Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS RISIKO DALAM MENGHADAPI TERJADINYA BANJIR DAN GENANGAN DI KAWASAN KAMPUS Sofia, Elma; Kartadipura, Retna Hapsari; Yuliana, Candra; Amalia, Maya
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.16825

Abstract

Kesiapsiagaan atas bencana banjir khususnya di lingkungan kampus yang berada pada dataran rendah dan termasuk dalam kondisi lahan basah menjadi salah satu yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu diperlukan analisis manajemen risiko banjir dan kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan survey kuisioner yang bertujuan untuk menggali data dan informasi tentang kejadian banjir rob/genangan serta kapasitasnya dalam mengurangi tingkat risiko yang dihadapi di areal kampus. Hasil kuisioner yang dilakukan terhadap 73 (tujuh pulu tiga) responden kemudian dianalisis dengan metode PIM (Probability Impact Matrix) untuk memetakan tingkat prioritas risiko. Dari hasil analisis diketahui terdapat 8 (delapan) variabel dari 12 (dua belas) variabel yang termasuk kategori besar (high risk) sehingga diperlukan penanganan dari manajemen puncak.
Gambaran Personal Hygiene Pada Anak Autis Pauwah, Hermawansah; Amalia, Maya; Apriani, Nuni
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/xxege256

Abstract

Autisme adalah kondisi yang dialami seorang anak sejak lahir atau masa balita, di manaanak kesulitan membangun hubungan sosial dan komunikasi secara normal, sehinggadapat memengaruhi kemandiriannya dalam memenuhi kebutuhan kebersihan pribadiatau personal hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran personalhygiene pada anak autis di SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati Cileunyi denganrentang usia 6 sd 12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatifyang dilakukan dari Juni hingga Juli 2023. Populasi penelitian yaitu anak autis di SLBBunda Bening Selakshahati Cileunyi 70 anal. Pemilihan responden menggunakan teknikpurposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga responden yangdiambil hanya 64 anak. Alat ukur yang digunakan adalah lembar observasi perilakupersonal hygiene. Penelitian ini menggunakan analisis data univariat. Hasil penelitianmenunjukkan mayoritas responden dapat melakukan personal hygiene sebanyak 48 orang(75,0%), cukup mandiri 10 orang (15,6%) dan kemampuan anak autis kurang mandiri 6orang (9,4%). Anak autis mampu menjaga kebersihan diri sendiri dengan pengawasandari pengurus SLB. Pengurus SLB disarankan agar lebih melatih kemampuan personalhygiene anak autis
Pemberdayaan Keluarga Muda tentang Pencegahan Stunting Menggunakan Video Dokumenter: Empowering Young Families on Stunting Prevention Using Video Documentaries Amalia, Maya; Fitri, Rahmania Almira; Nuraeni, Rika; Ikbari, Gissan Rafli
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8452

Abstract

One important factor in stunting prevention is family knowledge. The family is an important subject to increase knowledge related to stunting prevention because one of the family development tasks of new couples is planning to have children. The purpose of this activity is to provide education to young families about stunting prevention with documentary video media. This activity begins with giving a pretest, then watching a documentary video, explanation, and ends with a posttest. The activity was carried out in the work area of the Cihampelas Health Centre, West Bandung. The documentary video tells a fictional family story that contains the meaning of stunting prevention starting from gestational age to feeding practices with a video duration of 9 minutes. The video was played 2 times. Respondents in this community service were 21 respondents. The results of this activity are that the majority are women, aged 25-30 years. Data analysis showed that there was a slight decrease in low and moderate knowledge, and there was a slight increase in high knowledge. There was a mean increase of 0.34 points from pretest to posttest, indicating an increase in knowledge or a change in score after the intervention or activities carried out. This community service is the provision of documentary videos can be an alternative to providing education in stunting prevention in young families, but education can be provided more frequently and repeatedly. More structured delivery of material and repetition can strengthen understanding and implementation of stunting prevention in young families.
Pengaruh Cinema Therapy Terhadap Self-Efficacy Dalam Mencegah Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Rosyidah, Nabilah; Imansari, Bhekti; Amalia, Maya
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.539

