009 < 0.05. This shows that visionary leadership has a positive effect on teacher performance. (2) The results of data analysis show that the t-count value is 1.203 < t-table 2.02439, with a significant value of 0.237 > 0.05. This states that Ha is rejected and Ho is accepted, meaning that the persuasive communication variable does not positively and significantly affect the teacher performance variable. (3) Based on the results of the F-test, it shows that the F-value is 4,590 > from F table 0.25, and the significant value is 0.018 < 0 .05; this shows that visionary leadership and persuasive communication have a simultaneous effect on teacher performance.
PERILAKU KONSUMTIF TERHADAP FAST FASHION : DAMPAK PADA LINGKUNGAN, SOSIAL DAN ALTERNATIF SOLUSI DALAM MENGURANGI FAST FASHION Amatullah, Inas; sulistiami
BUGARIS Vol 2 No 2 (2025): BUGARIS
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/3az94253

Abstract

Industri pakaian telah mengalami perubahan besar dengan kemunculan konsep cepat mode, yang memungkinkan barang-barang fashion diproduksi dan dijual dengan cepat untuk mengikuti tren terbaru. Fast fashion ditandai oleh cara produksi yang efisien, yang sering kali dilakukan di negara-negara dengan upah rendah, sehingga konsumen dapat menemukan produk baru secara teratur di toko. Meskipun memberikan kemudahan dan variasi bagi pembeli, model bisnis ini juga menghadirkan masalah serius terkait dampak terhadap lingkungan. Diperkirakan bahwa sektor fashion menyumbang antara 8-10% dari total emisi CO2 dunia dan menghasilkan 20% dari total limbah global, sementara penggunaan air mencapai 93 miliar meter kubik setiap tahunnya. Lebih dari itu, sekitar 40 juta orang bekerja di sektor ini, dengan banyak dari mereka berada di negara-negara berpendapatan rendah di mana keselamatan kerja sering kali diabaikan. Fast fashion menciptakan siklus konsumsi yang cepat, di mana masa pakai pakaian menjadi sangat pendek, sering kali dibuang setelah digunakan hanya beberapa kali. Hal ini berkontribusi pada dampak lingkungan yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana fast fashion mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat serta kesadaran mereka terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dengan memahami perspektif konsumen terhadap fast fashion dan kesadaran akan konsekuensi lingkungan, penelitian ini berusaha memberikan wawasan yang lebih luas mengenai bagaimana dampak fast fashion kepada lingkungan sekitar secara lebih luas.
OPTIMALISASI BRANDING DAN DIGITAL MARKETING UMKM DYNASTIE MADU KEMLAGI KAMPUNG WISATA Susilowati Susilowati; Sulistiami Sulistiami; Fitria Hansyah Fatmasari; Dinda Maharani Verdikasari; Dinar Nisa’ul Choir; Amelia Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50704

Abstract

UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi, salah satunya melalui kontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan lokal. UMKM Dynastie Madu di Desa Kemlagi, Mojokerto, memiliki potensi besar sebagai sentra produksi madu sekaligus Kampung Wisata edukatif. Namun, UMKM ini menghadapi kendala berupa terbatasnya diversifikasi produk, kemasan yang kurang menarik, pemasaran yang masih konvensional, serta pemanfaatan digital marketing yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan implementasi berbasis partisipatif dengan lima tahapan, yaitu pengembangan diversifikasi produk, peningkatan kapasitas produksi, penguatan identitas dan kualitas kemasan, perluasan jaringan pemasaran konvensional, serta optimalisasi digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah produk turunan madu dari 1 menjadi 13 jenis, peningkatan kapasitas produksi madu murni dari ±120 kg menjadi ±170 kg per bulan, serta perbaikan desain dan kualitas kemasan. Selain itu, UMKM berhasil memanfaatkan marketplace (Shopee, Facebook, TikTok) dengan rata-rata 80 pesanan daring per bulan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi branding yang efektif dan pemanfaatan digital marketing mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mendukung transformasi Desa Kemlagi menuju Kampung Wisata berbasis madu yang berkelanjutan.