Claim Missing Document
Check
Articles

Minangkabau Theme Park Di Padang Dengan Pendekatan Rumah Minangkabau Witra Karima; Pedia Aldy; Mira Dharma S
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 5 (2018): Edisi 1 Januari s/d Juni 2018
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Sumatra is one of the provinces in Indonesia with a lot of natural potential that can be used as a natural and cultural tourism. Padang as the capital is the economic center also known as the city of art and culture. To improve and develop cultural tourism, needed a tourist spot that showing, conserve and kept Minangkabau culture. This cultural tourism will added value for tourists to knowing and understand about Minangkabau culture. MinangkabauTheme Park as a theme park to be a place of entertainment or recreation that presents attractions and other events for visitors. Approximatin methode of Minangkabau theme can make visitors knowing and understand about Minangkabau culture. The design of Theme Park will apply the Minangkabau House approach in order to create an old Minangkabau atmosphere and apply characteristics of Minangkabau house that can be showed. Based on function and theme of design produce the concept of "ALam takambang jadi guru". This concept is applied in the design of the zone, the pattern and the mass order, the mass formation, the circulation and landscape getting a place that furnishes the cultural tourism in Padang. The design of Minangkabau Theme Park is divided into several areas: reception area, show area, traditional game area, minangkabau art learning area, culinary area, inn area, mosque area, ATM center area, service area and parking area. Area division based on main function, support and servise.Keywords: Theme Park, Minangkabau Culture, Minangkabau House
Pusat Kebudayaan Tionghoa Bagansiapiapi Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Parlinggoman Pasaribu; Mira Dharma Susilawaty; Pedia Aldy
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 7 (2020): Edisi 1 Januari s/d Juni 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chinese cultures are still implemented and applied in Bagansiapiapi as an expression of worship and gratitude to the ancestors. These chinese festivals are celebrated in Bagansiapiapi cause the culture and history of Chinese are known by the local people, both in domestic and abroad. But the problems are the supporting facilities and the places to accommodate these activities are in a low number. Because of that, Chinese Cultural Center in Bagansiapiapi need a building as the activities center that focuses on Chinese culture and to support cultural facilities, to make sure people known about Chinese history, where pedigree is from, and the culture. This research used contemporary architecture approach which suited by the present time, and the Chinese architectural buildings will be able to reflect the contemporary Chinese building without losing the characteristics of the building itself. Through the concept of "Lion Dance" or as known as Barongsai, the building can demonstrate the movement patterns of the Barongsai itself. It also used the Chinese elements including the use of a courtyard, emphasis on the shape of the roof, open structural elements, and the use of colors on the buildings.keywords: Chinese Culture Center, Bagansiapiapi, Contemporary Architecture
Pekanbaru Cineplex Dengan Pendekatan Arsitektur Post-Modern Annisa Cinintya; Muhammad Rijal; Pedia Aldy
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 3, No 1 (2016): Wisuda Februari Tahun 2016
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cinema is one of alternatives for recreation, watching movies in cinema become a hobby and a lifestyle for some people. Therefore the necessity of cinema becomes important for citizen in Pekanbaru .The design of cinema in this paper is using “Asymmetrical Symmetry” concept, the display forms a balanced of asymmetries that transformed into the building. In term of cinema building design, post-modern architecture is seen as the most suitable and attractive for the building. In addition, not merely the appearance and the shaped, the cinema needs to pay attention on convenience of the users of the building. The final results of the application is implemented in the design of a cinema which includes zoning, mass form, outdoor layout, inner space, and the building's facade. In the mass formations, the concept transformed to building height difference and axis line which one divides the building mass. Facade on two sides of the building is made different and contrast.Keyword: Cineplex, Cinema, Post-modern Architecture, Asymmetrical Symmetry
KAWASAN WISATA OLAHRAGA ISLAM DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOMIMETIK Siti Aisyah; Wahyu Hidayat; Pedia Aldy
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2020
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v4i3.535

Abstract

The Islamic Sports Tourism Area is quoted from a hadith which reads from Amir al-mu'minin, Umar Al-Faruq Ibn Al-Khattab, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam said: "Teach your children to ride, swim and archery". (HR. Shahih Bukhari / Muslim). From the hadith, 3 sports can be taken clearly from the Prophet Muhammad SAW, namely horse riding, swimming and archery. These three sports will be the main function in the Islamic sports tourism area. The design method used is a field survey and documentation as well as analyzing data. The results of the design take the formation of nature in general, namely leaves. The shape of nature is in line with the theme of this design, which is biomimetic architecture. In addition to the three main functions there are also supporting functions in the form of airsoft gun, all terrain vehicles, mosques, food courts, clinics, and retail. The Islamic sports tourism area aims to accommodate community activities and is the center of activities of Islamic Sports in Pekanbaru.).
Vegetarian Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Pekanbaru Mutiara Noviza; Mira Dharma; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.5170

