Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Perlakuan Panas (Heat Treatment) Normalizing Terhadap Kekuatan Impak Aluminium 6061 Pengelasan MIG dengan Variasi Posisi dan Bentuk Kampuh Renita Wurdhani; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan panas normalizing terhadap kekuatan impak Aluminium 6061 pengelasan MIG dengan menggunakan variasi posisi 1G dan 2G serta bentuk kampuh single V dan double V (X) pada sudut 60°. Tujuan dari proses normalizing yaitu untuk mengurangi tegangan sisa, meningkatkan machinability, dan mendapatkan struktur yang homogen. Proses heat treatment normalizing dilakukan pada temperatur 415°C dengan waktu penahanan selama 30 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan panas normalizing dapat mempengaruhi nilai kekuatannya. Untuk proses verifikasi material dilakukan pengujian tarik. Dari hasil pengujian impak didapatkan harga impak tertinggi yaitu spesimen raw material dengan perlakuan panas normalizing sebesar 0.457 J/mm², lebih besar dibandingkan dengan raw material tanpa normalizing yaitu sebesar 0.445 J/mm². Harga impak untuk raw material ini memenuhi standar pengujian impak ASTM E23. Pada material dengan pengelasan, harga impak tertinggi yaitu pada variasi bentuk kampuh V dan posisi pengelasan 2G sebesar 0.092 J/mm², sedangkan tanpa normalizing sebesar 0.082 J/mm². Harga impak terendah dimiliki spesimen dengan variasi bentuk kampuh X posisi 1G tanpa perlakuan yaitu sebesar 0.052 J/mm². Material yang diberikan perlakuan panas normalizing memiliki rata-rata harga impak lebih besar dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan panas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  perlakuan panas (heat treatment) normalizing dapat meningkatkan harga impak spesimen dengan pengelasan maupun tanpa pengelasan (raw material).
Analisa Teknis Kekuatan Kontruksi Akibat Penggantian Alat Tangkap Dan Nilai Ekonomisnya Mora Sombaon Dalimunthe; Wilma Amiruddin; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.192 KB)

Abstract

Cantrang merupakan salah satu jenis alat tangkap yang umum digunakan di Indonesia, namun berdasarkan peraturan pemerintah nomor: 72/MEN-KP/II/2016 tentang pembatasan penggunaan alat penangkap ikan cantrang di wilayah pengelolaan perikanan negara Indonesia (WPPNRI). Terkhusus didaerah Batang sendiri  mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap cantrang, hal ini merupakan masalah yang harus diatasi agar tetap terjaganya produksi ikan di daerah Batang, untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu dilakukan analisa kekuatan dan analisa ekonomis akibat penggantian jenis alat tangkap cantrang ke jenis purse seine. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah meliputi survey langsung dengan nelayan dan galangan kapal ikan daerah Batang. Data yg didapat akan diolah di software Rhinoceros, Maxsuf, Naspat dan Ms. Excel. Hasil dari penelitian analisa penggantian alat tangkap kapal ikan jenis cantrang ke jenis purse seine dari segi kekuatan memanjang kapal bernilai 8,062 MPa, sedangkan kekuatan deck kapal ikan cantrang menjadi kapal ikan purse seine  bernilai 1,270 MPa. Nilai ini masih memenuhi standar kekuatan PKKI yg bernilai maksimum 15 Mpa. Sedangkan untuk analisa ekonomis kapal akibat penggantian jenis alat tangkap mengalami peningkatan pendapatan dan akan balik modal selama 1,5 tahun atau serta 9 kali trip.
ANALISA TEKUK KRITIS PADA PIPA BERBENTUK SEGI EMPAT YANG DIKENAI BEBAN BENDING DENGAN VARIASI PENAMPANG HORIZONTAL Yudya Saddita Rokhim; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.009 KB)

Abstract

Pipa tidak hanya berbentuk lingkaran memanjang ada jenis pipa yang tidak kalah berguna, yaitu pipa segi empat. Berfungsi untuk penguat konstruksi, pipa segi empat sangat dibutuhkan. Sebuah konstruksi dengan pipa ini membutuhkan dua dasar, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Kekuatan struktur pada pipa segi empat sangat penting dalam suatu kosntruksi. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segi empat adalah buckling atau tekuk. Dan sudah diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan panjang pada pipa segi empat. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan cross-sectional oval deformation pipa segi empat divariasikan horizontal menjadi 27 macam dengan model principle a/b = 1, 2, 4 ; a/t =  15, 10, 20; l/a = 10, 15, 20 menggunakan momen bending. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga, mempertimbangkan sifat material pada pipa yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Semakin pipih pipa yang di mana semakin besar nilai a/b, maka semakin kecil terjadinya deformasi. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin besar dan yang akhirnya akan konstan.
ANALISA LEADING EDGE PROTUBRANCES TERHADAP GAYA ANGKAT DAN HAMBATAN PADA KAPAL PATROLI 14 METER DENGAN KONFIGURASI CANARD MENGGUNAKAN METODE CFD Muhammad Saddam Hussein; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.349 KB)

