Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Sistem Digitalisasi Monitoring Data RPM Engine dan Temperatur Minyak Lubrikan Kapal Berbasis Internet of Things (IoT) dengan Metode Simulasi Prototype ESP32 Agustini, Syarifah Ahdi; Mulyatno, Imam Pujo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada permesinan kapal mendukung upaya pemeliharaan predictive maintenance yang memanfaatkan peralatan berteknologi tinggi seperti sensor dan satelit komunikasi untuk memonitor peralatan serta mendeteksi kerusakan sebelum terjadinya kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model sistem monitoring rpm mesin dan temperatur minyak lubrikan kapal berbasis IoT dengan menggunakan simulasi prototype. Sensor encoder berfungsi untuk membaca data rpm dan sensor DS18B20 untuk pembacaan data temperatur minyak lubrikan diintegrasikan dengan mikrokontroler ESP32 dan jaringan internet, sehingga didapatkan pelaporan data yang akurat secara real-time. Perancangan penerapan teknologi IoT pada permesinan kapal menggunakan sensor-sensor dan jaringan internet berpedoman pada Peraturan BKI Kapal Tak Berawak Section 8 terkait Pengendalian dan Pengoperasian Jarak Jauh. Hasil dari pengujian dan analisis kerja prototype sistem yang telah dirancang menunjukkan mikrokontroler ESP32 dapat digunakan untuk monitoring kondisi rpm mesin dan suhu minyak lubrikan dengan masing-masing nilai presentase error sebesar 1,305% untuk sensor encoder dan 0,972% untuk sensor DS18B20. Keunggulan penerapan sistem monitoring berbasis IoT antara lain, kondisi mesin dapat dipantau secara real-time menggunakan aplikasi/web dashboard yang dapat diakses oleh operator di kapal dan/atau operator jarak jauh di pelabuhan, mengirimkan peringatan kondisi operasi serta sebagai support decision making bagi operator mesin apabila terjadi kondisi tidak normal.
Analisa Shop Level Planning dengan Precedence Diagram Method pada Dua Unit Reparasi Kapal Hasibuan, Evi Aisah; Mulyatno, Imam Pujo; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa shop level planning diperlukan untuk mengetahui tingkat produktivitas pada setiap bengkel berdasarkan repair list, urutan pekerjaan dan dihitung berdasarkan jalur kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menggabungkan  dua repair list pada  kapal X dan kapal Y sehingga diperoleh penjadwalan baru dengan alternatif penambahan waktu kerja dan tenaga kerja menggunakan shop level planning dan precedence diagram method dengan mempertimbangkan keadaan fasilitas, peralatan galangan. Hasil analisis penelitian ini menghasilkan 18 lintasan kritis dan memperoleh  percepatan durasi proyek  lebih optimal  dengan alternatif penambahan jam kerja selama 4 jam  dan penambahan tenaga kerja dengan persentase 30%, mengakibatkan penambahan tenaga kerja 44 orang atau 30%, lebih banyak  dari tenaga kerja awal dan pada kedua alternatif ini menghasilkan durasi dibawah normal yaitu dari 28 hari menjadi 13 hari atau sebesar 54%, lebih cepat dari durasi normal dengan produktivitas 403,79 kg/ hari, dan dihasilkan analisa nilai berupa produktivitas disetiap bengkel yaitu bengkel replating menghasilkan produktivitas sebesar 101,53 kg/ hari orang, bengkel sandblasting dan pengecatan menghasilkan produktivitas  sebesar 131,99 /hari orang, sedangkan bengkel perpipaan menghasilkan produktivitas  sebesar 68,14 kg / hari orang. Berdasarkan hasil perhitungan utilitas galangan sudah mencukupi dengan kebutuhan galangan  yaitu trafo las SMAW 105 kg/unit hari, trafo las GTAW 4,037 kg/ unit hari, mesin NC cutting 2632 kg/unit hari, mesin bending pipa 554 kg/unit hari, mesin pemotong 2148 kg/unit hari, pompa cat 478 /unit hari, compressor sandblasting 717 /unit hari.