Abstract

Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau yang mempunyai beragam aktivitas yang padat, perlu adanya asupan yang sehat dan seimbang. Tempat kuliner vegetarian di Pekanbaru masih jarang terlihat untuk saat ini. Vegetarian merupakan sebutan bagi orang yang mengkonsumsi makanan unsur nabati dan menghilangkan unsur hewani, pola makanan ini dianggap lebih menyehatkan. Maka diperlukannya wadah yang menghadirkan menu makanan sehat yang berbahan dasar tumbuhan untuk masyarakat di zaman modern ini. Vegetarian Center dengan Pendekatan Arsitektur Organik di Pekanbaru merupakan wadah untuk memfasilitasi kuliner yang sehat dan bernutrisi dengan pola makanan yang seimbang. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan masyarakat agar lebih peduli dengan kesehatan tubuh, sehingga mempunyai pengaruh yang baik dalam gaya hidup sehari-hari. Arsitektur organik merupakan sebuah filosofi arsitektur yang menjunjung harmoni antara lingkungan hidup manusia dan dunia alam melalui pendekatan desain. Suasana alami dengan unsur alam dapat memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi penggunannya.Konsep yang digunakan pada perancangan ini adalah “together with nature” yang terinspirasi dari bagaimana fungsi dapat selaras bersama alam, dengan memanfaatkan alam sebagai bagian penting dalam perancangan.
PERANCANGAN INDOOR SNOW PARK DI PEKANBARU DENGAN PENERAPAN PRINSIP DESAIN JEAN NOUVEL Gitiya Gittasya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4807

Abstract

Indoor Snow Park adalah wahana rekreasi bertema salju di Pekanbaru, selain berfungsi sebagai rekreasi bangunan juga dapat berfungsi sebagai sarana olahraga es. Pekanbaru di pilih sebagai lokasi desain karena kurangnya sarana rekreasi dan sebagai bentuk mensimulasi alam musim dingin di kota yang beriklim tropis. Indoor Snow Park menerapkan prinsip desain Jean Nouvel karena prinsip desain Jean Nouvel selaras dengan fungsi bangunan dimana pada setiap bangunan yang ia rancang Jean selalu memberikan suasana yang kontras pada bangunanya, sama halnya dengan rekreasi salju di tengah iklim tropis. Konsep yang diterapkan pada Indoor Snow Park ini adalah Snowflakes. Konsep ini terinspirasi dari fenomena turunnya salju di negara subtropis, yang sejalan dengan fungsi rancangan yaitu wadah rekreasi musim dingin. Analogi dari Kristal es ini lah yang kemudian diterapkan pada bentuk, fasad, interior dan lansekap Indoor Snow Park.
LEGO CENTER DI PEKANBARU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KUBISME Jacob Adha Putra; Mira Dharma Susilawaty; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 4, No 2 (2021): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v4i2.4575

Abstract

Banyaknya masyarakat yang berminat terhadap mainan LEGO membuat mainan LEGO menjadi terkenal. mulai banyaknya event-event yang diselenggarakan di mall atau convention center terhadap mainan LEGO, memunculkan ide untuk merancang LEGO Center. ide ini muncul karena tidak adanya tempat yang mengkhususkan untuk kegiatan menggunakan mainan LEGO tersebut. tujuan perancangan bangunan LEGO Center ini adalah sebagai tempat pameran, dan sebagai tempat rekreasi yang bersifat edukasi dengan menggunakan LEGO. Menggunakan tema arsitektur kubisme, yang dimana pemikirian ini timbul dari sudut pandang LEGO yang memiliki tiga dimensi panjang, lebar dan tinggi. Konsep pada rancangan LEGO Center di Kota Pekanbaru ini menggunakan konsep “Tumpukan LEGO Bricks” yang dihasilkan dari keterkaitan objek rancangan dan tema Arsitektur Kubisme terhadap objek rancangan yang memiliki penyederhanaan bentuk-bentuk kotak atau kubus sesuai dengan sifat Kubisme.
Perancangan Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Narkoba dengan Penerapan Prinsip Healing Environment di Pekanbaru william hutagalung; Pedia Aldy; Muhdi Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4883

