Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Destilasi Arak Bali Sebuah Alternatif Pencegahan Covid-19 Dalam Film Dokumenter Ida Bagus Hari Kayana Putra; Nyoman Lia Susanthi; I Nyoman Payuyasa
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 1 (2021): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasionar Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Destilasi adalah kunci utama dalam pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Teknik destilasi pada minyak-minyak ini sekiranya dapat menumbuhkan ide pengembangan proses destilasi pada arak sebagai salah satu media kearifan lokal masyarakat Bali. Teknik pengobatan destilasi arak bali telah dimiliki oleh kearifan lokal masyarakat Bali sejak lama, sehingga metode pengobatan tradisional kini mulai dijamah kembali untuk menanggulangi kasus penyakit pernafasan yang marak beredar saat ini. Ditengah pendemi Covid-19 beberapa tokoh masyarakat mengungkapkan bahwa, secara Pharmatology pengobatan ini diformulasikan secara khusus oleh beliau dilakukan untuk membantu memudahkan oksigen masuk ke dalam tubuh penderita penyakit pernafasan. Masalah yang dirumuskan dalam artikel ini adalah bagaimanakah memvisualisasikan arak Bali sebagai alternatif pengobatan covid-19 Secara lebih khusus masalah yang diangkat adalah mengungkap rahasia dibalik arak sebagai obat tradisional hingga uji klinis arak yang dijadikan obat alternativ covid-19. film dokumenter berdurasi 30 menit metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Tahap penciptaan dalam pembuatan film dokumenter ini meliputi tiga poin utama, yaitu tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Ketiga tahapan ini akan menjadi poin penting dalam penciptaan film Destilasi Arak Bali Sebuah Alternatif Pencegahan Covid-19 Dalam Film Dokumenter.
The Embodiment of Mahakrya Lango Film I Nyoman Payuyasa; Nyoman Lia Susanthi; I B. Hari Kayana Putra
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 5 No. 2 (2022): October
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lekesan.v5i2.2157

Abstract

The Indonesian Institute of the Arts Denpasar (ISI Denpasar) is an arts college in Bali that is established based on the values of local wisdom and national insight in order to enrich human values. ISI Denpasar seeks to strengthen media literacy to campaign for the heritage of cultural arts values through audio-visual media to the public. In order to support the presence of this audio-visual media, the author conducted research and created a short film with the title Mahakrya Lango. Mahakrya Lango is a short film that is strengthened by a poetic narrative. In short, this film covers the journey of Balinese art and culture, the hustle and bustle of Bali, the oblivion of heritage, to the presence of ISI Denpasar as an art and cultural advisory institution. In its embodiment, this film takes several main visuals with a water background set as a symbol of the source of life, flexibility, dynamism, firmness, to fragility. The film creation method uses three stages, namely pre-production, production, and post-production. In the embodiment of the Mahakrya Lango film, the location set is Tamblingan Lake to visualize water as a source of life, waterfalls to symbolize flexibility and dynamism, and beach locations to depict celebrations.