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Las Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Tarik Pengelasan Dissimilar Baja ASTM A36 dan Stainless SS304 Mubarak, Farhan; Budiarto, Untung; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja, khususnya baja ASTM A36 dan stainless  SS304 sangat umum digunakan dalam berbagai sektor industri karena kegunaannya yang beragam. Dengan menggunakan pengelasan dissimilar, penyambungan kedua material dengan logam dasar berbeda ini dapat dilakukan. Namun dengan pengelasan dua logam dasar yang berbeda, tentunya akan ada perubahan sifat mekanik dan yang terjadi di hasil pengelasan tersebut. Proses pengelasan juga dapat menjadi salah satu faktor penting dalam terjadinya korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai yang paling optimal terhadap kekuatan tarik dan laju korosi pada sambungan pengelasan dissimilar antara baja ASTM A36 dan satinless steel SS304 yang disambungkan menggunakan metode pengelasan SMAW dengan variasi intensitas arus listrik 90A, 100A, dan 110A. Pada penelitian ini nilai laju korosi terbesar terjadi pada spesimen dengan arus 90A dengan nilai 0,689 mm/year (fair), pada arus 100A dengan nilai 0,129 mm/year (good), dan terkecil pada arus 110A dengan nilai 0,089 mm/year (excellent) . Pada pengujian ini diperoleh hasil uji tarik terbaik pada spesimen dengan variasi arus 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas sebesar 631,74 MPa, 4,6% dan 101,7 GPa. Dapat disimpulkan pada penelitian ini arus pengelasan paling baik adalah 110A dengan nilai tegangan dan regangan tarik serta modulus elastisitas paling optimal dan laju korosi yang baik.
Analisis Perbandingan Penggunaan Nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) Sebagai Campuran Coating Plat Baja SS 400 Terhadap Laju Korosi, Kekuatan Adhesi, dan Ketahanan Coating Fakhri, Alfian; Manik, Parlindungan; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan yang banyak dijumpai khususnya pada konstruksi lambung kapal. Salah satu metode yang paling efektif dalam menahan laju korosi adalah coating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penggunaan zinc oxide pada campuran cat epoxy dibandingkan dengan tanpa penggunaan zinc oxide pada baja ss 400 terhadap laju korosi, uji adhesi, dan impact. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah eksperimen dengan coating epoxy yang ditambahkan zinc oxide sebesar 5% berdasarkan massa mixing ratio cat, uji laju korosi dilakukan dengan elektrokimia, adhesi dengan portable adhesive tester dan pengujian ketahanan coating menggunakan metode drop weight. Penelitian ini menghasilkan nilai laju korosi terbaik pada coating dengan penggunaan nanopartikel zinc oxide dengan hasil 0,024357 mmpy dan coating epoxy tanpa penambahan zinc oxide menghasilkan nilai 0,038897 mmpy. Pengujian adhesi menghasilkan nilai terbaik pada coating dengan penambahan zinc oxide yang menghasilkan nilai rata – rata 17,37 MPa dan tanpa penggunaan oxide menghasilkan nilai rata – rata 15,45 MPa. Hasil pengujian ketahanan coating pada penelitian ini menghasilkan kedua coating mampu menahan pembebanan kejut yang diberikan pada saat pengujian 
Analisis Penanganan Arus Peti Kemas Terhadap Kemungkinan Terjadinya Dwelling Time di Terminal Ocean Going¸ PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2 Susatyo, Fadhly Aldilas; Amiruddin, Wilma; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar muat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Keterlambatan dwelling time dapat merugikan banyak pihak, baik dari pihak importir maupun pihak eksportir. Faktor yang menghambat proses dwelling time adalah arus peti kemas yang tinggi, kurangnya fasilitas dan optimalisasi alat bongkar muat, dan lamanya proses administrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari solusi terbaik dengan beberapa skenario untuk mengantisipasi dan mengurangi dwelling time di PT IPC Terminal Peti Kemas Tanjung Priok 2. Metode yang digunakan adalah forecasting, response surface method, dan sistem antrian dengan aplikasi winqsb. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, peningkatan kinerja alat QCC menjadi 27 box/jam, peningkatan kinerja RTGC menjadi 19 box/jam, peningkatan kinerja HT menjadi 5 box/jam, dan penambahan fasilitas HT sebanyak 4 unit berhasil menurunkan presentase keterlambatan dwelling time sebesar 20.49% hingga 26.29% di masa mendatang.
