Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERBEDAAN KERAPATAN LAMUN DENGAN KELIMPAHAN EPIFAUNA DI PANTAI LIPI, PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU Kusumaatmaja, Kartika Putri; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.666 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Pari merupakan kawasan perairan yang memiliki ekosistem lamun.Ekosistem ini merupakan salah satu habitat yang mendukung kehidupan biota akuatik, salah satunya epifauna.Ekosistem ini digunakan sebagai tempat mencari makan bagi epifauna dengan memanfaatkan serasah daun lamun.Adanya perbedaan tingkat kerapatan lamun dapat memberikan pengaruh terhadap kelimpahan epifauna.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lamun, kelimpahan epifauna pada kerapatan lamun yang berbeda, dan keeratan hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016.Metode yang digunakan adalah metode survei dengan penentuan titik sampling menggunakan metode purposive sampling yaitu pembagian stasiun sampling berdasarkan perbedaan kerapatan lamun (padat, sedang dan jarang).Pengambilan sampel epifauna dilakukan secara manual menggunakan tangan setiap satu minggu sekali selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat tiga jenis lamun diantaranya Thalassia sp., Enhalus sp. dan Cymodocea sp. Pada kerapatan padat (stasiun A) dengan jumlah tegakan 399 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna 121 ind/m2, kerapatan sedang (stasiun B) dengan jumlah tegakan 333 ind/m2 memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 93 ind/m2, dan pada kerapatan jarang (stasiun C) dengan jumlah tegakan 308 ind/m2, memiliki kelimpahan epifauna sebanyak 67 ind/m2. Hubungan antara kerapatan lamun dengan kelimpahan epifauna mendapatkan koefisien korelasi sebesar r = 0,949 dengan nilai α < 0,05 menandakan adanya keeratan hubungan yangpositif dan kuat. Kata Kunci          : Ekosistem Lamun, Kelimpahan Epifauna, Pulau Pari.  ABSTRACT                 Pari Island is an area of ocean waters that have a seagrass ecosystem. This ecosystem is one of the habitats that support life of aquatic organism, which is epifauna. This ecosystem is used for feeding grounds for epifauna by utilizing the seagrass leaf litter. Difference of seagrass species density can influence abundance of epifauna. This research aims to determine the seagrass species, the abundance of epifauna in different seagrass densities, and the relationship between seagrass density with the abundance of epifauna. The research activities conducted in May-June 2016. The method used is survey method in determining the point of sampling using purposive sampling method namely the allocation of sampling stations based on different seagrass density (dense, medium and rare. The sampling of epifauna was done manually using hand every once a week for 3 weeks. The results obtained that there are three species of seagrass including Thalassia sp, Enhalus sp and Cymodocea sp. The densities in dense seagrass (station A) by the number of stands 399 ind/m2 had an abundance of epifauna 121 ind/m2, medium density (station B) by the number of stands 333 ind/m2 the abundance of epifauna 93 ind/m2, and precision rarely (station C) by the number of stands 308 ind/m2, has an abundance of epifauna 67 ind/m2. The correlation values between the density of seagrass with the abundance of epifauna have a value of correlation coefficient r = 0,949 with the value α < 0.05 indicates that there is a positive and high correlation. Keywords              : Seagrass Ecosystem, Epifauna’s Abundance, Pari Island.
Valuasi Ekonomi Sumberdaya Ikan Dan Ekowisata Mangrove Di Muara Angke, Jakarta Mahardhika, Septya Mega; Saputra, Suradi Wijaya; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.412 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22670

