Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Dan Ekonomis Modifikasi Desain Lambung Kapal Ikan Tradisional 30 GT Tipe Batang Bhakti Sa’ Dana; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.734 KB)

Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Sebagai patokan utama para pengrajin dalam mendesain kapal yaitu panjang lunas yang bervariasi antara 10 meter sampai 25 meter. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 30 GT. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru untuk menghitung stabilitas, hambatan dan olah gerak kapal. Tahapan selanjutnya yaitu dengan mengestimasikan biaya investasi yang meliputi biaya pembangunan kapal, biaya operasional kapal dan biaya pendapatan kapal untuk perhitungan BEP (break event point). Untuk perhitungan stabilitas yang mengacu pada aturan IMO dengan Code A.749(18) secara keseluruhan menunjukan bahwa stabilitas dari model kapal ikan kedua model telah memenuhi standar kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak dari kedua desain kapal tersebut yang mengalami deck wetness hanya satu yaitu pada kondisi rolling dengan sudut 900 nilai amplitudo paling besar. Untuk perhitungan ekonomis biaya investasi dalam pembuatan kapal KM. Makmur Utomo sebesar Rp 559.740.000,00 untuk desain kapal lama dan Rp 550.710.000,00 untuk desain kapal baru. Keuntungan bersih per trip setelah bagi hasil dan pajak sebesar Rp 8.754.500,00 sehingga didapatkan nilai BEP tercapai positif pada trip ke-271 atau 3 tahun 2 bulan untuk desain kapal baru dan trip ke-294 atau 3 tahun 5 bulan untuk desain kapal lama. Sehingga didapatkan nilai NPV > 0 setelah 5 tahun dengan IRR sebesar 12% dan nilai maksimum IRR 22,147 % untuk desain kapal lama dan 22,164 % untuk desain kapal baru. Dengan kata lain, investasi kapal ini layak untuk dilanjutkan. 
Studi Buckling pada Tangki Kargo Muatan Gas Cair Tipe Bilobe Berbasis Metode Elemen Hingga Moriko Syahruddin; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.001 KB)

Abstract

Tangki merupakan suatu struktur yang digunakan untuk penyimpanan dan pendistribusian fluida maupun gas alam dalam memenuhi kebutuhan industri dan lainnya. Tipe tangki kargo yang paling sederhana adalah Type C Cargo Tank. Type C Cargo Tank mempunyai dua jenis tangki yaitu Cylinder Tank dan Bilobe Tank. Type C Cargo Tank merupakan tangki yang self supporting dan tidak ada batasan pengisian muatan secara partial. Tangki ini juga bisa diproduksi diluar galangan kapal dan tidak membutuhkan secondary barrier. Beda halnya dengan tipe tangki yang lainnya yang memiliki secondary barrier complete dan fully refrigenerated atmospheric pressure. Dalam melakukan desain pada tangki harus memperhitungkan pembebanan yang akan diangkut. Hal ini perlu diperhatikan karena bisa terjadi kegagalan struktur pada tangki tersebut.  Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sebuah tangki adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini tangki bilobe divariasikan berdasarkan perbedaan pembebanan berupa force, internal pressure dan combined. Model yang akan dianalisa dimodelkan menggunakan metode elemen hingga termasuk analisa buckling dengan mempertimbangkan deformasi yang terjadi pada variasi pembebanan. Pembebanan maksimum untuk force critical sebesar 1,14x104 KN,  sedangkan untuk internal pressure sebesar 9,55x101 KPa dan untuk combined dengan moment-pressure critical sebesar 1.97x103 KN dan 2.54x102 KPa. Untuk nilai deformasi yang dihasilkan menunjukkan bahwa δforce> δcombined > δinternal pressure.
Analisa Perbandingan Respon Struktur Kapal Ro-Ro Passenger 99 M Di North Atlantic Ocean & Indonesian Waterways Menggunakan Metode Elemen Hingga Kurniawan Agung Santosa; Ahmad Fauzan Zakki; Wilma Amiruddin; Sukron Makmun
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1538.381 KB)

