Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENERAPAN ANALOG MODULASI LEBAR PULSA MENGUBAH DAYA DC KE DAYA AC 3 FASA UNTUK MEMUTAR MOTOR BLDC TIGA FASA Soedjarwanto, Noer Arif; Alam, Syaiful; Komalasari, Endah; Umar, Muhammad Abdullah
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3S1 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3S1.5312

Abstract

Teknologi yang kian pesat perkembangannya selaras dengan energi yang dikonsumsinya memberikan dampak negatif kepada sumber energi listrik konvensional serta mengakibatkan kerusakan lingkungan dimana perlunya energi alternatif yaitu energi baru terbarukan (EBT). Energi baru terbarukan ini menghasilkan energi listrik dalam bentuk arus searah (DC) yang perlu diubah menjadi arus bolak-balik (AC). Maka, hasil energi listrik yang diproduksi EBT dapat dikonversi menjadi arus bolak-balik dengan menggunakan inverter. Maka penilitian disini adalah untuk simulasi dan membuat inverter tiga fasa untuk mengubah energi listrik DC menjadi AC tiga fasa lalu dihubungkan ke motor bldc tiga fasa dengan berbagai frekuensi. Inverter memerlukan sebuah sistem kontrol dalam penaklaran transistor daya, dimana metode yang digunakan adalah Sinusoidal Pulse Wide Modulation (SPWM) yang dimana metode ini membandingkan dua gelombang yaitu gelombang fundamental (sinus) dan gelombang karir (segitiga) dimana hasil dari komunikasi ini yang dipanggil sebagai SPWM yang nantinya digunakan untuk pensaklaran transistor daya pada inverter. Keluaran dari inverter disambungkan ke motor bldc tiga fasa lalu diukur kecepatannya menggunakan tachometer serta frekuensi yang dikeluaran dapat divariasikan dengan mengatur frekuensi dasar gelombang dengan menggunakan mikrokontroler. Konklusi yang dapat diambil dari penelitian ini mendemonstrasikan bahwa kecepatan pada kecepatan motor bldc tiga fasa yang mana berbanding lurus terhadap frekuensi.
Radio Frequency Identification (RFID)-Based Validated Electronic Lock for Automatic Monitoring System Saputra, S D; Alam, Syaiful; Purwiyanti, Sri; Nasrullah, Emir; Sadnowo, Ageng
Journal of Applied Science, Engineering and Technology Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : INSTEP Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.598 KB) | DOI: 10.47355/aset.v1i2.12

Abstract

This study aims to create a prototype of an electronic key system using internet of things-based RFID with a validated monitoring system with registered data. This system is applied to the door of the Integrated Laboratory of the Department of Electrical Engineering, University of Lampung. The electronic keys that are created are very difficult to break into and also easy to change the access secret code to maintain confidentiality. The developed electronic door lock device has strong security reliability with code validation. The code validation block serves as a door unlock determinant. The validated data will produce a signal 1 which will drive the actuator, in this case the door lock solenoid, to work (lock open). The security code has 2554 combinations. To access the door from outside, the RFID tag should be registered in the database and permitted by administration and the ID number data is on the processor. The counter will count the number of people who pass through the door, if more than one person then the buzzer will sound. Then the door lock solenoid is closed and will lock the door again. From the experimental results it is found that this system can work well with a minimum delay of 1.8 s obtained at a distance between devices of 5 m.
PENDEKATAN KUANTITATIF DALAM PENENTUAN ASOSIASI FASIES LAUT DALAM FORMASI HALANG PADA SUNGAI KALIGINTUNG, JAWA TENGAH SUBAGJA, MUHAMAD AGAM; Setiadi, Djadjang Jedi; Jurnaliah, Lia; Syafri, Ildrem; Alam, Syaiful; Elfitra, Dhanu
Bulletin of Scientific Contribution Vol 17, No 3 (2019): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.863 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v17i3.23503

