Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER TUTUR LELAKU I KETUT MUJI Payuyasa , I Nyoman; Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Lawranta, Gangga
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali memiliki maestro dengan rekam jejak besar bernama I Ketut Muji. I Ketut Muji merupakan maestro tari yang memiliki karakter dan style (gaya) yang kuat khususnya dalam Tari Baris. I Ketut Muji memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai sebuah tarian. Saat ini Ketut Muji berusia 93 tahun. Merupakan sebuah langkah penting untuk mendokumentasikan keahlian dan pengetahuan seorang maestro ke dalam film agar nilai-nilai dan etika dalam diri I Ketut Muji dapat terwariskan. Film ini diproduksi untuk dapat mengalirkan pengetahuan, sikap, dan pandangan hidup I Ketut Muji tentang tari dan penari kepada para pelaku seni tari di Bali kini dan nanti. Penciptaan film dokumenter ini memiliki kekuatan dan kompleksitas tinggi sebagai sebuah media yang dekat lekat dengan masyarakat. Film ini juga dapat digunakan sebagai alat propaganda dalam usaha pelestarian budaya. Film dokumenter menggunakan tipe atau gaya penuturan ekspositori. Gaya ekspositori pada prinsipnya penceritaan film akan didukung dengan narasi (voice over) yang memaparkan/menjelaskan serangkaian fakta yang dikombinasikan bersamaan dengan gambar-gambar di film. Tahap penciptaan dalam film dokumenter meliputi tiga tahapan utama, yaitu tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Film dokumenter ini diberikan judul Tutur Lelaku I Ketut Muji dengan durasi 15 menit menggunakan tiga pembabakan cerita.
BEDAWANG NALA: ARTISTIC INSPIRATION FOR A FICTION FILM TO STRENGTHEN ENVIRONMENTAL EDUCATION AWARENESS Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Peradantha, Ida Bagus Gede Surya; Widyastuti, Ida Ayu Gede Sasrani
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v7i2.3033

Abstract

This research explores the philosophical and symbolic value of Bedawang Nala in Balinese architectural art and the development of its narrative in fiction films based on Hindu mythology. Bedawang Nala, depicted as a giant fire-haired turtle with dragons Anantabhoga and Basuki, reflects cosmic balance and natural harmony in Tri Hita Karana. This qualitative research uses an interdisciplinary perspective involving the views of cultural studies and the creativity of film art creation. Data was obtained through in-depth interviews to explore the meaning and connection of the Bedawang Nala concept with environmental themes, audiovisual observations of traditional Balinese architecture, and literature studies on Bedawang Nala and ecological issues. Data were analyzed using interview transcript interpretation techniques to identify main themes related to the philosophical and symbolic values of Bedawang Nala, audiovisual analysis, and literature synthesis that connects findings from interviews and observations with current discussions about ecological education. The findings show that the Bedawang Nala mythology is not just an aesthetic ornament but has an educational value relevant to contemporary environmental issues. The development of this mythology-based film narrative can be an effective academic and cultural reflection tool, strengthening ecological awareness in society. This research suggests making and evaluating films based on Bedawang Nala and exploring other local mythologies to increase the educational impact and environmental awareness through film media.
PENERAPAN KONSEP PARALLEL DALAM STRUKTUR 3 BABAK PADA PENULISAN SKRIP FILM FIKSI DRAMA FANTASI “LOKA GAMA” Prayudi, Kadek Denika Indra; Putra, Ida Bagus Hari Kayana; Prabhawita, Gede Basuyoga
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Calaccitra Agustus 2025
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This script raises the theme of family love, telling the story of a daughter's struggle who crosses a parallel world to save her father from chronic heart disease. The parallel world is depicted through the Tri Loka teachings in Hinduism which consist of Bhur Loka, Bwah Loka, and Swah Loka. The creative process begins with exploring ideas, selecting themes, and developing a storyline that is aligned with a three-act structure. In writing, the author pays attention to narrative elements such as characterization, dialogue, and the use of traditional lontar media as symbolic and aesthetic elements. The film is designed with a strong narrative style to create an emotional and culturally relevant story.
PENERAPAN KONSEP DIMENSI EDITING RITMIS PADA FILM BUKAN SALAHKU Kadek, Angga Dwiranata; I Nyoman Payuyasa; IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2918