Analisis Pengaruh Durasi Post Weld Heat Treatment Annealing Pada Pengelasan GMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik, Uji Impak, Uji Bending dan Struktur Mikro Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil; Amiruddin, Wilma; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GMAW atau Gas Metal Arc Welding adalah metode pengelasan yang menggunakan busur listrik untuk melelehkan logam yang akan disatukan dengan bantuan gas pelindung untuk melindungi daerah las dari kontaminasi. Baja ST60 merupakan jenis baja karbon sedang dengan kandungan karbon sebesar 0,48-0,55% yang penggunaanya relevan dengan industri perkapalan saat ini, namun dalam proses pengelasan baja karbon sedang seperti baja ST60 ini sering mengalami permasalahan struktural dan pada sifat mekanis akibat perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan Post Weld Heat Treatment (PWHT), yang berfungsi untuk mengurangi tegangan residual, meningkatkan ketahanan korosi, dan memperbaiki sifat mekanis logam. Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengujian tarik, tegangan tarik maksimum tertinggi didapatkan oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai sebesar 627 MPa, sedangkan nilai regangan tarik terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 3 jam dengan nilai rata-rata regangan sebesar 6%, untuk nilai modulus elastisitas terbesar didapat oleh spesimen dengan perlakuan PWHT selama 1 jam dengan nilai rata-rata modulus elastisitas sebesar 97,2 GPa. Pengujian iMPak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan iMPak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam dengan nilai rata-rata 1,21 J/mm². Pengujian bending didapatkan spesimen dengan nilai tegangan tekuk tertinggi pada PWHT 1 jam dengan nilai rata-rata sebesar 713,83 MPa. Pengamatan struktur mikro didapatkan spesimen dengan perlakuan PWHT 3 jam membentuk butiran ferrite dan pearlit yang paling rapi dan rapat pada daerah base metal, HAZ, dan weld metal.
Analisis Stabilitas Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) Berdasarkan Standar Internasional Maritime Organization (IMO) Simanjuntak, David Nicholas; Rindo, Good; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam sifat-sifat light load kapal yang akan berpengaruh pada keselamatan kapal. Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA) yang sesuai dengan standar sangat diperlukan ketika operasi berlangsung. Tujuan dari penelitian ini mengetahui stabilitas KAPA saat beroperasi mengacu pada standar Internasional Maritime Organization (IMO) dan mengetahui olah gerak KAPA pada saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan software Rhinoceros untuk medesain bagian lambung kapal. Analisa stabilitas menggunakan software Maxsurf dengan muatan kapal kosong, muatan kapal yang ditambah dengan mobil jeep, muatan kapal yang ditambah dengan artileri, dan muatan kapal yang ditambah dengan 30 tentara marinir. Hasil Analisis setiap loadcase menggambarkan kondisi stabilitas kapal. Berdasarkan analisis GM terbesar terjadi pada kondisi kapal kososng, sedangkan nilai GM terkecil dimiliki oleh kondisi kapal yang terisi oleh 30 tentara marinir. Hasil penelitian menunjukan bahwa KAPA memenuhi standar IMO dan analisis seakeeping menggunakan software Maxsurf dengan variasi kecepatan 0 dan 10 km/jam, pada analisis seakeeping didapatkan hasil heaving terbesar diantara kedua variasi terjadi pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚, hasil rolling terbesar pada saat ke 2 variasi dengan sudut 90˚, dan hasil pada pitching terbesar pada saat variasi menggunakan kecepatan dengan sudut 180˚. Hasil penelitian olah gerak kapal menunjukkan sudah memenuhi kriteria Nordfosk