Abstract

Self-efficacy menjadi faktor yang dapat mencegah perilaku seksual pranikah pada remaja.Diperlukan edukasi keatif, seperti cinema therapy untuk meningkatkan self-efficacy padaremaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cinema therapy terhadapself-efficacy dalam mencegah perilaku seksual pranikah pada remaja. Metode penelitianini yaitu kuantitatif dengan pendekatan pre-experimental one group pre-post-test design.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 295 siswa dengan kriteria inklusi remaja 15-17 tahun dan kelas 10-11. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling.Jumlah sampel 27 responden yang dihitung menggunakan aplikasi G-Power versi 3.1.9.7dengan effect size d 0,8 dan power (1-β err prob) 0,80. Instrumen dalam penelitian inimenggunakan kuesioner self-efficacy dan film yang berdurasi 1 jam 50 menit. Analisadata yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon.Hasil analisa univariat didapatkan sebanyak 51,9% perempuan, 48,1% usia 16 tahun,55,6% kelas 10 dan 92,6% tidak pacaran. Hasil uji statistik mendapatkan nilai signifikansi0,203. Simpulan dari penelitian ini tidak terdapat pengaruh cinema therapy terhadapself-efficacy dalam mencegah perilaku seksual pranikah pada remaja. Meskipun cinematherapy tidak terbukti meningkatkan self-efficacy secara signifikan, pendekatan ini tetapdapat dipertimbangkan, namun perlu dikombinasikan dengan intervensi lain yang lebihintensif
Pengalaman Ibu dalam Stimulasi Tumbuh Kembang Anak dengan Pemanfaatan Aplikasi Mobile health: Kualitatif Eksploratif Lusiani, Eli; Amalia, Maya; Holizah, Santi Nur
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i1.31814

Abstract

Pemantauan pertumbuhan anak merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Aplikasi berbasis mobile health dapat dimanfaatkan untuk pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Penelitian bertujuan mengeksplorasi Pengalaman ibu dalam stimulasi tumbuh kembang anak dengan pemanfaatan aplikasi mobile health. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Explorasi. Responden berjumlah 15 Ibu yang mempunyai aplikasi mobile health dengan incidental smpling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara secara online dan ofline. Data dianalisis menggunakan beberapa tahap meliputi tahap bracketing, Tahap intuiting, Tahap analizing, Tahap describing dan interpretating. Hasil penelitian meunjukan Responden yang terlibat usia 20-30 tahun (66,7 %), pendidikan terakhir perguruan tinggi (86,7%).  Penggunaan aplikasi mobile health seluruhnya selama > 12 bulan (100%). Responden mendapatkan informasi aplikasi mobile health dari Halodoc, Tiktok, Google.  Tema Yang di temukan bahwa pemanfaatan aplikasi mobile healt ini menjadi salah satu informasi yang paling di akses oleh responden. Responden tertarik mengakses informasi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan karna ketakutan akan penyakit yang saat ini berkmebang yaitu stunting, kurang gizi dan obesitas. Kesimpulan penelitian bahwa mobile health dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting melalui penggunaan media digital yang memungkinkan ibu memudahkan akses untuk pemantauan tumbuh kembang anak. Hasil dari penelitian menjadi data dasar untuk penelitian yang mendalam antara pemahaman ibu dengan pesan yang di sampaikan pada perangkat tersebut melalui penelitian kuantitatif.
Overview of the Effectiveness of Light Emitting Diode (LED) and Compact Fuorescent Lamp (CFL) Phototherapy on Neonatory Jaundice Bilirubin Levels Setiawati, Tia; Amalia, Maya; Astuti, Sipa Dwi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 2 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i2.3497