Abstract

Bukan Salahku adalah film pendek bergenre komedi yang menceritakan bagaimana rasa keingintahuan seorang anak remaja yang baru menginjak masa pubertas. Untuk mewujudkan film pendek Bukan Salahku, penulis melaksanakan studi/projek independen di salah satu rumah produksi Luar Kotak Audiovisual yang berlokasi di Jl. Seruni Gg. 4ABC No. 4D Denpasar, Bali. Melalui studi/projek independen, penulis dapat menambah pengetahuan serta meningkatkan keahlian dalam pembuatan film pendek Bukan Salahku. Penulisan ini akan membahas mengenai bagaimana penerapan konsep dimensi editing ritmis dalam film pendek Bukan Salahku. Penulis menggunakan metode pembentukan sebuah irama dalam film pendek sehingga membentuk dimensi ritmis. Untuk menggapai metode tersebut, penulis menggunakan teknik dasar editing cut to cut. Penulis mengguanakan beberapa teknik editing seperti straight cut, timing, dan match cut sehingga menghasilkan sebuah irama yang membentuk dimensi ritmis. Selain bimbingan tulisan dan karya bersama dosen pembimbing, penulis juga melakukan bimbingan terhadap pembimbing di tempat magang, sehingga pelaksanaan pada saat editing sesuai dengan skenario cerita dalam membangun dimensi ritmis. Penerapan dimensi ritmis dalam film pendek Bukan Salahku diharapkan mampu membangun irama dengan nuansa drama komedi. Dalam mewujudkan hal itu, beberapa aspek tambahan dalam konteks editing berupa teknik match cut, overlapping, coloring dan penggunaan teknik dasar editing lainnya.
PENDEKATAN TEORI DEMISTIFIKASI DAN IMAJINER DALAM PENYUTRADARAAN FILM EKSPERIMENTAL HIDDEN DANDELION I Made Merta Ambara Putra; I Kadek Puriartha; IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2922

Abstract

Para seniman film sering berbicara melalui karyanya sebagai alat komunikasi sacara tidak langsung, seperti halnya mengemukakan fenomena, mengkritisi ideologi ataupun nilai-nilai dalam kehidupan. Film juga tidak selalu berbicara secara verbal, melainkan film dapat berbicara melalui citra atau gambar yang berhubungan dengan teks atau narasi. Dalam hal ini pendekatan teori demistifikasi dan imejiner sangat tepat dalam melatar belakangi penulis dalam pembuatan karya film pendek berjudul Hidden Dandelions. Dengan begitu penulis dapat menyampaikan visi dan misi pada karya filmnya kehadapan audience. Film pendek Hidden Dandelions bercerita tentang perjalanan sosok tokoh Protagonis yang mengidap penyakit skizofrenia atau gangguan mental. Tokoh Protagonis harus berhadapan dengan penyakitnya, sehingga membuatnya pada pilihan yang sulit. Antara menghadapi dan menerima penyakit tersebut, atau selalu menghindar dan lari dari kenyataan. Penulis mencoba memberikan sudut pandang pada sisi lain orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kehadapan audience, mencoba berkomunikasi tentang bagaimana wujud penyakit skizofrenia dan stigma masyarakat terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Pendekatan metode teori demistifikasi dan imajiner diterapkan pada pengemasan narasi dan citra atau gambar, melalui film eksperimental berkolaborasi pada dua karya seni yang berbeda yaitu, karya seni film dan tari
PENULISAN NASKAH PADA FILM DOKUMENTER GAYA EKSPOSITORI PADA PROGRAM ACARA BALI SHANTI DI INEWS BALI Mohammad Royan Fauzi Sugiarto; I Dewa Made Darmawan; IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2927