Abstract

Muara Angke merupakan satu – satunya kawasan yang masih memiliki ekosistem mangrove di daerah pesisir Jakarta. Luas Muara Angke kurang lebih 964,98 ha dibagi menjadi tiga zona. Dua diantaranya berkontribusi pada sektor Perikanan dan Ekowisata, yaitu Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) dan Taman Wisata Alam Angke Kapuk (TWAAK). Kurangnya pemahaman umum tentang manfaat ekonomi ekosistem mangrove  menyebabkan masyarakat mengeksploitasi secara berlebihan sehingga terjadi perubahan penggunaan lahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai ekonomi yang dihasilkan ekosistem mangrove berdasarkan dua aspek yaitu Perikanan Tangkap dan Ekowisata. Data Perikanan Tangkap menggunakan data sekunder dari Pengelola PPI Muara Angke tahun 2016 – 2017. Data sosial ekonomi diperoleh menggunakan  wawancara dengan bantuan kuesioner. Data biaya perjalanan rata – rata diperoleh dengan wawancara pengunjung TWAAK. Analisis Valuasi Ekonomi Perikanan Tangkap menggunakan Market Price Method. Analisis Valuasi Ekonomi Ekowisata Mangrove menggunakan Travel Cost Method. Metode penentuan 100 responden nelayan tangkap menggunakan Random Sampling sedangkan penentuan 100 responden pengunjung TWAAK menggunakan Accidental Sampling. Hasil penelitian didapatkan nilai ekonomi pada aspek perikanan tahun 2016 Rp. 13.148.945.100, tahun 2017 Rp.21.087.388.300 dan tahun 2018 Rp. 370.313.869.500. Hasil penelitian didapatkan nilai ekonomi ekowisata tahun 2018 Rp.40.28.400.000 Muara Angke is the only area that still has mangrove ecosystems in the coastal areas of Jakarta. Muara Angke area is approximately 964.98 ha divided into three zones. Two of them contribute to the Fisheries and Ecotourism sector, namely Fish Landing Base (PPI) and Angke Kapuk Nature Park (TWAAK). Lack of general understanding of the economic benefits of mangrove ecosystems causes people to over-exploit so that land use changes occur. The purpose of this study was to determine the economic value generated by mangrove ecosystems based on two aspects, namely Capture Fisheries and Ecotourism. Capture Fisheries Data uses secondary data from Muara Angke PPI Manager in 2016 - 2017. Socio-economic data were obtained using interview with Muara Angke fishermen with questionnaire assistance. Average travel cost data is obtained by interviewing TWAAK visitors. Capture Fisheries Economic Valuation Analysis using Market Price Method. Economic Valuation Analysis of Ecotourism Mangroves use the Travel Cost Method. The method of determining 100 respondents of capture fishermen uses Random Sampling while the determination of 100 respondents of TWAAK visitors uses Accidental Sampling. The results of the study obtained economic value in aspects of fisheries in 2016 Rp. 13,148,945,100, in 2017 Rp.21,087,388,300 and in 2018 Rp. 370,313,869,500. The results of the study obtained the economic value of ecotourism in 2018 Rp. 40.28.400.000
Dampak Kegiatan Pariwisata terhadap Status Tutupan Terumbu Karang dan Valuasi Ekonomi di Kepulauan Karimunjawa The Impact of Tourism Activities on The Status of Coral Reef Cover and Economic Valuation in Karimunjawa Island Pribadi, Ary Hendri; Suryanti, Suryanti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.402 KB)

