Munawir Amansyah
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Comparison of Hazardous Medical Waste Management in Public and Private Hospitals in Takalar Regency Nurbestari, Isnaeni; Amansyah, Munawir; Sadarang, Rimawati Aulia Insani
Unihealth Community Research Vol 1 No 2 (2025): March-August
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ucr.v1i2.60181

Abstract

Proper management of B3 (Hazardous and Toxic Materials) medical waste in hospitals is essential to prevent adverse impacts on patients, visitors, and healthcare personnel. This study aims to compare the B3 medical waste management practices between public and private hospitals in Takalar Regency. This research employed a quantitative observational method with a cross-sectional approach. The population comprised all medical waste management officers and cleaning service personnel at the selected hospitals. Sampling was conducted using a non-probability total sampling technique, whereby all members of the population were included as research subjects. Data analysis was performed using the Mann–Whitney U test. The results revealed significant differences in waste segregation (p = 0.013), containment (p = 0.001), temporary storage (p = 0.015), and transportation (p = 0.004) practices between public and private hospitals. Both types of hospitals were found not to conduct training on B3 medical waste management for relevant personnel and failed to provide complete personal protective equipment (PPE), such as boots, aprons, gloves, masks, and goggles, during handling activities. It is recommended that both public and private hospitals ensure the availability of adequate and complete PPE, enforce proper usage among medical waste handlers and cleaning staff, and enhance management practices in accordance with established regulations.
Paparan PM10 dan PM2,5 Pada Pekerja Industri Phinisi di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba Wahab, Wahyudi; Saleh, Muhammad; Amansyah, Munawir; Susilawaty, Andi; Basri, Syahrul
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 1 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i1.47991

Abstract

Particulat Matter (PM10) merupakan debu yang memiliki ukuran 0,25-10 mm dan Particulate Matter 2,5 adalah partikel dengan diameter aerodinamik lebih kecil dari 2,5 µm yang dengan mudahnya masuk ke saluran pernafasan melalui hidung hingga alveoli yang menyebabkan ganguan keluhan subjektif Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selain kadar debu, karakteristik pekerja juga berpengaruh terhadap keluhan-keluhan yang dialami pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar konsentrasi PM10 dan PM2,5 pada limbah serbuk kayu terhadap keluhan ISPA pada pekerja industri phinisi, Kec Bontobahari, Kab Bulukumba. Untuk mengetahui kadar konsentrasi PM10 dan PM2,5 pada limbah serbuk kayu terhadap keluhan ISPA pada pekerja industri phinisi di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja perahu phinisi di Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik pendekatan purposive sampling dan teknik analisis data yakni uji statistik chi-square. Dari hasil penelitian di dapatkan kadar di Pantai Mandala menghasilkan rata-rata 9,18 g/m3 untuk PM10 dan 0,94 g/m3 untuk PM2,5, di Pantai Bira dengan rata-rata PM10 4,02 g/m3 dan <0,1 g/m3 PM2,5 , dan Tanah Lemo dengan rata-rata 10,2 g/m3 dan 0,91 g/m3 untuk PM2,5 dimana kadar PM di lokasi tersebut tidak melebihi nilai ambang batas. Bagi pekerja di area industri phinisi agar senantiasa menggunakan masker disetiap bekerja untuk mengurangi risiko karena dengan menggunakan masker keluhan gangguan pernafasan kemungkinan bisa berkurang. Kata Kunci : Kadar PM10,Kadar PM2,5 , Industri Phinisi
Implementasi Teknologi Tepat Guna Jamban Sehat untuk Optimasi Sanitasi Aman di Wilayah Pesisir Kabupaten Pangkep Saleh, Muh.; Amansyah, Munawir; Bujawati, Emmi; Khaer, Ain; Rachmat, Muhammad
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i1.997

Abstract

Akses terhadap sanitasi yang aman merupakan kebutuhan dasar manusia yang esensial, khususnya bagi masyarakat pesisir yang rentan terhadap pencemaran lingkungan dan penyakit. Masyarakat di wilayah pesisir kampung nelayan di Kelurahan Pundata Baji, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih kekurangan akses terhadap sanitasi yang memadai. Hal ini menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sanitasi di wilayah pesisir Kampung Nelayan tersebut dengan menerapkan teknologi tepat guna jamban. Pendekatan Participatory Action Research (PAR) digunakan untuk melibatkan secara aktif masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainnya dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Melalui proses PAR, pengabdian ini berhasil menyediakan solusi konkret dengan merancang dan membangun contoh jamban model pasang surut yang sesuai dengan lingkungan lokal dan kebutuhan masyarakat. Teknologi jamban pasang surut ini terbukti efektif dan nyaman digunakan oleh masyarakat setempat. Hasil pengabdian ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah daerah lainnya untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pencapaian Open Defecation Free (ODF) dan akses sanitasi aman, serta mewujudkan lingkungan sehat dan berkelanjutan di wilayah pesisir. Kesimpulannya, implementasi teknologi ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan capaian ODF serta kualitas sanitasi aman dan kesehatan masyarakat pesisir.