Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN PHYSICAL ACTIVITY BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL DENGAN SIKAP DALAM MENGONTROL KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KABUPATEN TAKALAR Zainuddin, Zainuddin; Ernawati, Ernawati; Sulistiani, Ita; Jamaludin, Nurdiana; Meylandri Arsad, Sitti Fatimah; Suardi, Suardi; Wahyudin, Wahyudin
Mandala Of Health Vol 17 No 2 (2024): Mandala of Health: a Scientific Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mandala.2024.17.2.12638

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau gangguan fungsi insulin (resistensi insulin). Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan physical activity berbasis health belief model dengan sikap dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Metode penelitian: Desain penelitian yang di gunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional studi. Dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa uji fisher’s exact test di peroleh nilai hitung p=0,000 lebih kecil dari nilai α=0,05. Dari analisis tersebut dapat di artikan bahwa Ha diterima dan Ho di tolak. Kesimpulan: ada hubungan physical activity berbasis health belief model dengan sikap dalam mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Kabupaten Takalar 2023.
Edukasi Gizi dan Pencegahan Prediabetes Anak melalui Pengabdian Masyarakat di Desa Lahumbo Sulistiani, Ita; Arsad, Sitti Fatimah Meylandri; Ibrahim, Sri Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.33910

Abstract

Nutrisi merupakan faktor kunci dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam mencegah stunting dan risiko penyakit metabolik seperti prediabetes. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama konsumsi gula berlebih, dapat memengaruhi status kesehatan anak serta meningkatkan risiko terjadinya masalah metabolik di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Lahumbo, Kabupaten Boalemo, selama 45 hari oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan. Metode berupa program edukatif berbasis workshop edukasi gizi dengan pendekatan partisipatif serta penyusunan buku saku sebagai media pembelajaran sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat. Sasaran utama kegiatan adalah ibu rumah tangga sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam pemilihan dan penyajian makanan keluarga. Workshop dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, dan simulasi praktis yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi program dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan terkait konsumsi gula, gizi anak, serta pencegahan prediabetes. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan dari total 167 pada pre-test menjadi 192 pada post-test, dengan seluruh responden mencapai kategori “sangat baik” setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa metode workshop mampu meningkatkan literasi gizi masyarakat secara signifikan karena memberikan ruang interaksi, pengalaman langsung, dan pemahaman yang lebih aplikatif. Selain itu, buku saku gizi berfungsi sebagai panduan praktis yang dapat digunakan secara berkelanjutan di tingkat keluarga. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih, pentingnya pola makan sehat, serta pencegahan dini terhadap risiko prediabetes pada anak. Program ini diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas sebagai model intervensi gizi masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan
Evaluation of Hematotoxicity in Female Wistar Rats Following Sub-Acute Inhalation Exposure to Polyethylene Microplastic Sulistomo, Hikmawan Wahyu; Setyowati, Anisa; Situmorang, Melani Chysti; Sulistiani, Ita; Wardani, Dewi Azar Nuria; Gusti, Kharisma Ciptaning; Nurdiana, Nurdiana; Kusuma, Ihda Dian; Rahardjo, Bambang; Reksohusodo, Subandi
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 2 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss2.1585

Abstract

Polyethylene (PE) becomes a source of microplastics that can be widely distributed through the digestive and respiratory systems. However, its effects on blood cells are still being investigated. This study aims to analyze the impact of Polyethylene Microplastic (PE-MPs) exposure on the blood of female rats, including erythrocytes, leukocytes, and platelets. This study used female Wistar rats, which were divided into control and PE-MP groups. PE-MP was administered via whole-body inhalation at a concentration of 15 mg/m³ for 4 hours daily for 28 days. The absorption of plastic particles detected in the human bloodstream is likely to occur through mucosal contact (either through ingestion or inhalation). After the exposure period, the rats were euthanized to collect blood samples through the heart. A complete blood count was performed using an automatic hematology analyzer, and blood morphology was analyzed using thin blood smears. This study used the Mann-Whitney test. PE-MP exposure increased erythrocyte and platelet counts without a corresponding rise in leukocytes. Erythrocytes showed abnormal morphology (12.73% with ovalocytes and tear-shaped cells). Erythrocyte indices (MCV, MCH, MCHC) showed no significant differences. Platelet count rose by 1.7% (p-value= 0.017). Leukocyte and neutrophil counts were lower (0.84 and 0.94 times lower, respectively), while lymphocytes and monocytes were higher (1.03 and 1.61 times higher, respectively) in the PE-MP group compared to controls. The neutrophil-to-lymphocyte ratio did not differ significantly. PE-MP exposure in rats disrupts blood parameters, altering erythrocyte morphology and increasing platelet counts. Potential causes include oxidative stress, immune responses, and compensatory mechanisms. Study limitations include a small sample size and exclusive focus on inhalation exposure. Integrating multiple exposure routes (inhalation, ingestion, dermal) could offer a broader view of microplastic impacts. Future research with larger samples, diverse doses and durations, and exploration of additional markers or organ-specific effects is crucial for understanding PE-MP toxicity in real-world scenarios.               
Involvement of Husbands in Maternal Care: Impact on Postpartum Blues – A Systematic Review Nurfatimah, Nurfatimah; Sumiaty, Sumiaty; Sulistiani, Ita; Basrowi, Ray Wagiu; Novitasari, Prihatini Dini; Ramadhan, Kadar
Madago Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mnj.v6i2.4248