Abstract

Kekuatan struktur kapal sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan yang dilaluinya. Jenis dan tinggi gelombangnya menentukan besar kecilnya bending momen kapal, baik pada kondisi air tenang, sagging maupun hogging. Dari nilai momen tersebutlah kekuatan struktur dapat diketahui dengan mencari nilai tegangan maksimum kapal. Pada penelitian ini penulis melakukan analisa kekuatan struktur kapal Ro-Ro Passenger 99 M di North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways. Respon struktur kapal yang didapat digunakan sebagai acuan dalam mencari reduksi desain konstruksi kapal yang bisa dilakukan dan mendapatkan rekomendasi desain konstruksi yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia. Model kapal dibuat dan dianalisa menggunakan software MSC Patran. Analisa tersebut menggunakan variasi momen yang telah didapat dari perhitungan software Hydromax. Maka didapatkan hasil respon struktur kapal pada kondisi air tenang sebesar 26,8 MPa, kondisi Sagging North Atlantic Ocean sebesar 160 MPa, kondisi Hogging North Atlantic Ocean sebesar 114 MPa, kondisi Sagging Indonesian Waterways sebesar 61,8 MPa dan kondisi Hogging Indonesian Waterways sebesar 70,2 MPa. Total reduksi tebal plat dan modulus profil yang dapat dilakukan adalah sebesar 31,62 % dengan reduksi tiap tebal plat dan modulus profil sebesar 33,265 %. Dan desain rekomendasi kapal ini untuk perairan Indonesia dapat ditentukan dengan mengacu nilai total reduksi tersebut.
Desain dan Analisis Pengaruh Penggunaan Variasi Bentuk Ballast untuk Meningkatkan Performa pada Navigation Buoy Evi Handayani; Berlian Arswendo Adietya; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Navigation Buoy atau pelampung adalah struktur yang melayang di permukaan laut sebagai alat petunjuk tentang adanya keberadaan terumbu karang, laut dangkal serta menunjukkan arah rute laut untuk kapal selama berlayar. Berkaitan dengan system operasinya, performa stabilitas dari Navigation Buoy perlu diperhatikan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai stability dan analisa perbedaan  biaya produksi pada navigation buoy sesudah di desain ulang. Perlakuan yang di berikan adalah penggunaan variasi bentuk ballast dan material ballast. Hasil perhitungan stabilitas nilai GZ max terdapat pada  variasi ballast persegi dengan material steel memiliki sudut 85,9 derajat sebesar 4,566 m dengan luas area senilai 4,796 m.deg. Pada penelitian ini, dapat disimpulkan variasi ballast persegi dengan material steel  memiliki hasil stabilitas yang lebih baik karena menghasilkan performa yang lebih baik. 
Analisa Hambatan karena Perubahan Bentuk Lambung Monohull menjadi Katamaran pada Kapal Ferry Berbasis CFD Olivia Marlina; Wilma Amiruddin; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 3 (2019): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.719 KB)

Abstract

Mengubah konstruksi sebuah kapal monohull menjadi katamaran dapat memperluas luas geladak sehingga lebih memudahkan dalam menentukan layout/ tata letak muatan di atas geladak. Desain alternatif konstruksi ini berdampak terhadap performance kapal dan terhadap peningkatan hambatan. Peningkatan hambatan berakibat langsung kepada konsumsi BBM. Perubahan konstruksi tersebut ditinjau berdasarkan letak demihull pada variasi S/L 0,25; 0,30; 0,35 dengan variasi perbedaan B/T, S/L, Fn, L/B, dan Cb dengan metode CFD (computational fluid dynamics) sebagai metode penelitiannya. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai hambatan terbesar dimiliki oleh katamaran dengan nilai S/L 0,25 sebesar 249,30 kN yang juga mempunyai nilai konsumsi BBM terbesar yaitu 18,76 liter/nautical miles. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menghitung perbedaan nilai hambatan berdasarkan perbedaan variasi bentuk lambung dari monohull menjadi katamaran dengan nilai S/L tertentu, serta pengaruhnya terhadap konsumsi BBM.
Analisa Desain Bentuk Lambung Pada Kapal Ikan Tradisional 200 GT Ditinjau Berdasarkan Kriteria Perancangan Kapal Boy Ebenezer Simanjuntak; Wilma Amiruddin; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.592 KB)

