Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS PUSHOVER TERHADAP DRIFT DAN DISPLACEMENT MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS ( STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH SURAKARTA ) Ary Marwanto; Agus Setiya Budi; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.208 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37419

Abstract

Gempa Bumi atau seisme banyak diartikan sebagai getaran atau guncangan yang timbul di permukaan bumi yang terjadi karena adanya pergerakan lempeng bumi. Bumi memiliki lempeng-lempeng yang suatu saat akan bergerak karena adanya tekanan atau energi dari dalam bumi. Lempeng-lempeng tersebut bisa bergerak menjauh (divergen), mendekat (konvergen) atau melewati (transform). Gerakan lempeng-lempeng tersebut bisa dalam waktu yang lambat maupun dalam waktu yang cepat. Dalam proses gempa bumi ada yang dikenal dengan hiposentrum dan episentrum. Hiposentrum adalah titik pusat gempa yang berada didalam bumi sedangkan episentrum adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposentrum. Pengaruh gempa harus ditinjau dalam perencanaan struktur gedung serta berbagai bagian dan peralatannya secara umum. Akibat pengaruh gempa rencana, struktur gedung secara keseluruhan harus masih berdiri, walaupun sudah berada dalam kondisi di ambang keruntuhan. Dalam menganalisis struktur bangunan gedung tahan gempa metode yang digunakan adalah Performance Based Sismic Design (PBSD) dan Performance Based Sismic Evaluation (PBSE).Evaluasi pada PBSD adalah salah satunya dengan analisis nonlinier pushover. Tujuan analisis pushover adalah untuk memperkirakan gaya maksimum dan deformasi yang terjadi serta untuk memperoleh informasi bagian mana saja yang kritis. Penelitian yang digunakan ini adalah analisis nonlinier pushover, menggunakan program ETABS. Metode penelitian diawali dengan pemodelan struktur 3 dimensi dengan menggunakan software ETABS sesuai shopdrawing. Setelah pemodelan dilakukan analisis perhitungan pembebanan pada struktur tersebut berupa beban mati, beban hidup dan beban tambahan. Pada static pushover case dibuat dua macam pembebanan, dimana yang pertama adalah pembebanan akibat beban gravitasi. Dan pola yang kedua memberi beban secara berangsur-angsur adalah sesuai dengan mode pertama struktur. Hasil pushover disimpan secara multiple statis dengan jumlah minimum 5 steps dan maksimum 1001 steps. Hasil analisis diperoleh nilai drift pada arah x adalah 0,00312 dan pada arah y adalah 0,00298. Nilai maksimal in-elastic drift pada arah x adalah 0,00310 dan arah y adalah 0,00297. Menurut ATC-40, nilai level kinerja termasuk Immediate Occupancy.
KAJIAN SAMBUNGAN BATANG TEKAN DAN MOMEN LENTUR LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON (Paraserianthes falcataria) DENGAN PENGENCANG PASAK BAMBU LAMINASI Sri Praba Aditya; Achmad Basuki; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37316

Abstract

Kebutuhan kayu sebagai material konstruksi umumnya dipenuhi dari penebangan kayu yang mempunyai kualitas yang baik dan umur kayu yang tua. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yaitu penggunaan kayu Laminated Veneer Lumber (LVL) kayu sengon karena kayu sengon ini merupakan kayu yang masa panennya singkat yaitu 5-10 tahun sehingga dapat terjamin ketersediaannya. Sambungan pada umumnya menggunakan konektor paku atau baut. Pasak bambu laminasi sebagai pengganti dalam paku atau baut dalam sambungan. Penelitian ini dilakukan dengan menguji tekan dan geser pasak bambu laminasi, serta meguji sambungan tekan dan momen lentur LVL kayu sengon. Jumlah benda uji yang digunakan 18 buah yang terdiri dari 6 pasak bambu laminasi, 9 sambungan tekan LVL kayu sengon, dan 3 sambungan momen lentur LVL kayu sengon. Dari hasil pengujian pasak bambu laminasi diperoleh nilai kuat lentur sebesar 131,5152 MPa dan kuat geser sebesar 32,7859 MPa. Nilai tahanan lateral sambungan tekan 2, 3, 4 pasak sebesar 5326,7 N; 9453,3 N; 13363,3 N, sedangkan nilai uji momen lentur sambungan LVL kayu sengon sebesar 234,858 Nm. Beban maksimum hasil pengujian sambungan tekan dan momen lentur sambungan LVL kayu sengon lebih kecil daripada beban maksimum hasil perhitungan teoritis
ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERTINGKAT DENGAN ANALISIS DINAMIK RESPON SPEKTRUM MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS (STUDI KASUS : BANGUNAN HOTEL DI SEMARANG) Edy Purnomo; Edy Purwanto; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.289 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37351