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Normalizing pada Pengelasan FCAW Menggunakan Elektroda E81T-Ni1C terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Material Baja ASTM A36 Irfan, Muhammad; Amiruddin, Wilma; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menganalisis kekuatan tarik, impak, dan struktur mikro pada pengelasan FCAW baja ASTM A36 dengan variasi arus dan perlakuan PWHT. Baja ASTM A36 adalah baja karbon rendah dengan kandungan karbon sekitar 0.25% yang banyak digunakan di berbagai industri termasuk perkapalan, namun dalam proses nya sering terjadi masalah struktural dan sifat mekanis karena perubahan suhu yang cepat dan distribusi panas yang tidak merata. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan PWHT dengan pendingin udara yang bertujuan untuk menghasilkan material yang kuat, lunak, ulet, dan menghilangkan tegangan sisa. Hasil penelitian menunjukkan tegangan tarik maksimum tertinggi pada 569.3 MPa dengan PWHT 850°C arus 125A, modulus elastisitas tertinggi 34.2 GPa dengan PWHT 850 arus 125A, serta pada kurva stress-strain didapatkan ductility terbesar yaitu 0.44 pada kondisi suhu 900℃ 175 A dan ductility terkecil yaitu 0.24 pada kondisi suhu 850℃ 125 A. Pengujian impak didapatkan spesimen dengan nilai ketangguhan impak tertinggi yakni oleh spesimen dengan perlakuan PWHT 900°C 125 A dengan nilai rata-rata 3.4 J/mm². Hal tersebut didukung pengamatan struktur mikrografi pada proses normalizing variasi arus 125A dan 175A serta suhu 800°C, 850°C, dan 900°C menunjukkan fasa ferrite dan fasa pearlit membentuk butiran kecil yang rapat dan teratur dibandingkan dengan tanpa PWHT dengan arus 125A dan 175A.
Analisis Pengaruh Salinitas Terhadap Laju Korosi Merata Baja SS 400 Dengan Variasi Ketebalan Coating Noormansyah, Faridz Aditya; Jokosisworo, Sarjito; Amiruddin, Wilma
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 3 (2023): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi menjadi salah satu penyebab berkurangnya kualitas dari suatu baja, pengaruh terjadinya korosi dapat disebabkan oleh faktor lingkungan pada sekitar baja. Salah satu faktor lingkungan yang dapat menyebabkan terjadinya korosi adalah kadar garam atau kadar salinitas. Semakin tinggi kadar salinitasnya maka nilai laju korosi semakin tinggi. Karena faktor lingkungan tidak dapat di hindari maka langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pencegahan pada materialnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pelapisan coating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar salinitas terhadap laju korosi merata baja SS 400 dengan menggunakan coating. Jenis material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja SS 400 dan jenis cat yang digunakan pada proses coating adalah polyurethane dengan menggunakan variasi ketebalan yaitu 250 μm, 350 μm, 450 μm sesuai dengan ASTM D7091. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan metode weight loss dengan media pengkorosi adalah larutan bersalinitas 32‰, 34‰, 36‰, dan 38‰. Hasil dari pengujian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil dengan laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 450 μm dan pada larutan salinitas 32‰ dengan nilai 5,E-05 mmpy dan laju korosi tertinggi terdapat pada spesimen dengan ketebalan coating 250 μm dan pada larutan salinitas 38‰ dengan nilai 5,E-03 mmpy. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lapisan coating dapat menghambat laju korosi dan perbedaan kadar salinitas berpengaruh terhadap kenaikannya laju korosi.
