Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Formulasi Sediaan Blush On dari Ekstrak Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Mayefis, Delladari; Febriana, Anisa; Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Utami, Rury Trisa
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Bulan November 2024 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v2i2.3467

Abstract

Latar Belakang: Antosianin merupakan salah satu kandungan senyawa kimia yang terdapat didalam bunga kembang sepatu dan berperan penting dalam memberikan warna. Serbuk bunga kembang sepatu ini dapat digunakan sebagai pewarna alami dalam sediaan blush on cream perona pipi. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  formulasi serbuk bunga kembang sepatu bisa menjadi sedian blush on cream.  yang digunakan pada formulasi sediaan blush on cream perona pipi. Metode : Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental yang meliputi pembuatan serbuk, formulasi sediaan menggunakan serbuk bunga kembang sepatu dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20%. Pemeriksaan mutu fisik sediaan seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji Viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji iritasi, terhadap sediaan. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan blush on cream perona pipi dengan konsentrasi 5% dan 10% berwarna pink muda dan konsentrasi 20% berwarna merah tua. Semakin bertambah konsentrasi serbuk bunga kembang sepatu yang digunakan dalam formula maka semakin bertambah pekat warna sediaan blush on cream perona pipi yang dihasilkan. Sediaan blush on cream perona pipi yang paling disukai adalah konsentrasi 10% dan 20%. Kesimpulan:  serbuk bunga kembang sepatu merah dapat diformulasikan dalam bentuk sedian blush on cream.
Pembuatan Jamu Sebagai Obat Tradisional Bersama Warga Pulau Panjang Kota Batam Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Budiasih, Sri; Julianto, Tommy; Hainil, Sri; Gusmali, Desy Maniarti; Amelia, Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2674

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 7.000 spesies tumbuhan obat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Pulau Panjang, khususnya para ibu, mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu kunyit asam sebagai alternatif pengobatan kolesterol. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2024 di SD Negeri 005 Galang dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Sebelum kegiatan, dilakukan survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pemahaman yang rendah terhadap obat tradisional. Sebanyak 25 peserta hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan keinginan untuk mencoba membuat jamu sendiri. Demonstrasi dilakukan langsung oleh mahasiswa dari Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam dengan dukungan kader setempat. Setelah kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap manfaat obat tradisional, khususnya kunyit sebagai penurun kolesterol. Produk jamu yang telah dibuat dibagikan kepada peserta, serta diberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Kesimpulannya, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan efektif dalam memberikan edukasi serta meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Rumput Laut Cokelat (Sargassum polycystum) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes : Formulation and Antibacterial Activity Test of Brown Seaweed (Sargassum polycystum) Ethanol Extract Cream Against Bacteria Propionibacteria acnes Wulandari, Fitri; Mayefis, Delladari; Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Gusmali, Desy Maniarti
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.7784

Abstract

Penyakit kulit yang umum terjadi adalah jerawat. Jerawat dapat timbul akibat infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu bahan alam yang dapat dijadikan obat untuk jerawat adalah tumbuhan rumput laut cokelat (Sargassum polycystum). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak rumput laut cokelat menjadi sediaan krim antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstrak rumput laut cokelat didapatkan melalui proses maserasi menggunakan etanol 96%. Pembuatan formulasi krim menggunakan variasi konsentrasi 20%, 25%, dan 50%. Evaluasi krim terdiri dari organoleptis, homogenitas, pH, tipe emulsi, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan iritasi. Pengujian antibakteri ekstrak rumput laut cokelat dan krim terhadap bakteri Propionibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran, kemudian diameter zona hambat dianalisis mengggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim ekstrak rumput laut cokelat telah memenuhi syarat krim yang baik. Ekstrak rumput laut cokelat dan krim dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes tertinggi pada konsentrasi 50% diperoleh rata-rata diameter zona hambat masing-masing yaitu 17,9 mm (kuat) dan 15,3 mm (kuat) dengan nilai yang signifikan sebesar p<0,05 melalui uji One Way ANOVA. Ekstrak rumput laut cokelat dapat diformulasikan menjadi bentuk krim yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan daya hambat kuat pada konsentrasi 50%.
Formulasi dan Uji Efektivitas Sediaan Spray Antinyamuk Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria): Formulation and Effectiveness Test of Repellent Spray Preparation of Ethanol Extract of Mangkokan Leaves (Polyscias scutellaria) Hainil, Sri; Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Azhar, Kevin Rizki; Mayefis, Delladari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.8856