POSITIONING SINEMA SENI LAUT DAN GUNUNG DALAM REKA CIPTA FILM MUSIK “KAWYAGITA MANDALA” Susanthi, Nyoman Lia; Payuyasa, I Nyoman; Putra, IB Hari Kayana; Budiyana, Ketut Hery
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 3 (2023): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan positioning sinema seni laut dan gunung dalam reka cipta film musik pengantar roh yang berjudul “Kawyagitan Mandala”. Film ini mengangkat objek penciptaan gong luang sebagai gamelan sakral dan keramat dalam tradisi Bali yang biasanya untuk mengiringi upacara kematian pitra yadnya. Visual film menawarkan posisi laut dan gunung sebagai gambar penting dalam film. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dari studi lapangan yaitu mewawancarai produser, sutradara dan penulis naskah film, serta studi pustaka terkait buku dan jurnal yang relevan. Dengan menggunakan teori Geoff King menemukan hasil bahwa positioning sinema seni sebagai upaya berani untuk menilai seni film secara objektif. Hasil analisis sinema seni laut dan gunung dari sudut pandang ilmiah dan tidak bias, yaitu simbul dari upacara Nyegara Gunung dalam rangkaian Ngaben. Nyegara Gunung adalah upacara pitra yadnya untuk proses penciptaan dari dewa pitara menjadi Dewa. Upacara ini sebagai harmonisasi secara spiritual yang berorientasi pada gunung dan lautan, yang juga dimaknai luan-teben, sekala-niskala, rwa bhineda dan sebagainya. Segara atau laut sebagai lambang predhana (perempuan) dan gunung sebagai lambing purusa (laki-laki). Upacaranya sendiri divisualkan di tepi pantai atau segara (laut), karena laut memiliki makna filosofis sebagai sumber kehidupan. Implikasi penelitian ini adalah untuk memberi ruang sineas dalam menciptakan film dengan tetap memegang teguh tradisi dan filosofi yang diwariskan.
ANALISIS PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) ADOBE PODCAST DENGAN DAVINCI RESOLVE STUDIO AI PADA DIALOG FILM PENDEK “SATU PERTEMUAN” Novian, Ramadhan Dwi; Dwiyani, Ni Kadek; Putra, Ida Bagus Hari Kayana
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Independen dipilih sebagai bagian dari syarat tugas akhir dalam kerangka Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Melalui studi independen ini, penulis akan menetapkan film pendek sebagai hasil akhir dari karya ini. Dalam proses penciptaan sebuah karya film pendek proses editing audio dalam dialog adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk memberikan kualitas suara yang sangatlah baik. AI (Artificial Intelegent) adalah teknologi terbaru yang meniru kecerdasan manusia yang dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan cepat dan mudah. Hal ini yang mendorong penulis untuk menganalisis penerapan Artificial Intelegent Adobe Podcast dengan Davinci Resolve pada dialog film pendek “Satu Pertemuan”.Terciptanya film pendek “Satu Pertemuan” ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian penerapan AI (Artificial Intelegent) dan semoga karya ini menjadi gambara kepada generasi penerus Produksi Film dan Televisi. Melalui Program MBKM Studi/Projek Independen penulis berharap mendapatkan ilmu yang nantinya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan berguna dalam bermasyarakat nantinya.
MANAJEMEN PRODUKSI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “PEMILU SEHAT” DALAM PENERAPAN ASAS LUBER JURDIL PADA STASIUN TELEVISI INEWS BALI Setiawati, Fadila Sita; Dwiyani, Ni Kadek; Putra, Ida Bagus Hari Kayana
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bermanfaat untuk menggerakkan solidaritas masyarakat ketika mengahadapi suatu masalah sosial. Iklan tersebut menyajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keserasian dan kehidupan umum (Kasali, 2006). Iklan layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye sosial marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan Masyarakat (Madjadikara, 2004). Pemilu atau singkatan dari Pemilihan Umum adalah proses demokratis untuk memilih wakil rakyat atau pejabat pemerintahan secara langsung oleh warga negara suatu negara. Pemilihan Umum merupakan mekanisme penting dalam sistem demokrasi modern yang memungkinkan rakyat untuk berpartisipasi dalam menentukan pemimpin dan kebijakan negara. Asas pemilihan umum (Pemilu) yang dikenal sebagai Luber Jurdil (Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur Adil) menjadi dasar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asas memiliki makna dasar dalam berpikir dan berpendapat, dasar cita-cita organisasi, serta hukum dasar. iNews Bali ini merupakan stasiun televisi lokal swasta yang ada di Bali. iNews Bali ini mengusung tema inspiring and informative dengan beberapa program andalannya yaitu berita dan hiburan.Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola dan mengawal proses pembuatan film dari awal sampai film itu selesai, Produser terlibat di semua proses pembuatan Iklan, mulai dari pengembangan, pencarian dana, praproduksi, produksi, pascaproduksi, hingga Iklan tersebut didistribusikan dan bertemu dengan penontonnya.
