Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Peningkatan Hambatan Kapal Planing Karena Kekasaran Biofouling Juan Lucky Napitupulu; Wilma Amiruddin; Muhammad Luqman Hakim
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal planing banyak digunakan untuk berbagai keperluan, namun kinerjanya sangat rentan terhadap biofouling. Biofouling dapat mempengaruhi kenaikan hambatan kapal. Peningkatan hambatan ini berdampak langsung pada kenaikan konsumsi bahan bakar dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hambatan karena kekasaran biofouling serta perubahan trim dan heave pada kapal planing. Metode yang digunakan adalah melalui simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) pada kondisi calm water . Objek penelitian yang digunakan adalah model kapal planing C dari Taunton et al yang sudah di skalakan dari ukuruan aslinya . Hasil menunjukkan bahwa kekasaran 30-300 μm justru mengurangi hambatan hingga 56.4% akibat efek tripping boundary layer, sedangkan kekasaran ≥1000 μm mengakibatkan peningkatan hambatan total hingga 67.9% dengan peningkatan koefisien gesek mencapai 908%. Penelitian ini juga mengeksplorasi fenomena dinamis yang terjadi, seperti variasi distribusi tekanan, elevasi gelombang, serta trim dan heave.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Dan Media Pendinginan Pada Pengelasan Smaw Baja SS 400 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Dan Uji Tekuk Rafa Effendi Soeroyo; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat arus pengelasan dan jenis media pendingin terhadap sifat mekanik baja SS 400 hasil pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Material yang digunakan adalah baja karbon rendah SS 400, dengan elektroda tipe E7018 dan sambungan las kampuh V tunggal. Variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 100 A dan 120 A, sedangkan media pendingin yang digunakan setelah proses pengelasan meliputi air, oli bekas, dry ice, dan udara. Total spesimen uji sebanyak 52 buah, terdiri dari pengujian tarik berdasarkan standar ASTM E8 dan pengujian tekuk berdasarkan ASTM E19014. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi media pendingin dan arus listrik pengelasan memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, regangan, modulus elastisitas, serta kekuatan tekuk spesimen. Nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada spesimen dengan media pendingin dry ice dan arus 120 A sebesar 402,68 MPa. Regangan tarik tertinggi dicapai oleh spesimen dengan media pendingin oli bekas dan arus 120 A sebesar 34,91 %. Sementara itu, nilai modulus elastisitas tertinggi ditemukan pada media oli bekas dengan arus 120 A sebesar 52,41 GPa. Untuk pengujian tekuk, nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 882,79 MPa dicapai oleh spesimen yang menggunakan air sebagai media pendingin dengan arus pengelasan 120 A. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi parameter pengelasan yang tepat sangat memengaruhi kualitas mekanik sambungan las baja SS 400. Media pendingin dry ice memberikan kekuatan tarik dan kekakuan tertinggi, sedangkan air dan oli bekas menghasilkan keuletan dan ketangguhan lentur yang lebih baik dibanding udara dan dry ice.
Pengaruh Preheat Treatment, Post Weld Heat Treatment Pada Pengelasan SMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Serta Impak Catur Wahyu Cahyono; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST60 sebagai material struktural kritis di industri perkapalan rentan mengalami penurunan sifat mekanik akibat pengelasan SMAW. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan panas preheat (450 °C/15 menit) dan PWHT annealing (450 °C/15 menit) terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan impak sambungan las. Metode eksperimental diterapkan menggunakan pelat baja ST60 tebal 10 mm yang dilas dengan elektroda E7018 (arus 100– 140 A, tegangan 20–30 V), kemudian diuji tarik (ASTM E8) dan impak Charpy (ASTM E23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan preheat dan kondisi tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik dan ketangguhan impak yang hampir setara. PWHT tunggal justru menurunkan performa mekanik, baik dari segi kekuatan tarik (432,32 MPa) maupun ketangguhan impak (0,62 J/mm²). Sebaliknya, kombinasi preheat dan PWHT (PWPR) memberikan hasil terbaik dengan kekuatan tarik tertinggi (477,90 MPa) dan impak tertinggi (0,84 J/mm²). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan hanya pada parameter fracture strain. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan PWPR memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanik sambungan las baja ST60.