Abstract

Neonatal jaundice is the condition of a newborn with high levels of bilirubin, which can cause various negative impacts on the baby, such as neurological abnormalities, mental retardation and seizures. The main treatment that can be done is by administering light phototherapy. Preliminary studies in the city of Bandung, there are still hospitals in Bandung that use phototherapy with the Compact Flourescent Lamp (CFL) type of lamp and there are also hospitals that use phototherapy with the Light Emitting Diode (LED) type. Objective: The aim of this research is to identify the effectiveness of LED and CFL phototherapy in reducing bilirubin levels in babies with neonatal jaundice in Bandung City. Method: This research method is a quasi-experiment with a retrospective approach. The sample for this study was 72 babies who were given phototherapy from January to July 2023. The data collection technique used data recorded at hospitals in Bandung City. Data was collected with checklist sheets and data analysis using the independent sample t test. The research locations were Bandung Kiwari Hospital and Bandung Muhamadiyah Hospital. Results: The results of the independent t-test showed a significant difference in total serum bilirubin values in the two groups before and after phototherapy (sig coefficient = 0.000 < 0.05). The group of neonates with CFL had a bilirubin value of 9.3989 which was higher compared to the group of neonates with LED phototherapy, namely 6.4189. LED phototherapy is more effective in reducing bilirubin compared to CFL phototherapy. Conclusions: Hospital policies to add LED phototherapy facilities can be considered, because they are more effective in reducing bilirubin levels.
Prediksi Risiko Penyakit Kardiovaskular Menggunakan Who Cvd Risk Chart Sebagai Strategi Prevensi Aterosklerosis Rahmawati, Endah Yuliany; Amalia, Maya; Widya, Dini
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.21092

Abstract

ABSTRACT Coronary heart disease is one of the main manifestations of atherosclerotic cardiovascular disease and can affect anyone, especially individuals who have not implemented a healthy lifestyle. Early detection of cardiovascular risk is an important step in preventive efforts. The purpose of this research to identify the risk prediction score of atherosclerotic cardiovascular disease using the WHO CVD Risk Chart. The research method used is a quantitative descriptive study with a survey approach, conducted in the working area of the Kujangsari Health Center, Bandung City. A total of 30 respondents were selected as research samples. The results showed that most respondents were female (93.3%) and male (6.7%). Research results show that based on age group, 6.7% were classified as early adulthood, 23.3% were early middle adulthood, 53.3% were late middle adulthood, and 16.7% were elderly. A total of 16.7% of respondents had a smoking habit, while 93.3% did not smoke. Respondents with a history of diabetes mellitus (DM) amounted to 10%, while 90% did not have a history of DM. Based on the calculation of risk prediction scores with the WHO CVD Risk Chart, it was found that 36.7% of respondents had a mild risk, 50% moderate risk, and 13.3% high risk of atherosclerotic cardiovascular disease. This study shows that most respondents are in the moderate risk category. This finding emphasizes the importance of implementing community-based preventive interventions, such as health education and healthy lifestyle promotion, to reduce the risk of cardiovascular disease in the Kujangsari Health Center work area.  Keywords: Atherosclerosis, Cardiovascular Disease, Risk Prediction, WHO CVD Risk Chart  ABSTRAK Penyakit jantung koroner merupakan salah satu manifestasi utama dari penyakit kardiovaskular aterosklerosis dan dapat menyerang siapa saja, terutama individu yang belum menerapkan pola hidup sehat. Deteksi dini terhadap risiko kardiovaskular menjadi langkah penting dalam upaya preventif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi skor prediksi risiko penyakit kardiovaskular aterosklerosis menggunakan WHO CVD Risk Chart. Metode Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kujangsari, Kota Bandung. Sebanyak 30 responden dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (93,3%) dan laki-laki (6,7%). Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan kelompok usia, 6,7% tergolong dewasa awal, 23,3% dewasa madya awal, 53,3% dewasa madya akhir, dan 16,7% lanjut usia. Sebanyak 16,7% responden memiliki kebiasaan merokok, sementara 93,3% tidak merokok. Responden dengan riwayat diabetes melitus (DM) berjumlah 10%, sedangkan 90% tidak memiliki riwayat DM. Berdasarkan perhitungan skor prediksi risiko dengan WHO CVD Risk Chart, diperoleh bahwa 36,7% responden memiliki risiko ringan, 50% risiko sedang, dan 13,3% risiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular aterosklerosis. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya pelaksanaan intervensi preventif berbasis masyarakat, seperti edukasi kesehatan dan promosi gaya hidup sehat, untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular di wilayah kerja Puskesmas Kujangsari. Kata Kunci: Aterosklerosis, Penyakit Kardiovaskular, Prediksi Resiko, WHO CVD Risk Chart
Eye yoga exercises to reduce eye fatigue syndrome during online learning Wilandika, Angga; Fatmawati, Ariani; Padhli, Fikri Nurul; Lusiani, Eli; Amalia, Maya
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 15, No 3, (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/JKKI.Vol15.Iss3.art4