Abstract

ABSTRAK Pulau Karimunjawa adalah salah satu objek destinasi wisata keindahan ekosistem terumbu karang. Kunjungan wisatawan di Karimunjawa dapat berdampak pada terumbu karang dan nilai ekonomi pariwisata. Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei 2019 di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap nilai status tutupan terumbu karang dengan menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) di Pulau Tanjung Gelam, Pulau Menjangan Besar dan Pulau Cemara Kecil serta nilai valuasi ekonomi pariwisata dengan menggunakan metode biaya perjalanan atau Travel Cost Method (TCM). Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Pulau Karimunjawa meningkat sejak tahun 2016 hingga tahun 2018. Kondisi status tutupan terumbu karang yang diperoleh dalam kondisi baik dengan nilai karang hidup yang didapatkan pada Pulau Tanjung Gelam 61,6%, Pulau Menjangan Besar 70,8% dan Pulau Cemara Kecil 57,3%. Luasan terumbu karang pada tahun 2016 hingga tahun 2018 di Pulau Mejangan Besar dan Cemara Kecil mengalami penurunan. Sedangkan nilai valuasi ekonomi tahun 2016 sejumlah Rp.125.426.860,- 2017 dan 2018 sejumlah Rp.135.437.480,- dan Rp.156.932.039,-. Dampak wisatawan yang berkunjung tahun 2016-2018 pada valuasi ekonominya tiap tahunnya mengalami peningkatan. Hasil nilai valuasi ekonomi yang didapatkan pada penelitian ini,nilai rata-rata TCM pada wilayah Kabupaten Jepara Rp.1.111.023,- dan nilai ekonomi pertahunnya Rp.3.369.031.988,-. Rata-rata biaya perjalanan luar wilayah Kabupaten Jepara Rp.1.146.314,- dan nilai biaya pertahunnya Rp.12.324.171.938,-. Nilai total valuasi ekonomi dari dalam wilayah Kabupaten Jepara dan luar wilayah Kabupaten Jepara yaitu Rp.156.693.203.925,-. ABSTRACT Karimunjawa Island is one of the tourist destinations of the beauty of the coral reef ecosystem. Tourist visits in Karimunjawa can have an impact on coral reefs and the economic value of tourism. This research was conducted in April-May 2019 in the Karimunjawa Islands, Jepara Regency. The purpose of this study was to determine the impact of tourism on the status of coral cover status using the Line Intercept Transect (LIT) method on Tanjung Gelam Island, Menjangan Besar Island and Cemara Kecil Island and the economic valuation value of tourism using the travel cost method or the Travel Cost Method ( TCM). The results obtained from this study are the number of tourist arrivals to Karimunjawa Island increased from 2016 to 2018. The status of coral cover status obtained in good condition with the value of live coral obtained on Pulau Tanjung Gelam 61.6%; Pulau Menjangan Besar 70.8% and Pulau Cemara Kecil 57.3%. The extent of coral reefs in 2016 to 2018 on Pulau Mejangan Besar and Pulau Cemara Kecil declined. While the value of economic valuations in 2016 amounted to Idr.125,426,860,- 2017 and 2018 amounted to Idr.135,437,480,- and Idr.156,932,039,-. The impact of tourists visiting 2016-2018 on their economic valuations has increased each year. The results of the economic valuation obtained in this study, the average value of TCM in the Jepara Regency region is Idr.1,111,023, and the annual economic value is Idr.3,369,031,988. The average cost of trips outside the area of Jepara Regency is Idr.1,146,314, and the annual cost is Idr.12,321,171,938. The total value of economic valuations from within the Jepara Regency and outside the Jepara Regency is Idr.156,693,203,925. 
Hubungan antara Nitrat dan Fosfat dengan Kelimpahan Fitoplankton di Waduk Jatibarang Semarang Correlation between Nitrate and Phospate with Abundance of Phytoplankton in Jatibarang Reservoir, Semarang Ikhsan, Muhammad Khoirul; Rudiyanti, Siti; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 9, No 1 (2020): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.613 KB)