Abstract

Pembangunan kapal ikan tradisional di sepanjang pesisir pantai utara Jawa Tengah secara umum dilakukan secara turun-temurun oleh pengrajin kapal tradisional. Sebagian besar proses pembangunan dilakukan di luar teknik ilmiah seperti yang dipelajari secara akademis di sekolah maupun di perguruan tinggi. Walaupun tidak menggunakan gambar desain yang tertulis, bentuk bangunan desain kapal ikan secara fisik terlihat mempunyai karakteristik yang baik dan memenuhi standar Klas BKI. Dalam penelitian ini, dimulai dengan tahapan pencarian data ukuran utama kapal dengan kapasitas 200 GT dengan Cb 0,6. Kemudian dilanjutkan dengan membuat model desain hullform baru dengan Cb yang lebih kecil yaitu 0,5 serta penambahan sarat menjadi 3,6 m untuk  menghitung hambatan dan olah gerak kapal. Dari proses redesign hullform kapal konvensional tersebut diperoleh penurunan nilai hambatan dari model 1 yaitu 9,2 kN menjadi 8,2 kN untuk model 2. Sementara pada penambahan sarat model 3 menyebabkan kenaikan hambatan menjadi 9,7 kN dari model 2. Untuk analisa olah gerak didapatkan hasil bahwa kapal model 2 dapat bertahan pada 2 kondisi perairan, yaitu Slight dan Moderate. Sementara kapal model 1 dan model 3 hanya dapat bertahan pada kondisi perairan tenang (Slight).
ANALISA TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL NELAYAN TRADISIONAL TYPE KRAGAN DENGAN ALAT TANGKAP PURSE SEINE R. Danu Henantyo P; Ari Wibawa Budi Santosa; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.62 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang analisa teknis dan ekonomis kapal ikan dengan alat tangkap purse seine type kapal kragan dengan tujuan untuk mengetahui stabilitas, dan olah gerak serta untuk mengetahui biaya investasi. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahap yaitu, pembuatan model kapal yang akan dianalisa dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import. Hasil analisa teknis secara keseluruhan memenuhi standart kriteria yang ditetapkan oleh IMO. Untuk analisa Olah Gerak secara keseluruhan memenuhi standart kriteria Seakeeping Tello 2009 pada semua kondisi yang telah ditentukan. Untuk mengetahui biaya investasi, biaya pengeluaran per trip, pendapatan nelayan per trip. Yang akan menghasilkan BEP kapal atau kapan modal pembangunan kapal akan kembali pada kapal ikan tradisional KM. Manggala. Dengan biaya investasi sebesar Rp. Rp 4.682.610.000,- dan diasumsikan hasil bersih pemilik kapal tiap tripnya sama Rp 549.920.835,-Dapat disimpulkan modal akan kembali jika tanpa bunga bank pada trip ke 13 tahun ke 1 bulan ke 4 dan dengan bunga bank 12% maka modal akan kembali pada trip ke 14 tahun ke 1 bulan ke 6.
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN PIPA T JOINT MENGGUNAKAN PELAT PENGUAT DENGAN VARIABEL DH/DB MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Frastiana Ramadhan Basri; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.35 KB)

