Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

TRANSFORMASI PELAYANAN PUBLIK DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) DI KABUPATEN KARAWANG DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Alfiansyah, Alfiansyah; Aryani, Lina; Rahman, Rahman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31153

Abstract

Pada Penelitian ini dilatarbelakangi sesuai dengan amanah pasal 23 Undang-Undang Nomor 25Tahun 2009 tentang Pelayanan publik bahwa penyelenggara pelayanan publik wajib mengelola sistem informasi elektronik maupun non elektronik yang meliputi profil penyelenggara, profil pelaksana, standar pelayanan, maklumat pelayanan, pengelola pengaduan dan penilaian kinerja sehingga pelayanan dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan transparan. Dalam pembuatan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan Jenis desain penelitian pada penelitian ini yaitu studi kasus (case study). Studi kasus merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu, atau ikatan tertentu.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Transformasi pelayanan public yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam mewujudkan Good Governance. Hasil dari penelitian ini yaitu Pelayanan public pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karawang terdapat dua bentuk pelayanan yaitu pelayanan secara offline yang meliputi pelayanan Integrasi, pelayanan kecamatan, mall pelayanan public (MPP), Dukcapil Ada Untukmu (DAU), pelayanan jemput bola. Selain itu juga ada pelayanan yang dilakukan secara Online berbasis Website dengan nama E-Dukcapil.
Pengembangan Desa Wisata Alam Lubuk Langkap sebagai Peningkat Kesejahteraan Masyarakat di Bengkulu Selatan Alfiansyah, Alfiansyah; Sahroni, Angrean; Marta, Inuki Yudi; Saputra, Ilham Tirta; Pratama, Reza Agung; Puspitasari, Arum
Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): September : Tamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/tamasya.v2i3.743

Abstract

This research positions tourism as a key driver for rural economic transformation via the Community-Based Ecotourism model. Lubuk Langkap Nature Tourism Village, South Bengkulu, has excellent natural assets (pristine), such as clear rivers and tropical forests, supported by good social capital. However, this potential is structurally constrained by a Severe Institutional Crisis within the Village-Owned Enterprise, marked by informal management, lack of standard accounting, and vulnerability to moral hazard risk (misconduct). The Main Thesis asserts that this institutional crisis is not merely a technical issue but a major root problem that weakens Social Capital, damages community Capability, and risks permanent environmental damage. The study uses in-depth strategic analysis focusing on the New Institutional Economics and an integrated SWOT framework, employing interpretive descriptive qualitative methods. The analysis formulates an integrated Community-Based Ecotourism development strategy within a Governance framework that is Strengthened by Risk a system designed to become more resilient when facing shocks (moral hazard risk). The Integrated Action Strategy includes: (1) Establishing Exclusive Village-Owned Enterprise Regulatory Control Rights over the entrance gate and Environmental Carrying Capacity; (2) Implementing a physical Daily Public Financial Dashboard to prevent misconduct; and (3) Legalizing Village Regulations (Perdes) on Conservation Zoning and Maximum Daily Visitor Limits. Implementing a Niche Premium Operational Business Plan (OBP), detailing a High Pricing Strategy (including a Conservation Fee) and a fair Proportional Revenue Sharing Formula, is key to achieving improved welfare and ecological sustainability in South Bengkulu.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN ADAPTIF BERBASIS BAHASA ALAMI (LLM) UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Nusantara Putri, Sari; Alfiansyah, Alfiansyah
Jurnal Creativity Vol 3 No 2 (2025): Journal Creativity
Publisher : MA. Mambaul Ulum Bata-Bata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62288/h1r2p497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran adaptif berbasis Large Language Model (LLM) dalam meningkatkan pencapaian belajar siswa Sekolah Dasar. Pembelajaran adaptif dirancang untuk menyesuaikan materi dan strategi pengajaran dengan kemampuan, kecepatan, serta kebutuhan individual siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan sistem berbasis LLM dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis LLM secara signifikan meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa dibandingkan metode tradisional. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif yang lebih tinggi dalam kegiatan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan berbasis bahasa alami mampu mendukung pembelajaran yang lebih personal, efektif, dan inklusif di tingkat sekolah dasar.
FENOMENA PEDAGANG LIAR DI KOTA LHOKSEUMAWE Alfiansyah Alfiansyah; Hendra A; Erna Muliana
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 1 (2022): April
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol1.2022.43

Abstract

Pedagang liar di Kota Lhokseumawe merupakan aktor yang rentan akan keberadaannya. Pedagang liar sebagai pelaku ekonomi kreatif dalam mendukung program pemerintah dalam percepatan kebangkitan ekonomi rakyat berada di dua kondisi antara bertahan dan tersingkirkan. Sikap penelitian adalah untuk memperjelas keberadaan mereka sebagai pelaku yang ikut andil dalam kebangkitan ekonomi rakyat dengan mengungkap keberadaan mereka secara apa adanya, jernih dan terbuka atas hubungan tempat dan pedagang liar. Pedagang liar yang tersebar di beberapa tempat Kota Lhokseumawe menjadi objek pengamatan untuk melihat hubungan pedagang liar terhadap tempat. Metode penelitian secara kualitatif eksploratif ini diteruskan dengan cara analisis melaui ide David Seamon tentang Place Attachment untuk melihat hubungan antara tempat dan pedagang liar agar melahirkan fenomena keberadaan mereka terhadap suatu kebijakan yang terbaik buat mereka di kota.
The Use of Ai in Islamic Education and Digital Ethics Instruction for Students at Iai Al-Khairat Pamekasan Alfiansyah, Alfiansyah
Molang: Journal Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2026): Molang: Journal Islamic Education
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASSAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jm.v4i1.1788

Abstract

The growing use of artificial intelligence (AI) in higher education raises serious ethical questions about academic integrity and students’ digital morality. This study examines how students use AI in Islamic Religious Education (PAI) learning and its implications for their digital character (akhlak digital) at IAI Al-Khairat Pamekasan. Using a qualitative phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, and analyzed thematically. Findings reveal two patterns of AI use: as a cognitive learning tool and as a task-production tool. Although students generally perceive AI as ethically neutral, a clear gap exists between their normative values and actual practice. AI use has dynamic implications for students’ digital character, simultaneously fostering digital literacy and undermining academic integrity when used without ethical reflection. Students also face three concrete ethical dilemmas: ambiguity about the limits of acceptable AI use, uncertainty about the authenticity of AI-assisted work, and tension between moral responsibility and efficiency pressures. The study concludes that AI does not directly determine the quality of students’ digital character but functions as a testing ground for the internalization of Islamic values in digital contexts. PAI learning therefore needs to integrate digital ethics explicitly and contextually into its practice