Abstract

Background: Eye fatigue syndrome increases as students use computers and smartphones during online learning. Interventions to reduce the eye fatigue syndrome and avoid the severity of its symptoms need to be performed with appropriate and easy-to-practice techniques.Objective: This study aims to determine effects of eye yoga exercises on eye fatigue syndrome in students during online learning. Methods: This study applied one group pretest-post-test design involving 30 students from Universitas ‘Aisyiyah Bandung, West Java Province, Indonesia. Its samples were collected by using a proportional stratified random sampling. The eye yoga exercises were practiced four times for one week and had to begin 30 minutes after the end of online learning. The eye fatigue syndrome was measured using the Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). The difference in the intervention effect was calculated by using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: This study revealed that the yoga eye exercises significantly affected the eye fatigue syndrome (Z= -4.636; p-value < 0.05). The average eye fatigue score decreased; the eye fatigue score before the intervention was 14.40 ± 9.17, and it decreased to 9.17 ± 4.88 after the eye yoga exercise intervention was given.Conclusion: Eye yoga exercises can reduce the level of eye fatigue syndrome in students who are learning by using electronic devices. The exercises can be performed independently to reduce this syndrome when working with a computer or smartphone. This intervention can be a standard for preventing the syndrome in educational institutions by incorporating eye yoga exercises after learning activities, particularly in online learning.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lama Rawat Inap Hospitalisasi Bayi Prematur Amalia, Maya
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.106 KB) | DOI: 10.33867/jka.v9i2.338

Abstract

Bayi prematur cenderung memiliki resiko terhadap gangguan pernapasan, ketidakstabilan suhu, hipoglikemia , kernicterus, apnea , kejang dan masalah penyerapan nutrisi jika dibandingkan dengan bayi cukup bulan. Hal ini berkaitan dengan imaturitas organ pada bayi prematur. Akibat dari faktor risiko tersebut berdampak signifikan pada lama rawat inap rumah sakit. Lama rawat inap merupakan indikator penting yang mencerminkan kualitas perawatan dan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengalisis faktor-faktor resiko yang mempengaruhi lama rawat inap bayi prematur di RSKIA Bandung. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain retrospektif. Data diambil menggunakan data rekam medik yaitu bulan April-Juli 2021. Sample penelitian yaitu seluruh bayi prematur yang dirawat di ruang NICU RSKIA Bandung pada bulan April-Juli 2021. Hasil penelitian yaitu rata-rata lama rawat inap untuk bayi premature yaitu sebanyak 70.97% pada rentang 1-10 hari. Hasil uji regresi berganda bahwa hanya variabel berat badan yang mempunyai hubungan yang signifikan terhadap lama perawatan. Urutan kekuatan hubungan kausalnya dari variabel independen terhadap variabel dependen, dapat diurut dari yang terkuat ke yang paling lemah yaitu BB, Usia Gestasi, Apgar Score, Cara Persalinan, jenis kelamin dan ASI. Rekomendasi untuk petugas Kesehatan hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi untuk administrasi dan konseling kepada orang tua dengan bayi premature di RSKIA Bandung
The Effect of Spiritual Well-Being, Social Support, and Gratitude on Hardiness among Parents of Children with Special Needs Lusiani, Eli; Amalia, Maya; Fanisya, Fanisya
Research Horizon Vol. 6 No. 1 (2026): Research Horizon - February 2026
Publisher : LifeSciFi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54518/rh.6.1.2026.989

Abstract

Parents of children with special needs face complex psychological stressors that can challenge their resilience and well-being. Understanding the factors that enhance parental psychological hardiness is crucial for designing effective support strategies. This study aimed to examine the simultaneous influence of spiritual well-being, social support, and gratitude on the hardiness of parents with special needs children. A cross-sectional quantitative design was employed, involving 120 parents of children with special needs. Data were collected using validated instruments to assess spiritual well-being, social support, gratitude, and hardiness, and analyzed through multiple linear regression. The results indicate that all three factors significantly contribute to parental hardiness, with gratitude emerging as the strongest predictor, followed by spiritual well-being and social support. These findings highlight that hardiness is shaped by the interaction of internal strengths, such as emotional regulation and meaning-making, and external resources, including social and community support. The study underscores the importance of holistic interventions that integrate gratitude practices, spiritual reflection, and the reinforcement of social support networks to strengthen psychological hardiness among parents caring for children with special needs.