Abstract

Wilayah Indonesia merupakan negara yang rawan terjadi gempa bumi. Tingginya potensi gempa bumi disebabkan letak geografis Indonesia yang berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia.Dengan adanya kejadian gempa di Indonesia yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian sangat besar terhadap bangunan, maka diperlukan pengembangan analisis gempa terhadap struktur. Ada dua pendekatan yang digunakan untuk memperhitungkan beban lateral (gempa bumi) yang bekerja pada suatu struktur bangunan, yaitu analisis secara statik ekuivalen dan analisis dinamik (response spectrum atau time history).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan gedung ditinjau dari displacement, drift dan base shear. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan kinerja struktur batas ultimit dan kinerja struktur batas layan. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik response spectrum dengan menggunakan program ETABS. Metode response spektrum adalah metode analisis struktur bangunan dengan menggunakan spektrum gempa yang digambarkan dalam bentuk kurva hubungan antara periode struktur bangunan dengan nilai percepatan bangunan itu sendiri ketika terkena beban gempa.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai displacement lantai teratas pada arah X adalah 0,0573 m dan pada arah Y adalah 0,0557 m. Analisis nilai displacement terhadap syarat kinerja batas layan {(0,03/R) x H} pada Bangunan Hotel di Semarang dari pengaruh beban gempa rencana arah X sudah memenuhi syarat, sedangkan untuk pengaruh beban gempa rencana arah Y khusus pada lantai teratas tidak memenuhi syarat kinerja batas layan. Analisis nilai displacement terhadap pengaruh beban gempa rencana arah X maupun arah Y, menyatakan bahwa Bangunan Hotel di Semarang sudah memenuhi syarat kinerja batas ultimit (0,02 x H). Nilai maksimum total drift pada arah X adalah 0,0018 m dan pada arah Y adalah 0,0017 m. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Bangunan Hotel di Semarang termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO). Nilai displacement antar lantai pada Bangunan Hotel di Semarang tidak melampaui batas displacement maksimum {(0,015 x Hn) / ?}.
Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Yang Diperbaiki Dengan Unsaturated Polyester Resin (UPR) Annisa Rizki; Aldilla Arifatunurrillah; Stefanus Adi Kristiawan; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.826 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36904

Abstract

Faktor lingkungan dapat memicu korosi pada tulangan beton, sehingga menyebabkan kerusakan pada beton berupa timbulnya retak hingga berakibat lepasnya permukaan selimut beton (delaminasi).Untuk mengembalikan kekuatan yang berkurang akibat delaminasi, perlu dilakukan perbaikan pada beton tersebut dengan metode penambalan. Pada makalah ini akan dikaji tentang perilaku lentur pada balok beton bertulang yang telah diperbaiki dengan UPR-based patch repair mortar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 benda uji berbentuk balok dengan rincian 1 balok diberi perbaikan sepanjang 40 cm di bagian lentur, 1 balok diberi perbaikan di sepanjang bagian lentur dan 1 balok dengan keadaan normal. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan perilaku lentur pada balok beton bertulang yang diperbaiki menggunakan UPR-based patch repair mortar terhadap balok beton bertulang normal.
ORIENTASI POLITIK PEMILIH PEMULA MAHASISWA UNISRI DALAM PEMILUKADA JAWA TENGAH 2018 Agus Supriyadi
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 3 No. 1 (2019): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.212 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v3i1.2590

