Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Optimalisasi Pemberian Asuhan Keperawatan Dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Keperawatan Mursid, Aco; Saleh, Ariyanti; Malasari, Silvia; Amahoru, Nur Badriani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i5.5063

Abstract

Salah satu tugas perawat dalam menyelenggarakan praktik keperawatan adalah sebagai pemberi asuhan keperawatan. Pemberian asuhan keperawatan sangat penting dalam proses pelayanan keperawatan untuk menunjang penigkatan mutu pelayanan kesehatan. Namun dalam pelaksanaannya seringkali tidak maksimal dikarenakan tidak adanya panduan dalam pemberian asuhan keperawatan. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan yang baku sebagai standar pemberian asuhan keperawatan di Rumah Sakit. Sehingga dilakukan pendampingan penyusunan panduan asuhan keperawatan. Metode pelaksanaan ini dimulai dari penentuan masalah, identifikasi dan penentuan prioritas masalah, analisis masalah dan rencana kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah In House Workshop peningkatan mutu dan asuhan keperawatan, serta pendampingan penyusunan panduan. Pelaksanaan in house workshop berjalan dengan baik dan antusias peserta cukup tinggi yang terdiri dari 41 peserta. Sedangkan hasil pendampingan penyusunan Panduan yaitu terdiri dari tim penyusun sebanyak 14 orang telah memahami proses penyusunan dan menyelesaikan Panduan Asuhan Keperawatan 10 penyakit. Kegiatan ini dapat memberikan perubahan positif terhadap sumber daya yang ada di Rumah Sakit. Perubahan tersebut berupa timbulnya motivasi dan upaya dalam meningkatkan pelayanan keperawatan. Hal tersebut dilakukan dengan membentuk tim penyusun Panduan Asuhan Keperawatan dan berhasil menyelesaikan sebanyak 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit. Diharapkan panduan tersebut dapat digunakan dalam pelayanan keperawatan sebagai bentuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.
PENGARUH TERAPI HERBAL PEMBERIAN JUS NANAS TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT : REVIEW LITERATUR Evidamayanti; Irna Megawaty; Aco Mursid; Muhammad Amin R
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i02.135

Abstract

Peningkatan asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia, penyakit ini dikenal dengan penyakit asam urat dan sering disebut penyakit gout. Menurut Data World Health Organization (WHO) prevalensi gout arthritis di dunia mengalami kenaikan yaitu 33,3% pada tahun 2018 menjadi 34,2% tahun 2020. Penatalaksanaan asam urat yang tidak tepat dapat membahayakan sehingga diperlukan terapi farmakologi atau terapi non farmakologi. Terapi secara nonfarmakologis dapat dilakukan dengan penggunaan terapi herbal. Buah nanas mengandung banyak senyawa yang dibutuhkan dalam menumpas asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan kadar asam urat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur review melalui hasil pencarian artikel dari Google Scholar terdiri dari 771 artikel dan didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus nanas berpengaruh terhadap penurunan kadar asam urat dengan rata-rata penurunan kadar asam urat 0,43-4,75 setelah mengkonsumsi jus nanas. Buah Nanas banyak mengandung serat, vitamin C, vitamin B, asam folat, tiamin, magnesium, enzim peroksidase, dan enzim bromelin. Kandungan aktif buah nanas tersebut memiliki pengaruh besar dalam membantu proses pencernaan protein dalam tubuh dan mengurangi penumpukan zat purin. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan kadar asam urat. Disarankan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek samping dan manfaat lain dari jus nanas.
Prinsip-Prinsip Komunikasi dalam Perawatan Paliatif dan Akhir Kehidupan Mursid, Aco; Haerianti, Masyita; Harli, Kurnia; Evidamayanti, Evidamayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15105

Abstract

Communication is one of the determining factors in improving the quality of the care process. Communication principles are very necessary in palliative patient care. This review aimed to determine the principles of communication in palliative and end-of-life nursing. This study was a systematic review using articles from two databases, namely PubMed and Science Direct. The search keywords used were palliative care OR End-of-Life Care AND communication. With systematic screening and eligibility assessment, 8 articles were finally obtained for review. The review found the main themes, namely the principles of internal communication, namely knowledge, coaching, education and training, roles, collaboration between health workers; and the principles of external communication, namely establishing a therapeutic relationship with the patient or their relatives, empathy, involving or collaborating with the patient or their relatives, and challenges in communication, namely time, communication techniques, condition or characteristics of the patient or relatives, use of terms, and long distance communication. Furthermore, it was concluded that the care process for palliative patients was carried out by applying communication principles. What the care team needs to prepare is to fulfill internal principles first before applying external principles, as well as considering several challenges in communication.Keywords: palliative nursing; end of life nursing; communication ABSTRAK Komunikasi menjadi salah satu faktor penentu dalam meningkatkan kualitas proses perawatan. Prinsip-prinsip komunikasi sangat diperlukan dalam perawatan pasien paliatif. Tinjuan ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip komunikasi dalam keperawatan paliatif dan akhir hidup hayat. Studi ini merupakan systematic review dengan menggunakan artikel dari dua database yaitu PubMed dan Science Direct. Kata kunci pencarian yang digunakan adalah palliative care OR End-of-Life Care AND communication. Dengan penyaringan dan penilaian kelayakan yang sistematis, akhirnya didapatkan 8 artikel untuk ditinjau. Tinjauan menemukan tema utama yaitu prinsip internal communication yaitu pengetahuan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, peran, kolaborasi antara tenaga kesehatan; dan prinsip external communication yaitu menjalin hubungan terapeutik dengan pasien atau kerabatnya, empati, melibatkan atau berkolaborasi dengan pasien atau kerabatnya, dan tantangan dalam komunikasi yaitu waktu, teknik komunikasi, kondisi atau karakteristik pasien atau kerabatnya, penggunaan istilah, serta komunikasi jarak jauh. Selanjutnya disimpulkan bahwa proses perawatan pada pasien paliatif dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip komunikasi. Hal yang perlu disiapkan oleh tim perawatan adalah dengan memenuhi prinsip internal lebih awal sebelum menerapkan prinsip external, serta mempertimbangan beberapa tantangan dalam komunikasi. Kata kunci: keperawatan paliatif; keperawatan akhir kehidupan; komunikasi 
PEMANFAATAN TERAPI RELAKSASI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI DESA ULIDANG Haerianti, Masyita; Indrawati, Indrawati; Mursid, Aco; Erviana, Erviana; Damayanti, Risna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.33-38