Abstract

Postpartum blues is a common emotional condition affecting mothers after childbirth, with a global prevalence of approximately 39.0%. This condition arises from an interplay of biological, psychological, and social influences, including hormonal fluctuations and psychosocial stressors such as role transition and sleep deprivation. Consistent emotional and practical support from partners and family members helps buffer these stressors. This systematic review aimed to explore the specific role of husbands in preventing postpartum blues by examining various forms of their involvement during pregnancy, labor, breastfeeding, and postpartum care. Following PRISMA guidelines, relevant English-language studies published between 2019 and 2024 were systematically identified from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. After independent screening of 3,073 initial records by two reviewers and subsequent exclusions, 11 new studies were included for synthesis. The findings highlight that husband involvement in prenatal care significantly reduces the incidence of postpartum blues , and participation in digital mental health interventions enhances emotional support for women experiencing postpartum depression. Perceived husband support consistently correlates with improved emotional well-being and quality of life, extending beyond immediate emotional assistance to impact overall maternal QoL. Other factors like maternal age, education, parity, and broader family support also influence postpartum blues symptoms. This review underscores that active and consistent husband involvement is crucial for mitigating postpartum emotional challenges and improving maternal well-being, advocating for its integration into maternal health programs.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Pelari Jarak Jauh Pada Komunitas Riot Gorontalo Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Suleman, Ibrahim; Sulistiani, Ita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36968

Abstract

Kegawatdaruratan medis seperti henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk saat aktivitas olahraga. Pelari sebagai kelompok aktif berisiko menghadapi kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelari mengenai teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada komunitas Running Is Our Therapy (RIOT) di Gorontalo, khususnya dalam penanganan henti jantung mendadak. Metode: Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode kombinasi ceramah interaktif dan simulasi praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi disampaikan secara komunikatif dengan dukungan media leaflet sebagai sarana penguatan informasi. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pemahaman. Hasil Pengabdian Sebelum intervensi, mayoritas pelari berada pada kategori pengetahuan cukup (56,4%), menunjukkan pemahaman dasar namun belum menguasai prosedur BHD secara optimal. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar peserta mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan baik (52,7%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pelari terkait teknik BHD, terutama dalam penanganan kasus henti jantung mendadak. Metode ceramah yang interaktif serta simulasi langsung terbukti efektif meningkatkan kemampuan peserta.Kesimpulan: Edukasi BHD melalui kombinasi ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan komunitas pelari RIOT dalam menghadapi situasi darurat medis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan olahraga dan diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan BHD
THE EFFECT OF PEER EDUCATION ON IMPROVING STUDENT KNOWLEDGE IN PREPARATION FOR THE INDONESIAN NURSE COMPETENCY EXAMINATION Rahim, Nirwanto K; Sulistiani, Ita
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 11, No 1 (2026): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v11i1.568

Abstract

Introduction: The Indonesian Nurse Competency Examination (INCE) remains a critical requirement for nursing graduates; however, fluctuating pass rates indicate persistent gaps in student preparedness. Innovative, scalable strategies are needed to enhance learning outcomes. Peer education, grounded in social learning theory, offers a potentially effective approach to improving knowledge and exam readiness. This study aimed to evaluate the effect of peer education on student knowledge in preparation for the INCE.Methods: A pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted over 10 days involving 53 nursing professional students selected through total sampling. Knowledge was measured using a structured try-out instrument aligned with INCE competency domains. Paired t-tests were used to assess differences in pre- and post-intervention scores.Results: At baseline, only 41.1% (n = 23) of students achieved the passing threshold, while 58.9% (n = 33) did not meet the standard. Following the intervention, the proportion of students who passed increased substantially to 91.9% (n = 51), with only 8.9% (n = 5) remaining below the threshold, representing an absolute increase of 50.8 percentage points. Mean knowledge scores improved significantly from 46.16 ± 6.41 at baseline to 52.41 ± 5.48 post-intervention, with a mean difference of 6.25 points (p < 0.001). This finding indicates not only statistical significance but also a meaningful educational impact.Conclusion: Peer education is an effective, low-cost, and scalable strategy for enhancing student knowledge in INCE preparation. Its integration into structured mentoring programs may strengthen competency-based education and contribute to improving national examination outcomes.
Pendidikan Kesehatan Seksual pada Remaja Di SMA dalam Upaya Menurunkan Perilaku Seksual Beresiko Rahim, Nirwanto K.; Sulistiani, Ita
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v2i1.16

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang krusial, ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan psikososial yang membuat individu rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk dalam hal eksplorasi seksualitas. Minimnya pendidikan seksual yang tepat serta tingginya paparan informasi keliru melalui media sosial menyebabkan banyak remaja terjebak dalam perilaku seksual berisiko, yang berdampak pada meningkatnya kasus kehamilan remaja dan infeksi menular seksual. Fokus pengabdian ini adalah pemberian pendidikan kesehatan seksual komprehensif kepada siswa SMA Negeri 1 Bongomeme. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah perilaku seksual berisiko. Kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan interaktif berbasis partisipatif, meliputi pre-test, presentasi, video edukatif, roleplay, diskusi kelompok, dan post-test. Subjek kegiatan berjumlah 50 siswa kelas XI yang berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian program. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 24,8 poin dari pre-test ke post-test. Secara kualitatif, 91% siswa merasa lebih mampu menjaga batasan diri, dan 85% lebih bijak dalam memilih pergaulan. Sebanyak 18 siswa menyatakan komitmen sebagai peer educator di sekolah, menandai terbentuknya agen perubahan internal. Kesimpulannya, pendekatan edukatif yang menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan psikososial remaja efektif dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat terkait seksualitas, serta berpotensi memberikan dampak preventif jangka panjang di lingkungan sekolah.