Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio Berlian, Berlian
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 10 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini, apakah kemampuan siswa berbicara dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran pada siswa kelas III SDN Lampasio? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Lampasio. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi/pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa Kelas III SDN Lampasio. Data aktivitas belajar dan data hasil belajar siswa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal 61% yang berada pada kategori cukup/rendah, pada siklus II rata-rata skor aktivitas siswa  secara klasikal meningkat menjadi 86% yang berada dalam kategori tinggi/baik metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa pada pratindakan 62,75 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 20% berada pada kategori kurang,  pada siklus I rata-rata skor hasil belajar siswa meningkat 63 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat menjadi  32% berada pada kategori tinggi, pada siklus II rata-rata skor  hasil belajar siswa meningkat 76,75 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat menjadi 92% berada pada kategori  sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatakan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci: Metode Bermain Peran, Kemampuan Berbicara
Peningkatan Kemampuan Siswa Berbicara Melalui Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas III SDN Lampasio Berlian, Berlian
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 4, No 10 (2016): Junal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan penelitian ini, apakah kemampuan siswa berbicara dapat ditingkatkan melalui metode bermain peran pada siswa kelas III SDN Lampasio? Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah metode bermain peran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas III SDN Lampasio. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, Observasi/pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa Kelas III SDN Lampasio. Data aktivitas belajar dan data hasil belajar siswa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata skor aktivitas siswa secara klasikal 61% yang berada pada kategori cukup/rendah, pada siklus II rata-rata skor aktivitas siswa  secara klasikal meningkat menjadi 86% yang berada dalam kategori tinggi/baik metode bermain peran dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa pada pratindakan 62,75 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 20% berada pada kategori kurang,  pada siklus I rata-rata skor hasil belajar siswa meningkat 63 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat menjadi  32% berada pada kategori tinggi, pada siklus II rata-rata skor  hasil belajar siswa meningkat 76,75 dengan tingkat ketuntasan belajar siswa secara klasikal meningkat menjadi 92% berada pada kategori  sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatakan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kata kunci: Metode Bermain Peran, Kemampuan Berbicara
Legal Study about Lecturer Concerning Positions in High School And Foundation Organs Yudi, Permai; Sitorus, Rolib; Berlian, Berlian
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3387

Abstract

Lecturers are professional educators and scientists with the main task of transforming, developing, and disseminating science, technology, and art through education, research, and community service. Professional is a job or activity carried out by a person and becomes a source of income for life that requires expertise, proficiency, or skills that meet certain quality standards or norms and require professional education. Therefore, lecturers are professional and have integrity in carrying out their duties as distributors of knowledge, and are obliged to carry out the Tridarma Pergutuan Tinggi. At this time there are still many lecturers who occupy a position in universities and at the same time in foundation organs, so that lecturers forget the tridharma of higher education and often struggle with the interests of the foundation at the college where the lecturer serves. The Law on Teachers and Lecturers, and Government Regulations concerning Lecturers clearly stipulates what are the duties and obligations of a lecturer, Circular Letter Number 3 of 2021 concerning the Prohibition of Concurrent Positions of Foundation Organs in the Implementation of Higher Education is issued, but in fact there are still many lecturers occupying positions. in the organ of the foundation as well as serving in universities, therefore it is necessary to carry out more in-depth research on what is the basis for lecturers to hold concurrent positions and what are the sanctions if they are proven to have heeded the rules from the government. This research is a normative legal research (doctrinal research). The approach used by the author in writing this law is a legal approach (statue approach) and an analytical approach (analitycal approach).The stages of the research method were carried out, by examining the laws and regulations related to the title of this research, then analyzed and then drew conclusions about the problems and looking for answers in solving dual-function positions at universities and foundations. The targeted output is beyond the mandatory Sinta National Journal 1-6 or at least OJS National journals such as Justiqa Journal at Quality University
INSTRUKSI BAHASA PEMROGRAMAN ADT (ABSTRACT DATA TYPE) PADA VIRUS DAN LOOP BATCH Wahyudi, Jusuf; Berlian, Berlian; Rosdiana, Rosdiana
Jurnal Media Infotama Vol 9 No 2 (2013)
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.266 KB) | DOI: 10.37676/jmi.v9i2.63

Abstract

Currently the software is found everywhere , not just on a supercomputer with 25 processors, a computer equipped with a p has software that can synchronize with a PC. Language used to instruct a computer programming language called . There are 2 types of programming languages consists of high-level languages and low-level languages . We know them: Basic, Algol, Cobol, Pascal, PL - 1, RPG, SNOBOL, APL, LISP, GPSs, ADA, DEAL and so that is a high -level language , machine language understood by the computer is the machine language instructions ( Machine language) which is a low-level language , high level language so that we mentioned above in order to be understood by a computer must first be translated by the compiler. From the results of research on Instructions Programming Language Programming Language That Uses the ADT (Abstract Data Type) On Virus And Loop Batch can be summed up in the current trend of virus that the average instruction looping using batch , which often interfere with computer performance,and theaddition of our unknown data working because thewindows aresetautomaticallyatstartupTask manager.
Nutrition Fulfillment of Family of Non Cash Food Assistance (BPNT) Recipients in Gowa District Syahrir, Sukfitrianty; Syarfaini, Syarfaini; Nildawati, Nildawati; Berlian, Berlian; Iriyani Harun; Aswady; Astuti Nur
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 5 No 1 (2024): Homes Journal: February
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v5i1.45106

