Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

NILAI AMBANG KLORIDA UNTUK INISIASI KOROSI PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN ABU TERBANG Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Yusman; Apriansyah; Nurdin, Amalia
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 2 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i2.3024

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, korosi pada beton bertulang menjadi perhatian utama struktur beton karena ketahanan merupakan salah satu faktor penting. Secara khusus, korosi beton bertulang yang disebabkan oleh klorida menjadi masalah serius di banyak negara karena meningkatnya konstruksi di lingkungan laut. Dalam penelitian ini difokuskan pada umur dini terjadinya korosi pada tulangan yang disebabkan oleh adanya klorida pada beton yang mengandung fly ash sebesar 20% dari berat semen. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ambang batas klorida yang cukup untuk mendorong depassivasi dan korosi aktif batang tulangan dalam mortar. Untuk itu dilakukan penelitian eksperimental dengan jumlah benda uji sebanyak 9 variasi. Rasio klorida terhadap berat semen yang diterapkan adalah 0% -2% akan dievaluasi. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang mempengaruhi ambang batas klorida untuk inisiasi korosi pada beton dan pengaruh lainnya diabaikan. Untuk menentukan ambang batas konsentrasi klorida, dilakukan uji potensial korosi dengan metode Half-cell potensial (HCP). Nilai ambang batas konsentrasi klorida yang menyebabkan depassivasi dan munculnya korosi aktif pada baja tulangan adalah 1,5% dari berat semen. Selanjutnya hasil yang diperoleh adalah hubungan antara HCP dan konsentrasi klorida dalam beton. Hal ini menunjukkan bahwa rusaknya lapisan pasif pada permukaan baja terjadi di sekitar kandungan klorida yang saat ini diyakini merupakan ambang batas kandungan klorida untuk inisiasi korosi baja tulangan pada beton yang mengandung abu terbang 20%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PELATIHAN PRODUKSI PAVING BLOCK BERBASIS MATERIAL LOKAL DAN SNI DI LINGKUNGAN LEPPE, KABUPATEN MAJENE Dasar, Amry; Okviyani, Nur; Saudi, Akbar Indrawan; Patah, Dahlia
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.8202

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pelatihan produksi paving block berbasis bahan lokal yang sesuai dengan SNI 03-0691-1996. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Leppe, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, dengan melibatkan 20 peserta dari kalangan usia produktif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan utama yaitu sosialisasi, pelatihan teknis, dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup teori dan praktik pembuatan paving block menggunakan campuran semen, pasir lokal, air laut, dan substitusi sebagian semen dengan abu cangkang sawit (POFA). Selama pelatihan, peserta mempraktikkan langsung proses pencampuran, pencetakan, dan perawatan paving block menggunakan peralatan sederhana. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 42% berdasarkan skor pre-test dan post-test. Selain itu, peserta berhasil memproduksi lebih dari 20 unit paving block dengan mutu Grade C hingga B. Program ini berhasil mentransfer hasil riset dosen ke masyarakat dan membuka peluang terbentuknya kelompok usaha berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi material lokal dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan untuk pembangunan infrastruktur desa.
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI INOVASI BATA BETON BERBASIS AIR LAUT DI DAERAH PESISIR DI DESA TINAMBUNG, MAJENE Patah, Dahlia; Ridhayani, Irma; Manaf, Abdi; Dasar, Amry
MINDA BAHARU Vol 9, No 2 (2025): Minda Baharu
Publisher : Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/jmb.v9i2.8239

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir Desa Tinambung, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene melalui pelatihan pembuatan bata beton berbasis air laut dan pasir lokal. Permasalahan utama mitra adalah keterbatasan keterampilan teknis, tidak adanya unit produksi bahan bangunan, serta belum dimanfaatkannya potensi sumber daya lokal seperti air laut dan pasir sungai. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis secara langsung (learning by doing), evaluasi kompetensi peserta melalui pre-test dan post-test, serta praktik produksi bata beton menggunakan cetakan manual. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2025 dan diikuti oleh 20 orang masyarakat usia produktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman teknis peserta, dengan rata-rata peningkatan nilai post-test sebesar 40% dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta berhasil mencetak bata beton dengan mutu awal yang layak untuk digunakan dalam kebutuhan konstruksi ringan. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna berbasis bahan lokal dapat diterapkan di tingkat desa untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan
Pendampingan Mutu dan Promosi Penjualan Usaha Batu Bata di Lingkungan Leppe Majene Sulawesi Barat Amry Dasar; Dahlia Patah; Sugiarto Cokrowibowo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 01 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i01.3126