Abstract

Ringkasan: Secara sederhana, pemilu adalah cara individu warga negara melakukan kontrak politik dengan orang atau partai politik yang diberi mandat menjalankan sebagian hak kewarganegaraan pemilih. Pemilihan Umum (Pemilu) 2018 yang merupakan pesta lima tahunan dalam sistem demokrasi Indonesia sudah siap digelar. Ritual politik dalam perspektif sejarah kehidupan politik negara kita akan diselenggarakan pada tahun 2018 ini untuk memilih kepala daerah yang dilakukan secara serentak di 171 daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pilihan politik pemilih pemula mahasisiwa Unisri dalam Pemilukada tahun 2018 dan untuk mengetahui orientasi dan tujuan politik pemilih pemula mahasisiwa Unisri dalam keikutsertaannya dalam Pemilukada tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam Pemilukada 2018 adalah faktor pengaruh media massa, faktor sosial politik, faktor citra kandidat, faktor Current events atau reponsibilitas calon tehadap persoalan yang ada. Orientasi politik pemilih pemula dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilukada Jawa Tengah 2018 baik itu meliputi orientasi kognitif, afektif maupun evaluatif sudah mengarah pada tataran orientasi positif dimana yaitu orientasi yang ditunjukkan dengan tingkat pengetahuan dan frekuensi kesadaran yang tinggi dengan melakukan pencoblosan, perasaan dan evaluasi positif terhadap obyek politik.Kata Kunci : Pemilukada, orientasi politik, pemilih pemula.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENERAPAN PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DALAM BENTUK PESANTREN SEKOLAH DI SMPN 1 ASEMBAGUS Agus Supriyadi; Djuwairiyah Djuwairiyah
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 3 No. 2 (2019): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.375 KB) | DOI: 10.35316/edupedia.v3i2.247

Abstract

SMP Negeri 1 Asembagus (State Junior High School 1 Asembagus) is the one of reference schools in implementing Situbondo Regent’s Regulation Number 5 in 2015 with coaching activities of reading and writing al-Qur’an in the form of Pesantren Sekolah (Concept of Islamic Boarding School in the School) so that the students can read al-Qur’an well and memorize Juz Amma at least 25 chapters correctly until these activities can give birth to the generation who have intellectual intelligence and noble character. The results showed that the Implementation of Regent’s Regulation Number 5 in 2015 at SMP Negeri 1 Asembagus (State Junior High School 1 Asembagus) by hold up Pesantren Sekolah (Concept of Islamic Boarding School in the School) activities. Supporting factors include intrinsic motivation of the students, Support from their family, and support from teaching staff of Tahfidul Qur’an Institution of Sukorejo Islamic Boarding School. Inhibiting factor include bad friends.
Pengaruh Penggunaan Media Chromebook Terhadap Motivasi Belajar Siswa Agus Supriyadi; Abdul Muis; Lolita Hidayati
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 6 No. 2 (2022): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v6i2.1578

Abstract

Seiring berjalannya teknologi yang terus berkembang, sekolah dianggap perlu untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam hal sarana dan prasarana yang dipakai termasuk media pembelajaran. Dalam penelitian ini metode yang digunakan ialah jenis kuantitatif. Teknik analisis datanya ialah menggunakan analisis statistik deskriptif dan analilsis korelasi product moment. Untuk menguji hipotesis, menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Sedangkan pengumpulan data, digunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi.. Setelah dilakukan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran chromebook bagi siswa termasuk kategori baik. Sedangkan untuk motivasi belajar siswa ketika menggunakan media pembelajaran chromebook, termasuk dalam kategori cukup. Sedangkan perhitungan pada tabel correlation pada SPSS dimana koefisien korelasi adalah 0,543 dengan signifikasi 0,000. Karena signifikasi <0,05, maka Ho ditolak berarti Ha diterima dan r hitung> r tabel 0,543 > 0,254. Kesimpulannya terdapat pengaruh yang sangat kuat penggunaan media pembelajaran chromebook terhadap motivasi siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Asembagus
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI KOTA CIREBON (STUDI KASUS DI KANTOR DINAS PERHUBUNGAN) Agus Supriyadi; Widyanto Widyanto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.144 KB)