Analisis Pengaruh Waktu Dan Voltase Pada Proses Elekroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST37 Adam Maulana Fadli; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi waktu dan voltase proses elektroplating seng terhadap ketahanan korosi baja ST37. Proses dilakukan dengan variasi waktu 10, 15, dan 20 menit serta tegangan 6, 8, dan 10 volt menggunakan larutan ZnSO₄ pada suhu 26°C. Pengujian meliputi ketebalan lapisan menggunakan coating thickness gauge dan laju korosi dengan metode elektrokimia pada media NaCl 3,5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tegangan dan waktu pelapisan meningkatkan ketebalan lapisan dari 7,3 μm hingga 28,1 μm serta menurunkan laju korosi dari 0,024961 mm/tahun menjadi 0,0045175 mm/tahun. Kondisi optimal dicapai pada tegangan 10 V dengan waktu 20 menit, menghasilkan lapisan setebal 28,1 μm dan laju korosi terendah 0,0045175 mm/tahun. Variasi parameter proses terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas lapisan pelindung, di mana kombinasi tegangan tinggi dan waktu lebih lama memberikan perlindungan korosi terbaik pada baja ST37.
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN GTAW PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR PLAT SS 400 DAN SUS 316 TERHADAP KEKUATAN TARIK, TEKUK DAN IMPAK Josua Saragih; Wilma Amiruddin; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh kuat arus pada hasil pengelasan  baja SS 400 dan SUS 316 dengan pengelasan GTAW. Pengelasan kedua material ini sering digunakan pada industri perkapalan terutama dalam konstruksi kapal karena baja SS 400 memiliki sifat ulet dan tangguh serta SUS 316 yang memiliki sifat tahan korosi yang baik .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda kuat arus 80 A, 100 A, dan 120 A terhadap ketahanan uji tarik, uji tekuk, dan uji impak.Penelitian ini mengadopsi metode eksperimental untuk menganalisis sambungan las pada baja SS400 dan SUS 316. Prosedur penelitian meliputi persiapan dan pemotongan plat baja, diikuti dengan proses pengelasan menggunakan variasi kuat arus listrik 80 A, 100 A, dan 120 A. Setelah spesimen disiapkan, dilakukan pengujian mekanis yang mencakup uji tarik, uji tekuk, dan uji impak. Hasil penelitian ini memberikan data yang relevan untuk meningkatkan kualitas mutu sambungan las kedua jenis baja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus pengelasan secara signifikan memengaruhi sifat mekanis sambungan. Kuat arus 120 A menghasilkan nilai tertinggi pada uji tarik, dengan tegangan 444,92 MPa, regangan 32,36%, dan modulus 259,43 GPa, serta uji impak dengan nilai 0,937 J/mm², yang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan tinggi. Sementara itu, uji tekuk menunjukkan hasil berbeda, di mana kuat arus 100 A menghasilkan tegangan tekuk tertinggi sebesar 672,25 MPa, menunjukkan kekakuan material yang maksimal. Dengan demikian, pemilihan kuat arus optimal bergantung pada prioritas aplikasi. Arus 120 A ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik dan ketahanan impak yang tinggi, sedangkan arus 100 A lebih efektif untuk mencapai kekakuan material yang maksimal.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Listrik dan Post Weld Heat Treatment terhadap Kekuatan Uji Tarik dan Uji Impak pada Pengelasan SMAW Baja ST 60 Navidra Argie Aguslemi; Wilma Amiruddin; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) merupakan metode penyambungan yang banyak digunakan pada konstruksi kapal. Kualitas sambungan las dipengaruhi oleh parameter pengelasan, terutama variasi arus listrik dan Post Weld Heat Treatment (PWHT), yang berpengaruh terhadap sifat mekanik material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi arus listrik 100 A, 110 A, dan 120 A serta perlakuan Non PWHT, PWHT 650°C, dan PWHT 750°C terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan impak sambungan las baja ST 60, serta menentukan kombinasi parameter yang memberikan sifat mekanik terbaik. Penelitian menggunakan baja ST 60 yang dilas dengan proses SMAW posisi 1G menggunakan elektroda AWS E7018 berdiameter 3,2 mm. Pengujian tarik mengacu pada ASTM E8 dan pengujian impak mengacu pada ASTM E23 yang masing – masing spesimen dibuat 27 spesimen uji tarik dan 27 spesimen uji impak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan tarik tertinggi sebesar 434,10 MPa, regangan sebesar 28,00%, dan modulus elastisitas sebesar 251,18 GPa diperoleh pada spesimen PWHT 750°C dengan arus 120 A, yang mengindikasikan bahwa kombinasi perlakuan tersebut mampu meningkatkan keuletan sekaligus mempertahankan kekuatan las. Sementara itu, nilai impak tertinggi sebesar 1,98 J/mm² diperoleh pada PWHT 650°C dengan arus 110 A, sedangkan nilai terendah sebesar 1,09 J/mm² terdapat pada PWHT 750°C dengan arus 100 A. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan temperatur PWHT dan arus pengelasan tidak selalu meningkatkan sifat mekanik secara bersamaan. PWHT 750°C dengan arus 120 A lebih efektif meningkatkan sifat tarik, sedangkan PWHT 650°C dengan arus 110 A memberikan ketangguhan impak terbaik, sehingga pemilihan parameter pengelasan perlu disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi konstruksi kapal. 