Abstract

Daun mangkokan memiliki aktivitas sebagai larvasida Nyamuk genus Culex sp yang dikenal sebagai vektor penular arbovirus dan demam kaki gajah yang telah dibuktikkan melalui uji percobaan yang dilakukan secara maserasi etanol 95% yang diaplikasikan pada 20 larva Culex sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil uji efektivitas sediaan spray antinyamuk ekstrak etanol daun mangkokan (Polyscias scutellaria). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekstraksi maserasi yang meliputi pengumpulan dan pengolahan daun mangkokan (Polyscias scutellaria), pembuatan serbuk simplisia daun mangkokan, penyiapan proses maserasi untuk mendapatkan ekstrak etanol daun mangkokan, pembuatan formulasi sediaan repelan spray, pemeriksaan terhadap evaluasi sediaan (uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, dan uji iritasi), uji stabilitas, serta pengujian efektivitas antinyamuk sediaan spray daun mangkokan (Polyscias scutellaria). Dari hasil penelitian dapat dikonfirmasi bahwa sediaan spray ekstrak etanol daun mangkokan memiliki tingkat efektivitas yang baik terhadap daya tolak nyamuk yaitu pada formula IV. Ekstrak Etanol Daun Mangkokan (Polyscias scutellaria) dapat diformulasikan menjadi sediaan spray antinyamuk. Hasil uji efektivitas sediaan spray ekstrak etanol daun mangkokan (Polyscias scutellaria) terhadap nyamuk menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mangkokan (Polyscias scutellaria) memiliki potensi sebagai zat antinyamuk.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN EYESHADOW STICK DARI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Habibie Deswilyaz Ghiffari; Rastria Meilanda; Larasati Dinda Meditha
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i1.912

Abstract

The skin of the Dutch eggplant contains anthocyanin compounds that serve as colorants. The skin exhibits an attractive red color, making it a potential natural dye alternative in cosmetics. This study aims to formulate and evaluate the physical properties of an eyeshadow stick made from Dutch eggplant skin extract. An experimental research method was employed, creating four formulations of the eyeshadow stick by varying the concentration of the Dutch eggplant skin extract: F0 (0%), F1 (6%), F2 (12%), and F3 (24%). Physical evaluations of the eyeshadow stick were conducted weekly over four weeks at room temperature (25°C), assessing parameters such as organoleptic properties, homogeneity, spreadability, and melting point. Additionally, a cycling test was performed over six cycles for 12 days, along with irritation tests and preference tests involving 10 volunteers. The results indicated that the organoleptic properties of the three formulations resulted in light pink, medium pink, and dark pink colors, with a white base, a rose scent, and a semi-solid form. There was a significant difference (p < 0.05) in spreadability among F0, F1, F2, and F3, showing that as the extract concentration increased, spreadability decreased, falling within the range of 5-7 cm. All formulations remained stable during storage according to the cycling test results. The irritation tests revealed that none of the formulations caused redness, itching, or swelling. The best formulation was identified as F3 with a 24% extract concentration.
EVALUASI KIMIA FISIKA DAN UJI STABILITAS SEDIAAN COLD CREAM YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DENGAN 3 JENIS MINYAK Olive, Caprylic Dan Parafin Habibie Deswilyaz Ghiffari; Delladari Mayefis; Ayu Amelia; Gina Fernanda
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i1.917

Abstract

Physalis angulata L. (ciplukan) is an annual plant with potential medicinal properties, including pain relief. This study aims to formulate a cold cream containing ciplukan leaf extract and evaluate its physical stability. The leaf extract was obtained by maceration using 96% ethanol and concentrated using a rotary evaporator. Cold cream formulations were prepared with extract concentrations of 0%, 5%, and 10%, utilizing three types of oils (olive, caprylic, and paraffin). Evaluations included organoleptic properties, pH, homogeneity, adhesion, spreadability, viscosity, cream type, and stability, analyzed using One-Way ANOVA. Results showed that all formulations exhibited good physical properties and were classified as oil-in-water (O/W) type creams. pH values ranged from 4 to 6, adhesion times from 1.19 to 4.94 seconds, and spreadability from 4.52 to 5.16 cm, with no significant differences among extract concentrations or oil types (p > 0.05). Increasing the extract concentration from 5% to 10% resulted in a slight decrease in pH, which remained within the safe range, maintained homogeneity, slightly reduced spreadability, and improved physical stability, especially at 10%. The formulation containing 10% ciplukan leaf extract showed the best stability and was well accepted as a cold cream preparation.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) & Ramuan Bertuah Di Kampung Terih Nongsa Kota Batam Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Erda, Roza; Julianto, Tommy; Hainil, Sri; Budiasih, Sri; Gusmali, Desy Maniarti; Amelia, Ayu; Utami, Rury Trisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3698