Abstract

Kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan. Narkoba adalah zat/obat yang memberikan efek halusinasi serta menyebabkan kecanduan berat. Dampak buruk dari penyalahgunaanya dapat merusak kesehatan fisik maupun mental. Program rehabilitasi merupakan solusi terbaik untuk upaya penyembuhan bagi para pecandu narkoba, sehingga dibutuhkan sebuah wadah yang dapat menaungi semua kegiatannya. Kota Pekanbaru saat ini masih sangat kekurangan fasilitas rehabilitasi narkoba, baik dari jumlah maupun yang telah memenuhi standar kesehatan. Permasalahan ini diharapkan dapat diselesaikan dengan perancangan bangunan rehabilitasi narkoba di Pekanbaru dengan penerapan prinsip healing environment. Pengolahan elemen-elemen arsitektural pada rehabilitasi narkoba diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan pasien. Healing environment diterapkan pada perancangan karena terdapat prinsip penting terhadap proses kesembuhan pesien pecandu narkoba, yaitu prinsip psikologi, prinsip panca indra manusia dan prinsip lingkungan.
Pusat Pecinta Kucing di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis Muhammad Mahdi Hadiwijaya; Yohannes Firzal; Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 2 (2022): JAUR APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i2.4894

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan terhadap kucing yang dilakukan sebagian orang menunjukkan bahwa kesenjangan terhadap kucing masih banyak terjadi, dikarenakan minimnya perhatian masyarakat akan kesejahteraan kucing. Kesenjangan yang terjadi pada kucing dialami oleh kucing jalanan dan juga kucing peliharaan, sehingga melatarbelakangi munculnya Pecinta Kucing sebagai kelompok masyarakat yang peduli akan kesejahteraan kucing. Suatu wadah diperlukan bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru agar dapat menaungi segala kegiatan mereka untuk memberikan kesejahteraan bagi kucing melalui kegiatan perawatan, edukasi, dan rekreasi. Pusat Pecinta Kucing hadir sebagai wadah dalam menjalankan aktivitas bagi Pecinta Kucing di Pekanbaru. Pusat Pecinta Kucing kelak akan menjadi tempat yang tidak hanya dapat dinikmati oleh Pecinta Kucing dan masyarakat Pekanbaru yang tertarik pada kucing, namun juga bagi kucing melalui fasilitas yang disediakan dan kegiatan yang diadakan. Perancangan Pusat Pecinta Kucing menggunakan pendekatan Arsitektur Ekspresionis, agar dapat mengkomunikasikan ekspresi rasa peduli pecinta kucing terhadap kesejahteraan kucing kepada masyarakat umum sebagai wujud pentingnya hak untuk sejahtera bagi kucing.Kata Kunci: Arsitektur Ekspresionis, Pusat Pecinta Kucing 
Pusat Kesehatan Mental Anak dan Remaja Korban Kekerasan dengan Pendekatan Healing Environment di Pekanbaru Nada Rizqi Amalia; Pedia Aldy; Muhd Arief Al Husaini
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 5, No 1 (2021): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v5i1.4932