PENERAPAN KONSEP EDITING DIMENSI RITMIS PADA FILM EKSPERIMENTAL “HIDDEN DANDELION” Tri Murti, Raditya; Dwiyani, Ni Kadek; Hari Kayana Putra, Ida Bagus
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MBKM atau Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan sebuah program yang memberikan kebebasan kepada setiap mahasiswa dalam mengambil mata kuliah berdasarkan tingkatan semester. Kali ini, dalam pelaksanaan MBKM semester 7 terdapat alternatif paket pembelajaran, salah satunya yaitu program projek independen. Program ini merupakan kegiatan pembelajaran mahasiswa untuk mewujudkan karya atau ide yang inovatif yang mereka miliki. Penulisan laporan akhir MBKM projek independen ini dilatarbelakangi oleh pembuatan karya film pendek fiksi bergenre eksperimental berjudul “Hidden Dandelion”. Film ini mengangkat cerita mengenai perspektif dan pengalaman penyitas skizofrenia terhadap delusi yang ia hadapi. Selama proses penulisan, penulis menggunakan pengambilan data dengan metode observasi dan kepustakaan. Adapun capaian hasil pada laporan di akhir menunjukan bagaimana hasil dari penerapan teknik editing ritmis pada film Hidden Dandelion.
PENERAPAN KONSEP PSIKOLOGI HOROR DALAM FILM PANJANG WONG SAMAR Spencer Gunawan, I Putu; Dwiyani, Ni Kadek; Hari Kayana Putra, Ida Bagus
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Calaccitra November 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan film Panjang “Wong Samar” bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya audio visual yang menarik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di dunia, memiliki kekayaan budaya yang mendalam serta isu-isu lingkungan dan sosial yang kompleks. Isu-isu ini mencakup polusi, perubahan iklim, urbanisasi, dan tekanan pada tradisi lokal. Dalam konteks ini, film panjang dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting. Penelitian ini berfokus pada pembuatan film yang mengintegrasikan adat budaya Bali, isu lingkungan dan sosial, serta nilai-nilai keluarga dan persahabatan. Karya ini didasari oleh riset dan observasi pada mitolgi Wong Samar yang ada didalam masyarakat Bali dan dalam adat dan budaya yang diyakini masyarakat. Dengan penerapan konsep psikologi horor membantu penulis dalam membangun cerita dan menciptakan visual yang menarik dan relevan dengan tetap memperhatikan unsur semiotika, estetika, dan nirmana didalamnya sehingga tercipta karya yang tak hanya memiliki visual yang apik, tetapi juga memiliki makna didalamnya. Karya ini akan menjadi sangat berdampak secara luas bagi lapisan masyarakat yang bermacam-macam dalam menikmati dan menilai hasil karya yang diciptakan dengan harapan banyak isu didalam film ini yang dapat membuka ruang diskusi bagi masyarakat.