Analisa Kinerja Fasilitas Alat Bongkar Muat Kapal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky; Amiruddin, Wilma; Samuel, Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi arus peti kemas tidak terlepas dari peningkatan pelayanan di Terminal Peti Kemas, dengan pertumbuhan arus peti kemas yang cukup tinggi tersebut, kondisi sarana, prasarana, dan sistem operasi yang ada perlu dikaji kembali apakah pengoperasiannya sudah optimal atau masih mungkin ditingkatkan kinerjanya, atau justru sudah saatnya perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi permintaan angkutan di masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kinerja alat bongkar muat peti kemas dalam kondisi eksisting maupun di masa yang akan datang serta memberikan improvement kepada perusahaan dalam meningkatkan kinerja operasional pelabuhan. Penelitian ini menggunakan 2 metode analisis , yaitu metode forecasting dengan menggunakan Triple Exponential Smoothing untuk mengetahui jumlah arus petikemas di masa yang akan datang serta metode utilitas alat bongkar muat untuk mengetahui ukuran kinerja dari suatu peralatan dan dinyatakan dalam sebuah persen. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang perlu dilakukan penambahan jumlah alat pada Rubber Tyred Gantry (RTG) sebanyak 5 unit sehingga dapat menurunkan nilai utilitas ≤80% sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, bernomor UM.002/38/18/DJPL-11.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abram Hasintongan Pane Achmad Noerkhaerin Putra Afidha, Vidya Karima Afif Farid Diantama Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ainul Fadlilah Akbar Prasetya Akbar Trihantoro Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Alamanda Sulistianingtyas Alexander Mario Ticris Nainggolan Amaytana Cindy Armela Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Anggit Andilala Anggoro Prabu Dewanto Anggy Prasetyo Ardianto, Muhammad Afiq Ari Wibawa Budi S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Santosa Arrasyid, Fikri Arrizal Abdul Wahid Astarry Nugroho Aulia Faradilla Adi Aziz Abdurohman Azzaky Alghifari, Azzaky Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Aditya Bhakti Sa’ Dana Bibit Saputra Bogie Ardianto Boy Ebenezer Simanjuntak Budhi H Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi. S, Ari Wibawa Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chairul Rizaldy Daud Martim Sihombing Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dewa Anjar Nyawa Dwi Winanto Hari Fantio Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fadjri Prawiro Utomo Sadewo Fahrudin, Hasim Try Fakhri, Alfian Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fatha Makhrusyah Firmansyah Aulia Rakhman Frastiana Ramadhan Basri Furkanudin Furkanudin Galan Regatama Good Rindo Good Rindo Gritis Al hasbi MM Guguraty, Resti Apriana Guna Satriananta, Mahendra hartono yudho Hartono Yudo Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Hendra Gunawan Saputra I Made Andrean Nanda Setiawan Ibrahim, Muhammad Husein Ignasius Sihotang Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irianto, Prasetya Tomi Ishak Ari Prabowo Jaya Permana Josua Parulian Parulian Sinaga Jowis Novi B.K K Kiryanto Kiryanto . Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Agung Santosa Kyky Ramalida Yanti Lature, Kristoper Erwat Luukfandi Lukfandi M. Aji Luhur P M. Haris Fikri Sulthoni Mahendra Guna Satriananta Metsa Aprita Amardana Mora Sombaon Dalimunthe Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Mubarak, Farhan Muhamad Amar Jadid Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Rizqie Muhammad Saddam Hussein Muhammad Said Rinaldy Mulyono S. Baskoro Mutmainah Mutmainah Naufal Abdurrahman Prasetyo Nofia Maranata Noormansyah, Faridz Aditya Norman Yasser Arrazi Novem, Dicky Putra Oceandy, Oryza Rafi Ocid Mursid Olivia Marlina Paradatu Anugra Riyanto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik S.T., M.T. Pradana, Muhammad Daffa Sihma Prayitno, Yoga Hadi Prima Yosia Ginting Putra Nur Hidayat, Wahyu Qusayyi, Abdillah Ahmad R. Danu Henantyo P Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Renita Wurdhani Resha Buddy Prakoso Reyhan Ardeo Nasution Rezza Alvian Santosa Rinovia Dika Anggoro Rio Wiendargo Y.S Rizal Aripin Robby Hanggara Rohmat Bagus Sucipto Rosalena Audina Ruben Josua L. Tobing Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo sena fadhilah agam Simanjuntak, David Nicholas Sonia Liolita Sukron Makmun Surip Prasetyo Susatyo, Fadhly Aldilas Tegar Fikri Ersaputra Tri Admono Untung Budiarto Widya Gultom Wildan Adi Nugraha Windu Suryotanjung Yudya Saddita Rokhim Zaidan, Roid Hatta