Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Temporal Perubahan Senyawa Dan Indikasi Korosi Awal Pada Beton Bertulang Di Lingkungan Air Laut Buatan Menggunakan FTIR Susanto, Herdi; Jayadi, Farid; Husran, Yuza; Hanif, Hanif; Mawardi, Mawardi; Zulkifli, Zulkifli; Us, Khairol Mizan
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.252

Abstract

     AbstractMarine environments are highly aggressive to reinforced concrete due to chloride ions that accelerate chemical degradation and initiate reinforcement corrosion, potentially causing early depassivation of steel. This study investigates the temporal evolution of chemical compounds in reinforced concrete and identifies early corrosion-related changes induced by artificial seawater exposure using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Structural-grade reinforced concrete specimens were exposed to artificial seawater with a salinity of approximately 3.5% NaCl under partial immersion conditions, where half of each specimen was immersed while the remaining half was exposed to laboratory air. The exposure period lasted 30 days, with surface concrete powder samples collected at selected intervals. FTIR analysis was conducted to monitor changes in key functional groups, including –OH (Ca(OH)₂), CO₃²⁻ (CaCO₃), calcium silicate hydrate (C–S–H), and free silica. The results indicate progressive carbonation from the early stages of exposure, evidenced by a gradual reduction in –OH intensity and a corresponding increase in carbonate peaks, reflecting a decrease in concrete alkalinity. A notable increase in –OH intensity during the exposure period suggests enhanced moisture absorption, which may facilitate chloride ion diffusion. Although C–S–H phases persisted throughout the test duration, the appearance of free silica at later stages indicates the onset of hydration matrix degradation. These findings demonstrate that progressive carbonation combined with moisture absorption under partial immersion conditions can accelerate early reinforcement depassivation and potentially shorten the service life of reinforced concrete in artificial marine environments.Keywords:Reinforced concrete, corrosion, FTIR, carbonation, artificial seawater       AbstrakLingkungan laut merupakan salah satu kondisi paling agresif terhadap beton bertulang karena keberadaan ion klorida yang dapat mempercepat degradasi kimia beton serta inisiasi korosi tulangan, sehingga berpotensi menyebabkan depasivasi lapisan pelindung baja tulangan pada tahap awal umur layan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan temporal senyawa kimia beton bertulang dan mengidentifikasi indikasi awal korosi akibat paparan air laut buatan menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Spesimen beton bertulang bermutu struktural dipaparkan pada lingkungan air laut buatan dengan salinitas ±3,5% NaCl, di mana setengah panjang spesimen direndam dalam air laut buatan dan setengah lainnya terpapar udara. Pengamatan dilakukan selama 30 hari dengan pengambilan sampel serbuk permukaan beton pada hari ke-9, 13, 15, 17, 20, 21, 24, 27, dan 30. Analisis FTIR digunakan untuk memantau perubahan intensitas dan keberadaan gugus fungsional utama, meliputi –OH (Ca(OH)₂), CO₃²⁻ (CaCO₃), fase hidrasi silikat (C–S–H), dan silika bebas. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya karbonasi progresif sejak tahap awal paparan, yang ditandai dengan penurunan bertahap intensitas puncak – OH (Ca(OH)₂) dan peningkatan puncak karbonat (CO₃²⁻, CaCO₃), sehingga mengindikasikan penurunan alkalinitas beton. Lonjakan signifikan intensitas –OH pada hari ke-17 menunjukkan penyerapan kelembapan yang tinggi, yang berpotensi mempercepat difusi ion klorida ke dalam beton. Fase C–S–H masih terdeteksi sepanjang periode pengujian, namun kemunculan silika bebas pada akhir paparan mengindikasikan awal degradasi matriks hidrasi. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi karbonasi progresif dan penyerapan kelembapan pada kondisi perendaman parsial dapat mempercepat indikasi depasivasi tulangan dan berpotensi menurunkan umur layan beton bertulang di lingkungan laut buatan.Kata Kunci:             Beton bertulang, korosi, FTIR, karbonasi, air laut buatan
Analisis Bentuk Wing Uav Strike 50 dengan Menggunakan Software Xflr5 dan Datcom Prasetyo, Fx Krismonanda Paskah Bayu; Marausna, Gaguk; Jayadi, Farid
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 1, No 1 (2022): March 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v1i1.26

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model wing yang ideal saat digunakan pesawat UAV STRIKE 50 pada software XFLR5 dan datcom dan untuk mengetahui nilai kestabilan dan karakteristik aerodinimakia pada pesawat UAV STRIKE 50 pada software XFLR5 dan datcom. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software XFLR5 dan datcom pada pesawat Unmanned Aerial Vehicle fixed wing. Dalam penelitian ini dilakukan variasi tipe wing pada pesawat UAV STRIKE 50 untuk mengetahui karakteristik aerodinamika pada sayap dan performa terbang pada masing-masing tipe wing. Dengan memvariasikan tipe wing diharapkan mendapatkan desain yang idel untuk perfoma pesawat UAV STRIKE 50. Pada penelitian menggunakan software XFLR5 dan datcom nilai aerodinamika CL,CD,CM dan CL/CD perbedaannya tidak terlalu signifikan, sehingga menghasilkan grafik yang mendekati pada setiap geometrinya. Rata-rata nilai CL,CD, dan CM pada yang dihasilkan yaitu 0,075, -3,081, dan 0,410 pada AOA -18.00ᵒ sampai 18.00ᵒ. Aliran streamline menggunakan XFLR5 pada setiap geometri menghasilkan aliran yang berbeda, untuk wing 4 menuntukan aliran turbulen pada wing tip.Kata Kunci: Wing Uav Strike, Software Xflr5, Datcom AbstractThe purpose of this study was to determine the ideal wing model when used by UAV STRIKE 50 aircraft in XFLR5 and datcom software and to determine the stability value and aerodynamic characteristics of UAV STRIKE 50 aircraft in XFLR5 and datcom software. This research was conducted using XFLR5 and datcom software on fixed wing Unmanned Aerial Vehicle aircraft. In this study, wing type variations were carried out on the STRIKE 50 UAV aircraft to determine the aerodynamic characteristics of the wings and the flight performance of each wing type. By varying the wing type, it is hoped that it will get a suitable design for the performance of the STRIKE 50 UAV aircraft. In the study using XFLR5 and datcom software, the aerodynamic values of CL, CD, CM and CL / CD were not too significant differences, resulting in graphs that were close to each geometry. The average values of CL, CD, and CM in the resulting ones are 0.075, -3.081, and 0.410 in AOA -18.000 to 18.000. The streamline flow using XFLR5 on each geometry produces a different flow, for wing 4 it designates a turbulent flow on the wing tip. Keywords: Wing Uav Strike, Xflr5 Software, Datcom