Abstract

ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan salah satu waduk yang memiliki peran penting di Kota Semarang sehingga kualitas perairannya perlu diperhatikan. Keberadaan fitoplankton di perairan berkaitan erat dengan kesuburan dan kualitas suatu perairan dikarenakan fitoplankton berperan sebagai produsen primer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan berdasarkan kelimpahan fitoplankton serta melihat sejauh mana korelasi nitrat dan fosfat akan mempengaruhi kelimpahan fitoplankton diperairan. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret 2019 di Waduk Jatibarang semarang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling di tujuh stasiun dengan tiga titik kedalaman (permukaan, tengah dan dasar perairan) dan tiga pengulangan (pagi, siang dan malam). Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisis regresi liner berganda. Konsentrasi nitrat yang didapatkan berkisar antara 0,45-9,64 mg/l, konsentrasi fosfat berkisar antara 1,26-4,81 mg/l, kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.667 – 275.833 ind/l. Hubungan antara konsentrasi nitrat dan fosfat dengan kelimpahan fitoplankton tergolong lemah dengan koefisien korelasi (r = 0,378). Nitrat dan fosfat mempengaruhi kelimpahan fitoplankton sebesar 15% dengan koefisien determinasi (r square = 0,150). Tingkat kesuburan di Waduk Jatibarang termasuk dalam kategori mesotrofik hingga eutrofik berdasarkan konsentrasi nitrat, fosfat dan kelimpahan fitoplankton. ABSTRACT Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs that has an important role in the city of Semarang so that the quality of its waters needs to be considered. The presence of phytoplankton in waters is closely related to the fertility and quality of a waters because phytoplankton act as primary producers. The purposes of this research are to determine the quality of water based on the consentration of nitrate and phosphate, to calculate the abundance of phytoplankton and also to know the correlation of nitrates and phosphate toward the abundance of phytoplankton. The research was conducted on 27 March 2019 in Jatibarang Reservoir Semarang. Sampling was carried out at seven stations with three depth points (surface, middle and bottom) and three repetitions (morning, day and night). Data processing using SPSS 25 programme with multiple liner regression analysis. The concentration of nitrate gained ranged from 0.45 - 9.64 mg/l, phosphate concentrations ranged from 1.26 - 4.81 mg/l, the abundance of phytoplankton ranges between 1,667 – 275,833 ind/l. The relationship between nitrate and phosphate concentrations with an abundance of phytoplankton is relatively weak with a correlation coefficient (r = 0.378). Nitrates and phosphates affect the abundance of phytoplankton by 15% with coefficient of determination (r square = 0.150). Water’s trophic state in the Jatibarang reservoir belongs to the mesotrophic up to Eutrophic category.
ANALISA PRODUKTIVITAS PRIMER SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN KUALITAS AIR DI WADUK JATIBARANG, SEMARANG Putrisia, Agata Virelia; Ain, Churun; Rahman, Arif
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page1-9

Abstract

Jatibarang Reservoir is a reservoir located in Semarang City, Central Java which has various benefits for the community and the surrounding area such as a water resource, flood control, tourist attractions, and a hydroelectric power plant. The development of human activities in the Jatibarang Reservoir will affect water quality and water fertility. Therefore, it is necessary to manage water quality through monitoring the primary productivity of the Jatibarang Reservoir. This research aims to determine the primary productivity of the Jatibarang Reservoir through the dark bottle and light bottle method approaches. The research was carried out in July 2020. The research method used is descriptive non-experimental method and the determination of the sampling point using purposive sampling method. Sampling was carried out at five stations with two repetitions. Analysis of primary productivity data using dark bottle and light bottle method. The results showed that the primary productivity of Jatibarang Reservoir ranged from 249,96-1.250.04 mg C/m3/day. Based on the results of the primary productivity, the fertility of the Jatibarang Reservoir is mesotrophic-eutrophic. ABSTRAK Waduk Jatibarang merupakan waduk yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah yang memiliki berbagai manfaat untuk masyarakat dan daerah sekitar seperti sebagai sumber air, pengendali banjir, tempat wisata, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Berkembangnya aktivitas manusia di Waduk Jatibarang akan mempengaruhi kualitas air dan kesuburan perairan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengelolaan kualitas air melalui monitoring produktivitas primer Waduk Jatibarang. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer Waduk Jatibarang melalui pendekatan metode botol gelap dan botol terang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif non-eksperimental dan penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun dengan dua kali pengulangan. Analisa data produktivitas primer menggunakan metode botol gelap dan botol terang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas primer Waduk Jatibarang berkisar antara 249,96-1.250,04 mg C/m3/hari. Berdasarkan hasil produktivitas primer tersebut, kesuburan Waduk Jatibarang yaitu mesotrofik-eutrofik.
WATER QUALITY AND TROPHIC STATUS IN JATIBARANG RESERVOIR, SEMARANG Rahmawati, Silviana Dian; Ain, Churun; Sabdaningsih, Aninditia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.152-158