Abstract

Kapal patroli sebagai salah satu sarana penjaga keamanan wilayah teritorial laut harus memiliki perfomance yang baik. Salah satu performa yang dimaksud adalah hambatan kapal. Terdapat beberapa cara agar hambatan kapal yang timbul dapat dibuat sekecil mungkin, antara lain penambahan foil di bawah lambung kapal. Penambahan foil dalam kasus ini leading edge protubrances ditujukan agar kapal dapat terangkat sehinggga WSA (wetted surface area) dari kapal akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai hasil hambatan paling kecil serta gaya angkat paling besar dengan konfigurasi hydrofoil canard dan variasi model foil pada bagian leading edge protuberances yang bentuknya menyerupai sirip ikan paus bungkuk (megaptra novaengliae). Analisa dilakukan menggunakan perangkat lunak komputer berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD), yaitu Tdyn 15.1.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari keseluruhan model variasi, model 4L dengan angle of attack 2° mampu menurunkan nilai hambatan total kapal Patroli sebesar 38% dan memiliki kenaikan Lift sebesar 32,137% dibandingkan kapal original pada froude number 0,712.
STUDI PERANCANGAN KAPAL RUMAH SAKIT TIPE KATAMARAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN WILAYAH PESISIR DI PROVINSI PAPUA BARAT DAN PAPUA Chairul Rizaldy; Deddy Chrismianto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.551 KB)

Abstract

Provinsi Papua Barat dan Papua memiliki banyak wilayah pesisir yang belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Untuk melayani masyarakat yang berada didaerah pesisir, salah satunya dapat dicapai lewat laut. Kapal rumah sakit sebagai kapal yang memiliki fasilitas kesehatan layaknya pada rumah sakit pada umumnya. Memiliki fasilitas rumah sakit kelas C dengan lambung tipe katamaran..  Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang kapal rumah sakit yang dapat menjangkau wilayah pesisir dan yang sesuai dengan karakteristik perairan wilayah pesisir di Provinsi Papua Barat dan Papua. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lwl = 56,32 m, B = 18,0 m, H = 6,4 m, T = 2,4 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 845,4 ton dan Cb = 0,512. Nilai GZ tertinggi 21,8 m pada kondisi I. Nilai GZ terkecil yaitu 14,5 m pada kondisi VIII pada criteria Angle max GZ Multihull. Perancangan kapal rumah sakit dilengkapi ruang kamar inap, ruang bedah, ruang UGD, dan memiliki pelayanan kedokteran spesialis, yaitu pelayanan penyakit dalam, pelayanan bedah, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kebidanan dan kandungan.
Analisis Perbedaan Performa Pada Kapal Ikan Dengan Mengubah Bentuk Monohull Menjadi Katamaran M. Aji Luhur P; Wilma Amiruddin; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.927 KB)

Abstract

Salah satu bentuk upaya efisiensi pengunaan kapal ikan adalah memperbaiki performanya. Perubahan performa dapat dibuktikan dengan mengubah bentuk lambung dari monohull menjadi bentuk katamaran. Performa yang timbul akibat perubahan tersebut dapat diperoleh melalui proses analisa teori bangun kapal dengan bantuan software yang terintegrasi.  Hasil analisa menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, dimana hasil analisa stabilitas yang memiliki stabilitas paling baik adalah katamaran dengan S/L 0,35 dengan GZ dalam kondisi kosong yaitu 1,682 m , setengah penuh 1,803 m dan penuh 1,748 m. Dari hasil analisa hambatan total diketahui bahwa katamaran dengan S/L 0,33 memiliki hambatan yang paling minimum dengan Rt sebesar 0,013736 untuk fn 0,11 ; 0,041201 untuk fn 0,21 ; dan 0,080897 untuk fn 0,31 jika dibandingkan dengan katamaran 0,34; 0,35 dan monohull.
Pengaruh Kuat Arus Listrik dan Kecepatan Las Terhadap Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Dissimilar Aluminium AA 5052 -AA 6061 Dengan Metode Pengelasan Metal Inert Gas (MIG) Bogie Ardianto; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besar arus listrik pada pengelasan dapat mempengaruhi kekuatan dari suatu material hasil pengelasan. Penelitian ini berbasis eksperimen laboratorium dan bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, impak, dan mikrografi pada sambungan las dissimillar aluminium 5052 dan aluminium 6061 setelah pengelasan MIG dengan variasi arus 180 Ampere, 190 Ampere dan 200 Ampere menggunakan jenis sambungan single v-butt joint 60° dan untuk mengetahui besaran arus yang efektif untuk digunakan dalam pengelasan yang nantinya dapat digunakan sebagai referensi pada pengelasan khususnya pengelasan di kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sambungan las dengan arus 180 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 186.86 MPa dengan regangan 26.85%, kekuatan impak rata-rata 0.41 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang tinggi. Spesimen dengan arus 190 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 178.01 MPa dengan regangan 26.07%, kekuatan impak rata-rata 0.28 J/mm2, dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang sedang. Spesimen dengan arus 200 Ampere memiliki kekuatan tarik rata-rata 91.53 MPa dengan regangan 20.76%, kekuatan impak rata-rata 0.23 J/mm2 dan pada struktur mikro memiliki tingkat kerapatan yang rendah. Nilai kekuatan tarik yang dihasilkan pada pengujian baik dari pengelasan MIG dengan arus 180 A dan 190 A berada diatas standar BKI ( ≥ 170 MPa).
ANALISA KEKUATAN MEKANIK SAMBUNGAN LAS METODE MIG( METAL INERT GAS) DAN METODE FSW( FRICTION STIR WELDING) 800 RPM PADA ALUMUNIUM TIPE 5083 Anggoro Prabu Dewanto; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.193 KB)