Abstract

Lingkungan Leppe di Kabupaten Majene memiliki lebih dari sepuluh bisnis rumah tangga yang memproduksi batu bata. Bisnis ini dimulai pada tahun 2002 dan merupakan usaha turun menurun yang dikelola bersama masyarakat dan menjadi mata pencaharian warga. Masalah utama yang dihadapi oleh industri rumah tangga batu bata saat ini adalah harus mampu mengimbangi perkembangan konstruksi yang berkembang sangat pesat. Tantangan untuk industri batu bata, khususnya di Lingkungan Leppe Kabupaten Majene adalah persaingan dalam penjualan produk batu bata berkualitas tinggi yang memenuhi standar Indonesia. Hal ini mendorong tim dosen untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu tujuan dari program pengabdian ini adalah melakukan pendampingan dalam pembuatan batu bata berdasarkan SNI. Selain pendampingan berupa edukasi juga diambil sampel batu bata secara acak dan dilakukan pengujian di Laboratoium Teknik Sipil Unsulbar untuk mengetahui mutu batu bata yang dihasilkan oleh industri rumah tangga. Dari hasil pengujian laboratorium dilakukan pemasaran produk dengan cara membuat flyer yang berisikan informasi kualitas batu bata yang sesuai SNI. Hasil kegiatan ini diharapkan meningkatkan daya saing dan kualitas produk yang akan memungkinkan pemasaran lebih luas dan dikenal masyarakat.
Feasibility Study of Biomass Fly Ash as a Partial Cement Replacement in Mortar Cured in Seawater Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Okviyani, Nur; Apriansyah, Apriansyah; Noor, Nurazuwa Md
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v10i1.717

Abstract

The high consumption of cement and the limited utilization of biomass combustion residues have highlighted the need for the development of more sustainable cement materials, particularly for construction in coastal areas. While biomass fly ash (BFA) has potential as a cement replacement material, information regarding the use of raw BFA, without pretreatment, in mortar cured in seawater remains limited. This study aims to evaluate the technical feasibility of BFA as a partial cement replacement in mortar, based on compressive strength, ultrasonic pulse velocity (UPV), water absorption, and strength activity index (SAI). BFA was used to replace cement at levels of 10%, 20%, and 30% by weight. Mortar mixtures were prepared with a water-to-cement ratio of 0.40, using tap water for mixing and seawater as the curing medium. Compressive strength was tested at 7, 28, and 91 days, while UPV and water absorption were tested at 28 and 91 days. The SAI values were calculated from the compressive strength results to assess the effectiveness of BFA as a cement replacement material. The results indicated that mortar performance was significantly influenced by the BFA substitution level. The mixture with 10% BFA exhibited the best performance, achieving a compressive strength of 32.62 MPa at 91 days, a UPV value of 3434 m/s, and water absorption of 4.80%. The mixture with 20% BFA still showed reasonably good performance, whereas the 30% BFA mixture led to a noticeable deterioration in mortar quality. The SAI results confirmed that 10% replacement was the most effective level. These findings indicate that raw BFA can be directly utilized as a partial cement replacement in mortar cured in seawater.
Durabilitas Baja Tulangan pada Beton Menggunakan Material Batu Gamping, Pasir Laut dan Air Laut dalam Campuran Beton Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Nurdin, Amalia
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 1 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.992 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v28i1.43380

Abstract

Air laut dan pasir laut memiliki potensi untuk digunakan dalam beton. Penggunaan batu kapur dalam beton semakin meningkat karena manfaatnya sebagai agregat memiliki kekuatan yang baik dan kemungkinan reaksi alkali-silika yang rendah. Oleh karena itu, sangat penting untuk memanfaatkan air laut, pasir laut dan batu kapur dalam beton terutama masalah korosi yang mengikutinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pencampuran air laut, batu gamping dan pasir laut yang digunakan secara bersamaan terhadap korosi baja tulangan beton. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah balok beton dengan diameter tulangan 10 mm dengan mutu beton 25 MPa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah baja tulangan pada semua benda uji yang dicampur dengan air laut, dan benda uji yang hanya menggunakan 100% batu gamping yang dicampur air tawar dengan menggunakan pasir laut diestimasi mengalami korosi dengan metode pengukuran half-cell potensial dan dibuktikan dengan pengukuran aktual korosi. Selanjutnya, penggunaan pasir laut yang dicuci dengan menggunakan batu gamping 50% dan dicampur air laut dapat meningkatkan kekuatan hingga 50% dari beton normal dan resiko korosi sama dengan beton normal.
Pengaruh Palm Oil Fuel Ash terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air pada Bata Ringan Tipe CLC Amry Dasar; Dahlia Patah; Nur Okviyani; Michail Amin
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.3470

Abstract

Bata ringan tipe cellular lightweight concrete (CLC) merupakan material dinding non-struktural yang berpotensi menurunkan beban mati bangunan, tetapi penggunaannya masih menghadapi tantangan teknis akibat rendahnya kuat tekan dan tingginya daya serap air. Palm oil fuel ash (POFA) dari limbah biomassa sawit berpotensi digunakan sebagai substitusi parsial semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh POFA sebagai pengganti sebagian semen pada kadar 0 - 30% terhadap kuat tekan, daya serap air bata ringan CLC. POFA digiling dua kali menggunakan mesin disc mill dengan saringan No.200. Benda uji kubus 50×50×50 mm diuji pada umur 7 dan 28 hari dengan perlakuan normal curing dan steam curing. Hasil menunjukkan bahwa substitusi 10% POFA memberikan kinerja terbaik, dengan kuat tekan 3,53 MPa pada normal curing 28 hari, dan 3,57 MPa pada steam curing 28 hari. Campuran ini juga menghasilkan daya serap air terendah, yaitu 21,58% dan 1,66% pada kondisi yang sama. Nilai strength activity index tertinggi juga dicapai pada substitusi 10% POFA. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan 10% POFA layak untuk menghasilkan bata ringan CLC rendah semen dengan kinerja mekanik dan absorpsi yang lebih baik untuk aplikasi dinding non-struktural berkelanjutan.