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Terih dilaksanakan dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui program TOGA dan Ramuan Bertuah. Latar belakang kegiatan ini adalah hasil survei yang menunjukkan bahwa meskipun masyarakat sudah banyak menanam TOGA, khususnya sereh, namun pemanfaatannya sebagai ramuan herbal masih terbatas. Sebagian besar masyarakat lebih memilih obat modern ketika sakit, padahal sebagai masyarakat pesisir mereka membutuhkan stamina tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat TOGA, memberikan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi ramuan kesehatan, serta memperluas variasi tanaman obat yang dimiliki warga melalui pembagian bibit. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan ramuan herbal berbahan jahe, temulawak, dan sereh, serta pembagian bibit TOGA kepada masyarakat.
Pengaruh Layanan Pesan Pengingat Jadwal Kontrol terhadap Tekanan Darah, Kepatuhan Minum Obat dan Quality of Life Pasien Hipertensi di Puskesmas Baloi Permai Sisca Pratiwi; Yunisa Friscia Yusri; Habibie Deswilyaz Ghiffari
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.253

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi yang sering kali tidak terkontrol akibat rendahnya kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan jadwal kontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan pesan pengingat jadwal kontrol terhadap tekanan darah, kepatuhan minum obat, dan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Baloi Permai. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan rancangan pre-test post-test control group. Sampel berjumlah 186 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dengan diberi pesan pengingat melalui WhatsApp dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Hasil uji paired t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kepatuhan minum obat (p<0.05) serta penurunan tekanan darah yang bermakna pada kelompok intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan skor kualitas hidup setelah intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, layanan pesan pengingat jadwal kontrol terbukti efektif meningkatkan kepatuhan pengobatan, menurunkan tekanan darah, dan memperbaiki kualitas hidup pasien hipertensi. Intervensi berbasis teknologi ini dapat diimplementasikan sebagai strategi inovatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI PASTA GIGI CANGKANG TELUR BEBEK YANG MENGANDUNG KALSIUM KARBONAT DENGAN VARIASI KONSENTRASI XANTHAN GUM Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Fitrya, Dessy; Sari, Diani Mega; Rushd, Ibnu
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i2.963

Abstract

Duck egg shells are an organic waste that is rich in calcium carbonate (CaCO?) and has the potential to be used as a natural abrasive in toothpaste preparations. This research aims to formulate toothpaste using duck eggshell powder as a source of calcium carbonate and evaluate the effect of varying concentrations of xanthan gum as a thickening agent on the physical quality of the resulting toothpaste. This research is experimental. Formulations are made with varying concentrations of xanthan gum, namely 0.5%, 1%, 1.5% and 2%. Evaluation of the preparation includes organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, cycling test, stress test, long-term stability, and foam tests which are analyzed descriptively. The research results showed that all formulas produced toothpaste that met organoleptic, homogeneity and pH requirements (4.5–10.5). Increasing the concentration of xanthan gum affects viscosity. The formula with a xanthan gum concentration of 2% had the highest viscosity, while the formula with a concentration of 0.5% showed a lower viscosity. The foam test showed that the four formulas were able to produce foam with sufficient volume. In conclusion, formula 2 is a good, stable formula, and has the potential to be developed as a duck egg shell toothpaste preparation.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN SELF-NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SNEDDS) DARI EKSTRAK METANOL AKAR PANDAN LAUT (PANDANUS ODORIFER) Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Suhendra, Arif; Vonikartika, Arie; Roza Erda
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v11i2.964

Abstract

Background: Pandanus odorifer is a coastal plant in Southeast Asia with roots rich in bioactive compounds such as phenolics, flavonoids, saponins, and alkaloids. Limited solubility and bioavailability of lipophilic compounds hinder therapeutic effectiveness. Objective: To develop and evaluate Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) formulation from sea pandanus root methanol extract to enhance solubility and stability. Methods: Root extraction was performed using soxhlet method with methanol solvent. Six SNEDDS formulas were developed with variations of Tween 80/Tween 20 surfactant combinations and PEG 400/propylene glycol cosurfactants. Evaluation included simplicia characterization, organoleptic tests, creaming tests, pH and viscosity measurements, centrifugation, freeze-thaw stability, solubility, and droplet size analysis. Results: Extract yield reached 7.72% with simplicia characterization meeting pharmacopoeial standards. Formula F3 (Tween 80 21.4%, PEG 400 21.4%, VCO 4.75%, extract 5%) demonstrated optimal stability with pH 6.91±0.04, viscosity 253.33±11.55 cPs, HLB value 14.50, and average droplet size 530 nm. This formula maintained homogeneity throughout all stability tests without phase separation. Conclusion: SNEDDS from Pandanus odorifer root methanol extract formula F3 possesses physicochemical characteristics and stability suitable for nanoemulsion-based drug delivery systems.