Abstract

Penggunaan metode kuantitatif cukup berkembang pada tahun 1950an dalam bidang sedimentologi dan stratigrafi terutama dalam membantu menjelaskan asosiasi fasies, proses pembentukannya dan lingkungan pengendapan. Lokasi penelitian berada koordinat 07° 30' 00,0" – 07° 30’ 30.0” LS dan 109° 27' 30,0" – 109° 28’ 10,0” BT yang secara administratif berada pada Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Halang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model asosiasi fasies lokal yang terbentuk pada daerah penelitian. Pengambilan data dilakukan dengan metode penampang stratigrafi terukur pada sebagian lintasan Sungai Kaligintung sedangkan pengolahan data dibantu oleh metode kuantitatif berupa analisis Markov Chain dan Binomial Probability untuk mengetahui hubungan antar fasies. Pada daerah penelitian terdapat 13 litofasies yaitu Diorganized gravels (A1.1), Normally-graded Pebbly Sand (A2.7), Thick-bedded disorganized sand (B1.1), Thin-bedded coarse-grained sand (B1.2), Parallel-stratified sand (B2.1), Thick-bedded sand-mud couplet (C2.1), Medium-bedded sand-mud couplet (C2.2), Thin-bedded sand-mud couplet (C2.3), Mud-dominated sand-mud couplet (C2.4), Mottled muddy sand (C1.2), Structureless silt (D1.1), Structureless mud (E1.1) dan Contorted strata (F2.1). Adapun asosiasi fasies pada daerah penelitian terdiri atas Channel fill deposit, Levee deposit, Lobe deposit dan Interchannel deposit. Kata kunci :   Binomial Probability, Formasi Halang, Litofasies, Markov Chain.
Regresi Non-Linear pada Pemodelan Dekompaksi Alam, Syaiful; Nurdradjat, .; Muljana, Budi; Setiadi, Djadjang Jedi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 17, No 1 (2019): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.801 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v17i1.20989

Abstract

AbstractDecompaction modeling is critical step in geohistory analysis. Decompaction modeling aims to obtain the thickness of stratigraphic unit before being compacted. Formulation of decompaction modeling requires initial porosity ( )  and coefficient of compaction (c). These two parameters are disentangled by porosity-depth relationship. Exponential model is used as the basis for knowing the relationship. Historically, exponential model often describes a more realistic porosity-depth phenomenon than other models. The exponential model yield the absence of negative porosity as the depth increases. The parameter  and c from a number of data are solved through regression method. This paper presents statistical explanation on non-linear regression to generate a simpler formulation, thus facilitating the calculation of initial porosity and coefficient of compaction. These parameters are used later in decompaction modeling.  Keywords: Decompaction modeling, non-linear regression, initial porosity, coefficient of compaction. AbstrakPemodelan dekompaksi adalah bagian yang penting dalam analisis geosejarah. Pemodelan dekompaksi bertujuan untuk mendapatkan ketebalan unit stratigrafi sebelum mengalami kompaksi. Formulasi pemodelan dekompaksi memerlukan parameter porositas awal ( ) dan koefisien kompaksi (c). Kedua parameter tersebut dapat ditentukan dari model porositas-kedalaman yang digunakan. Model eksponensial dijadikan sebagai landasan untuk mengetahui hubungan tersebut. Secara historis, model eksponensial seringkali menyajikan fenomena porositas-kedalaman yang lebih realistis dibandingkan dengan model lain. Model eksponensial memungkinkan tidak adanya nilai porositas yang negatif seiring dengan bertambahnya kedalaman. Parameter  dan c dari sejumlah data tersebut dapat dicari melalui metode regresi. Paper ini menyajikan pemaparan proses statistik regresi non-linear sehingga menghasilkan formulasi yang lebih sederhana. Formulasi ini memudahkan perhitungan penentuan parameter   dan c. Parameter tersebut digunakan nantinya dalam pemodelan dekompaksi. Kata kunci: Pemodelan dekompaksi, regresi non-linear, porositas awal, koefisien kompaksi.
BATUBARA FORMASI STEENKOOL DI DAERAH RANSIKI, PAPUA Setiadi, Djadjang Jedi; Alam, Syaiful; Nurdrajat, .; Gani, Reza Mohammad Ganjar; Firmansyah, Yusi
Bulletin of Scientific Contribution Vol 16, No 3 (2018): Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.477 KB) | DOI: 10.24198/bsc.v16i3.19008