Abstract

Terciptanya kualitas udara yang sehat dibutuhkan suatu usaha yang konkrit,misalnya dengan mengendalikan berbagai sumber dari pencematan udara. Salahsatu upaya tersebut dapat dilakukan dengan kegiatan secara terstruktur dankontinyu. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasiterhadap subyek pencemar udara, misalnya adalah para subyek perokok. Untuk itupemerintah kota Cirebon membuat kebijakan dengan Peraturan Daerah (Perda) No8 tahun 2015 mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Melalui kebijakan inipemerintah daerah mengatur warganya untuk hidup sehat, dengan menjagalingkungan dari pencemaran dan menghargai hak orang lain dari pencemaranudara. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk mendapatkanlingkungan sehat, baik dari sisi jasmani maupun rohani (dari sisi sosial). Kemudiandari pada itu, setiap warga bertanggungjawab untuk menciptakan hidup sehat danmewujudkannya, memajukan kesehatannya, serta mempertahankan kesehatantermasuk lingkungannya. Dalam kajian ini, peneliti akan meneliti tentangimplementasi kebijakan Perda tersebut tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Lebihlanjut peneliti akan mengkaji hambatan apa saja dalam proses implementasinyaserta dan upaya mengatasi faktor penghambat implementasi kebijakan (KTR)tersebut di kantor Dinas Perhubungan kota Cirebon. Dengan demikian penelitian iniakan dilaksanakan di kantor Dinas Perhubungan kota Cirebon. Penelitian initermasuk jenis kualitatif dengan menggali informasi melalui pengajuan pertanyaanatau wawancara, observasi langsung, dan studi keperpustakaan. Studi lapangandilakukan melalui wawancara dengan pegawai Dinas Perhubungan kota Cirebon.Studi keperpustakaan diperoleh dari referensi buku- buku, peraturan perundangundangan,dokumen-dokumen. Dalam teori Merilee S. Grindle keberhasilanimplementasi kebijakan dapat dipengaruhi oleh dua masalah, hal tersebutdiantaranya adalah masalah konten dari kebijakan tersebut dan lingkunganimplementasinya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalamimplementasi kebijakan daerah pelaksanaannya dinilai sudah cukup berhasil akantetapi masih kurang optimal karena masih adanya oknum yang melanggar peraturandaerah tersebut meskipun demikian terdapat beberapa perubahan positif yangdirasakan baik oleh pegawai di Dinas Perhubungan kota Cirebon itu sendiri.Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan dan Kawasan Tanpa Rokok
MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK BUDAYA DALAM FENOMENA KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Nurnawati Hindra Hastuti; Agus Supriyadi
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2020): ADIWIDYA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v4i2.3883

Abstract

Nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang  mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai.Kata kunci: Fenomena, Bermasyarakat
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Aktivitas belajar Santri Agus Supriyadi; Khairul Anam
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 7 No. 1 (2022): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v7i1.1986

Abstract

Pendidikan yang semakin berkembang dan maju, Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan dituntut untuk semakin mengembangkan aspek-aspek yang dapat menunjang pendidikan dan pembelajaran semakin baik Kegiatan pembelajaran kajian kitab kuning atau kitab klasik merupakan kegiatan yang wajib di kebanyakan pondok pesantren, termasuk juga di asrana Darul Kutub I’dadiyah Asrama Ma’hadul Qur’an Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah sukorejo. Metode penelitian dengan mengngunakan pendekatan penelitian kualitatif dan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1) Mengarahkan peserta didik untuk menyimak dan membaca informasi terkait materi, membentuk peserta didik menjadi beberapa kelompok, meminta satu orang dari masing-masing kelompok ahli. Dan kelompok ahli kembali ke kelompoknya masing-masing untuk memaparkan hasil diskusi mereka dan langkah terakhir masing-masing kelompok membuat kesimpulan dalam bentuk mapping terkait hasil diskusi kelompok mereka.2) faktor-faktor pendukung pertama penguasaan guru terhadap model Pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw. Kedua guru memahami kemampuan dan karakteristik para peserta didik di dalam kelas