Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mental Nufus, Nira Prihatin; Rahmania, Desriani; Saripudin, Mohamad
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 1 (2025): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.913990

Abstract

Kesejahteraan mental menjadi isu penting dalam berbagai konteks kehidupan, terutama pada kelompok remaja dan dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah terkait efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan mental dengan menggunakan metode scoping review. Penelusuran dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ProQuest, dan ERIC pada periode 2012–2024, dengan menggunakan kata kunci relevan. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling kelompok secara konsisten memberikan manfaat terhadap kesejahteraan mental, seperti pengurangan stres dan kecemasan, peningkatan kepercayaan diri, serta pengelolaan emosi yang lebih sehat. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kelompok merupakan intervensi yang layak diterapkan dalam program layanan bimbingan dan konseling.
Potensi Peserta Didik Kelas 12 SMAN 10 Kabupaten Tangerang dalam Mata Pelajaran Matematika Adila, Imel; Mufidah, Maulidatus Syfa; Silitonga, Febyola Lasniati; Rachmawati, Febryanna; Ferdiansyah, Muhammad Akbar; Saripudin, Mohamad; Khairun, Deasy Yunika
Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 1 No 1: Maret (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ash.v1i1.274

Abstract

Potensi peserta didik dalam matematika dapat dilihat berdasarkan minat dan sikap peserta didik, karena minat dan sikap merupakan hal penting yang dapat menunjang kemauan dalam belajar. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian dan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis potensi siswa kelas XII SMAN 10 Kabupaten Tangerang dalam matematika. Dengan menggunakan sampel sebanyak 68 siswa kelas XII SMAN 10 Kabupaten Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah penelitan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuisioner (angket) dan wawancara guru, dengan jumlah pernyataan pada angket sebanyak 30 pernyataan yang mencakup dari sisi positif dan negatif serta pertanyaan wawancara sebanyak 5 pertanyaan. Data analisis menggunakan presentase yang kemudian dideskripsikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Hasil analisis penelitian ini memperlihatkan bahwa lebih dari setengah peserta didik mempunyai minat, perhatian, tertarik, dan disiplin dalam pelajaran matematika. Namun, lebih dari setengah peserta didik merasa kesulitan dalam pelajaran matematika. Meskipun kesulitan, hampir semua peserta didik merasa bahwa matematika memiliki peluang untuk kehidupan kedepannya. Jadi, kesimpulannya rata-rata presentase data angket mengenai potensi peserta didik diperoleh sebesar 67%, artinya lebih dari setengah peserta didik memiliki potensi keberhasilan pembelajaran matematika. Dari pihak sekolah juga memberikan fasilitas yang dapat menunjang peserta didik mengembangkan potensinya.
Dilema Moral Konselor Sekolah: Studi Fenomenologis Marfu'i, Lucky Nindi Riandika; Fitri, Susi; Saripudin, Mohamad; Nufus, Nira Prihatin
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v9i1.101749

Abstract

Moral dilemmas are often experienced by school counselors because they face complex problems that cause them to experience cognitive dissonance. Counselors' ethical decision-making in dealing with moral dilemmas in schools involves considering the balance between the psychological well-being of students, the principle of confidentiality, and applicable norms, including legal norms. This study aims to analyze the phenomenon of moral dilemmas experienced by school counselors in their work environment through a phenomenological study with thematic data analysis. This study will identify counselors' moral dilemmas which include cases where counselors find it difficult to make decisions, confusion in deciding on counseling services, and decision-making when in difficult positions. Based on the results of the study, the moral dilemmas experienced by schools counselors are categorized into five types of cases namely, the economic condition of the student's family related to the student's activities, the students' intellectual ability condition, parental support for the child's desires, peer conformity, and the stakeholders/others teachers understanding about professional ethics of the school counselor. In addition, school counselors who have been working for more than five years have more complex moral dilemma issues, but ethical decision-making about how to respond and providing guidance and counseling services also to other teachers is more effective and efficient. This phenomenon is a unique issue to be further investigated regarding the ethical decision-making abilities of counselors in schools through specific training.