Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Metode SAW Dalam Penentuan Calon Pelamar Berdasarkan Kesesuaian Kemampuan dan Minat Pelamar Dengan Kriteria Perusahaan Swastyastu, Cempaka Ananggadipa; Shanty, Ratna Nur Tiara; Agustina, Diana
Zeta - Math Journal Vol 8 No 2 (2023): November
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/zeta.2023.8.2.79-85

Abstract

Pekerjaan yang sesuai dengan minat kerja karyawan menjadi salah satu faktor dalam produktivitas atau kinerja karyawan. Selain itu, pekerjaan juga harus sesuai dengan keahlian karyawan, sehingga minat dan keahlian merupakan dua parameter penting dalam pencarian pekerjaan. Dengan dua parameter tersebut, maka diperlukan suatu metode yang dapat mempermudah proses pencarian pekerjaan dan pencarian karyawan berdasarkan nilai persentase kesesuaian keahlian dan minat calon karyawan dengan kriteria calon karyawan. Proses perhitungan untuk pencarian calon karyawan yang paling sesuai dilakukan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) dimana metode ini mencari penjumlah terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua kriteria. Metode SAW sendiri merupakan salah satu metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang mencari penjumlah terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif dari semua kriteria. Dengan proses ini nilai kesesuaian akan didapatkan yang akan menghasilkan nilai kesesuaian. Dari hasil perhitungan untuk PT Parasawita, didapatkan hasil kesesuaian dengan terkecil 23.022 untuk pelamar dengan nama Ari Setyorini, dan skor terbesar 35.0889 untuk pelamar dengan nama Anggi Ariffanty.
Edukasi Manual Handling sebagai Preventif Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada Pekerja Pabrik Kertas 101 Losari, Malang Najah Fadiya Humaira; Nabila Randy Dhiyanisa; Agashi Al’Ainaa Almardyah; Diva Amanda Oliviyan; Cindy Dwi Fitria; Dwiyanti, Reni; Bayu Prastowo; Sucik Istiyaningsih; Agustina, Diana
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol5No1.pp24-29

Abstract

Musculoskeletal Disorder (MSDs) is one of the health problems that commonly occurs in factory workers due to repetitive physical activity with heavy loads and unergonomic conditions, with improper manual handling techniques. Manual handling is included in the ergonomics aspect in the context of physical work such as lifting, placing, pushing, and pulling heavy loads. This Community Service aims to provide manual handling education in an effort to prevent MSDs in workers at 101 Losari Paper Factory, Malang, East Java. The method used in this activity is Service Learning (SL) through action research methods in the form of lectures and demonstrations. Evaluation of workers' knowledge level was given a pre-test and a post-test. The increase in knowledge has an average shown from 11.25% to 95%. In addition, participants were able to demonstrate manual handling techniques correctly, which can be seen from the initial achievement of 25% to 83.33%. Thus, the education provided in this activity is able to increase knowledge of the application of manual handling for preventive efforts of MSDs conditions in paper factory workers.
KRONOLOGIS WHITE COLLAR CRIME DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI Agustina, Diana; Musliati, Musliati
Komprehensif Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejahatan kerah putih merupakan suatu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepadanya di tempat kerja untuk menjalankan jabatannya. Kejahatan kerah putih sering kali melibatkan aktivitas kriminal korup yang terkait erat dengan perusahaan. Adanya peluang dapat menciptakan peluang terjadinya kejahatan kerah putih. Permasalahan hukum yang diangkat dalam artikel ini menyangkut aspek kriminologis terkait kejahatan ekonomi dalam tindak pidana korupsi dan bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kasus kejahatan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mewakili aspek kriminologi terkait kejahatan kerah putih dan untuk mengidentifikasi upaya penanggulangan kejahatan kerah putih dalam tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kasus dan pendekatan hukum. Analisis penelitian ini mengungkapkan bahwa empat faktor berkontribusi terhadap terjadinya kejahatan kerah putih: teori diferensiasi, teori subkultur, teori netralisasi, dan teori peluang. Dan terdapat langkah-langkah preventif dan represif untuk memberantas kejahatan ekonomi. Upaya preventif tersebut antara lain dengan melakukan pengawasan keuangan internal, melakukan operasi penyamaran komisi antirasuah secara berkala, dan melakukan seleksi dengan secara konsisten meningkatkan kualitas calon pejabat. Sementara itu, tindakan represif dilakukan untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan ekonomi. Sesuai UU Pemberantasan Korupsi No. 20 Tahun 2001.
Gambaran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ibu Tidak Melakukan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Rambipuji Agustina, Diana; Gumiarti, Gumiarti; Susilawati, Susilawati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17329