Abstract

Fenomena kekerasan pada anak merupakan hal yang sangat memprihatinkan, terlihat dari kasus kekerasan pada anak yang meningkat setiap tahun di Indonesia, kekerasan yang terjadi meliputi kekerasan fisik, psikis, seksual dan ekonomi yang berdampak pada kesehatan jiwa. Perlu adanya perlakuan khusus untuk melihat banyaknya korban kasus kekerasan pada anak di berbagai daerah. Di Provinsi Riau tingkat kasus kekerasan dari tahun 2012 - 2020 berjumlah 1225 kasus dan Kota Pekanbaru merupakan daerah penyumbang kasus kekerasan dengan total 713 kasus. Kasus kekerasan yang terjadi didominasi oleh kekerasan seksual, hal ini membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat dan perlunya penanganan terutama bagi korban kekerasan yaitu anak, karena anak. Kesehatan mental sangat berpengaruh dalam optimalisasi perkembangannya terutama anak-anak korban kekerasan fisik dan psikis yang membutuhkan fasilitas dan pengobatan yang tepat. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan. Hal inilah yang mendasari terciptanya Puskesmas Mental Anak sebagai wadah yang dapat menampung dan melayani kebutuhan kesehatan jiwa yang didalamnya terdapat fasilitas penyuluhan, sharing, relaksasi dan fasilitas pendukung lainnya. Perancangan ini menggunakan Healing Environment Approach yang mengedepankan prinsip penyembuhan sebagai penerapan desain, tidak hanya aspek fisik non fisik juga saling mempengaruhi dengan menciptakan suasana penyesuaian elemen desain yang memberikan rangsangan positif bagi panca indera sehingga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan.
Co-Authors Abyadh Nadhiifun Achnia Tiffany Nurfadillah Agryvania Br Sembiring Agustian, M. Aldi Agustin, Rezy Kurnia Agustina Irfita Al Husaini, Muhd. Arief Alfian Malik Ali Djamhuri Amir Hamzah Andre Giovanni Gultom Andri Anggesi Andri Lesmana Anggilina, Oktavia Annisa Cinintya Arifia Azas Awliya Rahmat Erviyus Ayu Riska Putri Azriyenni Azhari Zakri Damanik, Yola Yohana Dariyanto, Dariyanto Dede Novita Dedek Elida Siregar Devi Endriani Diko Despabera Rosdianto DWI SURYANTO Dwiki Hermawan Elianora - Elza Fitria Ningsih Fachry Enzeta Fadhil, Iman Fadli Rahman, Fadli Fakhri Fakhri Firzal, Yohannes Fitrah Ramadhani Syam Fri Murdiya, Fri G. Gunawan Gandhi Thaiba Gitiya Gittasya Gun Faisal Hadi Gusmara Hakiki, Rizky Hardi Rasidi Harian Syah Herdiman, Sepri Herlika Herlika Herliman Restu Waruwu Iin Fitri Febriani Indra Kuswoyo Irsyad Rahim Putra Izazul Lizar Jacob Adha Putra Jenny Yolanda Gustia Jerry Dwi Irawan, Jerry Dwi Julius Eduvin Panjaitan Junia Handayanis Karissa, Lulu Laili Dwi Annisa Laras Utami Inka Latif, A Haryadi Laura Arifah Hanum Lupita Lupita Lusi Novita M Agung Anugerah, M Agung M Arseli Epriga, M Arseli M Iswandi M Syukri Abdillah D P, M Syukri Abdillah D Madina, Fajria Manao, Gihon Juang Sataro Maya Annisa Fitraf, Maya Annisa MAYA PURNAMASARI Melti Afifka Albar Merry Deria K Lase Mira Dharma Mira Dharma S Mira Dharma Susilawati Mira Dharma Susilawaty Mira Dharma Susilawaty Mita Fransisca Rumapea Mohd. Aidil Akbar Morian Saspriatnadi Muhammad Ikrom Muhammad Mahdi Hadiwijaya Muhammad Rafiki Muhammad Razki Adrell Muhammad Rijal Muhammad Rijal Muhammad Yusuf Muhd. Arief Al Husaini Muhd. Arief Al Husaini Mutiara Noviza Nabila Shalihah Nada Rizqi Amalia Nadine Raraz Cahyani Nasution, Fajar Rizki Nasution, Fery Azani Nazamri Nazamri Noni Septiani Novan, Andre Nur Adela Sobri Rezki Nurdin Nurdin Ogie Pratama Oktaviani, Sundari Fitria Osli, Ranti Pahlevi, Said Iqrak Parlinggoman Pasaribu Prabowo, Jevri Putra Mhd Alamsyah Putri, Agnes Prameswari R. Lisa Suryani Rabiatul Husna Rabsanjani, Azali Rahman wahyudi Rahmat Rahmat Raisya Muthiah Ratna Amanati Reghina Tri Municha Rendy Musamel Riska lestari Rizki Metior, Rizki Rohaniah, Lathifah Rusydina Sabila Fauzi Said Sidik Sijori Saputra, Aldino Harli Sayid Al-Fajri Saleh Shodiqin, Muhammad Zikri Siswoyo, Sindi Siti Aisyah Siti Aisyah Sri Djuniati Sri Hardianti Suci Rahmawati Susilo, Bagus Ardyawan Suwitno Syalam Haryadi Syarafina, Amalia Syilvia Ovtariyani Putri T.Nadhilah Putri Tivany, Olivia Rizki Umar Hafiz Alfadil Vera Yunita Vicky Sonya Vini Asfarilla Viona Dwi Sartika Wahyu Dwi Syaputra Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat william hutagalung Witra Karima Yogi Efrinaldi Yogistira, Yogistira Yuri Prima Nurullah Zuhra, Siti ZULKIFLI ZULKIFLI