Abstract

Penyampaian sebuah informasi atau sebuah edukasi kepada masyarakat terdapat berbagai macam cara dalam pelaksanaanya, baik melalui media sosial, media cetak maupun sebuah karya audio dan visual. Film merupakan sebuah media sarana informasi yang dapat mencapai khalayak banyak. Melalui penyampaian Audio dan Visual yang dikemas secara menarik dan membuat penonton/masyarakat tidak bosan dan dapat memahami informasi yang ingin disampaikan oleh pembuat film, serta dapat memperkenalkan sebuah budaya atau ilmu baru kepada masyarakat. Terkait dengan permasalahan tersebut melalui Penulisan Naskah Film Dokumenter gaya Ekspositori pada program Acara Bali Shanti. Penulisan naskah Film dokumenter televisi (Feature) ini dilaksanakan memalui berbagai macam riset secara Eksternal Maupun Internal. Gaya Ekspositori Dokumenter Ekspositori adalah salah satu jenis film dokumenter yang pembawaan dan penyampaian informasi didalam film, lebih didominasi dengan penggunaan suara atau voice over (VO). Tujuan penulisan naskah film dokumenter ini adalah Demi mendapatkannya kesinambungan antara audio dan visual dalam penulisan naskah film dokumenter menggunakan gaya Ekspositori, untuk penyampaian informasi melalui Voice Over dan wawancara yang diiringi oleh gambar detail yang sesuai dengan penyampaian voice over dan wawancara tersebut. Penulisan Naskah Film Dokumenter pada program Acara Bali Shanti Dapat menciptakan 3 episode program acara Bali Shanti dengan masing- masing episode berdurasi 24 menit dengan sebuah output media yang berupa film dokumenter televisi (Feature). Dalam setiap episode ini mengangkat sebuah tema yang menajadi acuan utama penulisan naskah 3 episode tersebut, yaitu budaya
PENERAPAN TEKNIK HANDHELD CAMERA PADA PEMBUATAN FILM EKSPERIMENTAL HIDDEN DANDELION Muhammad Riza Ahsana Taqwim Issandy; I Kadek Puriartha; IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2929

Abstract

Projek Independen adalah salah satu program kerja MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang dilaksanakan oleh Kemendikbud untuk melepaskan para Mahasiswa untuk terjun langsung dalam membuat atau menciptakan karya independen yang didukung dengan bantuan mitra. Program Projek Independen ini diharapkan dapat menjalin hubungan baik mahasiswa dengan mitra atas terjalinnya proses kolaborasi dalam produksi karya kreatif. Film adalah satu dari sekian media komunikasi massa audio visual yang berfungsi sebagai mesin waktu, dengan film hiburan dan informasi akan tersampaikan secara jelas. Karakter protagonis yang selalu dihantui oleh delusi dan halusinasinya akibat pengaruh gangguan mental skizofrenia. Analisis yang akan dilaksankan adalah bagaimana penerapan teknik handheld camera pada pembuatan film eksperimental Hidden Dandelion serta tahapan penciptaan selama produksi sebagai penata kamera. Metode yang digunakan adalah penciptaan ide, praproduksi, produksi dan pascaproduksi, keempat metode tersebut akan menuntun jalannya jawaban daripada rumusan masalah pertama dan kedua. Pelaksanaan proses produksi berjalan selama 5 bulan dan akhirnya dapat di bedah setiap scene yang menjawab sekaligus memperkuat jawaban daripada rumusan masalah pertama dan kedua. Penerapan teknik Handheld Camera sangat berperan penting dalam menghidupkan serta memperkuat jalan cerita dan karakter dalam cerita, emosi yang dibangun sesuai dengan keinginan sutradara dan berhasil mendapatkan pengalaman baru selaku pemimpin di divisi penata kamera. Dampak daripada penggunaan teknik ini ialah sutradara mendapatkan tutur bahasa dalam menciptakan karya
PENERAPAN EDITING DIMENSI RITMIS DAN WARNA SEPIA DALAM MUSIK VIDEO BIN IDRIS Satyo Kartika Virgantara; Nyoman Lia Susanthi; IB. Hari Kayana Putra
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Calaccitra November 2023
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/cc.v3i2.2941