Abstract

Pemilihan metode pengelasan yang efektif berguna untuk industri galangan. Khususnya galangan kapal aluminium. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode pengelasan yang berbeda yaitu metode MIG (Metal Inert Gas) dan metode FSW (Friction Stir Welding). Material Alumunium yang digunakan adalah Al 5083. Pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) menggunakan jenis sambungan pengelasan single V-butt joint dengan sudut 60°. Tegangan dan arus yang digunakan adalah 22V dan 220 A dengan elektroda ER 5356. Dan pada pengelasan FSW (Friction Stir Welding) menggunakan putaran tool 800 RPM dan Travel Speed 30 mm/min. Pengujian di lakukan uji tarik dengan menggunakan standar ASTM E 8M -00b. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada metode pengelasan MIG (Metal Inert Gas) menghasilkan pengelasan yang lebih sempurna atau lebih baik dengan memberikan nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 99,35 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 1,9%. Sedangkan pada metode FSW (Friction Stir Welding) hanya memperoleh nilai Tegangan Tarik maksimal yaitu 29,62 N/mm2 dan nilai Regangan sebesar 0,5%. Selain meggunakan hasil Uji Lab juga dilakukan analisa menggunakan software Ansys LS-Dyna dengan hasil kekuatan Tarik tertinggi pada pengelasan MIG (Metal Inert Gas) sebesar 72,6  N/mm2  . dan pada pengelasan FSW (Friction Stir Welding) sebesar 25,9 N/mm2 .
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT ARI 400 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Nofia Maranata; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.889 KB)

Abstract

Kapal TugBoat Ari adalah tipe kapal tunda yang beroperasi pada wilayah perairan sungai di pulau Kalimantan. Kapal Tugboat ini digunakan untuk menarik serta mendorong kapal tongkang pengangkut batubara dari wilayah penambangan di pedalaman pulau Kalimantan menuju laut melalui jalur sungai. Beberapa beban tarik dan beban tekan mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan terjadi pada bagian haluan kapal dan daerah sekitar towing bolder akibat gerakan menarik dan mendorong yang dilakukan kapal Tugboat. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya dorong dan gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat, berdasarkan dua variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge dan dead weight barge. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Tugboat dengan variasi pembebanan light weight barge, dead weight barge didapatkan nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan mendorong dengan pembebanan light weight barge sebesar 42,6 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 147 N/mm2. Nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan menarik dengan pembebanan light weight barge sebesar 79,1 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 191 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standart BKI.
ANALISA KEKUATAN PIPA HOLLOW BERBENTUK PERSEGI EMPAT YANG DIBERI BEBAN MOMEN BENDING Ruben Josua L. Tobing; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi pipa segi empat berongga mempunyai dua prinsip mendasar yang sangat penting, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan dari material pipa itu sendiri. Kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segi empat berongga adalah buckling atau tekuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan karakteristik pipa segi empat berongga, yang divariasikan 18 model pipa berbentuk square dan 18 model pipa berbentuk diamond. Pipa  dimodelkan dengan ukuran a/b = 1; a = 50, 10; a/t = 50, 100, 200; L/a = 50, 100, 200 menggunakan momen bending dan dianalisa menggunakan metode elemen hingga. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja dengan nilai yield stress 2.15 x 108 Pa, dan modulus elastisitas nya 2E+11 Pa.  Momen bending diberikan pada tengah ujung pipa, dan boundary condition diletakan di tengah pipa untuk mengatahui Cross-Sectional Oval Deformation (CSOD) pada setiap pipa. Hasil penelitian menunjukan nilai CSOD pipa square ukuran a = 50, a/t = 200, L/a = 50 sebesar 0.012 mm dengan moment buckling sebesar 2.12 x 101 Nm, dan nilai CSOD pipa diamond  ukuran a = 50, a/t = 200, L/a = 50 sebesar 0.0237 mm dengan moment buckling sebesar 2.37 x 101 Nm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai deformasi dan moment buckling pada pipa bentuk square lebih kecil dari pada pipa bentuk diamond, dan semakin besar nilai a dan L/a maka nilai deformasi dan moment buckling yang terjadi juga semakin besar.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abram Hasintongan Pane Achmad Noerkhaerin Putra Afidha, Vidya Karima Afif Farid Diantama Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Ainul Fadlilah Akbar Prasetya Akbar Trihantoro Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Alamanda Sulistianingtyas Alexander Mario Ticris Nainggolan Amaytana Cindy Armela Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Anggit Andilala Anggoro Prabu Dewanto Anggy Prasetyo Ardianto, Muhammad Afiq Ari Wibawa Budi S Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Santosa Arrasyid, Fikri Arrizal Abdul Wahid Astarry Nugroho Aulia Faradilla Adi Aziz Abdurohman Azzaky Alghifari, Azzaky Bambang Murdiyanto Bambang Murdiyanto Bandi Sasmito Banjarnahor, Andrea Nanda Alfa Rizky Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Aditya Bhakti Sa’ Dana Bibit Saputra Bogie Ardianto Boy Ebenezer Simanjuntak Budhi H Iskandar Budhi Hascaryo Iskandar Budi. S, Ari Wibawa Catur Agus Putra Pribadi Putra Pribadi Chairul Rizaldy Daud Martim Sihombing Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Deddy Chrismianto Dewa Anjar Nyawa Dwi Winanto Hari Fantio Eko Didik Purwanto, Eko Didik Eko Sasmito Hadi Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fadjri Prawiro Utomo Sadewo Fahrudin, Hasim Try Fakhri, Alfian Fakhryyah Santoso, Muhammad Hilaqil Fatha Makhrusyah Firmansyah Aulia Rakhman Frastiana Ramadhan Basri Furkanudin Furkanudin Galan Regatama Good Rindo Good Rindo Gritis Al hasbi MM Guguraty, Resti Apriana Guna Satriananta, Mahendra hartono yudho Hartono Yudo Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Hendra Gunawan Saputra I Made Andrean Nanda Setiawan Ibrahim, Muhammad Husein Ignasius Sihotang Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indradi Setiyanto Irianto, Prasetya Tomi Ishak Ari Prabowo Jaya Permana Josua Parulian Parulian Sinaga Jowis Novi B.K K Kiryanto Kiryanto . Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan Agung Santosa Kyky Ramalida Yanti Lature, Kristoper Erwat Luukfandi Lukfandi M. Aji Luhur P M. Haris Fikri Sulthoni Mahendra Guna Satriananta Metsa Aprita Amardana Mora Sombaon Dalimunthe Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Mubarak, Farhan Muhamad Amar Jadid Muhammad Etandiv Bismuttantya Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Muhammad Rizqie Muhammad Saddam Hussein Muhammad Said Rinaldy Mulyono S. Baskoro Mutmainah Mutmainah Nofia Maranata Noormansyah, Faridz Aditya Norman Yasser Arrazi Novem, Dicky Putra Oceandy, Oryza Rafi Ocid Mursid Olivia Marlina Paradatu Anugra Riyanto Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik S.T., M.T. Pradana, Muhammad Daffa Sihma Prasetyo, Naufal Abdurrahman Prayitno, Yoga Hadi Prima Yosia Ginting Putra Nur Hidayat, Wahyu Qusayyi, Abdillah Ahmad R. Danu Henantyo P Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Renita Wurdhani Resha Buddy Prakoso Reyhan Ardeo Nasution Rezza Alvian Santosa Rinovia Dika Anggoro Rio Wiendargo Y.S Rizal Aripin Robby Hanggara Rohmat Bagus Sucipto Rosalena Audina Ruben Josua L. Tobing Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo sena fadhilah agam Simanjuntak, David Nicholas Sonia Liolita Sukron Makmun Surip Prasetyo Susatyo, Fadhly Aldilas Tegar Fikri Ersaputra Tri Admono Untung Budiarto Widya Gultom Wildan Adi Nugraha Windu Suryotanjung Yudya Saddita Rokhim Zaidan, Roid Hatta