Abstract

Imunisasi dasar merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular. Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2021 83,2%, sedangkan target renstra 93,6%, di Jawa timur 91,77%, di kabupaten Jember 81,11%, di puksmesamas Rambipuji 76,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi ibu tidak melakukan imunisasi dasar lengkap pada bayi. Desain penelitian ini adalah studi deskriftif, populasinya yaitu seluruh ibu yang mempunyai balita usia 1-3 tahun yang imunisasi dasarnya tidak lengkap sebanyak 160 orang, sampel menggunakan probability sampling dengan cara simple random sampling dihitung memakai rumus slovin, sampel menjadi 114 orang. Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner oleh responden. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan, pendidikan, sikap, persepsi dan dukungan keluarga. Dengan hasil penelitian dari 114 responden didapatkan pengetahuan responden baik 42,1%, cukup 45,6%, kurang 12,3%, pendidikan tinggi 7,9%, sedang 39,4%, rendah 52,6%, sikap favorable 52,6%, unfavorable 47,4%, persepsi positif 54,4%, negative 45,6%, dukungan kelurga tinggi 3,5%, sedang 66,7%, rendah 29,8%. Dari hasil diatas faktor yang mempengaruhi ibu tidak melakukan imunisasi dasar adalah faktor pengetahuan, sikap, persepsi dan dukungan keluarga sebagian besar positif, dan faktor pendidikan sebagian besar berpendidikan rendah, oleh karena itu disarankan kepada petugas kesehatan berkoordinasi dengan kepala desa untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada masyarakat dengan media dan metode yang beragam secara bertahap dan berulang ulang terutama tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap pada bayi
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan NO₂ pada Pedagang Tetap di Terminal Brawijaya, Kabupaten Banyuwangi Agustina, Diana; Lusno, Muhammad Farid Dimjati
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 3 No. 4 (2025): November: Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v3i4.903

Abstract

The increasing transportation activity in urban areas contributes significantly to air pollution, particularly through emissions containing Nitrogen Dioxide (NO₂). This reactive oxidizing gas can cause respiratory disorders and eye irritation, especially among high-risk groups such as permanent vendors working in bus terminals. This study aimed to analyze the environmental health risks of NO₂ exposure and identify related health complaints among permanent vendors at Brawijaya Bus Terminal, Banyuwangi Regency. A descriptive observational study with a cross-sectional approach was conducted and analyzed using the Environmental Health Risk Assessment (EHRA) method. Secondary data on NO₂ concentrations were obtained from the Banyuwangi Environmental Agency (average 0.00874 mg/m³), while primary data on respondent characteristics and health complaints were collected through questionnaires involving 10 permanent vendors. The results showed that the Risk Quotient (RQ) values for both realtime and lifetime exposure were below 1, indicating no significant non-carcinogenic risk. However, 60% of respondents reported coughing, 30% experienced shortness of breath, and 40–60% reported eye irritation. These findings indicate potential long-term health effects even though NO₂ levels remain below national air quality standards. Regular air quality monitoring, vehicle emission control, and health education for vendors are recommended to reduce exposure risks in transportation environments.