Abstract

Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs in Central Java. This reservoir has functions for fisheries and tourism activities. The reservoir needs to be managed properly with water quality and water fertility for the function of the reservoir. The characteristics of a reservoir that is lentic cause nutrient mixing, so it is possible that there are differences in characteristics in certain columns. The purpose of this research is to analyze the water quality and trophic status in Jatibarang Reservoir. The sampling technique used purposive sampling technique at 7 stations with 3 depth points (surface, middle, and bottom). Water quality variables measured included nitrate, phosphate, and total bacteria. The results of the variable concentrations were then calculated and compared with the literature. The results showed nitrate concentrations of 0,5 – 3,5 mg/l. Phosphate results ranged from 0,29 – 2,63 mg/l. Total bacteria ranged from 2 x 102 to 1,4 x 104  CFU/ml. Based on the nitrate concentration, Jatibarang Reservoir waters are classified as oligotrophic-mesotrophic.
Analisis Kualitas Perairan Berdasarkan Kelimpahan Dan Jenis Makrozoobentos Di Sungai Banjir Kanal Barat, Semarang Hidayah, Nurul; Ain, Churun; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60069

Abstract

Sungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai di Semarang yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Sungai ini termasuk dalam salah satu sungai besar di Kota Semarang. Adapun berbagai kegiatan di sepanjang aliran sungai ini yang menghasilkan limbah diantaranya adalah pemukiman penduduk (domestik), peternakan, pasar dan kegiatan perindustrian. Buangan limbah domestik dan non-domestik tersebut masuk ke dalam badan perairan  hal ini akan memberi dampak terhadap kualitas perairan dan mempengaruhi makrozoobentos yang ada diperairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan sungai dan mengetahui kelimpahan makrozoobentos. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis deskriptif yang dilaksanakan pada bulan September 2022. Penentuan lokasi sampling menggunakan metode purposive sampling dengan total 3 stasiun. Sampel yang diambil adalah sedimen dan makrozoobenthos. Status kualitas perairan Sungai Banjir Kanal Barat dilihat dari nilai indeks keanekaragaman adalah perairan terindikasi tercemar berat. Keanekaragaman makrozoobenthos di  perairan termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah dengan nilai berkisar antara 0,49-0,57. Jenis makrozoobenthos yang ditemukan dikelompokkan dalam 2 kelas yaitu: Gastropoda (Melanoides punctata, Melanoides plicaria, Melanoides tuberculata, Terebia granifera, Bumilus tentaculata) dan Bivalvia (Anadara granosa).
Status Kualitas Perairan Bagian Hulu dan Hilir Sub DAS Gung Sungai Babon Semarang Ulfitasari, Nia; Purnomo, Pujiono Wahyu; Ain, Churun
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.60356