Abstract

Musik adalah perangkat penting untuk mengusung keselarasan visual ketika suara dari visual tersebut hampa dan memiliki kekuatan untuk menghibur, menginspirasi, dan meningkatkan mood. Dimensi ritmis editing merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengontrol waktu atau tempo dari durasi setiap pengambilan gambar. Menyusun setiap bidikan gambar secara merata yang secara melekat dapat memberikan harapan kepada penonton yang digabungkan dengan alunan musik yang memiliki tempo yang tinggi untuk melakukan perpotongan dari masing-masing pengambilan gambar yang telah di sinkronisasi. Mengontrol ritme dari setiap pengambilan gambar dapat mempengaruhi momen, seperti memotong dengan pengambilan gambar lebih singkat akan mempengaruhi tingkat instensitas pemandangan dan sebaliknya memotong lebih lama akan menciptakan momen yang lebih rileks dan ketenangan. Grading warna dapat digunakan untuk mendukung narasi film dengan menciptakan suasana atau mood yang melengkapi jalan cerita. Bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan color grading sebagai mood builder yang diterapkan pada tiga Musik Video Bin Idris. Hasil color grading ini menemukan bahwa gradasi warna pada beberapa adegan pada setiap setting waktu di Musik Video Bin Idris digunakan untuk membangun mood atau suasana dalam cerita. Warna yang banyak digunakan antara lain biru dan coklat dengan campuran warna lain yaitu : merah, abu-abu dan hitam dengan tambahan warna Sepia pada beberapa shot di setiap Music Video-nya. Biru muda digunakan untuk membangun suasana pemandangan yang terkesan dingin dan melankolis, cokelat digunakan untuk membangun suasana pemandangan yang terkesan hangat, dan coklat tua dan coklat kemerahan cenderung membangun gelap suasana dan konflik kemarahan. Penggunaan warna abu-abu memberikan kesan muram dan sedih.
ANALISIS PENERAPAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) ADOBE PODCAST DENGAN DAVINCI RESOLVE STUDIO AI PADA DIALOG FILM PENDEK “SATU PERTEMUAN” Novian, Ramadhan Dwi; Dwiyani, Ni Kadek; Putra, Ida Bagus Hari Kayana
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Independen dipilih sebagai bagian dari syarat tugas akhir dalam kerangka Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Melalui studi independen ini, penulis akan menetapkan film pendek sebagai hasil akhir dari karya ini. Dalam proses penciptaan sebuah karya film pendek proses editing audio dalam dialog adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk memberikan kualitas suara yang sangatlah baik. AI (Artificial Intelegent) adalah teknologi terbaru yang meniru kecerdasan manusia yang dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan cepat dan mudah. Hal ini yang mendorong penulis untuk menganalisis penerapan Artificial Intelegent Adobe Podcast dengan Davinci Resolve pada dialog film pendek “Satu Pertemuan”.Terciptanya film pendek “Satu Pertemuan” ini memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian penerapan AI (Artificial Intelegent) dan semoga karya ini menjadi gambara kepada generasi penerus Produksi Film dan Televisi. Melalui Program MBKM Studi/Projek Independen penulis berharap mendapatkan ilmu yang nantinya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan berguna dalam bermasyarakat nantinya.
MANAJEMEN PRODUKSI IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “PEMILU SEHAT” DALAM PENERAPAN ASAS LUBER JURDIL PADA STASIUN TELEVISI INEWS BALI Setiawati, Fadila Sita; Dwiyani, Ni Kadek; Putra, Ida Bagus Hari Kayana
CALACCITRA: JURNAL FILM DAN TELEVISI Vol. 4 No. 1 (2024): Junal Calaccitra Maret 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang bermanfaat untuk menggerakkan solidaritas masyarakat ketika mengahadapi suatu masalah sosial. Iklan tersebut menyajikan pesan-pesan sosial yang dimaksudkan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keserasian dan kehidupan umum (Kasali, 2006). Iklan layanan Masyarakat merupakan bagian dari kampanye sosial marketing yang bertujuan menjual gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan Masyarakat (Madjadikara, 2004). Pemilu atau singkatan dari Pemilihan Umum adalah proses demokratis untuk memilih wakil rakyat atau pejabat pemerintahan secara langsung oleh warga negara suatu negara. Pemilihan Umum merupakan mekanisme penting dalam sistem demokrasi modern yang memungkinkan rakyat untuk berpartisipasi dalam menentukan pemimpin dan kebijakan negara. Asas pemilihan umum (Pemilu) yang dikenal sebagai Luber Jurdil (Langsung Umum Bebas Rahasia Jujur Adil) menjadi dasar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, asas memiliki makna dasar dalam berpikir dan berpendapat, dasar cita-cita organisasi, serta hukum dasar. iNews Bali ini merupakan stasiun televisi lokal swasta yang ada di Bali. iNews Bali ini mengusung tema inspiring and informative dengan beberapa program andalannya yaitu berita dan hiburan.Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab mengelola dan mengawal proses pembuatan film dari awal sampai film itu selesai, Produser terlibat di semua proses pembuatan Iklan, mulai dari pengembangan, pencarian dana, praproduksi, produksi, pascaproduksi, hingga Iklan tersebut didistribusikan dan bertemu dengan penontonnya.