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abram Hasintongan Pane Achmad Noerkhaerin Putra Adam Maulana Fadli Afidha, Vidya Karima Afif Farid Diantama Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ainul Fadlilah Akbar Prasetya Akbar Trihantoro Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Alamanda Sulistianingtyas Alexander Mario Ticris Nainggolan Amaytana Cindy Armela Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Anggit Andilala Anggoro Prabu Dewanto Anggy Prasetyo Ardianto, Muhammad Afiq Ari Wibawa Budi S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Santosa Arrasyid, Fikri Arrizal Abdul Wahid Astarry Nugroho Aulia Faradilla Adi Aziz Abdurohman Azzaky Alghifari, Azzaky Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Aditya Bhakti Sa’ Dana Bibit Saputra Bogie Ardianto Boy Ebenezer Simanjuntak Budhi H Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi. S, Ari Wibawa Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Catur Wahyu Cahyono Chairul Rizaldy Daud Martim Sihombing Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dewa Anjar Nyawa Dwi Winanto Hari Fantio Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fadjri Prawiro Utomo Sadewo Fahrudin, Hasim Try Fakhri, Alfian Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fatha Makhrusyah Firmansyah Aulia Rakhman Frastiana Ramadhan Basri Furkanudin Furkanudin Galan Regatama Good Rindo Good Rindo Gritis Al hasbi MM Guguraty, Resti Apriana Guna Satriananta, Mahendra hartono yudho Hartono Yudo Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Hendra Gunawan Saputra I Made Andrean Nanda Setiawan Ibrahim, Muhammad Husein Ignasius Sihotang Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irianto, Prasetya Tomi Ishak Ari Prabowo Jaya Permana Josua Parulian Parulian Sinaga Josua Saragih Jowis Novi B.K Juan Lucky Napitupulu K Kiryanto Kiryanto . Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Agung Santosa Kyky Ramalida Yanti Lature, Kristoper Erwat Luukfandi Lukfandi M. Aji Luhur P M. Haris Fikri Sulthoni Mahendra Guna Satriananta Metsa Aprita Amardana Mora Sombaon Dalimunthe Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Mubarak, Farhan Muhamad Amar Jadid Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Luqman Hakim Muhammad Rizqie Muhammad Saddam Hussein Muhammad Said Rinaldy Mulyono S. Baskoro Mutmainah Mutmainah Naufal Abdurrahman Prasetyo Navidra Argie Aguslemi Nofia Maranata Noormansyah, Faridz Aditya Norman Yasser Arrazi Novem, Dicky Putra Oceandy, Oryza Rafi Ocid Mursid Olivia Marlina Paradatu Anugra Riyanto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik S.T., M.T. Pradana, Muhammad Daffa Sihma Prayitno, Yoga Hadi Prima Yosia Ginting Putra Nur Hidayat, Wahyu Qusayyi, Abdillah Ahmad R. Danu Henantyo P Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Rafa Effendi Soeroyo Renita Wurdhani Resha Buddy Prakoso Reyhan Ardeo Nasution Rezza Alvian Santosa Rinovia Dika Anggoro Rio Wiendargo Y.S Rizal Aripin Robby Hanggara Rohmat Bagus Sucipto Rosalena Audina Ruben Josua L. Tobing Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo sena fadhilah agam Simanjuntak, David Nicholas Sonia Liolita Sukron Makmun Surip Prasetyo Susatyo, Fadhly Aldilas Tegar Fikri Ersaputra Tri Admono Untung Budiarto Widya Gultom Wildan Adi Nugraha Windu Suryotanjung Yudya Saddita Rokhim Zaidan, Roid Hatta