Abstract

Backround: The Non-Cash Food Assistance Program (BPNT) is a type of direct community assistance to provide basic necessities with the aim of allowing people to consume better food and nutrition. Objective: This study aims to management nutrition fullfillment of Non Cash Food Assitance (BPNT). Method: This research usesmix method. The population in this study were all households receiving the Gowa Regency Non-Cash Food Assistance Program (BPNT). Result: In this research, recipients of non-cash food assistance (BPNT) have utilized family food access assistance by >50% or around 329 people, and there are still 21 people (4.64%) who have not maximized BPNT for family food access. 100% of recipients receive BPNT of <Rp. 300,000/month and allocate <Rp. 300,000 for purchasing food/food. Conclusion: Basically, the distribution of BPNT in Gowa Regency has an impact on improving welfare and fulfilling the economy as well as meeting basic needs, especially food.
Gambaran sanitasi dasar masyarakat wilayah pegunungan Dusun Halahalaya, Kabupaten Gowa Syahrir, Sukfitrianty; Berlian, Berlian; Rahman, Nur Fadhilah; Sardi, Dira Mutiara
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 2, Issue 2, March-August 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v2i2.40299

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi Indonesia di sektor kesehatan adalah sanitasi. Sanitasi memiliki peran penting dalam memonitor berbagai faktor fisik yang berpengaruh terhadap kesejahteraan manusia, serta berdampak pada pertumbuhan fisik dan kelangsungan hidup yang optimal. Jenis studi yang digunakan adalah observasional dengan tujuan untuk mendeskripsikan kondisi sanitasi dasar masyarakat. Seluruh populasi penelitian adalah kepala keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Halahalaya, Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, yang berjumlah 61 keluarga. Di mana data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi langsung menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian, bahwa dari 61 RT, terdapat 96.8% yang sumber air minumnya berasal dari sumur bor/air tanah dalam, 55.7% yang memiliki jentik di kontainer/TPA, 24.6% yang tidak memiliki tempat sampah, 65.6% yang memiliki jenis tempat sampah terbuka, 63.9% dengan jenis tempat sampah tidak terpilah, 47.5% memiliki ternak dengan 24.6% yang jarak kandangnya ≤ 5 meter, 36.1% yang frekuensi membersihkan kandangnya <5 kali perbulan, 29.5% yang memiliki ventilasi dengan luas <10% luas lantai/AC dengan kuantitas TMS, 8.2% yang tidak memiliki jamban dan memanfaatkan jamban keluarga atau tetangga, 1.6% yang tidak memiliki septik tank, 26.2% yang jarak septik tanknya <10 m dengan sumber air minum, dan 13.1% yang tidak memiliki SPAL. Studi ini merekomendasikan pemerintah setempat untuk memfasilitasi pengadaan mobil angkut sampah yang tentunya akan memudahkan masyarakat menjangkau TPA sampah.
Collaboration training: Composting organic waste with Karang Taruna and Kanreapia Youth Organization Amansyah, Munawir; Syarif, Alwiyah Nur; Berlian, Berlian; Elvira, Elva; Ramadan, Fitrah
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 3, Issue 1, September-February 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v3i1.42044

Abstract

Globally, waste production continues to increase along with population growth and consumption. This has caused serious problems related to waste management in many areas. Including in Halahalaya Hamlet, Kanreapia Village where waste that is not managed properly can threaten human health, the environment and the sustainability of natural resources. To reduce the accumulation of waste, the community needs to be empowered and equipped with waste processing methods with the younger generation as their representatives. So that this is the goal to be achieved in this activity. The methods used in this program are counselling and demonstration. All training participants are members of two internal organizations, namely Karang Taruna and IPMAH Kanreapia Organization who live in Halahalaya Hamlet, Kanreapia Village, Tombolo Pao District, Gowa Regency, with a total of 9 people. Data analysis was carried out descriptively by looking at the average pre and post test scores. From the results of the analysis, it was concluded that there was an increase in knowledge before counselling was given and after counselling, where before counselling with an average value of 47.78 then after counselling became 62.22, this showed the success of counselling on the use of organic waste carried out.
Evaluation of the Effectiveness of Sexuality Volunteer Cadre Training in Junior High School in Tombolo Pao, Gowa Berlian, Berlian; Paramita, Irma Susan; Syahrir, Sukfitrianty; Karini, Tri Addya
SAMATA JOURNAL OF PUBLIC HEALTH SCIENCE Volume 3, Issue 2, March-August 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sociality.v3i2.49742