Abstract

Kekuatan struktur pada sambungan pipa T Joint sangat penting dalam suatu sistem perpipaan. Penyebab kegagalan struktur dalam hal ini buckling yang sering terjadi pada sambungan pipa T Joint dikarenankan adanya pembebanan. Dapat diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan pelat penguat pada sambungan pipa T Joint. Analisa kekuatan sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat telah diteliti menggunakan Metode Elemen Hingga, mempertimbangkan  efek dari hasil oval deformasi yang terjadi pada sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat dengan mengganti variabel pada pipa yaitu Dh/Db = 1; 1,5; 2, serta elastisitas buckling dan elasto-plastis buckling yang telah diteliti. Berdasarkan hasil perhitungan dengan variasi kondisi dan momen kritikal yang diberikan, dapat ditemukan beberapa hal. Nilai kekuatan buckling momen mengalami penurunan dari rasio Dh/Db yang kecil ke rasio Dh/Db yang besar. Efek dari oval deformasi pada rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang  kecil lebih besar dari rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang besar. Nilai kekuatan pada analisa elastis lebih besar dari nilai kekuatan pada analisa elasto-plastis.
ANALISA UNJUK KERJA DESAIN SISTEM REFRIGERASI KOMPRESI UAP PADA KAPAL IKAN UKURAN 5 GT DI WILAYAH REMBANG Gritis Al hasbi MM; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.711 KB)

Abstract

Proses pendinginan atau refrigerasi merupakan proses yang penting untuk menjaga kualitas daging hasil tangkapan. Metode pendinginan yang saat ini diterapkan oleh mayoritas nelayan dengan ukuran kapal 5 GT di wilayah Rembang masih menggunakan cara konvensional (balok es) yang membawa kerugian tersendiri terhadap operasional dan kualitas daging hasil tangkap. Nelayan Rembang menjadikan kepiting rajungan (portunus pelagicus) sebagai tangkapan utama mereka, karena produk ini merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi maka perlu mendapatkan penanganan secara khusus bila dibandingkan dengan komoditas hasil tangkap lainya. Oleh karena itu Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) melakukan suatu rancangan sistem Refrigerasi Kompresi uap pada kapal ikan ukuran 5 GT dengan hasil tangkapan yaitu kepiting rajungan yang bertujuan untuk menggantikan sistem pendinginan sebelumnya (balok es) dan menjaga kualitas daging setelah ditangkap. Jenis refrigeran yang dipakai pada sistem ini adalah R-134a. Berdasarkan analisa unjuk kerja sistem refrigerasi pada penelitian ini diperoleh nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 3,24 dari nilai ini disimpulan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik. Kemudian diperoleh nilai kapasitas tiap komponen pada sistem sebagai berikut: (Kompresor=39,93 kJ/kg), (Kondensor=-168,73 kJ/kg), (Unit ekspansi=261,164 kJ/kg), dan (Evaporator=128,8 kJ/kg). Serta diketahui bahwa keberhasilan perancangan sistem refrigerasi untuk menggantikan sistem pendingin yang lama pada palka I adalah 40,7 %, dan pada palka II adalah 33 %.
Analisa Beban Muatan Maksimum Yang Diperbolehkan Untuk Keselamatan Penumpang Pada Kapal Kharisma Jaya Anggit Andilala; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.862 KB)