Abstract

Data menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada pada fase lansia mengalami penyakit kardiovaskuler seperti hipertensi. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi kesehatan lansia seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Untuk mencegah komplikasi yang berkelanjutan dibutuhkan intervensi yang tepat. Salah satu intervensi yang dapat diberikan berupa terapi nonfarmakalogis seperti terapi dzikir. Dzikir merupakan bagian dari meditasi  transendetal yang melibatkan faktor keyakinan. Terapi yang melibatkan keyakinan yang dianut akan mempercepat terjadinya keadaan relaksasi. Semakin kuat keyakinan seseorang berpadu dengan respon relaksasi maka semakin besar pula efek yang didapat. Oleh karena itu tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai terapi dzikir pada lansia untuk penanganan masalah hipertensi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan para lansia tampak antusias dan menunjukkan keinginan untuk menerapkan terapi ini sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi tekanan darah tinggi yang dialami lansia. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan ada respon peningkatan pemahaman terkait tekanan darah tinggi dan terapi dzikir.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan dengan Kinerja Perawat dalam Pemberian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene Muhammad Amin R; Aco Mursid; Narirati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2612

Abstract

Kinerja perawat merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang perawat dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien secara menyeluruh. Ada berapa faktor yang mempengaruhi kinerja perawat salah satunya yaitu gaya kepemimpinan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan diruang rawat inap rumah sakit umum daerah Kabupaten Majene. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analtik yang bertujuan untuk mencari hubungan antara variabel dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 111 responden yang didapat dengan menggunakan teknik proportionate stratified rondom sampling. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit umum daerah Kabupaten Majene dengan nilai p 0.467 > 0.05.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK) BERDASARKAN 3S DI RSUD KAB. MAJENE Irna Megawaty; Junaedi Yunding; Aco Mursid; Maryati Maryati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3748-3752

Abstract

Asuhan keperawatan adalah salah satu bukti dokumentasi tindakan perawatan seorang perawat kepada pasiennya. Pendokumentasian asuhan keperawatan masih dikatakan belum terlaksana dengan optimal. Pedoman pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Kab. Majene masih menggunakan Nanda NIC dan NOC dan ternyata didapatkan masih banyak perawat yang belum mengetahui tentang askep berbasis SDKI, SLKI, dan SIKI. Adanya aturan pemerintah terkait penggunaan buku SDKI, SLKI, dan SIKI dapat menjadi pedoman dalam rangka menjalankan asuhan keperawatan tepat. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan dalam pegabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan penyusunan panduan asuhan keperawatan (PAK) berdasarkan 3S di RSUD Kab. Majene dengan metode pelatihan kepada perawat. Dari hasil pendampingan penyusunan PAK didapatkan 30 standar PAK yang akan digunakan di RSUD Kab. Majene
From expectations to experience: prioritizing quality improvement in inpatient nursing care through importance–performance analysis Hermin Husaeni; Boby Nurmagandi; Nur Amaliah Sawal; Aco Mursid; Muhammad Amin R; Maryati Maryati; Ika Muzdali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.257

Abstract

Introduction: The quality of nursing services plays a crucial role in shaping patients’ experiences and overall hospital service quality. In inpatient wards, nurses maintain the most frequent interaction with patients, making their caring behavior, communication, and responsiveness essential determinants of patient-centered care. However, many evaluations of nursing services focus mainly on overall satisfaction scores and fail to identify which service attributes require priority improvement. Therefore, this study aimed to analyze the gap between the importance and performance of nursing service attributes in inpatient wards and to identify priority areas for quality improvement using the Importance–Performance Analysis (IPA) approach. Research Methodology: This study employed a quantitative descriptive–analytic design with a cross‑sectional approach. The research was conducted in hospital inpatient wards involving 201 adult patients selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire developed based on the SERVQUAL framework and Swanson’s Theory of Caring, measuring patients perceived importance and performance of nursing service attributes. Instrument validity was tested using Pearson Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha. Data analysis was performed using mean score comparison, gap analysis (Performance − Importance), and Importance–Performance Analysis (IPA) matrix mapping with IBM SPSS and Microsoft Excel. Results: The findings indicated that most nursing service attributes were perceived as highly important by patients, with an overall mean importance score of 3.69 compared with a lower mean performance score of 2.79. Negative gap values were observed across nearly all service attributes, indicating that nursing service performance had not fully met patient expectations. The largest gaps were identified in caring-related attributes, particularly therapeutic communication, individualized attention, emotional support, and responsiveness to patient needs. IPA matrix mapping showed that several relational attributes were located in the high‑priority improvement quadrant, while aspects related to professional competence, patient safety, and trust were positioned within the key strength’s quadrant. Conclusion: The study demonstrates that relational aspects of nursing care particularly communication, empathy, and responsiveness represent the primary areas requiring quality improvement in inpatient services. Strengthening therapeutic interaction, improving service consistency, and ensuring nurse availability are essential strategies to enhance patient-centered nursing care and sustain continuous quality improvement in hospital settings.