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian terhadap salah satu endapan batubara yang belum banyak dikenal dalam literatur geologi Indonesia, yakni batubara Formasi Steenkool (akhir Miosen – Plistosen) yang ada di daerah Ransiki, Kepala Burung, Papua. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa batubara Formasi Steenkool dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni bright coal, banded bright coal, dan dull coal. Batubara tersebut umumnya berwarna hitam dengan gores coklat, dan keras. Belerang kadang-kadang ditemukan mengisi bidang pecah planar hingga conchoidal yang berkembang didalamnya. Lapisan-lapisan batubara Formasi Steenkool di daerah Ransiki memiliki ketebalan yang sangat bervariasi, mulai dari beberapa centimeter hingga hampir 3 m. Sebagian diantaranya mengandung parting serpih karbonan dengan ketebalan umumnya kurang dari 20 cm. Lapisan-lapisan batubara umumnya diapit oleh lapisan serpih karbonan, meskipun ada sebagian diantaranya yang dialasi atau ditutupi oleh lapisan batupasir halus. Hasil penelitian laboratorium terhadap 13 sampel terpilih mengindikasikan bahwa batubara Formasi Steenkool umumnya memiliki kelembapan rata-rata < 3% adb, kadar abu rata-rata < 5%, kadar volatil rata-rata > 40%, kandungan karbon tertambat rata-rata > 45%, dan kadar belerang rata-rata < 1% dengan nilai kalor > 5000 kal/g. Penelitian ini mengungkapkan hasil yang berbeda dengan laporan yang selama ini diterima mengenai batubara Formasi Steenkool. Pertama, hasil penelitian ini menujukkan bahwa hampir semua batubara Formasi Steenkool di daerah penelitian merupakan high-volatile subbituminous coal, bukan lignit sebagaimana dilaporkan selama ini. Kedua, batubara Formasi Steenkool memiliki kualitas yang cukup baik. Hal itu terlihat dari bukti fisik sebagaimana terlihat di lapangan dan dari hasil penelitian laboratorium yang menunjukkan bahwa semua sampel memiliki nilai kalor lebih dari 5000 kal/g. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa batubara Formasi Steenkool layak diteliti lebih lanjut dan seksama untuk mengetahui potensi endapan batubara di wilayah Kepala Burung, Papua, dan untuk mengkaji nilai ekonomis yang mungkin dimilikinya.Kata kunci: Formasi Steenkool, Batubara, Papua 
Simulasi Stratigrafi Sintetik pada Sistem Cekungan Sedimen menggunakan Persamaan Difusi Alam, Syaiful
Jurnal Geosaintek Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persamaan difusi telah disimulasikan untuk mengetahui gambaran stratigrafi pengisian suatu cekungan. Simulasi tersebut memodelkan proses erosi dan pengendapan material sedimen per waktu. Parameter yang digunakan berupa basic initial input dan boundary condition yang sederhana, yaitu dengan asumsi fluktuasi sea-level dan laju subsiden yang stasioner serta geometri cekungan yang simetris. Kombinasi aturan transportasi sedimen dengan kontinuitas masa pada suatu gradien slope menunjukkan linearitas antara laju perubahan elevasi dengan sedimen flux pada suatu cekungan. Semakin tinggi laju erosi semakin berpotensi suatu batuan dasar cekungan untuk tersingkap.
Optimization of Power Loss Reduction in IGBT-based Three-Phase Rectifiers using Discontinuous Pulse Width Modulation Method: A Simulation-Based Analysis with QSpice and Fuji IGBT Simulator Pratama, Rio; Alam, Syaiful; Soedjarwanto, Noer; Komalasari, Endah
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v21i3.42848