Abstract

Kharisma Jaya merupakan kapal tradisional yang digunakan untuk penyebrangan wisatawan diperairan Teluk Penyu – Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, kapal ini dibuat secara tradisional dan dirancang dengan cadik sebagai penyeimbang, dalam pengoprasiannya sering dimuati melebihi kapasitas yang ditentukan dinas terkait yang dapat membahayakan wisatawan yang akan menyebrang, sehingga faktor teknis kapal seperti stabilitas dan olah gerak menhjadi penting untuk dianalisa guna mencagah kecelakaan yang disebabkan karena kelebihan muatan, untuk menentukan beban muatan maksimal yang dapat dimuat kapal. Perhitungan stabilitas kapal menggunakan standar yang ditetapkan oleh IMO (International Maritim Organization). Dalam perhitungan stabilitasnya, dianalisa dengan cadik dan tanpa cadik. Analisa dengan cadik menunjukan hasil muatan 16,18, 20 penumpang masih memenuhi standar IMO code on Intact stability A.749 (18), Ch 3 - design criteria applicable to all ships. Analisa tanpa cadik menghasilkan batas maksimal muatan yang dapat di muat adalah 8 penumpang. Olah gerak kapal dianalisa untuk memperlihatkan gerakan heaving, rolling dan pitching kapal pada saat kondisi beroperasi (Vs = 8 knots) ditinjau dari berbagai sudut masuk gelombang dan ketinggian gelombang sebesar 0,6 meter, dengan hasil  RMS Roll  kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah beam (90o), dengan nilai RMS Roll terbesar yaitu 1.94 deg dan RMS Pitch kapal memiliki nilai terbesar pada head wave dari arah head (0o), dengan nilai RMS Pitch terbesar yaitu 0.83 deg yang masih memenuhi Kriteria yang ditetapkan oleh Tello, 2009.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abram Hasintongan Pane Achmad Noerkhaerin Putra Afidha, Vidya Karima Afif Farid Diantama Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ainul Fadlilah Akbar Prasetya Akbar Trihantoro Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Alamanda Sulistianingtyas Alexander Mario Ticris Nainggolan Amaytana Cindy Armela Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Anggit Andilala Anggoro Prabu Dewanto Anggy Prasetyo Ardianto, Muhammad Afiq Ari Wibawa Budi S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Santosa Arrasyid, Fikri Arrizal Abdul Wahid Astarry Nugroho Aulia Faradilla Adi Aziz Abdurohman Azzaky Alghifari, Azzaky Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Aditya Bhakti Sa’ Dana Bibit Saputra Bogie Ardianto Boy Ebenezer Simanjuntak Budhi H Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi. S, Ari Wibawa Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chairul Rizaldy Daud Martim Sihombing Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dewa Anjar Nyawa Dwi Winanto Hari Fantio Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fadjri Prawiro Utomo Sadewo Fahrudin, Hasim Try Fakhri, Alfian Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fatha Makhrusyah Firmansyah Aulia Rakhman Frastiana Ramadhan Basri Furkanudin Furkanudin Galan Regatama Good Rindo Good Rindo Gritis Al hasbi MM Guguraty, Resti Apriana Guna Satriananta, Mahendra hartono yudho Hartono Yudo Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Hendra Gunawan Saputra I Made Andrean Nanda Setiawan Ibrahim, Muhammad Husein Ignasius Sihotang Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irianto, Prasetya Tomi Ishak Ari Prabowo Jaya Permana Josua Parulian Parulian Sinaga Jowis Novi B.K K Kiryanto Kiryanto . Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Agung Santosa Kyky Ramalida Yanti Lature, Kristoper Erwat Luukfandi Lukfandi M. Aji Luhur P M. Haris Fikri Sulthoni Mahendra Guna Satriananta Metsa Aprita Amardana Mora Sombaon Dalimunthe Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Mubarak, Farhan Muhamad Amar Jadid Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Rizqie Muhammad Saddam Hussein Muhammad Said Rinaldy Mulyono S. Baskoro Mutmainah Mutmainah Nofia Maranata Noormansyah, Faridz Aditya Norman Yasser Arrazi Novem, Dicky Putra Oceandy, Oryza Rafi Ocid Mursid Olivia Marlina Paradatu Anugra Riyanto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik S.T., M.T. Pradana, Muhammad Daffa Sihma Prasetyo, Naufal Abdurrahman Prayitno, Yoga Hadi Prima Yosia Ginting Putra Nur Hidayat, Wahyu Qusayyi, Abdillah Ahmad R. Danu Henantyo P Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Renita Wurdhani Resha Buddy Prakoso Reyhan Ardeo Nasution Rezza Alvian Santosa Rinovia Dika Anggoro Rio Wiendargo Y.S Rizal Aripin Robby Hanggara Rohmat Bagus Sucipto Rosalena Audina Ruben Josua L. Tobing Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo sena fadhilah agam Simanjuntak, David Nicholas Sonia Liolita Sukron Makmun Surip Prasetyo Susatyo, Fadhly Aldilas Tegar Fikri Ersaputra Tri Admono Untung Budiarto Widya Gultom Wildan Adi Nugraha Windu Suryotanjung Yudya Saddita Rokhim Zaidan, Roid Hatta