Abstract

Indonesia is still a country with a large number of early marriage cases. The high number of cases shows that sexual education in preventing early marriage and improving adolescent reproductive health needs to be implemented. The training of volunteer sexuality cadres at SMPN 2 Tombolo Pao aims to increase students' knowledge and awareness of reproductive health and the dangers of early marriage. This program evaluation uses quantitative evaluation methods through pre and post-tests, observations, and interviews. The results of the analysis showed a significant increase in the knowledge of the cadres after the training. Interviews with the cadres indicated that this activity went well and that the cadres were able to educate their peers about the dangers of early marriage. However, the formation of an official cadre structure did not take place due to the constraints of preparing for exams and scout competitions. Observations showed that the physical intervention of installing posters at two strategic points was hampered by school renovations, so the posters were temporarily removed and will be reinstalled after the renovations are completed. The findings suggest that the sexuality volunteer cadre training is effective in increasing knowledge and information dissemination among students, although improvements are needed in the structural implementation and placement of educational materials in the school environment.
Pelatihan Ibu PKK pada Pembuatan Sediaan Serbuk Herbal Jahe (Zingir officinale) dan Kunyit (Curcuma longa) sebagai Peningkat Imunitas Tubuh dan Pencegahan Stunting di Desa Janggi Kecamatan Karau Kuala Muhdiah, Muhdiah; Lestari, Sri; Safitri, Latiana; Cahyani, Cica; Febriani, Adha; Andini, Ayu; Berlian, Berlian; Aji Ramansyah, Juni; Johani, Johani; Khairul Wafa, Muhammad; Hasuna, Kamal
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2834

Abstract

Pengabdian  ini membahas stunting sebagai hasil dari infeksi berulang dan kekurangan gizi kronis selama periode seribu (1000) hari pertama kehidupan. Faktor-faktor seperti asupan protein yang rendah dapat memengaruhi insulin growth factor I (IGF-I) dalam plasma, protein matriks tulang, faktor pertumbuhan, serta kalsium dan fosfor yang esensial dalam pembentukan tulang. Gangguan pada saluran pencernaan dan peradangan kronis pada usus kecil juga berkontribusi pada stunting. Stunting melibatkan defisiensi gizi, termasuk protein, karbohidrat, lemak, dan mineral, yang diperoleh dari makanan dan memiliki peran penting dalam menyediakan unsur kimia tubuh. Program gizi pemerintah telah memberikan kontribusi positif, dan langkah selanjutnya adalah percepatan perbaikan status gizi, terintegrasi dengan intervensi khusus seperti yang diatur dalam peraturan bupati. Tanaman seperti jahe dapat dijadikan konsumsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, dengan pentingnya pemeliharaan sistem imun dalam mencegah stunting. Jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan kurkumin, memiliki efek positif pada tubuh. Pengabdian masyarakat di Desa Janggi melibatkan edukasi tentang manfaat jahe, pembuatan serbuk herbal, dan peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan pencegahan stunting. Penyuluhan pembuatan formulasi serbuk herbal bisa memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh, mengetahui jenis obat tradisional, berbagai tanaman berfungsi sebagai regulasi sistem kekebalan tubuh, dan pemahaman tentang cara membuat serbuk herbal dari jahe dan kunyit memungkinkan praktik di lingkungan rumah. Demonstrasi cara pembuatan jamu bubuk juga bisa menambah keterampilan masyarakat agar dapat mengaplikasikannya untuk meningkatkan kehidupan sehari-hari dan keuangan rumah tangga.
HUBUNGAN ANTARA POLA BELAJAR DIRUMAH DAN DISEKOLAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR SD NEGERI 3 LALOS Berlian, Berlian; Mustakim, Mustakim; Anha, Hamna
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.5900

Abstract

Children's temperament and intellectual foundations are greatly influenced by their elementary school experience.  Learning styles at home and at school are complimentary components of the educational process.  Examining the important connection between home and school learning styles and how they impact kids' academic achievement is the goal of this study.  At SD Negeri 3 Lalos, the study was carried out utilizing a quantitative methodology and a correlational technique.  Students in grades IV, V, and VI as well as their parents made up the population.  A closed-ended questionnaire with a Likert scale was used to gather data.  The findings indicated a strong relationship between learning styles at home and at school. Pupils who consistently received parental guidance and assistance at home were more likely to improve their study habits and perform better academically in school.  Thus, in order to assist adolescents' academic performance, parental participation and the continuity of learning techniques between home and school are essential. ABSTRAKPendidikan dasar merupakan fase penting dalam mengembangkan landasan akademis dan karakter anak. Pembelajaran di rumah dan di sekolah merupakan dua komponen terpenting dan paling signifikan dari proses pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara pembelajaran di rumah dan di sekolah terhadap prestasi akademik siswa SD. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 3 Lalos dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI serta siswa lainnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner skala likert. Temuan analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran di rumah dan di sekolah. Siswa yang menerima dukungan belajar dari teman sebayanya di rumah secara konsisten memiliki hasil belajar yang lebih baik dan prestasi akademik yang lebih tinggi di sekolah. Dengan demikian, keterlibatan dan keselarasan metode pembelajaran antara rumah dan sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran siswa.