BEDAWANG NALA: SIMBOL PENOPANG SEMESTA DAN REFLEKSI KESADARAN LINGKUNGAN DALAM MASYARAKAT BALI Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Widyastuti, Ida Ayu Gede Sasrani; Utamia, Dewa Gede Satya Adi Maha
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bedawang Nala, dalam kosmologi Hindu Bali, melambangkan kekuatan kosmis yang menopang keseimbangan alam semesta. Dalam konteks masyarakat Bali yang berada di jalur tektonik aktif, mitos Bedawang Nala memainkan peran penting sebagai simbol kesadaran lingkungan dan harmoni kosmik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbolisme Bedawang Nala sebagai refleksi kesadaran ekologis masyarakat Bali serta mengeksplorasi relevansinya dalam pelestarian lingkungan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh agama, seniman, dan pakar budaya, serta observasi lapangan di situs-situs yang menampilkan simbol Bedawang Nala. Studi literatur juga dilakukan untuk mendalami makna filosofis dan kosmologis simbol ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bedawang Nala dan tiga naga kosmik (Ananta, Basuki, dan Taksaka) yang mewakili elemen tanah, air, dan udara bukan hanya ornamen sakral, tetapi juga instrumen penyadaran ekologi. Dalam konteks krisis ekologi global, Bedawang Nala menawarkan perspektif etika lingkungan yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan dan pelestarian budaya. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti mitos Bedawang Nala memiliki potensi besar dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui seni, arsitektur, dan praktik budaya berbasis nilai ekologis.
LITERASI BUDAYA MELALUI FILM DOKUMENTER BRAHMAN CEREMONY Putra, I Made Denny Chrisna; Payuyasa, I Nyoman; Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Suciartini, Ni Nyoman Ayu
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film dapat merefleksikan sebuah peradaban suatu negara atau bangsa. Melalui karya film, seseorang dapat melihat dengan jelas rangkaian sejarah, budaya, filosofi, fenomena, bahkan gejolak sosial yang pernah terjadi di suatu zaman menuju zaman lainnya. Film terutama film dokumenter juga menjadi media yang kuat untuk dapat menjaga eksistensi kebudayaan. Peran film di era globalisasi ini menjadi suatu kajian yang menarik untuk dapat menghadirkan tontonan yang sekaligus dapat menjadi tuntunan bagi masyarakat. Apalagi jika menilik situasi masyarakat kini yang hidup di antara gelimang arus budaya global yang tentu saja mengancam keudayaan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis nilai-nilai literasi budaya dalam film dokumenter Brahman Ceremony. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur model interaktif Milles dengan tahapan tiga analisis data, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah film dokumenter berjudul Brahmana Ceremony ini merupakan film dokumenter yang digarap dengan tipe expository. Tipe ini berupa narasi (voice over) yang memaparkan/menjelaskan serangkaian fakta yang dikombinasikan bersamaan dengan gambar-gambar di film. Literasi budaya yang disajikan di antaranya ritus budaya ngaben yang seorang sulinggih mulai dari awal prosesi hingga akhir.
ALAM SEBAGAI DAYA CIPTA SENI Widnyana, I Kadek; Shahab, Fauziah; Dwiyani, Ni Kadek; Widyarto, Rinto; Putra, Ida Bagus Hari Kayana
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara alam dan seni, dengan fokus pada bagaimana elemen-elemen alam menginspirasi berbagai bentuk ekspresi artistik, serta dampaknya terhadap kesadaran lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis tematik melalui studi literatur, wawancara dengan seniman, dan survei untuk menggali perspektif seniman dan masyarakat mengenai pengaruh alam dalam seni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam tidak hanya berfungsi sebagai subjek estetis, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan tentang perubahan ekologis, keindahan yang rapuh dan keberlanjutannya. Seniman dari berbagai disiplin, termasuk seni lukis, fotografi, seni instalasi, dan seni pertunjukan (khususnya seni sastra dan seni pedalangan) yang menggambarkan alam sebagai refleksi dari hubungan manusia dengan lingkungannya. Pembahasan lebih lanjut, bahwa alam sangat menginspirasi para sastrawan/kawi sastra dengan berbagai ilustrasi dan imajinasi “lango”-nya tersurat ke dalam bait-bait syair yang estetik. Karya sastra inilah menjadi sumber inspirasi para seniman (dalang) dalam memberikan tuntunan di setiap lakonnya berkaitan dengan alam. Dampak sosial dan kultural dari seni yang mengangkat tema alam diharapkan dapat memperkuat hubungan manusia dengan lingkungan serta mendorong perubahan sosial menuju keberlanjutan.