Abstract

The increasing demand for electricity supply is evident across various modern industrial sectors. Electrification advancements in the transportation industry aim to address environmental and energy issues and continue to evolve. Charging electric vehicles is one of the most important aspects of electrification in the transportation sector. This study develops and simulates a three-phase IGBT-based rectifier using the Discontinuous Pulse Width Modulation 60-degree (DPWM1) method to optimize power loss reduction in a 200-kW charging system. The DPWM method has been shown to reduce power losses by up to 44% compared to the conventional Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) method under full load conditions, resulting in reduced heat and cooling requirements for the devices. Simulations show that with the appropriate use of filters, the total harmonic distortion of current (THDi) of the AC input side is reduced to 2.267%, minimizing the negative impacts on the grid. In addition, implementing feedforward control maintains DC voltage stability despite load variations, improving system efficiency and reliability.
Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa Teknik Elektro Terhadap Materi Semikonduktor untuk Memenuhi Kebutuhan Industri: Studi Kasus di Universitas Lampung Purwiyanti, Sri; Fitriawan, Helmy; Komarudin, M.; Alam, Syaiful
PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Vol. 37 No. 2 (2025): Parameter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/parameter.372.05

Abstract

The semiconductor industry is a strategic sector that plays a crucial role in supporting digital transformation and national technological independence. To build a competitive semiconductor ecosystem, it is essential to develop human resources (HR) with a strong understanding of semiconductor concepts and applications. This study aims to analyze the level of understanding among electrical engineering students regarding semiconductor materials as a foundation for strengthening HR capacity in this field. A qualitative approach was applied through a survey involving 35 students of the Electrical Engineering Department, University of Lampung, specializing in Electronics and Control. The survey instrument consisted of a questionnaire with three answer categories: “do not know,” “know but cannot explain,” and “know and can explain,” covering four main themes—semiconductor physics, semiconductor technology, IC design, and semiconductor applications. The results revealed that most students only mastered basic concepts, while understanding of more advanced materials remained limited. These findings indicate the need to improve learning effectiveness through more interactive and contextual methods, along with the enrichment of materials relevant to industry needs. The results of this study are expected to provide valuable insights for strengthening semiconductor education in higher institutions to support the growth of Indonesia’s semiconductor industry.
Substraksi RGB untuk Identifikasi Jenis Daging Konsumsi Berbasis Pengolahan Citra Yudamson, Afri; Sulistiyanti, Sri Ratna; Alam, Syaiful; Setyawan, FX Arinto; Yulianti, Titin
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v14n2.2148

Abstract

Intisari Kesenjangan nilai ekonomis yang cukup tinggi yang terjadi pada komoditas beberapa jenis daging konsumsi menjadi penyebab utama terjadinya kecurangan pada proses penjualannya. Secara kasat mata, beberapa jenis daging akan terlihat sama sehingga sulit untuk diidentifikasi. Dengan menggunakan pengolahan citra, data matriks dari beberapa jenis daging konsumsi akan menampilkan kecenderungan tertentu sehingga dapat dijadikan ciri identifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah daging Kambing, daging Anjing, daging Babi, dan daging Celeng. Metode Substraksi RGB merupakan turunan dari matriks citra RGB. Dengan menggunakan metode ini, citra masing-masing jenis daging konsumsi dapat diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging Kambing dan daging Celeng dapat diidentifikasi menggunakan substraksi GB, sedangkan daging Anjing dan daging Babi dapat diidentifikasi menggunakan substraksi GB yang dilanjutkan dengan substraksi RB.Kata kunci kecurangan penjualan daging, identifikasi daging, pengolahan citra, substraksi RGBAbstract High gap of the economic values that occurs in several types of meat commodities is a major cause of fraud of the meat sales. In plain view, several types of meat will be look similar so these were difficult to identify. By using image processing, matrix data from several types of meat will display certain trends so that it can be used as an identification feature. Samples in this study were goat meat, dog meat, pork meat, and boar meat. The RGB Substraction Method is a derivative of an RGB image matrix. Using this method, images of each type of meat can be identified. The results showed that goat meat and boar meat could be identified using GB substraction, while dog meat and pork meat could be identified using GB substraction followed by RB subtraction.Keywords meat sales fraud, meat identification,image processing, RGB substraction
Rancang Bangun Alat Monitoring Ketidakseimbangan Beban Transformator Distribusi Berbasis Internet of Things Zebua, Osea; Komalasari, Endah; Alam, Syaiful; Aldiansyah, Aldiansyah
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2203

Abstract