Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dirkantara Indonesia

A Pengembangan Potensi Diri Menghadapi Dinamika Lingkungan Bisnis Harmaini; Wahyuningsih; Murtiningsih, Retno Sari; Prayogi, Ardan Wahyu
Dirkantara Indonesia Vol. 2 No. 1: Maret-Agustus 2023
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v2i1.77

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran vital dalam menopang ekonomi masyarakat. Meluasnya pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap penurunan aktivitas sektor ini, termasuk pelaku UMKM Azalea Jatimulya, Cilodong Depok. Merosotnya kegiatan bisnis UMKM Azalea berimbas pada penurunan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Kondisi ini menurunkan optimisme para pelaku UMKM akan kemampuan membangkitkan dan membangun kembali usahanya. Optimisme dan kepercayaan diri sangat dibutuhkan untuk memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dibutuhkan dalam menghadapi kondisi ketidakpastian lingkungan. Kegiatan PKM ini bertujuan memberikan pengetahuan, pemahaman, kesadaran dan kemampuan dalam menemukan dan mengembangkan potensi diri para pelaku UMKM Azalea Depok, sehingga terbentuk mindset kreatif dan inovatif dalam menghadapi lingkungan usaha yang dinamis, bahkan dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Solusi atas permasalahan akan dicapai melalui tahapan sebagai berikut: pertama Edukasi/penyuluhan. Edukasi ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dan pentingnya menggali, membangun dan memanfaatkan potensi diri agar mampu berkreasi dalam menjalankan usahanya. Kedua Simulasi, ditujukan untuk melatih kreativitas dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah usaha. Ketiga Pembinaan, yaitu melakukan pengamatan dan evaluasi terhadap kemampuan kreatif para pelaku UMKM dalam menghadapi masalah usaha akibat ketidakpastian dan dinamika lingkungan yang tinggi. Hasil dari PKM, para pelaku UMKM Azalea telah mengalami peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang potensi diri dari 20 persen menjadi 75 persen, peningkatan kreativitas dalam menyelesaikan masalah usaha dari 25 persen menjadi 78 persen, peningkatan motivasi dalam mengembangkan usaha dari 20 persen menjadi 76 persen. Hasil dari pelaksanaan PkM ini telah sesuai target karena peserta telah mengalami peningkatan wawasan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. PKM selanjutnya dibutuhkan dari FSRD untuk mendesain produk mereka agar lebih menarik dan mempunyai daya jual yang tinggi.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Sebagai Nilai Ekonomi Harmaini; Sumiyarti , Sumiyarti; Nazir, Nazmel; Cornelia, Cornelia; Ihsan, Bi Fadli
Dirkantara Indonesia Vol. 2 No. 2: September-Februari 2024
Publisher : PT. Cendekia Sapta Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55837/di.v2i2.79

Abstract

The high volume of waste generated by the community is a common problem in the city of Jakarta. The dense population and the high purchasing power of the community plus the limited landfills (TPA) are the causes of the increasingly complicated waste problem. Alternative waste management is needed that can reduce the level of waste accumulation in the landfill. Kelurahan Kayu Putih with an area of 437.15 ha has a population of 48,289 people, RW 08 is one of the densely populated areas in this Kelurahan. The problems faced by the RW 08 community include, first, the waste has not been managed properly, there is often a buildup of waste so that it rots and causes unpleasant odors. Second, how to manage household waste into commodities with economic value so that the benefits can be enjoyed by the RW 08 community. To overcome these conditions, the PKM FEB Trisakti Team held counseling and training. Counseling is given about the meaning of waste, waste sorting, how to manage household waste both organic and inorganic waste, how to turn household waste into commodities of economic value. Training was conducted to make ecoenzym liquid from organic waste. Discussions were held on the sidelines of counseling and training. The results of the activity showed that knowledge of sorting and managing waste increased from 20 percent to 80 percent, organic and inorganic waste management techniques increased from 10 percent to 100 percent and knowledge of household waste into economic value increased from 10 percent to 100 percent. The results of the implementation of this PKM have met the target because the participants have experienced an increase in insight and understanding above 70 percent of the material provided. Further activities are recommended for inorganic waste utilization training.