Abstract

Sub DAS Gung merupakan salah satu dari bagian DAS Babon yang memiliki peran yang sangat penting bagi wilayah sekitar hulu Sub DAS yaitu pada Provinsi Jawa Tengah, khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya. Selain menerima limbah pertanian dan limbah rumah tangga juga menerima limbah industri besar. Studi mengenai analisis kualitas air merupakan salah satu sarana penting untuk mengetahui kualitas air suatu perairan. Banyak sungai yang mengalami pencemaran saat ini, diantaranya pencemaran karena limbah industri, limbah pertanian, limbah peternakan maupun limbah rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status beban pencemaran dan nilai Indeks Pencemaran (IP) pada bagian Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Gung bagian hulu dan hilir Sungai Babon pada tahun 2021 dan tahun 2022. Penelitian dilakukan di Sungai Babon bagian hulu terdapat di kelurahan Susukan dan hilir di kelurahan Kalikayen, kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada musim hujan dan kemarau, tahun 2021 dan 2022. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel air di bagian hulu dan hilir Sub DAS Babon, Semarang. Setiap sampel akan diamati parameter fisika dan kimia. Komponen Fisika diantaranya TSS, debit dan temperatur. Parameter Kimia yaitu BOD, COD, DO dan pH. Hasil yang didapatkan Beban pencemaran pada tahun 2021 dan 2022 di musim kemarau memiliki nilai beban pencemaran tertinggi pada COD di bagian hilir, Pada tahun 2021 dan 2022 beban pencemaran di musim penghujan memiliki nilai beban pencemaran tertinggi pada COD di bagian hulu. Serta nilai status Indeks Pencemaran (IP) rata rata pada musim penghujan dan musim kemarau ditahun 2021 dan 2022 adalah tergolong tercemar ringan.
INVENTARISASI GASTROPODA YANG BERASOSIASI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TAPAK SEMARANG JAWA TENGAH Ghazali, Faiq Mevlana; Suryanti, Suryanti; Ain, Churun
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 30, No 3 (2024): (September) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.30.3.2024.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi gastropoda yang berasosiasi pada ekosistem mangrove di Tapak Semarang, Jawa Tengah. Mangrove merupakan ekosistem yang memiliki peran penting, dan gastropoda sebagai salah satu komponen biotiknya memegang peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem ini. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data distribusi gastropoda pada lingkungan ekosistem mangrove. Sampel gastropoda diidentifikasi hingga tingkat spesies, dan parameter lingkungan (salinitas, suhu air, pH, DO dan substrat). Analisis statistik regresi linear dan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengevaluasi keragaman spesies dan hubungan ekologi antara gastropoda dan ekosistem mangrove. Ditemukan beberapa spesies gastropoda yaitu Telescopium telescopium, Cerithidea obtusa, Pirenella microptera, Cassidula aurisfelis, Cassidula nucleus, Littoraria scabra, Melampus globulus, dan Cerithidea cingulate memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem mangrove. Struktur komunitas pada Ekosistem Mangrove Tapak Semarang didominasi oleh gastropoda T. Telescopium dan C. cingulate. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diketahui rentang Indeks Keanekaragaman 0,20 – 1,47 (keanekaragaman rendah), Indeks Keseragaman 0,09 – 0,47 (keseragaman rendah – sedang), Indeks Dominasi 0,26 – 0,85 (dominasi rendah – tinggi). Jumlah mangrove mempengaruhi kepadatan gastropoda sebesar 57%, sedangkan faktor lain yang mempengaruhi kepadatan gastropoda sebanyak 43%.Title: Inventory Of Gastropods Associated With Mangrove Ecosystem In Tapak Semarang, Central JavaThis research aims to carry out an inventory of gastropods associated with the mangrove ecosystem in Tapak Semarang, Central Java. Mangroves are an ecosystem that has an important role, and gastropods as one of its biotic components play a key role in maintaining the balance of this ecosystem. The research method used is an exploratory descriptive method with a quantitative approach. This research was carried out by collecting data on the distribution of gastropods in the mangrove ecosystem. Gastropod samples were identified to species level and environmental parameters (salinity, air temperature, pH, DO and substrate). Statistical analysis of linear regression and Principal Component Analysis (PCA) to trigger species diversity and ecological relationships between gastropods and mangrove ecosystems. Several species of gastropods were found, namely Telescopium telescopium, Cerithidea obtusa, Pirenella microptera, Cassidula aurisfelis, Cassidula Nucleus, Littoraria scabra, Melampus globulus, and Cerithidea cingulate which have an important role in maintaining the balance of the mangrove ecosystem. The community structure in the Tapak Semarang Mangrove Ecosystem is dominated by the gastropods T. Telescopium and C. cingulate. Based on the research conducted, it can be seen that the Diversity Index range is 0.20 – 1.47 (low diversity), the Uniformity Index is 0.09 – 0.47 (low – medium diversity), the Dominance Index is 0.26 – 0.85 (low – tall). The number of mangroves influenced gastropod density by 57%, while other factors influenced gastropod density by 43%.
Profil Lingkungan dan Kesuburan Perairan di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Astuti, Yuli; Ain, Churun; Rahman, Arif; Jati, Oktavianto Eko; Prakoso, Kukuh
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.6934

