Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KRONOLOGIS WHITE COLLAR CRIME DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Agustina, Diana; Musliati, Musliati
Komprehensif Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan kerah putih merupakan suatu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepadanya di tempat kerja untuk menjalankan jabatannya. Kejahatan kerah putih sering kali melibatkan aktivitas kriminal korup yang terkait erat dengan perusahaan. Adanya peluang dapat menciptakan peluang terjadinya kejahatan kerah putih. Permasalahan hukum yang diangkat dalam artikel ini menyangkut aspek kriminologis terkait kejahatan ekonomi dalam tindak pidana korupsi dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kasus kejahatan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mewakili aspek kriminologi terkait kejahatan kerah putih dan untuk mengidentifikasi upaya penanggulangan kejahatan kerah putih dalam tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus dan pendekatan hukum. Analisis penelitian ini mengungkapkan bahwa empat faktor berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan kerah putih: teori diferensiasi, teori subkultur, teori netralisasi, dan teori peluang. Dan terdapat langkah-langkah preventif dan represif untuk memberantas kejahatan ekonomi. Upaya preventif tersebut antara lain dengan melakukan pengawasan keuangan internal, melakukan operasi penyamaran komisi antirasuah secara berkala, dan melakukan seleksi dengan secara konsisten meningkatkan kualitas calon pejabat. Sementara itu, tindakan represif dilakukan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan ekonomi. Sesuai UU Pemberantasan Korupsi No. 20 Tahun 2001.
Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Tidak Melakukan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Rambipuji Agustina, Diana; Gumiarti, Gumiarti; Susilawati, Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17329

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2021 83,2%, sedangkan target renstra 93,6%, di Jawa timur 91,77%, di kabupaten Jember 81,11%, di puksmesamas Rambipuji 76,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ibu tidak melakukan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Desain penelitian ini adalah studi deskriftif, populasinya yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun yang imunisasi dasarnya tidak lengkap sebanyak 160 orang, sampel menggunakan probability sampling dengan cara simple random sampling dihitung memakai rumus slovin, sampel menjadi 114 orang. Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner oleh responden. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, pendidikan, sikap, persepsi dan dukungan keluarga. Dengan hasil penelitian dari 114 responden didapatkan pengetahuan responden baik 42,1%, cukup 45,6%, kurang 12,3%, pendidikan tinggi 7,9%, sedang 39,4%, rendah 52,6%, sikap favorable 52,6%, unfavorable 47,4%, persepsi positif 54,4%, negative 45,6%, dukungan kelurga tinggi 3,5%, sedang 66,7%, rendah 29,8%. Dari hasil diatas faktor yang mempengaruhi ibu tidak melakukan imunisasi dasar adalah faktor pengetahuan, sikap, persepsi dan dukungan keluarga sebagian besar positif, dan faktor pendidikan sebagian besar berpendidikan rendah, oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan berkoordinasi dengan kepala desa untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat dengan media dan metode yang beragam secara bertahap dan berulang ulang terutama tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi