Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN METODE KARYAWISATA DI KAWASAN HUTAN LINDUNG TINJAU ALAM PADA MATERI PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI MAN SABANG Sellyta, Sellyta; Amri, Amsal; Azis, Daska
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i1.10778

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran, aktivitas siswa dan guru, keterampilan guru dan respon anak. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 orang yang terdapat di kelas XI-SOS1 MAN Sabang. Data yang dikumpulkan tes, observasi, dokumentasi dan angket. Data dianalisis dengan menggunakan rumus persentase ketuntasan individual, klasikal, aktivitas siswa dan guru, keterampilan guru dan respon. Ketuntasan individual dalam siklus I mencapai 44%, siklus II 72%, dan siklus III 100%, ketuntasan klasikal siklus I dari 10 soal hanya 5 soal yang dijawab benar persentase 50%, siklus II 70% dan siklus III persentase 90%. Aktivitas guru pada siklus I ada 5 kegiatan yang pelaksanaannya belum sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditetapkan dalam RPP, Pada siklus II hanya 2 aktivitas yang belum sesuai dan siklus III telah sesuai secara keseluruhan. Keterampilan guru dalam melakukan kegiatan dengan menggunakan metode karyawisata, siklus I yaitu sebesar 3.1 kategori baik, siklus II dengan nilai rata- rata 3.16 kategori baik, dan siklus III yaitu 3.93 kategori baik sekali. Siswa memberi respon sangat baik pada kegiatan dengan menggunakan metode karyawisata dengan jawaban sangat setuju yaitu 76.6%.Kata Kunci : Karyawisata, Kawasan Hutan Lindung, Geografi, Prestasi Belajar
HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN LINGKUNGAN FISIK TEMPAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Munasti, Raudhah; Amri, Amsal; Kamaruddin, Thamrin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v3i1.10662

Abstract

Pola tingkah laku dan kepribadian anak orang tua juga seharusnya melihat lingkungan fisik belajar, dengan cara memperhatikan lingkungan yang harus selalu nyaman dan baik, mempengaruhi siswa lebih giat dalam belajar. Lingkungan fisik tempat belajar yaitu semua yang berkaitan dengan tempat proses pembelajaran dilakukan. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan perhatian orang tua dan lingkungan fisik tempat belajar dengan hasil belajar geografi siswa. Tujuan penelitian ini guna mengetahui seberapa besar hubungan perhatian orang tua dan lingkungan fisik tempat belajar dengan hasil belajar geografi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi sebab akibat. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu kelas X IS1 dan X IS2yang berjumlah 53 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Pengolahan data memakai statistik korelasi ganda, hasil kofisien korelasi 0,75 kategori kuat dengan koefisien determinasi berganda (R2) = 56,25%. Uji hipotesis menunjukkan Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 3,21 3,18 artinya Ha diterima. Simpulannya ada hubungan yang sesuai perhatian orang tua dan lingkunga fisik tempat belajar dengan hasil belajar Geografi siswa SMAN 3 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA KARTU SOAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS MAN 3 BANDA ACEH Saputra, Mardani Saputra1; Hasmunir, .; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i3.5283

Abstract

Metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dilakukan untuk menunjang proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan media kartu soal pada model pembelajaran (TGT). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal, untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dan meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi. Hal ini dilakukan untuk: (1) meningkatkan prestasi peserta didik; (2) Mengetahui kegiatan guru dan peserta didik; (3) Mengetahui keterampilan guru saat mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas X IS MAN 3 Banda Aceh, sebanyak 32 peserta didik. Pengambilan data diambil dengan instrumen pembelajaran. Hasilnya menunjukkan (1) pada siklus pertama ketuntasan secara individual yaitu 62%, di siklus kedua 78%, dan di siklus ketiga 93%. Persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% di siklus pertama, 80% di siklus kedua, dan 90% di siklus ketiga; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus ke I dengar berkategori sedang, skor 3,1 pada siklus II berkategori baik, serta 3,4 pada siklus III berkategori baik; (4) persentase respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif model TGT berbantuan kartu soal dapat dikatakan baik yaitu 95 persen
HUBUNGAN PARTISIPASI ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Naufa, Wirda; Abdi, Abdul Wahab; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5200

Abstract

Penelitian ini berjudul hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Masalah dalam penelitian adalah apakah terdapat hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS yang berjumlah 80 siswa. Seluruh populasi dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi ganda, koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi ganda, dan uji F. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi ganda 0,2198 atau 21,98%. Nilai korelasi (r) antara partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar yang diperoleh dari hasil penghitungan adalah 0,468 yang berarti terdapat korelasi yang sedang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel atau 10,9 3,12, yaitu terima Ha. Artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara partisipasi orang tua dan motivasi belajar dengan hasil belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 12 Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Sahputra, Ricki Maulizar; Hasmunir, .; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5195

Abstract

Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tipe kartu arisan adalah menjalankan prinsip arisan dimana setiap pesertanya mendapat giliran menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil undian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 20 siswa yang tuntas pada siklus I, 25 siswa tuntas pada siklus II, dan 30 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat dikatakan baik. 95 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS X-IPA 3 SMA LABORATORIUM UNSYIAH BANDA ACEH Aslindi, Nurti .; Hasmunir, .; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5193

Abstract

Penggunaan model pembelajaran ini sangat menarik karena menuntut siswa untuk aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh, aktivitas guru dan peserta didik yang mencerminkan keterlaksanaan model kooperatif dan respon siswa kelas X-IPA 3 SMA Laboratorium Unsyiah Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan soal, lembar pengamatan aktivitas, keterampilan serta tanggapan peserta didik selama mengikuti pembelajaran. Teknik analisis menggunakan statistik sederhana yaitu persentase. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis pada siklus I dikatagorikan rendah dengan persentase 46 %, sedang pada siklus II dengan persentase 67 %, dan tinggi pada siklus III sebesar 73 %. Artinya dari 10 soal siswa dapat mengerjakan 7 soal dengan benar. Peningkatan kemampuan pengajar meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,59 dengan katagori sedang, kemudian 2,96 dan 3,2 pada siklus III dengan katagori baik.
HUBUNGAN ESQ DAN LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Lutfiani, Aulia; Abdi, Abdul Wahab; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v2i2.5181

Abstract

Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menghadapi tantangan hidup secara tepat dan efektif. Kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah terdapat hubungan positif dan signifikan ESQ dan lingkungan keluarga dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri I Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS SMA Negeri I Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang berjumlah 78 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel ditentukan dengan rumus dari Taro Yamane yaitu sebanyak 44 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan angket. Teknik pengolahan data menggunakan koefisien korelasi ganda. Berdasarkan pengolahan data, hasil koefisien korelasi ganda diperoleh sebesar 0,46 pada kategori cukup kuat dengan koefisien determinasi (r2) = 21,2%. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan. Hal ini telah dibuktikan dengan nilai Fhitung = 5,50 dan Ftabel = 3,22 pada taraf signifikansi () 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = (44-2-1) maka Fhitung Ftabel sehingga Ha diterima. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan ESQ dan lingkungan keluarga dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 BANDA ACEH Ridha, Musfadli; Abdi, Abdul Wahab; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1725

Abstract

Salah satu model pembelajaran untuk menanamkan rasa yakin/percaya pada siswa, kegiatan pembelajaran relevansi dengan kehidupan serta berusaha menarik minat/perhatian siswa dan dapat menciptakan suasana belajar yang aktif dengan menggunakan media video berupa tampilan gambar, video dan audio adalah model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran; (3) Keterampilan Guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa setelah mengikuti pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-5 SMP Negeri 18 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru, dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan rumus statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual setelah pembelajaran siklus I hingga siklus II terjadi peningkatan dari 20 siswa menjadi 25 siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 50% menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker, pada siklus I dari 11 aktivitas diperoleh 5 aktivitas yang dikategorikan sudah sesuai dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 8 aktivitas yang dikategorikan sudah sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker mengalami peningkatan dari perolehan skor rata-rata 2,27 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,2 dengan kategori baik pada siklus II; dan (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker dapat dikatakan baik yaitu 92,16% dari 28 siswa berpendapat bahwa dengan belajar menggunakan model pembelajaran ARIAS berbantuan media movie maker siswa dapat dengan mudah memahami materi yang telah mereka ikuti.
PEMANFAATAN MUSEUM TSUNAMI SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA TUNA RUNGU KELAS X-B SMALB BUKESRA BANDA ACEH ., Mawardy; Abdi, Abdul Wahab; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1711

Abstract

Penelitian yang berjudul Pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai Sumber Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Tuna Rungu Kelas X-B SMALB Bukesra Banda Aceh ini mengangkat masalah apakah dengan pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu kelas X-B SMALB Bukesra Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui pemanfaatan Museum Tsunami Aceh sebagai sumber belajar, Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran, Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, Respon siswa. Anggapan dasar dalam penelitian ini yaitu Museum Tsunami Aceh merupakan salah satu sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu SMALB Bukesra Banda Aceh. Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah Museum Tsunami Aceh dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar geografi oleh siswa tuna rungu SMALB Bukesra Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa SMALB Bukesra Banda Aceh kelas X-B (tuna rungu) Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 46 siswa (berbagai ketunaan) dengan sampel sebanyak 15 siswa tuna rungu. Teknik pengumpulan data yaitu dengan angket. Pengolahan data penelitian menggunakan rumus statistic sederhana. Mengingat pemanfaatan Museum Tsunami sebagai sumber belajar dapat meningkatkan hasil belajar geografi siswa tuna rungu kelas X-B pada kompetensi dasar menyajikan contoh penerapan mitigasi dan cara beradaptasi terhadap bencana alam di lingkungan masyarakat sekitar. Maka disarankan kepada guru mata pelajaran geografi untuk memanfaatkan Museum Tsunami sebagai sumber belajar pada materi yang dianggap sesuai dengan model tersebut.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Nur, Aulia; Abdi, Abdul Wahab; Amri, Amsal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpgeo.v1i2.1709

Abstract

Model pembelajaran project based learning merupakan sebuah model pembelajaran yang menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran. Dalam kegiatan ini, siswa melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis informasi untuk memperoleh berbagai hasil belajar yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui:(1) Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMAN 11 Banda Aceh melalui penerapan model project based learning; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi melalui penerapan model project based learning; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan model project based learning; dan (4) Respon siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model project based learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IS 3 SMAN 11 Banda Aceh yang berjumlah 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan model project based learning. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 70% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 90%. Adapun persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 84% dan pada siklus II menjadi 92%; (2) Aktivitas guru dan siswa pada siklus I dan siklus II sudah mencerminkan keterlaksanaan model project based learning; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model project based learning mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 3,18, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3,25 yang dikategorikan baik; (4) Respon siswa terhadap model project based learning dapat dikatakan baik sekali dengan 80% dari 25 siswa berpendapat bahwa pembelajaran menggunakan model project based learning dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi hubungan manusia dan lingkungan akibat dinamika hidrosfer yang telah dipelajari.