Abstract

Danau Rawa Pening merupakan danau yang berada di Kabupaten Semarang Jawa Tengah tepatnya di Kecematan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Danau Rawa Pening dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi keperluan air irigasi, air baku untuk minum, PLTA, perikanan, obyek wisata. Tujuan penelitian mengetahui status kesuburan perairan serta hubungan nitrat dan fosfat dengan klorofil-a. Analisis kesuburan perairan menggunakan metode Trophic State Index dan Trophic Index. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan status kesuburan perairan Danau Rawa Pening metode TSI termasuk eutrofik sedangkan menggunakan metode TRIX termasuk oligotrofik-mesotrofik. Hasil regresi antara nitrat dan ortofosfat dengan klorofil-a menunjukkan hubungan yang kuat dengan persamaan: Y=23,84+2,19NO3+5,77PO4.
Co-Authors - Supriharyono Adriani, Arina agung Suryanto Agustiani Puji Lestari Angela Herma Gita Retno Wulandari Anhar Solichin Aninditia Sabdaningsih Ardy Ardy, Ardy Arif Rahman Arifati, Atika Asih, Dilia Puspita Assidqy, Muammar Ridho Bambang Sulardiono Bawono, Pramesthi Mustikaning Boedi Hendrarto Dewi, Hilda Kumala Dimas Wahyu Anggara Djoko Suprapto Dominig, Amryta Eko Juwitanti Fajrin, Alifia Nirwana Febrianto, Sigit Frida Purwanti Ghazali, Faiq Mevlana Haeruddin Haeruddin Hanifah, Diah Hanifah, Nisrina Nurfitria Hariawansyah, Fathul Aziz Harina Hutami Bangun Huda, Hasdin Nur Ikhsan, Muhammad Khoirul Jakasukmana, Munandar Kartika Putri Kusumaatmaja, Kartika Putri Komah, Siti Kukuh Prakoso, Kukuh Mahardhika, Septya Mega Manullang, Panogu Maulina Septia Prahastuti Muhammad Sulaiman Muslihuddin Aini Niniek Widyorini NURUL HIDAYAH Oktavianto Eko Jati Pradana, Puspa Rose Rezkyta Winneke Pribadi, Ary Hendri Prijadi Soedarsono Pujiono Wahyu Purnomo Putri, Lintang Kinanti Putrisia, Agata Virelia Rahmawati, Silviana Dian Ramanda, Okky Aditya Rini, Indri Putri Sekar Riyanti, Aulia Huda Rizqi Waladi Purwandatama Rr. Nadia Chairina Tishmawati Rusyadi, Imron Sahala Hutabarat Septianda, Fajar Siti Rudiyanti Suradi Suradi Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suryanti - Suryo Putro Ritedi Utomo Teguh Edi Setiawan Tumpal Hasudungan Pangaribuan Tyas, Eritrina Ardining Ulfitasari, Nia Wening Indriani, Wening Widya, Devita Aristya Sri Yudiarso, Permana Yuli Astuti Yusma, Andi Muh Ishak Zain, Lidza Qothrunnada